Minggu, 26 September 2010

Kenangan Lebaran 3

Hari Ke-4, ke-5 dan ke-6 di Lampung

Lebaran kedua ini kami di rumah saja. Biasanya Lebaran kedua ke Metro. Aku juga udah ngarep, soalnya mau pake tas baru hadiah tea :P
Anak anak juga udah ngarep, mereka mau pake baju baru juga. hahaha...
Bukannya mau silaturrahimnya yaks...
Sebenernya aku senaaaaaanggg sekali mengunjungi Pak Lik di Metro itu. Suasana pedesaannya mengingatkanku akan kampung halaman. Sepanjang jalan di Metro akan nampak sawah yang luas terbentang bagai tak ada ujung, Irigasi yang mengalir lancar, kadangkala nampak kerbau, sapi atau kambing di sana. Sesekali rombongan bebek melintas. Terus di rumah Pak Lik itu, suasanya pedesaannya juga kental, rumah rumah berhalaman luas, halaman antar rumah masih nyambung, gerbang depan tanpa pintu tertutup, dan lebih sempurna lagi dengan bahasa Jawa yang mendominasi. Mungkin itu dulunya perkampungan transmigran.

Walaupun sebenarnya, di rumah pun aku sudah cukup disibukkan dengan pekerjaan wajibku di sini. Yaitu mencuci dan kemudian menyeterika baju kami bertujuh. Menurutku itu sudah cukup menyita waktu bermainku dengan Faiz. Hehe..
Tentunya diselingi membantu adikku memasak di dapur yah, mencuci piring dan peralatan memasak, -karena aku nggak berani masak di sono- dan membersihkan meja makan dan menatanya kembali di pagi hari sebelum jam 6, siang sebelum jam 11, dan sore hari pada jam 5-an untuk menata makan malam.

Anak anak selain Faiz? Jangan tanya, mereka bahkan ingat Ummi cuma malam hari saja ketika tidak berani  tidur beranjak tidur sebelum Ummi masuk kamar. Secara kamarnya di atas, dari lantai atas yang luas itu, cuma kamar kami yang ditinggali, jadi sepi kali yak.

Anak anak asyik dengan TV, sepupu yang datang silih berganti dan tentu saja, -teknologi- yakni tuker tukeran hape, dan tuker tukeran file lewat blutut. duh, anak sekarang...


Alhamdulillah ditengah kebosanan ini, kami -aku dan suami- menemukan tiga novel Danielle Steel di laci meja kamar. Syukurlah syukurlah syukurlah. Paling tidak tiga hari ini bakal ada hiburan, apapun yang terjadi. Meski gak bisa pergi pergi karena klo kami pergi Eyang pasti sendirian di rumah, dan klo kami pergi juga, males naik angkot,sedangkan nyari taksi juga susah. 


Hari Sabtu pagi Eyang minta Abi mengecek dokter udah praktek belum, tapi hari minggu aku baru ingat permintaan Eyang ini, kata Abi, biar saja, pasti masih liburlaaah.
Hari Sabtu malem ke rumah kakak pertama, tapi kakak pertama lagi di kakak kedua, jadi kami langsung meluncur ke rumah kakak kedua.


Hari minggu Faiz dipukul sepupunya yang baru berumur 18 bulan, tapi sampai berdarah di jidatnya. (sampai hari ini bekasnya masih ada).
Lukanya cukup lebar, adalah sekitar diameter setengah cm.  Karena darahnya ngucur, maka kutempel hansaplas. Untung Mama si sepupu punya betadin anak-anak, akhirnya Faiz mau ditempelin itu sambil ngaca.
Hari minggu itu juga, ke rumah adik kedua di Sukarame, Faiz gak mau duduk diem, maunya jalan jalan lihat mobil ke pinggir jalan raya.

Hari Senin, akhirnya Eyang diantar ke RS Immanuel. Sekalian nganterin anak anak Om Iyen ke RS juga. Sampai lewat makan siang baru pada pulang. Eyang sudah lumayan baik. Rupanya asam uratnya naik. (merasa bersalah mode on, dipesenin adik spy nyumputin emping tapi suka lupa)
Eyang dapat suntikan obat, entah apa, tapi akan membuat Eyang bolak balik ke kamar mandi. Eyang disarankan pake diapers bbrp hari ini.
Siang eyang manggil Abi buat masangin kunci diapers. Sore aku sempat mencuci sarung dan pakaian Eyang yang kena air seni.
Senin malam diajak keluarga Adik Bungsu ke Gubug Mas tapi rrruame banget, sampai gak dapat tempat. Trus akhirnya pindah ke yang lain, rumah makan apa yah, aku lupa, ada tiruan kapal diatas balong (padahal itu mess karyawan), trus naik sampan gratis di balong itu, tapi gak makan, cuma minum juice doang dan makan sate ayam yang asliiii enak sekali.

Sementara Abi sama Eyang di rumah berdua.

Tapi secara umum, Danielle Steel yang menutupi semua bolong bolong waktu di sela sela itu :D


faiz dengan tempelan di jidat, untung ada hape si mbak yang mengabadikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan