Senin, 27 September 2010

Kesibukan Senin Pagi




Hari Senin pagi, alarm berteriak pukul 3.30. Aku bangun dan mematikan 

Aku tidur lagi.

Suara adzan berkumandang, mataku terbuka, aku ingat harus bangun segera. Meski berat karena si Abi masih menggenggam tanganku dalam tidurnya. 
Tapi aku tetap bangun, setelah sebelumnya membisikkan kata kata pamit mau bangun ke Abi yang tidur tidur ayam.

Aku bangun shalat subuh, Fikri menyusul keluar dari kamarnya dan shalat di belakangku. Anak ini memang jadwalnya sudah teratur.

Habis shalat aku ke warung sama Fikri. Oya aku belanja Senin pagi, karena Sabtu-Minggu aku justru jarang masak, banyakan main sama anak-anak. (alasan yah, padahal ajak aja anak-anak main main dengan masakan kita).

Di warung. Panik !.  Ibu Atang nggak punya nugget ayam. Ada nugget sapi tapi merk nya belum pernah dengar.  Hmmm.. Putar otak. Putar otak. Belanja dululah pokoknya. Tiga lauk dan tiga sayur sampai Rabu.
Jam 05.15 udah kelar dan pulang. Paaas banget Faiz bangun dan teriak "Mi.... Itut......"
Aku buru buru buka kerudung dan nyamperin Faiz, berkata pelan, seolah nggak dari mana-mana :
"Ikut kemana, Faiz? Ini Ummi. Faiz mau ikut ke kamar mandi?"
"Ndak" katanya
"Mau ikut bangun?
"Ndak "
"mau ikut mbangunin mbak?"
"Iya" katanya.
Setelah membangunkan para tuan putri, Faiz dan aku ke dapur.

Sukur alhamdulillah, Faiz tenang banget. Duduk di bangkunya sambil main rubic snake punya kakaknya. Kemudian pas Ayuk dan Teteh mengisi torn air ke atas, Faiz ikut ke atas.
Sementara Fikri dan Mbak mengerjakan tugasnya menyapu di bawah.
Aku pun kemudian menemukan menu hari ini.
Sarapan : Nasi Goreng campur campur
Makan siang : Sayur Bayam, telor mata sapi yang diceplok pake cetakan Love, dan Tempe Goreng.
Masakan siap !!!
Makan malam ? (ntar deh, kebayang sih, tumis jamur + sosis dan tempe mendoan)

Eh kemana Abi ? Abi membersihkan motor dan kemudian mandi.

Sukur alhamdulillah berikutnya, Mbak Fathimah yang libur hari ini, berinisiatif memandikan Faiz.
Faiz pun seneng seneng aja dimandiin mbak, malah lebih senang kali yak, nggak diburu buru dan ember mandinya penuh mainan plastik 

Akupun berhasil berangkat tepat waktu.
Eh, ternyata makan siang Fikri nggak kebawa sama Ayuk, akhirnya kurelakan makan siangku ditinggalin di sekolahan buat Fikri, dan Ayuk dengan rela menerima 'hukuman' makan pake tangan, karena aku minta dia minjemin sendoknya ke Fikri. Makan siangku kan tanpa sendok. hehe
Lagian aku juga baru inget, hari ini Sondang yang mau nraktir hokben, katanyaah...

Terima kasih Allah, hari Senin pagi yang indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan