Selasa, 11 Mei 2010

Jalan Bareng : Melihat Pameran Pedang Nabi

Ternyata, punya anak teenagers bukan semakin mudah ya.. tapi semakin banyak tantangan. Membuat mereka 'stay tune' ama kita, ama rumah dan merasa nyaman selalu. Dah beberapa bulan ini kami selalu merutinkan untuk jalan bareng sama anak-anak. Yaah, sejak si Abi kuliah, dan nambah kesibukan di kantor, sering sabtu - ahad bukan cuma Ummi yang pergi, Abi juga ke kantor atau kuliah.

Bulan Mei ini kebetulan ada Pameran Pedang Nabi di Pusdai. Sebenernya pameran ini sudah berlangsung dari 9 April. Tapi nyadar-nyadar klo pameran ini perlu di kunjungi ya pas akhir April. Akhirnya setelah menjadwal, kami - aku dan suami - sepakat tanggal 8 Mei.
"Khawatir ramai, Bi.." kataku
"halah, palingan sepi " jawab suami yakin.

Menjelang  hari yang disepakati itu, aku dah dagdigdug aja, karena ternyata si Abi harus ke kantor. aku juga ada janjian sama ibu-ibu pengajian jam 12. Waah, mepet banget. Jadinya sepakat acara di mundurin tanggal 9 Mei, jam 9 teng. (benar - benar hari terakhir).

Dari beberapa hari sebelumnya aku udah promosi ke anak-anak, ayo - ayo kita mau melihat pedang Nabi. (meski belum kebayang olehku). Yang dibawa dari Musium Topkapi di Turki. (jauhnyaaa)
Besoknya aku dan anak-anak siap pas jam 9. Tapi ups, kenapa si Abi cemberut yaks. Haloooo ada yang salah ?? tapi daripada acara batal, aku tahan untuk tidak menanyakan kenapa si Abi cemberut. (sakit gigi kali...)
Kami berenam naik motor beriringan. Abi sama Teteh dan Mbak, Aku sama Fikri dan Ayuk. Sampai di Pusdai, masya Allaaah.... ternyata antrian sudah demikian panjang dan mengular. Bayangkan, antrian itu udah penuh dari ujung ke ujung plaza.

Setelah beli tiket, kami ikut mengantri untuk melihat Pedang Nabi. (ah ya, cemberut udah pergi dari wajah Abi). Dari jam setengah sepuluhan mengantri, akhirnya jam 11 baru sampai ruang pameran. Dan kami cuma dapat waktu palingan 20-an menitlah.
10 menit pertama, pengantar dari Panitia Pameran, Nonton film tentang Shalahudin Al Ayubi, karena beliaulah yang berinisiatif untuk mengumpulkan berbagai replika peninggalan Rasul SAW.
Setelah film selesai baru masuk ruang pameran. Ternyata Pedang pedang yang di pamerkan bukan pedang yang dipakai untuk  berperang. Jadi hanya pedang-pedang hadiah, atau pemberian. Ada juga sandal kiri Rasulullah, Tongkat Nabi Musa, Tongkat Nabi Muhammad, dan sebagai tambahan ada Mushaf Sundawi. Tapi asa belum puas, udah di suruh keluar lagiii.
Ya deh, untuk mengobati kekecewaan karena menikmati pedangnya tidak sesuai dengan antriannya, akhirnya kami para cewek berfoto ria... tadaaaaa..........



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan