Minggu, 26 September 2010

Kenangan Lebaran 5

Hari terakhir di Lampung.

Ternyata sampai hari ini udah bener bener nggak bisa keluar buat jalan bareng. Anak anak juga maklum kayaknya. Semalem 3 anak terbesar nginep di rumah kakak kedua. Sampai jam 10-an baru datang.

Abi mencari kesibukan dengan membereskan tumpukan buku di lantai atas. Aku bersyukur menemukan buku lain yang bisa kubaca. Ada buku BPS tentang Lampung dalam angka. Tapi sayang udah lewat tahun jadi nama nama Kota dan Kabupaten sudah banyak perubahan. Waktu itu di Lampung cuma ada 5 kabupaten dengan gubernur masih Pudjono Prajoto (hihi hafal yaks, iya sih, soalnya si pak Pudjo ini dulu bupati Cilacap).
Sedangkan sekarang udah 10 kota dan kabupaten.
Ada juga buku buku lama yang masih dengan ejaan lama.
Ada buku tentang Bupati Sumedang, Pangeran Cornel - aku pengen baca.
Ada Nagasasra Sabuk Inten yang bukan komik
Ada buku kumpulan cerpen STA
Ada buku karangan pengarang Belanda
Ada buku buku yang mirip buku perpustakaan SD-ku dulu, yaitu buku2 terbitan Balai Pustaka.
Pesta deh, kalau saja masih lama di sini.
Tapi nggak papa lah, berharap aja jangan dibuang. Soalnya pernah pas kita pulang masih liat Majalah Intisari tahun 60-an dan 70-an (bayangkan !!) pas kita pulang lagi, sudah raib semuanya. Aduuuh, sayangnyaaa......
Si Abi juga kehilangan "Deni si Manusia Ikan"nya. Untung bbrp Lebaran lalu kami sempat 'menyelamatkan'  Little House in the Prairire ke Bandung.
Senengnya baca novel/buku buku lama di rumah Eyang ini adalah, kelihatan bahwa buku itu dibaca pada masanya. Banyak buku yang digaris bawah di kata kata sulit/asing, kemudian di sisi paragrafnya ditulis artinya. Tulisan siapa entah, rapi banget,pake pensil.

Tambah bersyukur lagi, kami bener bener nggak perlu pergi, karena kemudian Kakak Pertama mengantar oleh oleh keripik pisang satu kantong besar. Lengkap dengan Kakak Kedua yang membawa satu kardus full keripik ubi-ubian dan kakak ketiga membawakan kerupuk.
Aku cuma membeli mpek mpek dekat rumah, yang menurutku juga udah jauuuuuuuhhhh lebih enak dari mpek mpek di Bandung.

Sore ini kami bertolak ke Bandung, dengan seribu satu kenangan yang tidak tergambarkan (karena kamera ketinggalan). Makanya aku paksain menuliskannya, meski ternyata masih banyak juga yang bececeran. ya sudahlah, dari pada nggak ada sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan