Selasa, 21 Desember 2010

Dasar Bocah !

Akhir akhir ini Faiz sering memakai sandal Tetehnya.
Yah kalau itu sandal biasa sih, aku juga biasa-biasa saja. Bayangkan lho, si sandal ini sandal kamar gitu. Warnanya merah, Ada hiasan bunga kamboja tiruan di ujung jepitan.
Khawatir aja, si Faiz yang dikelilingi banyak bidadari itu jadi melambai.
Udah beberapa kali si sandal di umpetin, eh ketemu lagi ketemu lagi.
Akhirnya akupun memutuskan untuk membelikan dia sandal jepit.

Pas ngaji Minggu kemaren, aku sempatin mampir ke penjual sandal di pinggir pasar Ujungberung.
Kupilih yang macho dong..
Nuansa merah campur abu. Ada gambar spiderman. Kayaknya Faiz suka juga.
Sayangnya pas nyampe rumah Faiz ketiduran, jadi nggak bisa langsung nyobain.

Sore harinya, setelah bangun tidur dan mandi sore, aku ajakin Faiz nyobain sandal.
"Jalan jalan yuk Aiz, pake sandal baru nih" ajakku
Faiz pun membuntutiku ke arah pintu depan.
Aku biarkan Faiz memakai sendiri sandalnya.
Yay ! Berhasil. Kemudian dia berjalan. Baru beberapa langkah, eh tiba tiba berhenti.
Sandal baru dilepaskan, dan ditinggalkan begitu saja.
Faiz berjalan melenggang masuk lagi ke dalam rumah.

"Aiz, kenapa dilepas ?" aku penuh tanya.
"ndak unyi !" katanya (nggak bunyi )

Oalaaah.. Faiz .... Faiz, salah emakmu juga kali ya, udah dua tahun masih pake sandal dan sepatu yang bunyi cit-cit
Giliran dibeliin sandal 'anak gede' malah menolak pake.


ini sandal anak gede itu

Senin, 20 Desember 2010

Kembali Ke St Clare



Karya Enid Blyton

ini ku ambil dari tumpukan buku anak-anak. Aku mulai berfikir apa dan bagaimana bacaan dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Makanya aku coba selalu membaca-baca apa yang dibaca anakku. eh keasyikan malah.

aku suka buku ini. (sayang nggak punya dari seri satu).
Diceritakan, dua kembar, Pat dan Isabel, disekolahkan di St Clare, sekolah berasrama khusus untuk anak perempuan. Mulanya mereka tidak betah, karena suasananya sangat berbeda dengan sekolah yang sebelumnya Redwoods. Tapi setelah menjalani, mereka akhirnya menyukai sekolah itu.
Yang asyik adalah, ini pertama kalinya si kembar pesta tengah malam. Pestanya menggoreng sosis di ruang musik. Hihi.. ketahuan juga akhirnya.
Yang asyik lainnya adalah keisengan mereka "ngerjain" para guru.
Aduh duh, berasa pengen muda kembali.
Tapi sejujurnya banyak pelajaran moral yang diambil dari sini, terutama adalah tentang pentingnya kejujuran dan sikap ksatria.

Minggu, 19 Desember 2010

20 Langkah Salah dalam Mendidik Anak

Catatan  ini disarikan dari buku yang ditulis oleh Muhammad Rasyid Dimas, penasaran lihat namanya kirain orang Indonesia. Ternyata buku ini merupakan terjemahan. Muhammad Rasyid Dimas ini lulusan Fakultas Pendidikan dan Psikologi Al Imarat University dengan nilai excellent dan menduduki peringkat satu. Selain itu beliau juga master (excellent juga) di Bidang Perencanaan, Analisis dan Perancangan Sistem.
Menurut beliau, ada 20 kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam mendidik anak
1. Memaksakan kewajiban tanpa memberi pemahaman
Kebanyakan yang dikatakan orang tua adalah kalimat perintah. Misal, cepat bangun, cepat makan, pakailah pakaianmu, dsb. Hal ini kadang membuat anak pura pura tidak mendengar dan tidak mengerjakannya. Disisi lain, orang tua juga tidak boleh membiarkan si anak menolak perintah dan melanggar larangan lantaran mengikuti hawa nafsunya. Maka menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan pemahaman tentang apa dan kenapa suatu kewajiban dibebankan.
Hal ini akan melatih daya pikir si anak untuk menjangkau suatu hikmah atas kenapa suatu kewajiban ditetapkan. Jangan sampai kelak dia melanggar peraturan dan meninggalkan kewajiban hanya dengan alasan karena dia tidak yakin atau belum bisa menerimanya.

2. Menyikapi perilaku anak hanya dengan satu pola
Misalnya orang tua selalu bersikap keras, padahal anak sudah berusaha menjadi baik. Ini akan membuat anak putus asa dan malas berbuat baik, toh tetap dipersalahkan. atau  anak selalu disanjung padahal dia berbuat kesalahan, maka akan membuatnya tidak mempunyai kepedulian.

3. Enggan menerapkan disiplin
Anak membutuhkan disiplin seperti mereka membutuhkan kasih sayang. Kadang orang tua mudah berputus asa, atau lemah tekadnya untuk membuat anak disiplin. ada juga orang tua yang khawatir, ketika dia menerapkan kesiplinan, maka akan kehilangan cinta si anak.

4. Tidak menggunakan siasat nafas panjang saat menyikapi kesalahan anak
Sabar, sabar dan sabar. Itulah kata yang mewakili dalam hal mendidik anak. Wasiat "jangan marah" yang sering diungkapkan Rasulullah juga berlaku dalam mendidik anak. Karena sikap sabar, tenang, bijak dan pemaaf sangat diperlukan dalam membentuk kepribadian anak.
Beberapa hal yang harus difahami orang tua dlm menyikapi kesalahan anak :
- parameter dunia anak berbeda dengan parameter orang dewasa
- anak berbuat kesalahan adalah lumrah, karena sedang proses belajar
- permasalahan personal tidak akan selesai dalam sehari semalam, jadi perlu waktu dan  kesabaran

5. Tidak berupaya mengetahui motif anak berbuat salah
Kadang si anak berbuat kesalahan tanpa sengaja atau tanpa tahu bahwa dia berbuat kesalahan, jadi orang tua harus berusaha mengetahui latar belakangnya.

6. Selalu menerima syarat yang diajukan oleh anak
Hentikanlah memberikan imbalan atas suatu kewajiban yang dilakukan anak. Ini seolah olah merupakan "suap" bagi si anak. Lebih baik meluruskan motivasi si anak sejak awal daripada setelah besar lebih susah untuk melakukannya.

7. Berlebihan dalam berjanji kepada anak

8. Menghukum anak atas perbuatan baiknya
Misalnya, si anak tiba tiba membereskan tempat tidur sebagai kejutan untuk ibunya. Setelah itu dia lapor pada ibunya, Bu aku sudah membereskan tempat tidur. Kemudian si Ibu berkata : Kamu harusnya mandi dulu baru membereskan tempat tidur !"
Nah si anak akan kecewa. Atau orang tua yang malas memberikan pujian atas hasil karya anak, karena dia sedang sibuk bekerja, dengan jawaban jawaban "Sana, main lagi aja, ibu sedang sibuk" dll secara tidak langsung "menghukum" si anak yang telah berbuat kebaikan.

9. Tidak menghukum perilaku buruk anak
Misal si A memukul temannya, orang tua hanya berkata "namanya juga anak-anak, nanti juga berbaikan lagi". Ini akan membuat si A  semakin menjadi - jadi di lain waktu.

10. Memberikan isyarat negatif Katakan selalu kata kata positif terhadap anak untuk memotivasi. Kamu anak pinter, kamu anak pemberani dsb

11. Membandingkan seroanga anak dengan anak lain dengan tidak adil

12. Memberlakukan standar ganda
Misalnya, pernah orang tua tertawa-tawa dan merasa lucu ketika si anak jalan jalan telanjang dalam rumah. Besoknya dia melakukan hal yang sama tapi pas ada tamu, eh, orang tua marah. Maka si anak akan bingung.
Contoh lain, orang tua meminta anak bicara jujur, tapi pernah meminta si anak mengatakan ayah tidak ada, ketika ada tamu yang tidak disukai, dll.

13. Tidak memenuhi kebutuhan kasih sayang dan cinta anak
Anak membutuhkan kepasatian bahwa dirinya dicintai. Rasa cinta kepada anak, akan membuatnya aman dan tentram serta tumbuh alami dan terhindar dari kegoncangan jiwa, frustasi maupun rendah diri. Anak yang mendapat cinta dan kasih sayang, lebih cenderung bersikap patuh, bisa bekerja sama dan disiplin.

14. Tidak memperhatikan patokan-patokan dalam memberikan sanksi fisik
Tidak memberlakukan hukuman fisik sama sekali, adalah hal yang salah juga. Tetapi, hukuman fisik adalah langkah terakhir. Selain itu, hindari menghukum saat marah. Ada tahapan tahapan memberikan hukuman :
- sampai dua tahun anak tidak boleh dihukum, tapi diberi imbalan atas perbuatan baiknya.
- setelah tiga tahun anak dapat menangkap perubahan roman muka ketika kita marah atau tidak suka.
- sampai usia delapan tahun, hukumannya adalah mengambil/mengurangi kenikmatan jika si anak bersalah.misal anak merusak mainan, maka mainannya disimpan utk waktu tertentu.
- sampai sepuluh tahun, anak ditegur dengan kata-kata.
- setelah 10 tahun anak boleh dipukul dengan "pukulan edukatif". (tidak dimuka, tidak di kepala, tidak menyakitkan, tidak keras)
- mengganti pukulan dengan kecaman ketika si anak sudah sampai tahap "menjadi teman" yaitu sekitar 12-14 tahun.

15. Tidak memperhatikan perbedaaan individual dalam mendidik anak
Setiap anak mempunyai kecenderungan yang berbeda, ada anak penurut, ada anak yang mudah menerima akhak baik, ada anak kritis, semua harus disesuaikan dengan si anak.

16. Tidak bertahap dalam berinteraksi dengan anak
Dalam memperbaiki akhak, pertama yang kita lakukan adalah meluruskan secara umum di hadapan semua anak tanpa menyebutkan si pelaku kesalahan. Jika tidak berhasil, maka luruskanlah di tempat tertutup (terpisah dari anak lain). Selain itu, bila cukup dengan isyarat, maka janganlah dilakukan dengan yang lebih keras dari itu. Harap dipahami, bahwa manusia sulit untuk merubah seluruh perilakunya secara sekaligus, sehingga harus bertahap.

17. Menghina, melecehkan, dan diskriminatif dalam memperlakukan anak

18. Tidak kompak dalam cara mendidik
Komunikasi orangtua, ayah dan ibu, harus menerapkan cara yang sama dalam mendidik anak. Jangan sampai si ayah menolak prinsip ibu, atau sebaliknya. karena ini akan membingungkan si anak.

19. Tidak melibatkan anak dalam membuat aturan
Ini adalah semacam kesepakatan antara ortu dan anak. Sehingga anak pun akan lebih bertanggung jawab ketika dia juga ikut menentukan peraturan.

20. Bersikap negatif dan salah terhadap anak
Otoriter, over protektif, mengabaikan/tidak peduli, memanjakan adalah contoh sikap yang salah terhadap anak.


wallahu 'alam bish-showwab

Ibu (Puisi karya Mbak)

hangatnya selimut
gk sehangat "PELUKAN IBU"
lembutnya kain sutra
gk selembut "BELAIAN TANGAN IBU"
besarnya CINTA di dunia
gk bisa menggantikan "CINTA IBU"
maka dari itu, sayangilan IBU
karena beliau sudah mengandung dan membesarkan kita
sampai sekarang
selamat hari ibu
I love u


Kamis, 16 Desember 2010

Aku dan The Urban Mama


Memiliki balita di rumah - walaupun itu yang kelima sekalipun- ternyata masih sangat menakjubkan. Selalu ada hal baru yang aku dapati. Mungkin jadi makin belajar ya... Belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu, untuk menjadi lebih baik di masa depan . Selain itu, banyak  juga hal hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali, kini menjadi salah satu bagian yang sangat sangat diperhatikan.

Anakku yang kelima ini, jarak kelahirannya cukup jauh dibandingkan dengan kakak-kakaknya. Putri pertamaku, Fathimah, saat berusia 14 bulan sudah mempunyai adik laki-laki, Fikri. Dua tahun setelah itu, Fadhila -putri ketiga- lahir. Firda menyusul tiga tahun kemudian. Setelah Firda lima tahun, baru  lahir anak kelima, Faiz.

Aku ini mungkin termasuk orang yang mudah menerima apa yang ada, mudah puas dan mudah merasa cukup, dalam segala hal. Aku akui, banyak sisi baiknya. Aku jadi tidak ngoyo dan mudah bersyukur. Tapi, aku baru sadar (ngaku nih) kalau sikap ini ternyata juga 'menyedihkan', yaitu ketika akupun merasa cukup dengan pengetahuan yang itu itu saja. (malas aja alasan ya....).
Misalnya dalam hal pengetahuan tentang pendidikan dan pengasuhan anak, sampai Firda lahir, aku masih merasa cukup dengan membaca dari beberapa buku pegangan yang ada, ditambah ilmu turunan dari orang tua. Nah, setelah aku mempunyai teman yang sangat giat mencari informasi informasi baru terkait dengan itu, aku merasa seperti ditampar tampar. Ya ampuuuuunnn, seandainya aku di masa lalu lebih giat mencari ilmu, mungkin aku bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk anak kesatu sampai keempat.

Sukurlaaaaah, tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan. Kini aku merasa sangat beruntung. Pas Faiz lahir, aku sudah ada di Bandung (aku pindahan dari Kupang, NTT). Aku sudah kenal internet. Aku juga penempatan di kantor yang online internet sepanjang hari. Aku bisa dapat informasi tanpa harus kesana kemari, cukup dengan menggerakan jemari. Akupun ikut jejaring sosial dan nge-blog. (aku bersyukur Allah ciptakan Timothy Berners-Lee sang penemu world wide web. Klo gak ada Sir Tim Berners ini, semua itu mungkin masih hal yang mustahil)

Keberuntungan berikutnya adalah, temanku yang rajin cari informasi tadi, mengenalkan aku dengan The Urban Mama. Klo ada one stop shopping untuk toko, maka The Urban Mama  semacam one stop forum gitu... Asli, aku kagum sama penggagasnya, sama foundernya. Bener bener ini forum bisa membantu banyak ibu ibu muda/ibu baru  (dan ibu tua dan lama pemalas-cupu- kuper-nggak gaul sepertiku yang disana disebut Urban Mamas, dan juga buat para suami -Urban Papas, sebagai tempat menimba ilmu terkait dengan peran keibuan dan kebapakan (halah, istilah dari manaaaa... ini ).

Banyak sekali informasi yang aku dapatkan untuk memperbaiki semua yang terlewat dan tercecer pas anak pertama sampai keempat. Mulai dari resep -yang tentu saja mudah, cepat dan sehat- sampai tip tip liburan dan lokasi tujuan. Mulai dari memilih dokter kandungan sampai cara melahirkan dan di RS mana. Dari tip memilih tepung (ada juga lhoo....) sampai tip memilih sekolah anak bahkan investasi. Dari memilih mainan sampai memilih buku untuk anak. Dan enggak ketinggalan tentang kecantikan untuk mamanya. Banyak deh, nggak bisa aku sebutin satu persatu. Yang jelas jelas aku sadari, makin banyak dapat ilmu baru, makin sadar bahwa ilmu yang kita miliki ternyata masih sangat sedikit.

Dan yang sering membuatku kagum dan terharu adalah saat membaca sharing pengalaman Urban Mamas dan perjuangan mereka untuk menjalani peran utama sebagai seorang ibu disamping peran peran lainnya. Para Urban Mama ini  berasal dari seluruh penjuru dunia, dan dari berbagai macam profesi, banyak diantaranya yang masih sangat muda dan working mom juga seperti aku. Tapi yang membuatku senang adalah, kulihat para Urban Mama sangat menikmati peran sebagai ibu itu. Kupikir, itulah yang menjadi nafas dan energi perjuangan  mereka untuk memberikan yang terbaik buat anak anak.
Ah ya, hampir lupa, dari TUM tentu saja akupun dapat racun belanjanya. Racun yang membuatku lari. Bukan lari menjauh lho.... tapi lari mendekat.  Ammpuuuuuunnn deh, pengen merem rasanya mata ini biar nggak ngiler lihat benda benda yang menggiurkan itu.
Yah, saking lengkapnya The Urban mama mengulas seputar parenting dan parent to-be, sampai sempat kepikiran , kalau saja belum lima, mungkin aku akan-sangat-lebih- bersemangat untuk mempunyai bayi berikutnya.  Jadi kalau TUM punya semboyan there is always a different story in every parenting style, maka aku pun punya, there is always a different story in every children. wkwkwkwk




Selasa, 07 Desember 2010

Asyiiiiiikk.. Jalan Bareng Lagi

ikan menari aka ikan terbang

Liburan tahun baru Hijriyah ini, sebetulnya jauh jauh hari aku dah kasih sinyal sama doi, pengen jalan jalan ke tempat yang sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.....
eit tunggu dulu, bukan berdua, tapi sekeluarga.
Sepi disini dimaksudkan agar supaya (halaah... bahasanya !) bisa benar benar istirahat, refreshing, dan sebenarnya aku punya hidden agenda, yaitu mau ngajak semua anggota keluarga untuk berkontemplasi dan bikin resolusi.
Tempat yang kutaksir berat adalah Saung Dada Rosada (maaf ya pak Dada..kami di Uber menyebutnya demikian, karena ada prasasti bertanda tangan nama Bapak di gerbang masuk).
Assyiiik banget tempatnya, ada Saung besar di tengah kolam segi empat, bisalah sampai 20 orang.
Trus dua sisi kolam lain ada beberapa saung kecil kecil 5-7 orang. Di dua sisi lain ada jalan dan Saung Utama yang nyambung dengan Dapur, kasir, dsb.
Trus ada juga saung yang di atas menara, asli bisa lihat kota Bandung. Ada kolam renang kecil yang tiketnya super murah, 3rb saja.
Ada flying fox yang tiketnya super murah juga, cuma 5rb.
Sayangnya cuma satu, usulku itu belum di ACC sama boss. Aku maklum sih, mengingat tempatnya yang jauh di puncak gunung dan musti carter ojeg dari rumah .
Kalau punya mobil sih bisa, walaupun musti perjuangan krn medannya turun lembah, baru naik lagi.

Tapi, ya sudahlah, tempat yang indah itu cukup aku bayangkan. Karena sampai hari H libur tahun baru tidak ada jawaban dari suami.

Eh, tiba tiba, sekitar jam 10-an Abi bilang,
"de, nggak usah masak, kita ke mina wangi ajaaa..."
asyiiiikkkk.... aku segera berkoordinasi dengan anak2, (*ih, bukannya kasih cipika cipiki ke suami yah)

Jam setengah satuanlah kami berangkat, diunjal 2x pake motor.
Acara makan yah seperti biasa, anak anak pesan juice kesayangan mereka, karena ini dah bukan yang pertama anak-anak ke sana, jadi  mereka dah bisa membayangkan jus apa yang bakal di pesan.
Ada jus cangcuter yang merupakan campuran beberapa buah berwarna merah
ada jus rainbow yang penampakannnya asli berwarna warni seperti pelangi, merah (strowberry) hijau (nanas)  putih (sirsak)
trus ada minuman Putri Malu yang ternyata isinya es kelapa, agar biru (masih mikir agar2 merk apa yang biru gini ) tambah nata de coco
Trus si mbak fathimah pesan minuman khas minawangi yang kubilang es goyobod pake gula merah. Hahaha..
Klo makanan sih, masih penasaran sama si Tahu Krispi itu yang ketika kubuat sendiri penampakannya tidak seperti yg disini. Mau nanya resep nggak mungkin kaaan dapat jawaban.. Kami pesan nasi liwet dengan lauk ikan nila merah yang digoreng seperti lagi menari.

Di atas semua itu makanan yang nikmat itu, terima kasih ya Allah, selesai makan hujan turun, jadi kami malah ngobrol.
Tujuan utama ngobrol sama seluruh anggota keluarga, tidak tercapai dengan maksimal, karena perhatian anak anak terpecah dengan keasyikan khas anak anak, main air, lompat sana sini, lihat ini itu, yah, semacam itulah.
Ah, kupikir bisa diatasi, toh mereka punya jadwal curhat yang gilirannya mereka atur sendiri.
Tapi, aku  bisa ngobrol sama suami -yang benar benar jarrraaaanggg banget ngobrol- tentang banyak hal yang  selama ini tak terobrolkan.
Sukurlaaah...



Rabu, 01 Desember 2010

Kue Ultah buatan Ummi

Seneng juga ya.. berteman dengan para penggemar masak, apalagi kalau ahli masak. Lumayan ada ilmu ilmu yang tertular.
Salah satunya kue ulang tahun hasil nekat ini.

Aslinya mungkin tidak seindah penampakannya.
Isinya adalah bahan bolu lapis kukus yg pernah kuposting sebelumnya, tapi kuwarnai coklat semua.
Sehari sebelumnya aku langsung memasukkan ke dalam loyang adonan satu resep itu. Ternyata enggak jadi alias ada yang mentah di dalam.
Setelah tanya kanan kiri, memang proses pengukusannya musti selapis demi selapis.

Luarnya adalah krim (yang ini masih dibuatin sih sama ibu Tri), trus aku cobain pencet pencet sendiri di rumah..
Di bagian atasnya, coklat batangan yang kusisir tipis. Sebelumnya dilapis krim dulu.
Lalu, tinggal tancepin deh itu si hiasan.

Alamaaaaak... Firdanya sueneng banget dapat kue ultah bikinan ummi.
Rasanya ???
haha aku nggak perlu komentar, karena anak-anakku tetap makan dengan lahap.


kue ultah ke-7 firda

  
tampak atas

kue tampak samping
hiasannya instan

  
si nona yang ultahnya

  

Mencintai Sunnah

Mozaik pertama
Seorang akhwat yang  sedang  belajar membekam, mulai membekam teman temannya satu demi satu. Diberikannya sentuhan halus dan hangat di punggung, terutama di titik titik sunnah bekam. Sambil diceritakannya bahwa bekam adalah pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan berbekam secara teratur, insya Allah akan senantiasa sehat dan bugar. Karena sel sel darah yang telah tua dan mati, dikeluarkan dan dibuang. Maka akan tumbuh sel sel baru untuk segera menggantikan. Kemudian dengan mengucap basmallah, dimulailah proses bekam itu. Si 'pasien' yang belum pernah bekam pun, percaya dan dengan tenang menjalani proses bekam.
Setelah selesai, akhwat tadi berkata : "alhamdulillah.... anti sudah menjalani salah satu sunnah Rasul yaitu berbekam"

Mozaik kedua
Seorang akhwat, sama sekali tidak suka madu. Malahan kalau minum madu, langit langit mulutnya terasa gatal. Akan tetapi, karena madu disebutkan  sebagai salah satu obat dalam al Qur'an, dan madu pun salah satu minuman yang disukai Nabi SAW, maka dia tetap 'berjuang' untuk minum madu. Untuk menghilangkan rasa gatalnya, dia minum air putih banyak banyak, dan makan camilan.

Mozaik ketiga
Seorang bunda, senantiasa membiasakan anaknya untuk membaca doa sebelum beraktivitas, dan kembali berdoa setelah selesai.
bahkan untuk hal hal yang sering dianggap sepele, seperti memakai sepatu, memakai baju, memakaikan celana, semua diawali dengan bagian tubuh yang kanan. Dan sebaliknya, dari bagian tubuh yang kiri bila membuka/melepasnya.

Mozaik keempat
Di sebuah sekolah, terpasang tulisan di koridor tangga "bertakbir ketika naik" dan "bertasbih ketika turun"

Subhanallah... begitu berserakan, sunnah sunnah nabawiyah, seandainya kita mau untuk mempraktekkannya. Semua begitu mudah. Hanya kita perlu membiasakannya.
Semoga, kita semua termasuk orang orang yang mencintai sunnah Rasulullah SAW, dan mengamalkannya,  hingga kelak Allah SWT mempertemukan kita dengan  Rasulullah SAW di jannahNya. amiin

Pasangan (Jadi) Jadian


Karya Lusiwulan
Andai saja anakku belum membaca buku ini, pastilah aku nggak buru buru pingin nyelesaiin baca, dan sudah berhenti di bab pertama. Karena kupikir tidak ada gizi yang bisa aku ambil dari buku ini. (Maaf ya, Lusi...).
Sama sekali aku tidak suka dengan ide 'tinggal serumah' cuma berdua yang dilakukan oleh Jagad dan Yayi. Ide untuk menerima kos laki laki di rumah perempuan lajang yang tinggal sendiri adalah benar benar menantang dan mengundang setan.
Dan akhirnya, kejadian juga, sepulang pesta, dan mabuk.
Udah gitu kepergok sama Kakek, Mama dan Papa Yayi, yang ngedadak datang, sekaligus Mama dan Papa Jagad.
Pembelaannya, mereka melakukan dalam keadaan mabuk. (Yang di akhir buku di ralat sendiri oleh penulis via tokoh Yasmin-bahwa mereka nggak benar benar mabuk, toh Yayi masih bisa nyetir dari apartemen Kumala sampai rumah). Dan akhirnya Jagad dan Yayik dipaksa menikah.

Ide konyol lain adalah nikah pura pura yang mereka lakukan. Tinggal serumah layaknya suami istri, tapi masing masing masih jalan dengan pacarnya.
Duh duh.. serasa aku lagi melanglang ke dunia mana dan di jaman apa... (*sembari berpikir apa aku yang kuper tapi sembari bersyukur juga di lingkaran pertemananku tidak pernah menjumpai hal seperti itu)
Sukur deh, mereka nggak nambah dosa dengan akhirnya menikah beneran di akhir cerita.

Selasa, 30 November 2010

Adventures of Tom Sawyer



Karya Mark Twain
Tom Sawyer, si rambut kriwil yang 'jahil' dan tengil, aduh..
aduh duh duuuh... mengingatkanku tentang masa kecil dan pengen banget rasanya kembali ke masa itu. ketika masih bisa main "jamuran" dilanjutkan petak umpet di bawah purnama. Keluar masuk kebon di keremangan malam.

Jiwa petualangan si Tom ini tidak terbatasi oleh ruang dan waktu (maksudnya gak kenal waktu),di rumah, di sekolah, di gereja, saat main, saat makan, saat bekerja, semuaaanyaaa... disertai jiwa petualangan.
Nggak heran kalau dia kepikiran 'ngerjain' anak laki-laki sekampung untuk menggantikan dia mengecat pagar dengan cara 'menjual mahal' kesempatan mengecat itu. Padahal si Tom ini, disuruh mengecat pagar sebagai hukuman.
Nggak heran juga kalau dia nembak teman teman cewek di sekolahnya sampai segitunya. (aku kok lupa ya, si TOm ini berapa tahun umurnya).
Sangat nggak heran ketika dia 'pura pura hilang' dengan pergi ke pulau dan kembali lagi setelah tiga hari kemudian saat 'upacara pemakamannya sendiri' dilangsungkan di gereja.
Banyak deh, seru, ASLI !!!

Berhubung ini aku cu-mi (fikri minjam temennya, aku ikutan baca), jadi berharap. Fikri pun akan dapat mengambil sisi sisi 'kejantanan' si Tom ini.

Sisa Penyapihan

Meski sudah tidak minum ASI sama sekali, sesekali Faiz masih suka nempel nempel dan membahas tentang minum ASi. Apalagi kalau aku lagi leyeh leyeh di pinggir dipan sepulang kantor, pasti dia langsung menyerbu. Itu posisi favoritnya dulu. Minum ASI sementara dia berdiri di lantai.

Lucu juga mendengar celetuk celetuknya yang campur aduk bahasanya. Kadang begini :
"mi.. mau mimi " pake bahasa Indonesia sehari hari.
Kadang juga :
"Mi.. .ayang N*n*n....." katanya. (ayang = hayang=mau,ingin : bhs Sunda)
Aku ketawa.
Sering dia cuma memonyongkan bibir saja, trus udah aja pergi.
Kadang juga sedikit merengek seperti mau ASI beneran.
Kalau sudah begitu, aku biasanya mengajak ngobrol boneka sponge bob kesayangannya.

"Bob, Bobob mau N*n ?"
"Ndak... " Faiz yang menjawab.
"Kenapa Bobob nggak n*n*n ? tanyaku lagi
"uwa aun" Faiz menjawab. (uwa aun = dua tahun)
"Faiz  mau n*n ?"
"Ndak,... uwa aun..." Faiz menjawab juga.




Hihi lucu ya... mungkin dia ingat waktu aku bilang bahwa Faiz udah besar, sudah dua tahun, nggak boleh minum ASI lagi.

Minggu, 21 November 2010

Pantesan, Suruh Nikahin Satu Aja

Abi dan F3

Suatu Sabtu,  hari yang sibuk. Asisten Rumah Tangga jadwal libur.
Pagi pagi, setelah kelar memasak, kami harus kesana kemari mengambil raport bayangan.
Pertama tama ke SMP anakku yang paling besar, si F1.
Kemudian ke SD anak ke F2 sampai ke F4.
Rada repot juga, karena kami mengajak serta F4 dan F5.
F1 tetap ke sekolah, F2 dan F3 berdua di rumah.
F3 nggak jadi main ke rumah temannya karena nanti F2 tidak ada teman di rumah.
Sedang membawa mereka semua tidak memungkinkan karena kendaraan kami baru beroda dua. 

Selama di sekolah, Abi memilih aku saja yang mengantri, dan doi menjaga F4 dan F5 bermain di luar.
Walhasil sampai siang kami baru pulang ke rumah.
Yang membuat tambah capek adalah hasil raport anak anak kurang memuaskan.
Memang kami tidak pernah menargetkan mereka untuk menjadi juara kelas.
Tapi, yang mengecewakan kami adalah, hasil raport kali ini benar benar anjlok dibandingkan prestasi mereka sebelumnya.
Kecuali raport si F4 yang full nilai sempurna.  Hanya ada dua nilai 9 itupun nilai tertinggi yang diberikan untuk pelajaran tsb (kesenian dan menghafal) .



Sorenya, sehabis maghrib, seperti biasa aku lagi sibuk menghangatkan sayur untuk makan malam, dan menambah lauk pauk yang habis, untuk makan malam.

Tiba tiba Abi datang ke dapur, langsung nongkrong di bawah. *posisi ngajak cerita*
"De, tadi pagi tuh Abi bingung ..." katanya
"Kenapa ?" aku menoleh sebentar dan kembali mengoseng oseng.
"Kasian Ayuk (F3) mau main nggak jadi" kata Abi.
"Iya juga sih, tapi klo dia main kan kasian Fikri (F2) jadi di rumah sendiri. Sementara kalau Bibi masuk hari ini, besok kita nggak bisa pergi" kataku.
"Ayuk pasti kecewa ya, padahal bukan maksudku untuk melarang dia main" sambung Abi.
"Besok minggu dia bisa main kok " kataku menghibur sambil mencuci tanganku.
Abi diam dan (seperti) berpikir.  Sebentar kemudian dia berkata :
"Pantesan ya, dalam Al Qur'an di sebutkan, nikahilah dua, tiga atau 4 orang, kalau nggak sanggup maka nikahin satu aja. Karena adil itu susah."

Aku langsung balik badan dan menatapnya.
*Dalam hatiku bertanya, Kok jadi ke situ ??? apakah ini sebuah pertanda sudah berubah pikiran ???
Hihihi duluuuuuu sekali, sehari setelah kami menikah, suamiku pernah bilang, umur 40 mau nikah lagi*
Tanpa berlama lama, biar nggak ketauan bengongnya (untung ibu ibu sudah sering berpikir cepat ya...) aku (berusaha) menjawab tetap dalam konteks pembicaraan :
"Halah  anak itu kan sudah biasa sensi, Ayuk juga pasti mengerti kondisi tadi " kataku sambil mencuci wajan.
Abi pun kemudian bergeser ke ruang tivi dan menonton berita.

Selasa, 16 November 2010

Alhamdulillah, Menyapih Dengan Cinta


Alhamdulillah, setelah melalui berbagai perjuangan antara lain seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya,  sudah seminggu lebih Faiz benar benar selesai minum ASI, alias telah sukses disapih dengan cinta versi kami.

Faiz sebenarnya dipersiapkan untuk disapih sejak umurnya masih 18 bulan.
Waktu itu, teman teman di sekitarku yang mempunyai bayi seumuran Faiz, udah ramai menceritakan tentang menyapih dengan cinta (aku gak gaul banget yah...),
yang intinya (menurut pengertianku) anak tidak boleh disapih dengan paksa, apalagi ditipu tipu dengan pahit pahitan atau dengan warna warna ngeri di seputar pabrik ASI kita.

Maka aku pun mulai proses itu. Pertama-tama aku mengatakan ke Faiz,
"Ais, nanti kalau Aiz udah dua tahun, berhenti ya minum ASI-nya"
Saat itu Faiz cuma ngangguk ngangguk dan menjawab hmm pendek saja,  karena mulutnya lagi asyik minum ASI.
Aku menangkapnya itu tanda ia setuju.
Demikiaaannn... terus, aku ulang ulang sampai usianya dua tahun.

Beberapa hari lewat dua tahun usianya, aku lebih serius mengingatkan tentang "berhenti minum ASI' itu.
Entah aku yang salah selama ini, atau bagaimana, suatu ketika aku mengatakannya tidak dengan istilah berhenti, tapi dengan kata kata STOP.
"Aiz, sekarang kan sudah dua tahun, jadi minum ASI-nya stop ya.."
"hhhmmmmmmmmmmmmmmmmm..."  *mulutnya masih ngenyot ASI* jawabannya kali ini lain. *nada meninggi seperti mau nangis*
Walah !! aku baru kepikiran.
Jangan jangan selama ini Faiz belum mengerti arti kata "berhenti"
Aku baru ingat, ketika itu Faiz lagi seneng senengnya main "jalan maju - mundur" dan dia paling suka jalan mundur jauh jauh,
sampai akhirnya kakak kakaknya bilang "STOP" dan dia berhenti mundur.

Waduh, aku harus ganti strategi.
Kami mundurkan lagi saat penyapihan.
Yang target awalnya adalah Lebaran Idul Fitri (Faiz lahir 27 Ramadhan) maka aku -dan Abinya tentu saja- memutuskan untuk memperpanjang tenggat sampai Lebaran Idul Adha.
Aku mulai lagi membujuknya.
Kumulai jalan tengah,  Faiz hanya diijinkan minum ASI pas malam hari.
Kalau siang hari nggak boleh sama sekali. Walaupun hari libur !! Ini berlangsung kira kira sebulan.
Terus terang, hal 'tidak minum ASI di siang hari libur" ini adalah hal yang sulit di banding hari kerja.
Kalau hari kerja kan Ummi nggak di rumah, berbeda dengan hari libur, Ummi di rumah, dan bibi juga ikut libur alias gak ada 'pelarian'  buat Faiz.
Hari kerja pun, bukan nggak ada tantangan, setiap pulang kerja, maghrib maghrib, Faiz serrrriiiiing banget nangis minta minum ASI.
Dan tahu sendiri, di usianya yang makin besar,  suaranya juga makin besar alias teriakannya kenceng banget.
Maghrib gitu lho.. saat kami semua shalat berjamaah, dia teriak teriak dan bergulingan antara Ummi dan Abi.

Jadilah, si Abi yang mulai nggak sabar dengan teriakan itu, lagi lagi kasih ultimatum "Lebaran haji harus udah selesai " !
Walaupun Abi berusaha membujuk dan mengalihkan perhatian Faiz klo lagi nangis nangis gitu, tetep aja Faiz lebih sering memilih di gendong Ummi aja.
Puncaknya seminggu sebelum lebaran kemaren, pas kami tegang nunggu kakak dari Lampung dan temannya yang mendadak mau datang, Faiz teriak teriak lagi.
Asli keras banget, sampai Abi mengeluarkan suara yang agak keras juga untuk menghentikan tangisnya.
Faiz bukannya ngeper terus diem, malah seperti diajarin.
Faiz  teriak lebih keras lagi.
Aku trenyuuuuuh........................ sekali.
Walhasil shalat maghrib kali itu, kujalani dengan berderai derai air mata ditingkahi rengek tangis Faiz.

Selesai shalat, aku ajak Faiz masuk kamar. 
Aku tatap matanya lekat lekat.
Dan kubelai rambutnya dengan segenap cinta.
Anehnya, tangisnya hilang seketika. Dia juga menatap mataku. Aku berkata "
"Faiz, Ummi mau bilang sama Faiz ya..
Sekarang Faiz sudah besar, jadi  Faiz harus  benar benar berhenti minum ASI ya..
Walaupun Faiz nggak minum ASI lagi,
kita masih bisa berduaan, bisa  bermain bersama, baca buku bersama, masih bisa sayang sayangan, dan pergi berdua"

"HUaaaaaaaa........." Tiba-tiba Faiz menangis keras sekali, sepertinya dia mengerti apa yang terjadi baru saja aku bicarakan.
Maka aku peluk dia, sambil ku usap usap kepala dan punggungnya. Faiz menangis tidak lama.
Dan sejak malam itu, ajaib, Faiz berhenti minum ASI. 
Malam itu dia menangis sekali, kemudian aku beri air putih dan tidur lagi. Malam berikutnya malahan jarang sekali Faiz terbangun di malam hari.
Alhamdulillah......

NB : sesekali Faiz masih ingat mau minta ASI, tapi tidak sampai rewel dan menangis teriak teriak seperti sebelum di sapih

Senin, 15 November 2010

Memoirs Of Bossi

Karya Lusiana Liu -Gramedia
Ini buku anakku.

pengen tahu dunia anak muda, secara anakku dah menjelang baligh, maka kubaca buku buku mereka.

Buku ini menceritakan tentang kisah cinta antara Bossi (Ary) dengan Boss (CH) di masa SMP yang 'entah kenapa' dilarang dan disembunyikan sama ortunya.
Ternyata, pernah ada kejadian/kecelakaan yang berakibat Ary lupa pada apa yang dia alami sebelum kecelakaan itu.
Kecelakaan inilah yang membuat orang tua Ary, melarang Ary berteman dengan semua (?) teman SMP-nya.
Semua terjawab di bagian akhir buku ini.

Pas baca sih, aku merasa banyak hal lebay yang diceritakan, (atau krn aku sudah sangat tua yah ?? jadi gak nyambung)
misal :
- Ary hanya boleh berteman dan pergi dengan satu orang teman (Bora)
- Ide klub-klub-an penggemar Sollie dan CH duuuh...sampai segitunya.
- Ide Bossi berubah watak tiap jam 3 sore..
- Pertandingan berdiri lama lamaan di pinggir kali, ih, ngapain geto loh
- Adegan Bora cium pipi pas dibukain gerbang (hiiii...serrreeemmm anakku masih kelas 1 SMP soalnya, dan aku emak emak yang kolot)

apapun..... hihi... *ngikik dulu*
berhubung aku sendiri baru bisa komen doang, ya seneng seneng aja sih bacanya. Cukup menghibur dan runtut ceritanya.
Dan, aku juga jadi tahu 'kelakuan anak muda' jaman sekarang emang beda sama jaman aku muda dulu.

Perjalanan Ajaib

Penulis : Kim Dong Hwa, Mark Victor Hansen, dkk
Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah buku Tita yang kureview sebelum ini.
Ini buku anakku juga.
Buku ini model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

...more Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah Tita.
Ini buku anakku juga.
Isinya model model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

Berharap anakku bisa lebih empati ketika membaca kisah Napoleon yang sembunyi di sebuah toko.
Berharap bisa lebih rapi ketika membaca kisah si Pencuri
Berharap lebih memahami orang tua dan bersyukur dengan keadaan mereka ketika membaca kisah pekerjaan ayahku
Berharap bisa menyerap hikmah ke-13 kisah di dalam buku ini.
(PR : Kayaknya aku musti wawancara anak-anak untuk mengetahui pendapat mereka tentang buku ini)

Minggu, 14 November 2010

Polah si Kecil Cermin Kepribadiannya ?

era Farah Bararah - detikHealthJakarta, Setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda, bahkan pada anak kembar sekalipun. Tapi ternyata kepribadian anak bisa diketahui melalui tingkah lakunya sehari-hari.

"Semua anak memiliki salah satu indera di tubuhnya yang lebih dominan, indera dominan ini yang akan menentukan bagaimana anak-anak berpengalaman dan berhubungan dengan dunia luar," ujar peneliti perilaku Priscilla Dunstan, seperti dikutip dari Parenting, Senin (8/11/2010).

Pengalaman dan cara anak berhubungan dengan dunia luar ini yang akan membentuk kepribadian si kecil. Berikut ini panduan bagi orangtua untuk mengerti dan mengetahui kepribadian anak, yaitu:

Anak taktil


1. Anak-anak taktil akan mengekspresikan dirinya secara fisik. Jika bahagia ia akan melompat-lompat, jika merasa sedih ia akan membutuhkan pelukan, jika marah atau gembira ia akan mendorong atau melempar sesuatu.
2. Umumnya anak-anak ini akan belajar sambil praktek (learn by doing). Pada bayi ia akan senang digendong sepanjang waktu dan lebih mudah ditenangkan melalui gerakan atau sentuhan.
3. Bagi balita, orangtua mungkin akan melihatnya melemparkan diri ke tanah dan meronta-ronta, senang digelitik atau melakukan sesuatu secara fisik dan umumnya tidak suka sendirian.
4. Untuk anak sekolah umumnya akan memberikan respons yang lebih baik dalam hal pelajaran yang melibatkan sesuatu yang nyata atau bisa dipegang.

Anak auditori


1. Anak-anak auditori akan memperhatikan nada suara orang dan tingkat kebisingan.
2. Semua perasaan akan diungkapkan melalui suara, seperti tertawa terbahak-bahak, menangis keras, berteriak saat marah serta selalu mencari ketertiban dan pola. Pada bayi umumnya akan lebih mudah terkejut, dan tenang jika didengarkan musik.
3. Bagi balita umumnya ditunjukkan dengan jeritan bernada tinggi saat sedang marah atau mengamuk, cepat fokus pada percakapan atau musik favoritnya.
4. Sedangkan untuk anak sekolah akan belajar lebih baik ketika sedang membaca sambil bersuara dan lebih mudah menangkap pelajaran melalui suara atau dibacakan.

Anak visual


1. Anak-anak visual akan belajar dengan cara menonton dan meniru.
2. Anak-anak senang memperhatikan mainan melalui bentuk, warna atau ukuran, serta cenderung lebih mudah belajar membaca.
3. Tapi akan terganggu jika terlalu banyak rangsangan secara visual seperti dari televisi, keramaian atau kekacauan.
4. Pada bayi cenderung akan merasa aman atau nyaman jika orangtua atau pengasuh ada di dekatnya.
5. Pada balita amukan yang ditunjukkan akan sangat dramatis dengan ekspresi wajah yang jelas serta air mata berlebihan, biasanya terjadi jika ia mengalami gangguan visual saat menonton televisi atau melihat sesuatu.
6. Untuk anak sekolah akan lebih mudah memahamil pelajaran melalui visualisasi seperti buku bergambar atau kartu.

Dikutip dari sini

Kamis, 11 November 2010

Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak

Sudah lama banget pengen baca buku ini.
Penyebabnya, supervisor di Sygma Daya Insani yang selalu ngompor ngomporin bahwa aku harus baca buku best seller Rekor Muri ini.
Padahal dia sendiri belum berumah tangga lho..

Akhirnya sukuuuuuuuurrrrrr banget, aku berhasil juga membacanya di tengah tengah pelatihan Sahabat Sygma.
(sayang di goodreads gak ada gambar covernya)

Beberapa hal yang dapat kucatat dari buku ini adalah :
1. Gak ada yang salah ketika seorang Ibu memutuskan untuk bekerja di luar rumah, hanya saja memang dia harus berjuang lebih keras, agar dapat melaksanakan tugas tugas utamanya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.Melly Kiong mencontohkan bagaimana dia menyiapkan makan siang buat bekal anak anaknya, dan selalu menyelipkan memo kecil di kotak makan siang anaknya, yang berisi pesan/ungkapan sayang dan TEKA TEKI. Hasilnya si Anak yg tadinya gak mau makan nasi bekal, jadi malah menanti nanti saat 'membuka bekal dari rumah'.
2. Memupuk rasa bersalah adalah sebuah 'kesalahan' yang justru akan membuat kita melakukan kesalahan kesalahan berikutnya. Yang harus kita usahakan adalah bagaimana membuat waktu pertemuan antara kita dengan anak-anak menjadi pertemuan yang berkualitas dan selalu menyenangkan buat kedua belah pihak. Berikan anak kita pengertian bahwa kita bekerja untuk apa, dan ajaklah mereka berbicara.
3. Menyayangi anak TIDAK SAMA dengan memanjakan anak. Melly pernah membuang baju seragam anak ke tempat sampah, karena setelah ganti baju mereka tidak memasukkan baju seragam itu ke keranjang pakaian kotor. hasilnya anak anaknya jadi mau membereskan baju seragamnya sendiri.
4. Pengasuh adalah mitra mendidik anak, jadi kita harus menghargai peran mereka dan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga. Kalau bisa, para pengasuh ini punya Job Description tertulis, agar -klo pengasuh/asisten lebih dari satu terutama - dapat memahami tugas masing masing
5. Jangan pelit memberikan pujian bagi perilaku baik anak. Gunakan buku penghubung atau kertas tempelan di kulkas rumah untuk mencatat kebaikan anak-anak. Walhasil anak anak akan berlomba lomba melakukan kebaikan.
6. Usahakan komando tunggal di rumah, klo ayah bilang A, berarti ibu harus nurut A. dan sebaliknya.
7. Mengelola keinginan anak dengan konsekuensi2. Dicontohkan misal seorang anak yg minta es krim, boleh asal tidak sedang batuk. TIDAK SEDANG BATUK ini di tekankan, konsekuensinya kalau si anak SEDANG BATUK tidak boleh makan es krim.
8. Beri kesempatan anak melakukan hal hal baru, atau melakukan sendiri. Misalnya menyediakan bangku kecil biar anak yang kecil bisa mencuci tangan/menggosok gigi di wastafel. Awalnya orang tua mungkin khawatir anak jatuh, tapi ternyata anak anak yang diajari mandiri sejak awal, mereka akan bisa benar benar mandiri.
9. Buat what to do list untuk anak anak dan berikan stiker untuk hal hal yg dilakukan tepat waktu. dan beri hukuman juga untuk yang terlambat. Melly mencontohkan misal waktu makan 30 menit, kalau anak makan 35 menit, maka dia harus berdiri 5 menit (sama dengan waktu yg lebih).
Stiker jadwal harian ini menjadi 'tiket' untuk mendapatkan penghargaan 'mingguan'. (jadi ingat postingan di The Urban Mama)
10. Bikin MUSIUM KASIH MAMA yang isinya pernak pernik kecil kecil misal gigi tanggal, rambut anak, atau karya karya anak kita.

Catatanku : dalam hal 'menghukum anak' ini aku pernah baca ada tahapan-tahapannya, kapan kapan di cari lagi deh.
Hihi baru nyadar, reviuw-nya mirip "Rangkuman" pas SD dulu, biarin deh, soalnya bukunya memang teknis banget dan cumi alias cuma minjem, jadi biar gak lupa ya aku tuliskan aja semuanya.

Selasa, 09 November 2010

Lima Makanan Pantangan Buat Anak

Wah, jadi seneng nih, ngumpulin artikel seputar anak. Kali ini, titi dapat dari  sini. Semoga bermanfaat.
Sayang anak bukan berarti memberinya segala jenis makanan dan minuman yang disukainya. Seperti gorengan, burger, camilan kemasan atau kentang goreng. Sebagai orang tua yang cerdas memilih makanan dan minuman yang sehat serta aman untuk anak tercinta sangat penting.
Kami yakin Anda yang memiliki anak sudah mengetahui makanan mana saja yang tidak sehat, memiliki pengawet atau pewarna. Tapi tahukah Anda kalau makanan dan minuman ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak? Meski kita rutin menyantapnya.
Berikut beberapa santapan yang kurang sehat untuk anak Anda, seperti yang dilansir situs Shine:
1. Roti putih, meses dan selai botol
Makanan yang dibuat dari terpung terigu ini menjadi favorit banyak orang yang tinggal di perkotaan sebagai asupan sarapan saat pagi hari. Menyiapkannya mudah, mengenyangkan dan harganya relatif murah. Tapi roti putih berpotensi membuat anak Anda gemuk karena kandungan karbohidratnya tinggi.
Selain itu roti putih juga minim kandungan gizi. Makin berpotensi membahayakan kesehatan jika ditambah olesan selai botol dan meses. Selai botol dan meses buatan pabrik terdapat kandungan bahan pengawet, pewarna dan gula dalam konsentrasi tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi dalam jangka waktu panjang bisa merusak gigi, mulut dan ginjal anak Anda.
Gantilah roti putih dengan roti gandum. Roti gandum dikenal memiliki serat tinggi dan karbohidrat rendah. Jika tak suka rasanya yang tawar, bisa ditambahkan dengan kismis.
2. Kentang panggang dan Roti goreng (pretzel)
Jajanan yang satu ini bukan hanya anak-anak yang doyan, orang dewasa pun demikian. Rasanya gurih dan mengenyangkan. Tapi kentang panggang dan roti goreng punya kandungan lemak dan garam yang tinggi. Nutrisinya juga rendah sehingga kurang bermanfaat untuk daya tahan anak Anda.
Jika ingin kentang panggang yang sehat, tambahkan keju dan daging cincang agar kadar proteinnya tinggi. Jangan lupa brokoli yang direbus tidak terlalu lama sangat baik menangkal sejumlah penyakit.
3. Susu
Susu baik bagi anak. Susu memiliki kandungan vitamin D dan kalsium yang baik bagi pertumbuhan tulang anak. Tapi jangan terlalu lama memberikan susu kepada anak karena kandungan lemaknya tinggi. Lemak yang berlebih pada anak bisa mengakibatkan obesitas atau berat badan yang tidak seimbang. Jika anak mengalami obesitas, ia akan mengalami kesulitan dalam bernafas, beraktivitas, bergaul dan bisa menyebabkan gangguan jantung atau diabetes.
American Academy of Pediatric menganjurkan agar anak yang berusia di atas dua tahun lebih baik meminum susu rendah lemak (low fat milk). Susu rendah lemak tetap mengandung vitamin D dan kalsium, tapi kadar lemaknya rendah.
Tapi akan lebih baik jika anak mendapat air susu ibu (ASI), minimal untuk enam bulan pertama setelah dilahirkan.
4. Pasta apel
Pasta apel, terutama di masyarakat Amerika Serikat, sangat digemari. Harganya murah, praktis dan lezat. Tapi pasta apel tidak sehat karena banyak mengandung bahan pengawet dan gula. Bahan pengawet jika dikonsumsi berlebih bisa berakibat kanker. Gula yang terlalu banyak membuat gigi keropos dan berpotensi kegemukan serta diabetes.
Apel atau buah segar tetap yang paling baik. Biasakan anak-anak menyantap buah segar agar gigi mereka kuat, tidak sariawan, pencernaannya lancar dan jarang sakit flu. Jika anak enggan mengunyah buah, Anda bisa mengirisnya lalu mencampurnya dengan susu rendah lemak dan sereal gandum.
Tapi ingat, buah yang sehat dan segar adalah yang disantap tidak lebih dari lima jam setelah dikupas/dipotong.
5. Makanan kemasan dan minuman soda
Ini salah satu produk yang paling menggoda. Kemasannya menarik mata dan rasanya disukai anak-anak. Sebagian besar makanan kemasan mengandung bahan pengawet. Selain itu kandungan penyedap rasanya (MSG) tinggi. Penyedap rasa tidak baik untuk kecerdasan anak. Selain itu penyedap rasa bisa membuat sariawan bahkan iritasi mulut.
Soda pun demikian. Kandungan gulanya tinggi. Bisa menyebabkan keropos pada gigi anak-anak. Juga berpotensi mengakibatkan keropos tulang dini.
Biasakan anak Anda minum air putih, jus buah segar atau susu rendah lemak. Untuk makanan kemasan, ganti yang terbuat dari rumput laut atau makanan laut. Kedua snack jenis ini tinggi protein, rendah garam dan MSG.
Nah, sebagai orang tua, biasakan Anda memberi contoh makanan dan minuman apa saja yang baik untuk dilahap. Meminta atau mengomeli anak bukan contoh yang baik. Jika asupan anak bergizi dan berimbang, sang buah hati pun akan memiliki daya tahan tubuh dan kecerdasan yang baik.
Fajar AP; redaksi[at]yahoo-inc[dot]com

Kamis, 04 November 2010

Kenapa Anak Laki laki Lebih Pendiam ?

hihi dapat ini dari sini, jadi ngerti deh...

Kenapa Pria Lebih Pendiam ?

Michigan,
Kenapa pria kebanyakan pendiam? Ooo, ternyata ini berhubungan dengan kemampuan berbahasanya. Menurut penelitian anak laki-laki memang cenderung lebih sulit mempelajari kemampuan bahasa.

Maka itu peneliti di Michigan State University menegaskan mengajarkan kemampuan bahasa pada anak laki-laki lebih penting ketimbang perempuan. Tujuannya agar dapat membantu mengembangkan kontrol diri dan akhirnya membantu anak berhasil di sekolah.

"Hal ini menekankan bahwa orangtua sebaiknya lebih banyak menggunakan kata-kata untuk membantu perkembangan anak laki-lakinya," jelas Claire Vallotton, asisten profesor perkembangan anak di Michigan State University, dilansir Sciencedaily, Kamis (4/11/2010).

Menurut Vallotton, anak laki-laki perlu mendapatkan perhatian ekstra dari penyedia perawatan anak dan guru untuk membantunya membangun keterampilan bahasa dan menggunakan keterampilan-keterampilan untuk mengatur emosi dan perilaku.

"Kemampuan bahasa memiliki dampak yang lebih besar pada anak laki-laki, tetapi kebanyakan anak laki-laki cenderung lebih sulit mempelajari bahasa," jelas Catherine Ayoub dari Harvard Medical School.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, pria dan wanita memang berpikir dengan cara yang berbeda. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan anatomi otak antara pria dan wanita.

Otak terdiri dari dua jenis jaringan utama, yaitu yang disebut dengan materi abu-abu (gray matter) dan materi putih (white matter).

Penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pria memiliki materi abu-abu 6,5 kali lebih besar dari wanita, sedangkan materi putih wanita 10 kali lebih besar dari pria.

Materi abu-abu merupakan komponen utama sistem saraf pusat, terdiri dari sel saraf tubuh, neuropil (dendrit serta akson un-myelin dan myelin), sel-sel glial (astroglia dan oligodendrocytes) dan kapiler yang bisa diibaratkan sebagai prosesor pada komputer.

Sedangkan materi putih sebagian besar terdiri dari akson myelin (zat lemak putih) yang merupakan jalur transmisi utama sistem saraf.

Inilah sebabnya mengapa pria cenderung lebih unggul pada bidang yang membutuhkan proses lokal seperti matematika. Sementara wanita lebih unggul pada bidang integerasi dan asimilasi (penyesuaian) informasi seperti kemampuan bahasa.

Minggu, 31 Oktober 2010

Tanggung Jawab


Kemaren terkaget kaget, waktu Ayuk bilang Teteh punya UTANG ke temennya 10 rebu perak.
Jumlah itu besar sekali karena sama dengan uang jajan mereka selama seminggu.
Meski demikian aku berusaha tenang dan aku panggil Teteh

"Teteh, bener gitu, Teteh punya utang ke temen Teteh sepuluh ribu ?"

"Iya..." katanya sambil mengangguk. Mata polosnya menatapku.
"Kenapa bisa begitu ? Teteh beli apa memangnya?"
"Teteh ngerusakin rubik ularnya. Jadi Teteh harus mengganti. Tapi utangnya tinggal 9 ribu Mi, karena udah Teteh bayar seribu pake uang jajan yang tadi"
"O... ya sudah. Rubik temen Teteh itu masih baru ?"
"Enggak Mi"
"Coba deh, tanya sama temenmu, mau nggak kalau dikasih rubik Teteh. Rubik teteh kan belum lama juga belinya.  Lagian, kasian temen Teteh, harus nunggu lama Teteh bayar utangnya.... " kataku.
"Iya Mi..."
"Teteh nggak papa, rubiknya dipake nggantiin ke temen?" tanyaku
"Nggak papa Mi, kan Teteh juga mau beli rubik yang kecil banget, yang 3 ribuan"
"OK deh, sementara Teteh bisa pinjam rubik Faiz ya..."
Teteh mengangguk.

Besoknya, rubik Teteh dibawa ke sekolah,dan temannya mau menerima rubik pengganti itu.

Senenggggg.. rasanya, si Teteh udah punya rasa tanggung jawab

Jumat, 29 Oktober 2010

Ortu Disiplin Anak Disiplin 2

Paling syusah dalam perjuangan menyapih ini adalah pas hari libur.
Karena perjanjianku dengan Faiz adalah minum ASI hanya diikinkan di malam hari saja pas masa transisi ini.

Pagi ini cuma kami berdua di rumah. Faiz udah merengek rengek, mengantuk sambil memberi isyarat pengen ASI.
Akupun bertahan untuk membujuknya.
Menggendongnya,menawarkan susu UHT, menawarkan madu dan Faiz ttp bilang nggak mau.

Aduuh rasanya gak tega dengar rintihan 'sakau' nya.
Tapi kucoba bertahan
"nggak Aiz,perjanjian kita minum asi cuma di malam hari" kataku.
aiz diam
"aiz harus belajar ya,ummi yakin Aiz bisa mengerti" sambungku sambil mengusap kepalanya dg tangan kananku.

faiz masih oek oek bagai bayi ketika kugendong keliling rumah yg sepi sambil nyanyi.
"walking walking 2x
jump jump jump
running running running 2x
and now stop"
setelah beberapa putaran dia mulai tenang.
setelah 10 putaran kuminta merem dia nurut.
setelah 20 menit akhirnya dia pulas.


Asli ! ini pengalaman pertamaku menidurkan tanpa ASI
-Dan saking asyik OL kue lapisku gosong ga ketauaaaaan-

Tuhan Murka

Langit menghitam
Menghantam bumi yang berguncang
Manusia berlarian tanpa tujuan
Mencari tempat yang aman

Gedung gedung mewah
Rumah rumah megah
Semuanya hancur
Diratakan air laut

Apakah Tuhan murka
Sampai sampai menurunkan bencana
Yang membuat kita semua
Hancur tak bersisa

Benarkah Tuhan Murka ????


PS:puisi ini ditulis oleh anakku, mbak Fathimah

Kamis, 28 Oktober 2010

Bolu Pelangi


Dapat resep ini di blog ini, penasaran pingin mencobanya. Setelah mengaduk aduk lemari dapur, mengeluarkan mixer yang udah entah berapa tahun tidak dikaryakan, akhirnya berhasil membuat ini.

Resep :
Bahan:
250 gram tepung terigu
225 gram gula pasir
4 butir telor
130 ml santan masak, dinginkan
1 sdt ovalet
pewarna makanan, merah, kuning dan hijau

Cara membuat:
1. Kocok telor dan gula hingga mengental, tambahkan ovalet, kocok hingga mengembang dan putih.
2. Tambahkan santan sedikit demi sedikit bergantian dengan tepung terigu, aduk rata.
3. Bagi adonan menjadi tiga, masing-masing beri pewarna, aduk rata.
4. Siapkan loyang yang sudah dioles dan dialas kertas roti, tuang adonan warna hijau, kukus hingga matang. Tuang lagi adonan warna kuning, kukus lagi hingga matang. Terakhir tuang adonan warna merah, kukus hingga matang. Angkat, dinginkan dan potong-potong. Siap disajikan.


Simpan dalam keadaan tertutup karena akan mengeras bila kena udara ruangan atau AC.

catatanku :
- Bolunya susah diiris (apa pisaunya kurang tajem yaks?), hampir seperti chiffon cake.
- Berhubung pas pertama praktek -nekat- gak dialas kertas roti, aku cuma oles mentega dan tepung di loyangnya, eh ternyata susah dikeluarin. Ada teman kantor yang nyaranin pake loyang plastik, pas aku cobain si loyang plastik di oles mentega (tanpa tepung) gak mau keluar juga, berikutnya dioles minyak goreng gak mau keluar juga. Kesimpulanku sementara tetep harus pake kertas roti.
- Kucoba warnanya kuganti dengan coklat bubuk, eh ternyata enak juga. Lebih enak malahan.

walaupun demikian, anak anak tetep suka banget, Klo bikin seloyang, pasti ibu ini (kukasih alamat barunya)  dan tetangga duduknya gak bakal kebagian

Mbak Fathimah

Si mbak sama F5 lg main merangkak merangkak

Prolog :
Dengan maraknya boarding school, sekolah leadership atau apaun namanya yang murid-muridnya tinggal di asrama, banyak teman temanku yang menyekolahkan anaknya di sana.
Akan tetapi, beberapa waktu lalu, ada salah seorang teman yang anak gadisnya sekolah berasrama sejak SMP, mengeluhkan salah satu  permasalahan yang dihadapinya.
Yakni tentang kepedulian anak -terutama yang gadis- terhadap serba serbi keadaan rumah.
Kebiasaan di asrama yang serba dilayani, makanan sudah siap saji, piring ada yang mencuci, pakaian ada laundry, kamar ada petugas cleaning service, dan tugas anak hanya belajar dan belajar. Hal tersebut ternyata membuat si anak pas pulang liburan jadi tidak sensitif terhadap keadaan rumah.
Temanku berharap, dengan usia yang beranjak remaja, gadis lagi, dia berharap si gadis peduli dengan adik adiknya, dengan kesibukan ummi-nya di dapur dan mengurus rumah, dsb
(hihi, aku jadi makin setuju dengan keputusan Abi yang melarang si Mbak Fathimah sekolah berasrama )

Ceritanya, semalem aku terkagum kagum sama Mbak.
Mbak Fathimah lagi main  sama Faiz. Saking asyiknya bermain, mereka sampai 'lupa diri' cekakak cekikik bergerak kesana kemari.
Eh, nggak sengaja  kaki Faiz menendang piring di tangan Teteh yang duduk di dekatnya.
Piring itu jatuh dan pecah berantakan.
Kulihat muka Teteh dah ketakutan, hampir mewek malah.
Kali kaget  dengan bunyi kelontang yang asli keras banget,
(Oya, Fikri dan Ayuk yang lagi ngisi air di atas sampai turun kaget dengar bunyi kelontang itu.)
Ditambah membayangkan kewajiban musti membersihkan pecahan belingnya- kaleee...makin kusut aja tuh muka Teteh.
(Emang aku selalu minta siapapun yang memecahkan gelas/piring/mangkok untuk ikut membersihkan pecahannya sebagai bentuk tanggung jawab).

Tanpa kuduga duga, mbak mengambil alih keadaan.
"Semuanya diam di tempat, Teteh, Faiz, jangan jalan jalan"
Trus Fathimah mengambil tas plastik dan sapu.
Dia bersihkan pecahan beling itu. Pertama tama dia ambil pecahan yang bisa diambil. Kemudian dia menyapu yang kecil kecil dan memasukkan juga ke dalam plastik.

"Biar lebih aman, lap dengan kain basah Mbak" kataku.
Diapun melakukan.  Dan lantaipun aman untuk bermain kembali.

Aku berterima kasih dengan tulus. (tanpa berkomentar "tumben" meski kepengeeeeeen banget )

Rabu, 27 Oktober 2010

Tum Roti Tawar


Bosan dengan hidangan roti tawar yang gitu gitu aja ? Cobain deh resep yang kudapatkan dari booklet Saji ini. Seneng banget mendapat resep ini, karena waktu pelajaran PKK pas SMP aku pernah praktek ini.
Tapi berhubung udah ketumpuk dengan berbagai macam hal dan pikirn, memoriku tidak sanggup untuk meng-load kembali.
Berikut resepnya  dengan sedikit modifikasi dariku :

Bahan :
6 lembar roti tawar kupas - aku pake satu bungkus dan bukan kupas, potong kecil kecil
200 gr kelapa muda potong potong juga
300 ml santan kelapa - aku pake air kelapa muda + susu
100 gr daging durian - aku lebih suka nangka potong kecil-kecil
gula pasir secukupnya (karena aku pake SKM jadi aku gak pake gula)
daun pisang untuk membungkus

Cara membuatnya
Campurkan semua bahan, kemudian dibungkus / di-tum dengan daun pisang.
Eh, pas daunnya kurang, aku pake alumunium foil jg bisa. Tapi gak ada wangi daun pisang  yang membuat sedap.
Kukus kurang lebih 20 menit / sampai matang.

Selamat mencoba

Selasa, 26 Oktober 2010

Ortu Disiplin Anak Disiplin


Baru kemaren baca M&B tentang menanamkan disiplin pada si kecil, eh semalem langsung dapat buah dari prakteknya.

Awalnya aku lagi cuci piring di dapur, tiba tiba si little Faiz datang sambil nunjukin penghapus pensil milik kakaknya.
"Mi liat mi.. apus mi..."
"Apa Aiz ? " tanyaku sambil menengoknya
"Apus Mi, liat liat... " katanya lagi sambil menggosokkan penghapus ke tembok dapur yang penuh coretan krayon dia.
"O iya... bisa ya buat menghapus coretan Aiz ?" tanyaku
"Ica Mi, ni.. ni.... " Jawab Faiz masih sambil memainkan penghapus.
"Wah, kalau coretannya di tembok, nggak hilang ternyata ya...
Itu untuk menghapus coretan di buku, Faiz..." kataku.
Faiz berhenti menggosokkan penghapus,  dia malah mengamati penghapus pensil bergambar meong itu.
"Punya siapa itu ?" tanyaku lagi
"Teteh" katanya.

Tidak lama kemudian penghapus itu dia letakkan begitu saja di lantai. Trus dia buka rak piring dan mengeluarkan mangkok mangkok plastik siap main air seperti biasa.
"Mi, ta air Mi... " katanya minta air. Si mangkok dan berjejeran di lantai siap diisi air.
"Kembalikan dulu penghapusnya ke Teteh" kataku sambil masih mencuci piring
"Ndak, Mi... ta' air Mi...." jawab Faiz.
"Boleh, Ummi ambilkan air tapi kembalikan dulu penghapusnya ke Teteh" kataku sembari mengambil baskom untuk dia main air.
"Ndak, Mi... Air, Mi...." Faiz udah mulai merajuk.
"Kasih dulu penghapusnya ke Teteh !" kataku hampir putus asa. Si baskom udah kuiisi air dan masih kuletakkan di atas meja cuci piring. Belum aku berikan ke Faiz.
"Kasih Teteh, apus?" tiba tiba Faiz berubah pikiran. Hilang semua nada dan ekspresi merajuk.
"Iya, kasih Teteh, nanti Aiz  Ummi kasih air" kataku.
Lega...
Piuhh....  hampir saja aku menyerah.

Senin, 25 Oktober 2010

Apa yang kamu lakukan, nggak penting !


Baru aja kelar membaca "Bumi Cinta"nya Kang Abik, ada kata kata Ibnu Athailah yang diceritakan sama kang Abik, dan begitu berkesan buatku.
Kurang lebih begini :
"Orang orang yang lalai adalah mereka yang ketika bangun pagi memikirkan apa yang akan mereka perbuat hari itu, tetapi orang yang ingat adalah mereka yang berpikir apa yang hendak Allah perbuat terhadap mereka hari itu".

Klo kata trainer trainer motivasi, merencanakan apa yang akan kita perbuat itu udah bagus banget, eh, ternyata kata ulama Islam itu masih lalai. Yang harus diinget banget adalah ada Kekuatan Lain yakni dari Yang Maha Kuasa yang akhirnya akan menentukan segalanya.

Eh, belum juga tiga hari, masih bergentayangan tuh ingatan, ada seorang teman dekat yang menegurku :
"apa sih yang kamu kerjakan sehari - hari, kayaknya yang sibuk banget. Tapi kuperhatiin banyak hal yang nggak penting yang kamu kerjakan"



Sayang sekali waktu itu aku trus ngapain gitu- kali jg untuk hal yang nggak penting-, sehingga pembicaraan itu terputus begitu saja. Nggak sempat aku menanya lebih jauh lontaran yang terus terang membuat kupingku panas,  otakku berputar penuh tanda tanya, dari mana dia tahu, dari sudut apa dia menilai, bagaimana sampai dia menyimpulkan itu.
Walaupun, aku akui juga sih, ada sisi baiknya, memaksaku untuk memikirkan ulang, pekerjaan apa saja yang akan / harus kulakukan sekaligus memikirkan apa yang akan diperbuat Allah terhadapku.


*tuing tuing*

Kamis, 21 Oktober 2010

Hiiii ada bangkai tikus..



Hiii.... ada bangkai tikus.
Dimana ?
Di Jalan !
HIiiii.....

Apa ya, yang ada dalam pikiran orang orang yang membuang bangkai tikus ke jalan ? Udah jelas jelas itu bukan tempat sampah.
Menjadi kesel karena pagi ini, sepanjang perjalanan ke kantor yang cuma 10 menit itu, aku melihat 4 bangkai tikus di jalan.
Nggak heran kalau katanya beberapa tahun lalu ada penyakit yang disebabkan oleh tikus yang sempat mewabah di Jawa Barat.

Tikus mati kan bau... udah gitu klo kelindes ban motor bisa bikin tergelincir dan jatuh. ih.. kebayang juga klo si bangkai ini nempel di ukiran ban motor or mobil kita, hueek.. pas pulang kebawa deh itu bau.
Belum lagi tikus mati kan banyak kuman. Kuman itu kebawa air hujan, air selokan air sungai, Harap maklum, di sini suka banjir cileuncang (banjir yang terjadi ketika hujan turun).
Penyakit yg ditularkan oleh tikus itu dikenal sebagai penyakit leptospirosis. Tanda tandanya adalah demam mendadak, kulit kemerahan dan pegal otot.
Bahayanya adalah klo udah kena penyakit ini dan tidak terdeteksi dini, bisa nyebar ke otak, jantung, hati dan organ lainnya.
Hiiii... tambah ngeri deh..

Setahuku, bangkai tikus atau hewan apa pun yang agak gede, ya dikuburkan. Selain nggak bau, biar kuman kuman nggak beterbangan dan berkeliaran. 

Eh, setelah aku googling diapakan baeknya si bangkai tikus itu, ternyata ada juga yang menjadikan bangkai tikus sebagai bahan kompos. Lihat deh disini. Wah wah.. Kasih jempol deh...

Selasa, 19 Oktober 2010

Menjaga Kesehatan

Gara gara ibu yang satu ini, beberapa ibu di kantor jadi lebih peduli dengan kesehatannya.
Secara emak emak emang suka gitu, rela banget berkorban buat orang lain, saking relanya berkorban, sampai gak berasa udah mengorbankan dirinya. Capek gak dirasa, sakit gak dirasa, pegel diabaikan saja.
Mau ke dokter gak sempat, mau konsultasi kesehatan gak sempat, lebih lebih konsultasi kecantikan....

Nah, penjagaan kesehatan yang kita tekuni sekarang ini, dilakukan beramai - ramai. Jadi semangat. Semangaaaattt banget malahan. Pesertanya antara lain ya ibu tri tadi, Mamak Ephraim, mbak Ida, dan mbak Dian.

Adapun penjagaan kesehatan a la kita ini, bukan rombongan ke dokter, melainkan rombongan ke klinik herbal, yaitu Rumah Sehat Iqro' di Metro Indah Mall.
Dua minggu sekali kita dibekam. Eit, jangan tanya kapan waktunya. Hihi kami mengakali jam istirahat di klinik itu.
Jadi kami datang beberapa menit menjelang mereka istirahat, walhasil, kami  tetap dilayani pada jam istirahat mereka yang nota bene sama dengan jam istirahat kantor. Jadi gak lama - lama amat ninggalin kerjaan.
Lagian klo kami sehat kan kami lebih produktip. ya nggak ya nggak (*ngeles, cari temen).

Selain itu kami mulai menghindari obat-obatan kimia, dan memulai juga mengkonsumsi obat-obatan herba seperti habatuss sauda/jinten hitam, spirulina, minum madu, dan lain sebagainya yang direkomendasikan oleh rumah sehat. Kamipun jadi tambah pengetahuan tentang makanan, penyakit, tubuh, obat-obatan, banyak hal-laaah.

Ada juga acara lainnya. Klo lagi gak males, atau volume kerja masih terkendali,  atau CS gak lagi membakar sampah, disaat temen temen lain masih sarapan di kantin, kami jalan kaki keliling lapangan olah raga. Sekitar 20 menit-an laah menjelang jam kerja.
Asyik lho, badan jadi segerrrr, kerja jadi tambah semangat. Dan yang paling penting dari itu semua adalah, emak emak ini jadi tambah bugar. Jadi kan lebih maksimal lagi dalam menjalankan multi perannya. (cie cie....)

Lumayaaaaannnn banget, curi curi eh salah (-inget positif speaking-) optimalisasi waktu di luar rumah, karena kalau sudah di rumah lebih banyak hal lagi yang harus dikerjakaaaaaaaan....  Betuuullllll???

Jumat, 15 Oktober 2010

Be Positive !!

Barusan mendatangi undangan seorang teman yang akan berangkat haji tahun ini. Mendengarkan ceramah Ibu Salmiah Rambe, subhanallah...
dari sekian banyak hal yang disampaikan, satu hal yang nempellll banget
Klo kita punya cita cita, hendaklah kita selalu berpikir positif, kalau orang meyakini ada Law of attraction maka umat Islam harus lebih yakin lagi dengan janji-Nya "Allah sesuai persangkaan hambaNya"
Berpikir positif akan menarik hal hal positif mendekati kita.
Berpikir kita bisa, maka insya Allah kita bisa. (langsung mikir : bisa masak, bisa sabar, hihi..)

Dan ternyata berpikir positif harus diikuti dengan Positive Feeling. Selalu merasakan bahwa apa yang terjadi itu akan berdampak positif buat kita. Misalnya, klo kita melihat masalah sebagai masalah, maka kita akan banyak masalah. Tapi kalau kita melihat masalah sebagai pelajaran, maka kita akan dapat banyak ilmu. asyik juga ya...
contoh, dari pada bete pas ngantri, mending ajak ngomong teman antrian, syapa tahu bisa jadi donlen atau relasi bisnis... .(hmmm... otak bisnis mode on)

Dan satu lagi, positive thingking dan positive feeling musti digenapi dengan  positive speaking.
selalu berkata positif, menularkan hawa  positif juga ke sekeliling.
Mending berkata :
"Alhamdulillah, sekarang aku dah punya rumah"
daripada berkata
"aduuh.. sengsara banget niy, masih nyicil rumah, ga ada uang lebih"
Beda banget kaaan??

haha pas banget...
Oke deh Gan, mau ah, be positive !! chayo..