Senin, 03 Mei 2010

Ummi Sayang Aku, Nggak ?

Sudah setahun ini, ada satu pertanyaan F1 yang sangat menggangguku.
"ummi, ummi sayang mbak nggak?"
"ya pasti sayang laah..."  itu jawabanku.
kupikir, cukup sekali dia akan bertanya. ternyata besoknya bertanya lagi, lagi dan lagi. kadang pagi, kadang sore, kadang siang, sering juga, pagi, siang dan sore. sehari beberapa kali.
akhirnya aku punya jawaban lain, yaitu menanyakan sebaliknya,
 "mbak sayang ummi, nggak ?"
dia pun menjawab sayang.
atau aku bilang, mbak kan udah sayang sama ummi, jadi ummi nggak perlu sayang sama mbak.  (hehe, ngeles)
atau kujawab iseng, nggak sayang. dan mbak fathimah akan ketawa.

pertanyaan pertanyaan tadi sangat membuatku tidak nyaman, dan tidak pede, sekaligus  menjadi koreksi bagiku, jangan-jangan selama ini dia kurang kasih sayang,  kurang merasa diperhatikan, kurang mendapat ekspresi perasaanku padanya, sehingga mbak fathimah tidak yakin, dan musti harus menanyakan berulang kali dalam sehari.

pas suatu kesempatan konsultasi psikologi di sekolah, aku menanyakan hal tsb,
 normal nggak siy... ternyata kata psikolognya itu adalah hal normal. apalagi mbak fathimah menjelang masa pubertas, anak-anak di masa itu butuh perhatian lebih dan sentuhan lebih, untuk memuaskan kebutuhannya. kalau itu tidak dia dapatkan di rumah, dari ibu bapaknya, maka dia akan mencarinya dari orang lain. (baca : laki-laki lain). aduuuh.. ngerinya. bahkan ibu Elly menambahkan, berikan juga pelukan, ciuman, usapan, tatap matanya penuh cinta.... (harus diniatkan nee...)

jadi kepikiran, besok besok aku harus mendahului mbak fathimah kali ya....
"mbak, ummi sayang sama mbak, peluk ummi dong... "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan