Sabtu, 28 Agustus 2010

Tulalit

Udah dua pekan ini anak anak sakit gantian. Udah dua pekan juga aku nggak datang di kajian rutin dengan alasan anak sakit. (ya emang sakit siih..)

Nah kemaren, temen temen pengajianku ngadain buka bareng.
Dari hari Rabu, pas aku nggak masuk, aku udah bilang suami,
"Ta, besok ada ifthor bareng ibu ibu " (suamiku udah tahu, yg kumaksud ibu ibu itu kelompok pengajian)
Dia cuma diam. Aku cukup tahu diri.

Hari Kamis pagi, pas sahur, aku masih ngarep bisa hadir ifthor. aku bilang lagi,
"Nanti sore, ternyata pengajian dulu baru ifthor Bi..."
Suamiku masih tetep diam.
Ya sudahlah, kali nggak ngijinin ya..
aku berusaha menerima, lagian kapan lagi nungguin anak, batinku.

Kamis siang aku pulang, njemput F2 dan F3, sama nemenin F4 makan siang dan minum obat. Eh, si F5 menyusul panas. Kuukur suhunya sampai 38 derajat. Ya sudahlah, aku mantep gak ikut ifthor.
Makanan yang ditugaskan aku membawanya, aku kirim via OB.

Sore, sebelum pulang kantor, si sulung sms "Mi, abi udah beli minuman".
Oya, aku berarti tinggal beli kuenya.

Akupun membeli roti bakar, buat anak-anak, paling tidak itu yang cukup aman dikonsumsi mereka yang baru pada sakit. Dan tentu saja, sedikit gorengan buat si Abi.

Eh, ternyata, pas sampai rumah, di meja sudah lengkap, ada minuman, ada camilan -tepatnya gorengan- yang sudah dibeli Abi.

"Katanya mau ifthor, jadi Abi udah beli semua" tiba tiba Abi muncul dari balik dapur.
"hehe... abisan abi diem aja sih,.. diajak cerita"
"oya tadi siang Faiz panas, sampai 38 jadi ummi gak ikut" (aku langsung cari alasan baru, biar nggak terkesan 'menyalahkan' )

Kayaknya si Abi pun merasa nyaman, kemudian cerita, sebenarnya kurang setuju kalau kelompok pengajian buka bareng makan keluar, di resto manaaaa... gitu.
"Kami ifthor di rumah ustadzah" kataku.
"Iyalah, gitu masih mending" kata suamiku
"Sama keluarga lho..." sambungku lagi
si Abi manggut manggut.

Ya sudah laaah.... ternyata aku yang tulalit ya.. mustinya aku kali yang ngomong panjang lebar bla bla bla jelasin semuanya.
Kali si abi diem disangkanya aku ke manaa gitu.
Sementara aku menyangkanya tidak mengijinkan.
Ternyata, 13 tahun belum cukup.


NB:Senangnya hatiku, setelah maghrib salah satu ibu pengajian ke rumah, nganterin makanan, dan kado bagianku. (haha aku ngutang ngadoin orang dong)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan