Kamis, 15 Juli 2010

Anakku Sudah Gadis

Ternyata tidak mudah ya, mempunyai satu anak gadis yang menjelang remaja. Memasuki masa puber pertama. (mangnya ada yah, puber selanjutnya ?).
Sesuai janji kami karena si Mbak udah SMP, udah sekolah yang agak jauh dari rumah, kami memberinya hp untuk memudahkan komunikasi dan perijinan sudah tentu.
Dari si empunya nomor hape (provider), nomor mbak ini dapat gratisan sms entah berapa ratus, sampe dia bingung mau ngabisinnya bagaimana. udah gitu tambah lagi dengan euforia hape baru. Lengkaplah sudah semangat dia untuk mengirim sms.

Dalam suatu dialog makan malam, kami membahas hal ini.
Adik-adiknya protes, "Ummi, sejak punya hape, mbak jadi songong, kemanapun bawa hape".
"Iya, dipinjem juga enggak boleh" kata adik yang lain.
"Segala pun di foto" kata adik satu lagi.
Ummi pun menambahkan, "Semua temen yang sudah tau nomornya dikirimin sms."
si Mbak cuma senyum senyum.
"9ood Ni9th"
itu bunyi smsnya.
Abi tersenyum dan protes juga "Kok Abi nggak pernah dikirimin sms"
"Yah, soalnya takut Abi marah, ntar di bilang nggak penting!" sahut anaknya.
Abi yang diprotes balik cuma tersipu dan menutup mukanya.

Pernah kutanyakan, kenapa siy, mbak ini seneng banget kirim sms buat temennya. Kan sms gratisnya nggak pake expired, bisa dihemat untuk kapan - kapan pas ada yang penting.

Mau tau, apa jawabannya ?
"Ummi sih.... nggak ngerasain sensasinya"
GUBRAKKKKKKKKKKK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan