Minggu, 31 Oktober 2010

Tanggung Jawab


Kemaren terkaget kaget, waktu Ayuk bilang Teteh punya UTANG ke temennya 10 rebu perak.
Jumlah itu besar sekali karena sama dengan uang jajan mereka selama seminggu.
Meski demikian aku berusaha tenang dan aku panggil Teteh

"Teteh, bener gitu, Teteh punya utang ke temen Teteh sepuluh ribu ?"

"Iya..." katanya sambil mengangguk. Mata polosnya menatapku.
"Kenapa bisa begitu ? Teteh beli apa memangnya?"
"Teteh ngerusakin rubik ularnya. Jadi Teteh harus mengganti. Tapi utangnya tinggal 9 ribu Mi, karena udah Teteh bayar seribu pake uang jajan yang tadi"
"O... ya sudah. Rubik temen Teteh itu masih baru ?"
"Enggak Mi"
"Coba deh, tanya sama temenmu, mau nggak kalau dikasih rubik Teteh. Rubik teteh kan belum lama juga belinya.  Lagian, kasian temen Teteh, harus nunggu lama Teteh bayar utangnya.... " kataku.
"Iya Mi..."
"Teteh nggak papa, rubiknya dipake nggantiin ke temen?" tanyaku
"Nggak papa Mi, kan Teteh juga mau beli rubik yang kecil banget, yang 3 ribuan"
"OK deh, sementara Teteh bisa pinjam rubik Faiz ya..."
Teteh mengangguk.

Besoknya, rubik Teteh dibawa ke sekolah,dan temannya mau menerima rubik pengganti itu.

Senenggggg.. rasanya, si Teteh udah punya rasa tanggung jawab

Jumat, 29 Oktober 2010

Ortu Disiplin Anak Disiplin 2

Paling syusah dalam perjuangan menyapih ini adalah pas hari libur.
Karena perjanjianku dengan Faiz adalah minum ASI hanya diikinkan di malam hari saja pas masa transisi ini.

Pagi ini cuma kami berdua di rumah. Faiz udah merengek rengek, mengantuk sambil memberi isyarat pengen ASI.
Akupun bertahan untuk membujuknya.
Menggendongnya,menawarkan susu UHT, menawarkan madu dan Faiz ttp bilang nggak mau.

Aduuh rasanya gak tega dengar rintihan 'sakau' nya.
Tapi kucoba bertahan
"nggak Aiz,perjanjian kita minum asi cuma di malam hari" kataku.
aiz diam
"aiz harus belajar ya,ummi yakin Aiz bisa mengerti" sambungku sambil mengusap kepalanya dg tangan kananku.

faiz masih oek oek bagai bayi ketika kugendong keliling rumah yg sepi sambil nyanyi.
"walking walking 2x
jump jump jump
running running running 2x
and now stop"
setelah beberapa putaran dia mulai tenang.
setelah 10 putaran kuminta merem dia nurut.
setelah 20 menit akhirnya dia pulas.


Asli ! ini pengalaman pertamaku menidurkan tanpa ASI
-Dan saking asyik OL kue lapisku gosong ga ketauaaaaan-

Tuhan Murka

Langit menghitam
Menghantam bumi yang berguncang
Manusia berlarian tanpa tujuan
Mencari tempat yang aman

Gedung gedung mewah
Rumah rumah megah
Semuanya hancur
Diratakan air laut

Apakah Tuhan murka
Sampai sampai menurunkan bencana
Yang membuat kita semua
Hancur tak bersisa

Benarkah Tuhan Murka ????


PS:puisi ini ditulis oleh anakku, mbak Fathimah

Kamis, 28 Oktober 2010

Bolu Pelangi


Dapat resep ini di blog ini, penasaran pingin mencobanya. Setelah mengaduk aduk lemari dapur, mengeluarkan mixer yang udah entah berapa tahun tidak dikaryakan, akhirnya berhasil membuat ini.

Resep :
Bahan:
250 gram tepung terigu
225 gram gula pasir
4 butir telor
130 ml santan masak, dinginkan
1 sdt ovalet
pewarna makanan, merah, kuning dan hijau

Cara membuat:
1. Kocok telor dan gula hingga mengental, tambahkan ovalet, kocok hingga mengembang dan putih.
2. Tambahkan santan sedikit demi sedikit bergantian dengan tepung terigu, aduk rata.
3. Bagi adonan menjadi tiga, masing-masing beri pewarna, aduk rata.
4. Siapkan loyang yang sudah dioles dan dialas kertas roti, tuang adonan warna hijau, kukus hingga matang. Tuang lagi adonan warna kuning, kukus lagi hingga matang. Terakhir tuang adonan warna merah, kukus hingga matang. Angkat, dinginkan dan potong-potong. Siap disajikan.


Simpan dalam keadaan tertutup karena akan mengeras bila kena udara ruangan atau AC.

catatanku :
- Bolunya susah diiris (apa pisaunya kurang tajem yaks?), hampir seperti chiffon cake.
- Berhubung pas pertama praktek -nekat- gak dialas kertas roti, aku cuma oles mentega dan tepung di loyangnya, eh ternyata susah dikeluarin. Ada teman kantor yang nyaranin pake loyang plastik, pas aku cobain si loyang plastik di oles mentega (tanpa tepung) gak mau keluar juga, berikutnya dioles minyak goreng gak mau keluar juga. Kesimpulanku sementara tetep harus pake kertas roti.
- Kucoba warnanya kuganti dengan coklat bubuk, eh ternyata enak juga. Lebih enak malahan.

walaupun demikian, anak anak tetep suka banget, Klo bikin seloyang, pasti ibu ini (kukasih alamat barunya)  dan tetangga duduknya gak bakal kebagian

Mbak Fathimah

Si mbak sama F5 lg main merangkak merangkak

Prolog :
Dengan maraknya boarding school, sekolah leadership atau apaun namanya yang murid-muridnya tinggal di asrama, banyak teman temanku yang menyekolahkan anaknya di sana.
Akan tetapi, beberapa waktu lalu, ada salah seorang teman yang anak gadisnya sekolah berasrama sejak SMP, mengeluhkan salah satu  permasalahan yang dihadapinya.
Yakni tentang kepedulian anak -terutama yang gadis- terhadap serba serbi keadaan rumah.
Kebiasaan di asrama yang serba dilayani, makanan sudah siap saji, piring ada yang mencuci, pakaian ada laundry, kamar ada petugas cleaning service, dan tugas anak hanya belajar dan belajar. Hal tersebut ternyata membuat si anak pas pulang liburan jadi tidak sensitif terhadap keadaan rumah.
Temanku berharap, dengan usia yang beranjak remaja, gadis lagi, dia berharap si gadis peduli dengan adik adiknya, dengan kesibukan ummi-nya di dapur dan mengurus rumah, dsb
(hihi, aku jadi makin setuju dengan keputusan Abi yang melarang si Mbak Fathimah sekolah berasrama )

Ceritanya, semalem aku terkagum kagum sama Mbak.
Mbak Fathimah lagi main  sama Faiz. Saking asyiknya bermain, mereka sampai 'lupa diri' cekakak cekikik bergerak kesana kemari.
Eh, nggak sengaja  kaki Faiz menendang piring di tangan Teteh yang duduk di dekatnya.
Piring itu jatuh dan pecah berantakan.
Kulihat muka Teteh dah ketakutan, hampir mewek malah.
Kali kaget  dengan bunyi kelontang yang asli keras banget,
(Oya, Fikri dan Ayuk yang lagi ngisi air di atas sampai turun kaget dengar bunyi kelontang itu.)
Ditambah membayangkan kewajiban musti membersihkan pecahan belingnya- kaleee...makin kusut aja tuh muka Teteh.
(Emang aku selalu minta siapapun yang memecahkan gelas/piring/mangkok untuk ikut membersihkan pecahannya sebagai bentuk tanggung jawab).

Tanpa kuduga duga, mbak mengambil alih keadaan.
"Semuanya diam di tempat, Teteh, Faiz, jangan jalan jalan"
Trus Fathimah mengambil tas plastik dan sapu.
Dia bersihkan pecahan beling itu. Pertama tama dia ambil pecahan yang bisa diambil. Kemudian dia menyapu yang kecil kecil dan memasukkan juga ke dalam plastik.

"Biar lebih aman, lap dengan kain basah Mbak" kataku.
Diapun melakukan.  Dan lantaipun aman untuk bermain kembali.

Aku berterima kasih dengan tulus. (tanpa berkomentar "tumben" meski kepengeeeeeen banget )

Rabu, 27 Oktober 2010

Tum Roti Tawar


Bosan dengan hidangan roti tawar yang gitu gitu aja ? Cobain deh resep yang kudapatkan dari booklet Saji ini. Seneng banget mendapat resep ini, karena waktu pelajaran PKK pas SMP aku pernah praktek ini.
Tapi berhubung udah ketumpuk dengan berbagai macam hal dan pikirn, memoriku tidak sanggup untuk meng-load kembali.
Berikut resepnya  dengan sedikit modifikasi dariku :

Bahan :
6 lembar roti tawar kupas - aku pake satu bungkus dan bukan kupas, potong kecil kecil
200 gr kelapa muda potong potong juga
300 ml santan kelapa - aku pake air kelapa muda + susu
100 gr daging durian - aku lebih suka nangka potong kecil-kecil
gula pasir secukupnya (karena aku pake SKM jadi aku gak pake gula)
daun pisang untuk membungkus

Cara membuatnya
Campurkan semua bahan, kemudian dibungkus / di-tum dengan daun pisang.
Eh, pas daunnya kurang, aku pake alumunium foil jg bisa. Tapi gak ada wangi daun pisang  yang membuat sedap.
Kukus kurang lebih 20 menit / sampai matang.

Selamat mencoba

Selasa, 26 Oktober 2010

Ortu Disiplin Anak Disiplin


Baru kemaren baca M&B tentang menanamkan disiplin pada si kecil, eh semalem langsung dapat buah dari prakteknya.

Awalnya aku lagi cuci piring di dapur, tiba tiba si little Faiz datang sambil nunjukin penghapus pensil milik kakaknya.
"Mi liat mi.. apus mi..."
"Apa Aiz ? " tanyaku sambil menengoknya
"Apus Mi, liat liat... " katanya lagi sambil menggosokkan penghapus ke tembok dapur yang penuh coretan krayon dia.
"O iya... bisa ya buat menghapus coretan Aiz ?" tanyaku
"Ica Mi, ni.. ni.... " Jawab Faiz masih sambil memainkan penghapus.
"Wah, kalau coretannya di tembok, nggak hilang ternyata ya...
Itu untuk menghapus coretan di buku, Faiz..." kataku.
Faiz berhenti menggosokkan penghapus,  dia malah mengamati penghapus pensil bergambar meong itu.
"Punya siapa itu ?" tanyaku lagi
"Teteh" katanya.

Tidak lama kemudian penghapus itu dia letakkan begitu saja di lantai. Trus dia buka rak piring dan mengeluarkan mangkok mangkok plastik siap main air seperti biasa.
"Mi, ta air Mi... " katanya minta air. Si mangkok dan berjejeran di lantai siap diisi air.
"Kembalikan dulu penghapusnya ke Teteh" kataku sambil masih mencuci piring
"Ndak, Mi... ta' air Mi...." jawab Faiz.
"Boleh, Ummi ambilkan air tapi kembalikan dulu penghapusnya ke Teteh" kataku sembari mengambil baskom untuk dia main air.
"Ndak, Mi... Air, Mi...." Faiz udah mulai merajuk.
"Kasih dulu penghapusnya ke Teteh !" kataku hampir putus asa. Si baskom udah kuiisi air dan masih kuletakkan di atas meja cuci piring. Belum aku berikan ke Faiz.
"Kasih Teteh, apus?" tiba tiba Faiz berubah pikiran. Hilang semua nada dan ekspresi merajuk.
"Iya, kasih Teteh, nanti Aiz  Ummi kasih air" kataku.
Lega...
Piuhh....  hampir saja aku menyerah.

Senin, 25 Oktober 2010

Apa yang kamu lakukan, nggak penting !


Baru aja kelar membaca "Bumi Cinta"nya Kang Abik, ada kata kata Ibnu Athailah yang diceritakan sama kang Abik, dan begitu berkesan buatku.
Kurang lebih begini :
"Orang orang yang lalai adalah mereka yang ketika bangun pagi memikirkan apa yang akan mereka perbuat hari itu, tetapi orang yang ingat adalah mereka yang berpikir apa yang hendak Allah perbuat terhadap mereka hari itu".

Klo kata trainer trainer motivasi, merencanakan apa yang akan kita perbuat itu udah bagus banget, eh, ternyata kata ulama Islam itu masih lalai. Yang harus diinget banget adalah ada Kekuatan Lain yakni dari Yang Maha Kuasa yang akhirnya akan menentukan segalanya.

Eh, belum juga tiga hari, masih bergentayangan tuh ingatan, ada seorang teman dekat yang menegurku :
"apa sih yang kamu kerjakan sehari - hari, kayaknya yang sibuk banget. Tapi kuperhatiin banyak hal yang nggak penting yang kamu kerjakan"



Sayang sekali waktu itu aku trus ngapain gitu- kali jg untuk hal yang nggak penting-, sehingga pembicaraan itu terputus begitu saja. Nggak sempat aku menanya lebih jauh lontaran yang terus terang membuat kupingku panas,  otakku berputar penuh tanda tanya, dari mana dia tahu, dari sudut apa dia menilai, bagaimana sampai dia menyimpulkan itu.
Walaupun, aku akui juga sih, ada sisi baiknya, memaksaku untuk memikirkan ulang, pekerjaan apa saja yang akan / harus kulakukan sekaligus memikirkan apa yang akan diperbuat Allah terhadapku.


*tuing tuing*

Kamis, 21 Oktober 2010

Hiiii ada bangkai tikus..



Hiii.... ada bangkai tikus.
Dimana ?
Di Jalan !
HIiiii.....

Apa ya, yang ada dalam pikiran orang orang yang membuang bangkai tikus ke jalan ? Udah jelas jelas itu bukan tempat sampah.
Menjadi kesel karena pagi ini, sepanjang perjalanan ke kantor yang cuma 10 menit itu, aku melihat 4 bangkai tikus di jalan.
Nggak heran kalau katanya beberapa tahun lalu ada penyakit yang disebabkan oleh tikus yang sempat mewabah di Jawa Barat.

Tikus mati kan bau... udah gitu klo kelindes ban motor bisa bikin tergelincir dan jatuh. ih.. kebayang juga klo si bangkai ini nempel di ukiran ban motor or mobil kita, hueek.. pas pulang kebawa deh itu bau.
Belum lagi tikus mati kan banyak kuman. Kuman itu kebawa air hujan, air selokan air sungai, Harap maklum, di sini suka banjir cileuncang (banjir yang terjadi ketika hujan turun).
Penyakit yg ditularkan oleh tikus itu dikenal sebagai penyakit leptospirosis. Tanda tandanya adalah demam mendadak, kulit kemerahan dan pegal otot.
Bahayanya adalah klo udah kena penyakit ini dan tidak terdeteksi dini, bisa nyebar ke otak, jantung, hati dan organ lainnya.
Hiiii... tambah ngeri deh..

Setahuku, bangkai tikus atau hewan apa pun yang agak gede, ya dikuburkan. Selain nggak bau, biar kuman kuman nggak beterbangan dan berkeliaran. 

Eh, setelah aku googling diapakan baeknya si bangkai tikus itu, ternyata ada juga yang menjadikan bangkai tikus sebagai bahan kompos. Lihat deh disini. Wah wah.. Kasih jempol deh...

Selasa, 19 Oktober 2010

Menjaga Kesehatan

Gara gara ibu yang satu ini, beberapa ibu di kantor jadi lebih peduli dengan kesehatannya.
Secara emak emak emang suka gitu, rela banget berkorban buat orang lain, saking relanya berkorban, sampai gak berasa udah mengorbankan dirinya. Capek gak dirasa, sakit gak dirasa, pegel diabaikan saja.
Mau ke dokter gak sempat, mau konsultasi kesehatan gak sempat, lebih lebih konsultasi kecantikan....

Nah, penjagaan kesehatan yang kita tekuni sekarang ini, dilakukan beramai - ramai. Jadi semangat. Semangaaaattt banget malahan. Pesertanya antara lain ya ibu tri tadi, Mamak Ephraim, mbak Ida, dan mbak Dian.

Adapun penjagaan kesehatan a la kita ini, bukan rombongan ke dokter, melainkan rombongan ke klinik herbal, yaitu Rumah Sehat Iqro' di Metro Indah Mall.
Dua minggu sekali kita dibekam. Eit, jangan tanya kapan waktunya. Hihi kami mengakali jam istirahat di klinik itu.
Jadi kami datang beberapa menit menjelang mereka istirahat, walhasil, kami  tetap dilayani pada jam istirahat mereka yang nota bene sama dengan jam istirahat kantor. Jadi gak lama - lama amat ninggalin kerjaan.
Lagian klo kami sehat kan kami lebih produktip. ya nggak ya nggak (*ngeles, cari temen).

Selain itu kami mulai menghindari obat-obatan kimia, dan memulai juga mengkonsumsi obat-obatan herba seperti habatuss sauda/jinten hitam, spirulina, minum madu, dan lain sebagainya yang direkomendasikan oleh rumah sehat. Kamipun jadi tambah pengetahuan tentang makanan, penyakit, tubuh, obat-obatan, banyak hal-laaah.

Ada juga acara lainnya. Klo lagi gak males, atau volume kerja masih terkendali,  atau CS gak lagi membakar sampah, disaat temen temen lain masih sarapan di kantin, kami jalan kaki keliling lapangan olah raga. Sekitar 20 menit-an laah menjelang jam kerja.
Asyik lho, badan jadi segerrrr, kerja jadi tambah semangat. Dan yang paling penting dari itu semua adalah, emak emak ini jadi tambah bugar. Jadi kan lebih maksimal lagi dalam menjalankan multi perannya. (cie cie....)

Lumayaaaaannnn banget, curi curi eh salah (-inget positif speaking-) optimalisasi waktu di luar rumah, karena kalau sudah di rumah lebih banyak hal lagi yang harus dikerjakaaaaaaaan....  Betuuullllll???

Jumat, 15 Oktober 2010

Be Positive !!

Barusan mendatangi undangan seorang teman yang akan berangkat haji tahun ini. Mendengarkan ceramah Ibu Salmiah Rambe, subhanallah...
dari sekian banyak hal yang disampaikan, satu hal yang nempellll banget
Klo kita punya cita cita, hendaklah kita selalu berpikir positif, kalau orang meyakini ada Law of attraction maka umat Islam harus lebih yakin lagi dengan janji-Nya "Allah sesuai persangkaan hambaNya"
Berpikir positif akan menarik hal hal positif mendekati kita.
Berpikir kita bisa, maka insya Allah kita bisa. (langsung mikir : bisa masak, bisa sabar, hihi..)

Dan ternyata berpikir positif harus diikuti dengan Positive Feeling. Selalu merasakan bahwa apa yang terjadi itu akan berdampak positif buat kita. Misalnya, klo kita melihat masalah sebagai masalah, maka kita akan banyak masalah. Tapi kalau kita melihat masalah sebagai pelajaran, maka kita akan dapat banyak ilmu. asyik juga ya...
contoh, dari pada bete pas ngantri, mending ajak ngomong teman antrian, syapa tahu bisa jadi donlen atau relasi bisnis... .(hmmm... otak bisnis mode on)

Dan satu lagi, positive thingking dan positive feeling musti digenapi dengan  positive speaking.
selalu berkata positif, menularkan hawa  positif juga ke sekeliling.
Mending berkata :
"Alhamdulillah, sekarang aku dah punya rumah"
daripada berkata
"aduuh.. sengsara banget niy, masih nyicil rumah, ga ada uang lebih"
Beda banget kaaan??

haha pas banget...
Oke deh Gan, mau ah, be positive !! chayo..

Selasa, 12 Oktober 2010

Ribuan SMS Gratis

Tiap hari berangkat dan pulang kantor lewat jalan yang sama, membuatku hafal rumah rumah, spanduk, banner iklan bahkan lubang lubang di jalanan. Mana lubang lama, mana lubang baru, dan mana yang baru ditambal. hehe..

Ada sebuah spanduk iklan yang entah sudah berapa puluh kali aku lihat, tapi baru kepikiran.
Iklan dari salah satu provider telekomunikasi.
Bunyinya kurang lebih, setiap pelanggan bakalan dikasih 100.000 (baca :seratus ribu) sms gratis sehari !!
Mulanya aku gak mikir, tapi pas suatu ketika aku dapat 100 sms gratis hadiah pelanggan loyal telkomsel, aku baru nyadar. 100 ribu sms, buat apa ??
iseng iseng aku hitung, panjang waktu untuk mengetik sms sekian detik, katakan 25 detik.
untuk mengirimnya perlu 5 detik,  untuk menerima jawaban dari yang kita kirimi perlu waktu 1 menit (misalnya).jadi untuk bolak balik sms perlu waktu 90 detik.
Sehari semalam ada  86400detik.
Jika selama 24 jam sms-an terus saling balas sehari semalam paling paling dapat 960 x sms. (belum pake Ribu ya...)
tapi masa' iya sih, gak makan, gak minum, gak mandi, gak tidur, cuma sms-an doaaangg?

Atau bisa juga kita kirimkan sms ke semua daftar nama dalam phone book kita, tapi apakah bunyi sms-nya akan sama (klo jualan bisa  kali ya...)
Nyampe 100 ribu sms nggak ?
Eh, itu untuk semuanya atau sesama mereka saja ?

Tau ah, males mikir lagi. Biar aja kalau ada yang ngarep 100rb sms per hari.
Namanya juga usaha......
(*menghibur diri*)

Bumi Cinta


Membaca buku buku Kang Abik, seperti membaca buku siraman rohani yang "membangun jiwa" seperti iklannya. Begitu pula membaca si Bumi Cinta ini.

Buku ini menceritakan seorang Ayyas, mahasiswa dari Indonesia yang mengambil S2 di Moskwa. Ayyas yang masih bujangan ini, tinggal satu apartemen dengan Yelena dan Linor atas usaha David -teman SMP Ayyas- yang mencarikan apartemen.

Yelena yang ternyata seorang pemandu wisata merangkap perempuan bayaran, sering mengumbar aurat di depan Ayyas. Linor pun tidak jauh berbeda, ternyata seorang penganut free sex.
Godaan yang dialami Ayyas tidak hanya itu, di Kampusnya pun ternyata Dosen Pembimbingnya -kebetulan- ada tugas luar negeri sehingga harus diganti Dr. Anastasia, doktor sejarah perempuan - gadis, cantik, pintar dan penganut kristen yang kuat.
Aih, ada banyak kebetulan di dalam buku ini,
Kebetulan Linor adalah gadis yang Ayyas lihat di jalan pas pertama kali datang
Kebetulan Linor adalah seorang agen Mossad
Kebetulan Ayyas ketemu Yelena pas lagi 'tugas' sebagai pemandu wisata.
kebetulan Ayyas yang diajak menolong Yelena pas kecelakaan
Kebetulan Ayyas diminta menjadi panelis seminar
Kebetulan siaran langsung di tivi dimajukan jadwal tayangnya.
halah... masih ada lagi kali, tapi berhubung buku itu udah kusimpan, aku lupa lagi. hehe

Satu lagi catatanku, sebagaimana pas aku baca AAC, novel ini seperti buru buru mau diselesaikan.
Tengok saja setelah Linor merekayasa pengeboman dan dia pulang, trus Linor dikasih tau Mama-nya bahwa sesungguhnya dia adalah anak Palestina, trus tobat, trus berhijrah.
Trus David juga insyaf, dengan penjelasan yang singkat.
Trus juga kuliahnya, yang pada awal novel diceritakan hari per hari, belakangan tiba-tiba udah tinggal beberapa hari lagi harus meninggalkan Moskwa.

Tapi apapun, Kang Abik tetap hebat, menurutku ini agak berbeda dengan AAC maupu KCB justru di ungkapan ungkapan atau penjelasan penjelasan non fiksi yang diceritakan Ayyas. Bagi pemalas sepertiku, enak juga baca novel sekaligus dapat ilmu ilmu laen
Agak kurang sreg dengan Ayyas yang katanya santri salaf eh jalan berdua sama Yelena, trus seruangan berdua sama Anastasia dan makan siang bareng juga (sampai lebih dari sekali).
Kurang sreg juga karena ternyata Ayyas rada 'centil' dengan gayanya memuji-muji Anastasia.
Agak kecewa dengan ending yang tiba-tiba, ya, tiba-tiba Linor alias Sofia ditabrak mobil merah

Dari semua hal di atas yang paling berkesan sampai sekarang adalah kata - kata Ibnu Athailah yg diinget terus sama Ayyas :
"Orang yang lalai adalah orang yang ketika terbangun di pagi hari memikirkan apa yang akan dia perbuat hari itu.
Tapi orang yang tidak lalai adalah orang yang ketika bangun tidur memikirkan apa yang akan diperbuat Allah terhadapnya pada hari itu"
Gak persis banget, tapi kurang lebih begitu.

Parantoooossss......

Senin, 11 Oktober 2010

Firda Keseleo

Foto Abi dan baby Firda
Sabtu pekan lalu kaki kanan Firda bengkak. Pas ditanya kenapa, katanya jatuh karena ketabrak anak anak kelas lain yang sedang berkejar-kejaran. Kakinya terbentur rak sepatu.
Kejadiannya Jumat siang, tapi sampai SAbtu itu kalau enggak aku tanyain, kayaknya nggak bakalan cerita kakinya kenapa. Tetep aja main, kejar kejaran, lompat-lompatan. Dasar anak-anak !

Aku dah panik dan khawatir aja, karena pernah ada kejadian, anak temen, jatuh di sekolah, dikira terkilir, lalu diurut. Eh, ternyata tulangnya retak/patah, jadinya makin parah. Dibawa ke dokter musti di gips.

Untuk kasus Firda, pas konsultasi dokter, katanya kalau masih bisa jalan itu cuma terkilir/keseleo saja. Kalau retak atau patah, disenggol pun akan sakit sekali. Trus aku googling juga, katanya kalau jempol kaki masih bisa digerakkan ke depan ke belakang, berarti itu cuma keseleo. Sama Dokter, dikasih obat oles voltaren sama obat anti sakit ibuphropen yang diminum kalau si anak merasa kesakitan.
Disarankan parem kocok juga sih, kebetulan di apotik tidak ada. Voltaren itu rasanya hangat, sedang si parem kocok katanya mendinginkan pas tidur. Akhirnya aku pakein aja minyak but but sering sering di sela voltaren yang 3x sehari.

Walhasil, beberapa hari, teteh jalan dipapah, malah sama Abinya di gendong ke sana kemari. Dari kamar, bosen di kamar di bopong ke ruang tivi, mau dan ke kamar mandi juga di bopong. Ke depan, ke teras, mau lihat adiknya main di halaman, juga dibopong.
Aduh, sayang sekali aku gak bisa ngambil gambarnya, gak bakat jadi paparazzi. Klo minta ijin moto, ragu si Abi mau or nggak.(anak sakit kok berfotoria)

Sempat khawatir juga, dari hasil google ada yang sampai dua minggu bengkaknya masih ada.
Tapi alhamdulillah buat si Teteh ini, cukup 4 hari saja, bengkak udah turun. Hari Jumat udah enakan, berhubung Sabtunya libur lagi, jadi membolosnya diteruskan dan Senin baru masuk.

Dasar anak anak ya, sakit juga nggak dirasa. Udah parah baru bilang. (alesan, padahal Umminya kurang perhatian)

Jumat, 01 Oktober 2010

Lebaran dalam coretan

Seperti yang sudah aku ceritakan semula, bahwa lebaran ini pulang tanpa kamera, ternyata kondisi ini menggelitik teteh Firda untuk mengabadikan dalam gambar.
Berikut penampakannya. Bandingkan dengan gambar yang sempat terekam di hape mbak... lumayan mirip yah


mbak cantik pake baju pink, ada bandananya.jpg
  

ayuk cantik, pake gamis orange.jpg
  

teteh cantik pake gamis kuning-pink.jpg
  

faiz ganteng pake batik.jpg
  

umi cantik pake gamis item.jpg
  

abi ganteng pake batik juga.jpg
  

yai ganteng.jpg

Salah Sasaran

Kami sekeluarga masih duduk duduk di ruang tamu selesai shalat bareng.
Mbak baru saja selesai membaca al Qur'an.
Faiz berdiri di depan Mbak sambil ngak ngek ngok minta post it yang dijadikan pembatas bacaan Mbak.

"pepeng ... pepeng..." (tempel... tempel)
"Nggak ada Ais, tempelnya nggak ada. Mbak nggak pake tempelan"
"pepeng ... pepeng..." Faiz masih ngotot sembari membuka buka halaman Al Qur'an di tangan Mbak.
"Mainan aja, mau ? " mbak membujuk
"Ndak, mau pepeng"
"tempelannya nggak ada" kata Mbak lagi.
"nenen aja, nenen aja " masih tetap berdiri di depan Mbak dengan tampang mupeng sambil kakinya dihentak hentakkan.
"Yeee... nenen mah ke Ummi atuh, bukan ke Mbak" jawab Mbak.
"Ummi ?" kata Faiz sambil mengedarkan pandangan ke arahku yang duduk di sisi lain.
Seakan baru nyadar, akhirnya Faiz ketawa dan berlari ke arahku.
"Ummiiiii... nen......"
Semua ketawa liat kejadian itu.

Hore ! Guru si Cacing Datang

Ini buku Ajahn Bram yang kedua. Sebenarnya bukan benar benar buku tulisannya. Ini seperti laporan perjalanan Ajahn Bram ke Indonesia. Beliau berkunjung ke beberapa kota yaitu Palembang, Jakarta, Surabaya, Sukabumi dan Denpasar.

Buat sementara orang, membaca buku 'religi' selain dari yang dianutnya, mungkin sebuah tabu.
Tapi, karena buku ini dikemas dengan pola seperti orang ngobrol, jadi enak dibacanya. Seperti ndengerin orang ngobrol aja.
Dan sebagaimana kita ndengerin orang ngobrol, mesti punya saringan juga di telinga, mana yang musti diterusin ke otak buat masuk memori, mana yang enggak. hehe
Misal soal Ajahn cerita biar kita positif thinking terus :
Jaman dulu ada seorang mentri yang sangat bijak sehingga membuat iri mentri lain. Mentri2 lain merencanakan untuk mengadu domba menteri bijak ini dengan raja. Maka mereka bersepakat untuk memuji muji si menteri bijak di hadapan raja, saking bijaknya sampai dia bisa baca pikiran orang. (padahal aslinya enggak)
Nah, nanti klo Menteri Bijak menghadap raja, menteri lain mau menanyakan apa yang mereka pikirkan. Klo menteri bijak menjawab, mereka sepakat menganulir.
Maka tibalah saat itu.
"Wahai menteri bijak, tahukan engkau, apa gerangan yang sedang kami pikirkan ?" tanya menteri lain di hadapan Baginda Raja.
"Kalian sedang memikirkan hal hal yang baik tentang Baginda Raja" Jawab menteri bijak
Naaah... nggak mungkin kaaan.. menteri lain menjawab "tidak"

Dia juga menceritakan bagaimana untuk bisa menjadi orang baik
Untuk menjadi orang baik, berkatalah seperti orang baik, berpikirlah seperti orang baik dan bertindaklah seperti orang baik.

Meski ada hal hal yang tidak sesuai keyakinan Titi (misal tentang karma), yah tetap enak kok, baca buku ini.
Cobain deh !!