Senin, 06 September 2010

Bibi Titi yang (nggak) Teliti

Hmmmm....... (menghela napas dulu).
Bagaimana caranya menjadi orang teliti ya..

Kamis lalu, diminta ibu PKK RW untuk menyediakan makanan tambahan buat anak-anak balita di posyandu. Jumlah yang dibutuhkan 50 bungkus. Semangat dooog... Aku kan kader PKK baru di RT, menggantikan ibu ibu sepuh yang udah sibuk dengan cucu dan berbagai penyakit khas lansia lain.

Salah satu konten dari bingkisan itu adalah susu. Aku pergi ke grosir dekat rumah untuk membeli susu sebanyak 60 kemasan. Jatah 10 kemasan buat para F yang pastinya akan membantuku membungkus bungkus nanti.
Santai aja aku bayar untuk 60 kemasan ke si boss, dan santai juga aku terima susu satu dus dari pelayan, setengah rasa coklat, setengah rasa strowbery.

Malamnya, anak-anak pulang tarawih, aku bongkar itu belanjaan.
Anak-anak langsung ngeriung, siap membantu.
Pas udah masukin semua isi ke plastik, penasaran dong, aku, kok jumlah susu, tidak cocok dengan jumlah biscuit?
Akhirnya aku menghitung susu sisa, anak anak menghitung bungkusan yang sudah siap.
Ternyata.......................
Kardus itu isinya cuma 36 kemasan. Dan benar si pelayan memberikan, setengah coklat setengah strowbery
(Gubrak, kenapa ya, aku nggak memeriksa isinya ada berapa??)

Esoknya, berhubung musti dianter jam 7 ke Gedung Serba Guna RW, tempat posyandu dilaksanakan, habis subuh aku ke Alfamart 24 jam dekat rumah.
Aku ambil susu 10 kemasan dan bayar dan pulang. Buat anak-anak, ntar siang aja, ambil kekurangan yang dari grosir. Lumayan banyak kan, ada 24 kemasan, pikirku.

Daaaannnn... sampai rumah aku bengong bengong, aku kan perlunya 15 lagi, bukan 10!!!


Gemes sendiri, ya sudahlah, berhubung capek bolak balik, akhirnya aku kirim aja tuh, 45 bungkus ada susu, dan sisanya 5 bungkus lagi tanpa susu.
(Hapunteun nya' Bu RW, abdi hilap )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan