Kamis, 27 Mei 2010

The Namesake

banyak belajar tentang kultur India, atau kondisi pertentangan budaya yang dialami oleh para imigran. antara ingin mempertahankan budaya lama/leluhur, dan atau beradaptasi dengan kebudayaan setempat.
dalam buku ini aku mendapat sesuatu yang baru, sangat tidak menyangka, kalau pemberian nama di sebuah negeri bisa sedemikian rumitnya (di India) atau sedemikian mudahnya (di amerika) bahkan ternyata pemberian nama pun dapat mempengaruhi kepribadian Gogol/Nikhil Ganguli -tokoh utama dalam buku ini-.

Sebagaimana yang orang kagumi dari Lahiri, adalah caranya bercerita yang sederhana dan sangat detail. Aku juga kagum itu.

Meski agak terkaget-kaget dengan kehidupan Amerika yang Lahiri ceritakan , mengingat setting tahunnya, (hidup serumah, narkoba, dll), ada satu hal yang sangat aku suka dari buku ini, yaitu, setelah semua tokoh malang melintang, menghadapi berbagai konfliknya, akhirnya si tokoh utama, kembali ke keluarga.
Satu lagi, cara Lahiri menceritakan kematian Ashima yang tiba tiba, dan bagaimana istrinya memaknai kematian Ashima, dan juga kematian demi kematian berikutnya demikian juga bagaimana dia menceritakan kelahiran demi kelahiran. atau memang demikianlah hidup ini. Lahir ke dunia, dan akhirnya harus meninggalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan