Selasa, 27 Juli 2010

Musti sabar sabar

Ini kejadiannya beberapa hari lalu.

Malam itu aku bener bener KO. Setelah seharian dengan kerjaan macem macem, trus pulang kantor masih nemenin Faiz maen, eh sampai jam 9 malem Faiz nggak tidur tidur. Malah makin hidup aja. Sementara Umminya udah setengah pingsan.
Walhasil, sambil nemenin dia main dan sesekali bangun melayani kebutuhan Faiz, aku tidur tiduran di kasur sambil ngapusin sms yang dah hampir full di inbox.
Nah, si Faiz ini, tiba tiba masuk kamar sambil menenteng tup tumbler punya Firda. Mana penuh dengan air putih, lagi.

Awalnya sih, dia minum dengan baik.
Glek, minum terus senyum kepadaku.
Glek, minum lagi, terus senyum lagi.
Duuh, wajahnya itu, rasanya nggak tega aku memutus kesenangannya.
Aku liatin aja tuh, kegiatan dia bolak balik minum. Kapan habisnya ya, gelas sepenuh itu...

Eh rupanya, dia tidak puas dengan minum saja. Setelah itu, dia coba coba menutup si tumbler.
Aku bangkit dan duduk, mulanya aku cuma bilang "hati hati Faiz"
Dia pun cuma nyengir.
Setelah beberapa kali "hati-hati Faiz", akhirnya aku nggak tahan. Aku dekati, dan aku pegang si tumbler sementara Faiz menutupnya.
Eh, dasar bocah. Malah Faiz menyuruhku untuk tidur kembali.
Dengar lho, dia berkata
"Dede, dede, Ummi bobo" sambil menunjuk tempat tidur.
Kurang lebih maksudnya Udah sama dede aja, ummi tidur lagi aja di kasur.

Yaahh, sudah bisa ditebak apa yang terjadi. Air itupun tumpah. Untung ada si Teteh yang menemani dia mengambil lap pel dan mengeringkan tumpahan itu. (huhu, walaupun kasur basah nggak tertolong, tapi aku terhibur dengan tanggung jawab mereka)

Dan, akupun malah iseng mengabadikan peristiwa bersejarah ini.

Faiz ....faiz... gmana nggak gemes!!


1-nutup sendiri.jpg
  

2-wajah memohon.jpg
  

3-akhirnya tumpah juga.jpg
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan