Selasa, 08 Juni 2010

Rihlah

Ibu ibu panitia mejeng sehabis acara

Rihlah, artinya kalau gak salah perjalanan. Dulu pas masih di Jurangmangu suka banget ndengerin kaset yang judulnya “rihlatulillah” perjalanan menuju Allah, tapi gak inget lagi kemana tuh kaset. Lagian playernya juga udah rusak. Tinggal radionya  yang bunyi.
 
Rihlah kali ini mah nggak jauh-jauh, maklum acaranya emak – emak, gak bisa jalan jauh-jauh karena banyak yang bakal mbuntutin. Acara berlangsung dah beberapa minggu lalu, tepatnya 13 Mei pas tanggal merah. Tempatnya di Griya Melati Jalan Cikadut. Meski deket, tapi asyik lho….

Di sono ada kolam renang indoor dan outdoor, ada kolam ikan klo kita mau nyemplung dan nangkep ikan pake tangan, dipinggir ada air pancuran tempat kita membersihkan badan dari lumpur, kemudian ada kolam air buat mandi bola, ada kolam tempat balap dayung kalau mau, ada flying fox, klo mau nginep disana ada juga penginapan murah meriah untuk keluarga, ada guest house semalem 150rb dua apa tiga kamar aku lupa. (Kayaknya asyik ya, mau tidur, ditingkahi berisik suara kodok dan jangkrik, bangun tidur dengar suara gemericik air pancuran). Pokoknya assyiiik deh, klo mau bikin acara kelompok yang murmer.

Rihlah ini pagi pagi dimulai, panitia kumpul jam 7 (hihi, aku ternyata bisa datang jam 7), trus senam bareng semua peserta, kemudian break dengan snack a la kampung (ubi, pisang dan jagung rebus). Setelah dapat motivasi tentang Sukses (dag dig dug krn kita semua dikasih kuesioner tentang persepsi diri udah sukses / belum ), diakhiri dengan game pribadi maupun kelompok. Tidak lupa makan siang bersama, alias botram senampan rame-rame 5-6 orang.

Yang seru adalah game kelompoknya, kami main perang perangan (masya Allah, emak emak geto loh).
Seluruh peserta dibagi menjadi dua kelompok besar, masing masing diberi dua kantong plastik kecil berisi air. (hihi, panitia yang jibaku pagi-pagi ngisi air ke plastik). Air ini berfungsi  sebagai senjata (granat kaliii) yang akan ditimpukkan ke pemain lawan. Target tiap kelompok adalah membobol benteng pertahanan lawan dan menculik ratu yang duduk manis di dalam benteng.
Waaah, ternyata ibu ibu semua keluar aslinya, berteriak, berlari, tertawa, mengaduh, dan akhir perang.....semuanya basah kena timpuk. Sejenak lupa deh sama  anak anak dan suami yang menunggu di rumah. Tanpa terasa hari pun beranjak siang. Kami pulang jam dua-an, dibubarkan oleh gerimis yang menderas.

dari jauh nggak seperti emak emak ya..

Aaah… lumayan, sangat indah bahkan, sejenak lepas dari rutinitas. Mau lagi dong !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan