Jumat, 09 Juli 2010

Cinta di Dalam Gelas


Aduuuh... senangnya, tidak pernah sesenang ini, saat mendapat kan buku yang 'bersambung' dan sambungannya udah ada nempel di punggung buku pertama (si Padangbulan).
Walaupun sejujurnya agak su'uzhon sama Andrea, jangan jangan ini sebenernya satu buku kok. Habisan aku tidak bisa membedakan dimana titik pecahnya dua buku ini. hihihi...

Kisahnya masih tentang tokoh tokoh yang sama dalam Padangbulan, hanya dalam berbagai realita yang lebih pelik. Enong sang pahlawan, akhirnya menikah, tapi sayang pernikahannya tidak bahagia, bahkan dia jadi korban KDRT. Dan ternyata, lewat pertandingan catur, Enong 'membalaskan' berbagai penindasan yang dialaminya sejak anak-anak sampai dia dewasa. Dia membuktikan bahwa ternyata perempuan sungguh mempunyai kekuatan. apalagi kalau mereka telah bersatu padu. (dalam klub catur itu, dengan pelatih Grand Master Internasional).

Intinya, aku suka penggambaran Andrea dengan masyarakat Melayu dan berbagai kronik di dalamnya, misal tokoh Paman, atau satire mereka terhadap orang yang 'nggak bener' (dengan cara 'menerawang ijazah di jendela') atau kebiasaan mereka minum kopi di warung kopi.dan satu lagi, dengan membaca ini, kayaknya terobati tuh, kecewaku terhadap buku 'maryamah karpov' yg belum selesai dibaca, dan aku jadi pengen baca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan