Selasa, 30 November 2010

Adventures of Tom Sawyer



Karya Mark Twain
Tom Sawyer, si rambut kriwil yang 'jahil' dan tengil, aduh..
aduh duh duuuh... mengingatkanku tentang masa kecil dan pengen banget rasanya kembali ke masa itu. ketika masih bisa main "jamuran" dilanjutkan petak umpet di bawah purnama. Keluar masuk kebon di keremangan malam.

Jiwa petualangan si Tom ini tidak terbatasi oleh ruang dan waktu (maksudnya gak kenal waktu),di rumah, di sekolah, di gereja, saat main, saat makan, saat bekerja, semuaaanyaaa... disertai jiwa petualangan.
Nggak heran kalau dia kepikiran 'ngerjain' anak laki-laki sekampung untuk menggantikan dia mengecat pagar dengan cara 'menjual mahal' kesempatan mengecat itu. Padahal si Tom ini, disuruh mengecat pagar sebagai hukuman.
Nggak heran juga kalau dia nembak teman teman cewek di sekolahnya sampai segitunya. (aku kok lupa ya, si TOm ini berapa tahun umurnya).
Sangat nggak heran ketika dia 'pura pura hilang' dengan pergi ke pulau dan kembali lagi setelah tiga hari kemudian saat 'upacara pemakamannya sendiri' dilangsungkan di gereja.
Banyak deh, seru, ASLI !!!

Berhubung ini aku cu-mi (fikri minjam temennya, aku ikutan baca), jadi berharap. Fikri pun akan dapat mengambil sisi sisi 'kejantanan' si Tom ini.

Sisa Penyapihan

Meski sudah tidak minum ASI sama sekali, sesekali Faiz masih suka nempel nempel dan membahas tentang minum ASi. Apalagi kalau aku lagi leyeh leyeh di pinggir dipan sepulang kantor, pasti dia langsung menyerbu. Itu posisi favoritnya dulu. Minum ASI sementara dia berdiri di lantai.

Lucu juga mendengar celetuk celetuknya yang campur aduk bahasanya. Kadang begini :
"mi.. mau mimi " pake bahasa Indonesia sehari hari.
Kadang juga :
"Mi.. .ayang N*n*n....." katanya. (ayang = hayang=mau,ingin : bhs Sunda)
Aku ketawa.
Sering dia cuma memonyongkan bibir saja, trus udah aja pergi.
Kadang juga sedikit merengek seperti mau ASI beneran.
Kalau sudah begitu, aku biasanya mengajak ngobrol boneka sponge bob kesayangannya.

"Bob, Bobob mau N*n ?"
"Ndak... " Faiz yang menjawab.
"Kenapa Bobob nggak n*n*n ? tanyaku lagi
"uwa aun" Faiz menjawab. (uwa aun = dua tahun)
"Faiz  mau n*n ?"
"Ndak,... uwa aun..." Faiz menjawab juga.




Hihi lucu ya... mungkin dia ingat waktu aku bilang bahwa Faiz udah besar, sudah dua tahun, nggak boleh minum ASI lagi.

Minggu, 21 November 2010

Pantesan, Suruh Nikahin Satu Aja

Abi dan F3

Suatu Sabtu,  hari yang sibuk. Asisten Rumah Tangga jadwal libur.
Pagi pagi, setelah kelar memasak, kami harus kesana kemari mengambil raport bayangan.
Pertama tama ke SMP anakku yang paling besar, si F1.
Kemudian ke SD anak ke F2 sampai ke F4.
Rada repot juga, karena kami mengajak serta F4 dan F5.
F1 tetap ke sekolah, F2 dan F3 berdua di rumah.
F3 nggak jadi main ke rumah temannya karena nanti F2 tidak ada teman di rumah.
Sedang membawa mereka semua tidak memungkinkan karena kendaraan kami baru beroda dua. 

Selama di sekolah, Abi memilih aku saja yang mengantri, dan doi menjaga F4 dan F5 bermain di luar.
Walhasil sampai siang kami baru pulang ke rumah.
Yang membuat tambah capek adalah hasil raport anak anak kurang memuaskan.
Memang kami tidak pernah menargetkan mereka untuk menjadi juara kelas.
Tapi, yang mengecewakan kami adalah, hasil raport kali ini benar benar anjlok dibandingkan prestasi mereka sebelumnya.
Kecuali raport si F4 yang full nilai sempurna.  Hanya ada dua nilai 9 itupun nilai tertinggi yang diberikan untuk pelajaran tsb (kesenian dan menghafal) .



Sorenya, sehabis maghrib, seperti biasa aku lagi sibuk menghangatkan sayur untuk makan malam, dan menambah lauk pauk yang habis, untuk makan malam.

Tiba tiba Abi datang ke dapur, langsung nongkrong di bawah. *posisi ngajak cerita*
"De, tadi pagi tuh Abi bingung ..." katanya
"Kenapa ?" aku menoleh sebentar dan kembali mengoseng oseng.
"Kasian Ayuk (F3) mau main nggak jadi" kata Abi.
"Iya juga sih, tapi klo dia main kan kasian Fikri (F2) jadi di rumah sendiri. Sementara kalau Bibi masuk hari ini, besok kita nggak bisa pergi" kataku.
"Ayuk pasti kecewa ya, padahal bukan maksudku untuk melarang dia main" sambung Abi.
"Besok minggu dia bisa main kok " kataku menghibur sambil mencuci tanganku.
Abi diam dan (seperti) berpikir.  Sebentar kemudian dia berkata :
"Pantesan ya, dalam Al Qur'an di sebutkan, nikahilah dua, tiga atau 4 orang, kalau nggak sanggup maka nikahin satu aja. Karena adil itu susah."

Aku langsung balik badan dan menatapnya.
*Dalam hatiku bertanya, Kok jadi ke situ ??? apakah ini sebuah pertanda sudah berubah pikiran ???
Hihihi duluuuuuu sekali, sehari setelah kami menikah, suamiku pernah bilang, umur 40 mau nikah lagi*
Tanpa berlama lama, biar nggak ketauan bengongnya (untung ibu ibu sudah sering berpikir cepat ya...) aku (berusaha) menjawab tetap dalam konteks pembicaraan :
"Halah  anak itu kan sudah biasa sensi, Ayuk juga pasti mengerti kondisi tadi " kataku sambil mencuci wajan.
Abi pun kemudian bergeser ke ruang tivi dan menonton berita.

Selasa, 16 November 2010

Alhamdulillah, Menyapih Dengan Cinta


Alhamdulillah, setelah melalui berbagai perjuangan antara lain seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya,  sudah seminggu lebih Faiz benar benar selesai minum ASI, alias telah sukses disapih dengan cinta versi kami.

Faiz sebenarnya dipersiapkan untuk disapih sejak umurnya masih 18 bulan.
Waktu itu, teman teman di sekitarku yang mempunyai bayi seumuran Faiz, udah ramai menceritakan tentang menyapih dengan cinta (aku gak gaul banget yah...),
yang intinya (menurut pengertianku) anak tidak boleh disapih dengan paksa, apalagi ditipu tipu dengan pahit pahitan atau dengan warna warna ngeri di seputar pabrik ASI kita.

Maka aku pun mulai proses itu. Pertama-tama aku mengatakan ke Faiz,
"Ais, nanti kalau Aiz udah dua tahun, berhenti ya minum ASI-nya"
Saat itu Faiz cuma ngangguk ngangguk dan menjawab hmm pendek saja,  karena mulutnya lagi asyik minum ASI.
Aku menangkapnya itu tanda ia setuju.
Demikiaaannn... terus, aku ulang ulang sampai usianya dua tahun.

Beberapa hari lewat dua tahun usianya, aku lebih serius mengingatkan tentang "berhenti minum ASI' itu.
Entah aku yang salah selama ini, atau bagaimana, suatu ketika aku mengatakannya tidak dengan istilah berhenti, tapi dengan kata kata STOP.
"Aiz, sekarang kan sudah dua tahun, jadi minum ASI-nya stop ya.."
"hhhmmmmmmmmmmmmmmmmm..."  *mulutnya masih ngenyot ASI* jawabannya kali ini lain. *nada meninggi seperti mau nangis*
Walah !! aku baru kepikiran.
Jangan jangan selama ini Faiz belum mengerti arti kata "berhenti"
Aku baru ingat, ketika itu Faiz lagi seneng senengnya main "jalan maju - mundur" dan dia paling suka jalan mundur jauh jauh,
sampai akhirnya kakak kakaknya bilang "STOP" dan dia berhenti mundur.

Waduh, aku harus ganti strategi.
Kami mundurkan lagi saat penyapihan.
Yang target awalnya adalah Lebaran Idul Fitri (Faiz lahir 27 Ramadhan) maka aku -dan Abinya tentu saja- memutuskan untuk memperpanjang tenggat sampai Lebaran Idul Adha.
Aku mulai lagi membujuknya.
Kumulai jalan tengah,  Faiz hanya diijinkan minum ASI pas malam hari.
Kalau siang hari nggak boleh sama sekali. Walaupun hari libur !! Ini berlangsung kira kira sebulan.
Terus terang, hal 'tidak minum ASI di siang hari libur" ini adalah hal yang sulit di banding hari kerja.
Kalau hari kerja kan Ummi nggak di rumah, berbeda dengan hari libur, Ummi di rumah, dan bibi juga ikut libur alias gak ada 'pelarian'  buat Faiz.
Hari kerja pun, bukan nggak ada tantangan, setiap pulang kerja, maghrib maghrib, Faiz serrrriiiiing banget nangis minta minum ASI.
Dan tahu sendiri, di usianya yang makin besar,  suaranya juga makin besar alias teriakannya kenceng banget.
Maghrib gitu lho.. saat kami semua shalat berjamaah, dia teriak teriak dan bergulingan antara Ummi dan Abi.

Jadilah, si Abi yang mulai nggak sabar dengan teriakan itu, lagi lagi kasih ultimatum "Lebaran haji harus udah selesai " !
Walaupun Abi berusaha membujuk dan mengalihkan perhatian Faiz klo lagi nangis nangis gitu, tetep aja Faiz lebih sering memilih di gendong Ummi aja.
Puncaknya seminggu sebelum lebaran kemaren, pas kami tegang nunggu kakak dari Lampung dan temannya yang mendadak mau datang, Faiz teriak teriak lagi.
Asli keras banget, sampai Abi mengeluarkan suara yang agak keras juga untuk menghentikan tangisnya.
Faiz bukannya ngeper terus diem, malah seperti diajarin.
Faiz  teriak lebih keras lagi.
Aku trenyuuuuuh........................ sekali.
Walhasil shalat maghrib kali itu, kujalani dengan berderai derai air mata ditingkahi rengek tangis Faiz.

Selesai shalat, aku ajak Faiz masuk kamar. 
Aku tatap matanya lekat lekat.
Dan kubelai rambutnya dengan segenap cinta.
Anehnya, tangisnya hilang seketika. Dia juga menatap mataku. Aku berkata "
"Faiz, Ummi mau bilang sama Faiz ya..
Sekarang Faiz sudah besar, jadi  Faiz harus  benar benar berhenti minum ASI ya..
Walaupun Faiz nggak minum ASI lagi,
kita masih bisa berduaan, bisa  bermain bersama, baca buku bersama, masih bisa sayang sayangan, dan pergi berdua"

"HUaaaaaaaa........." Tiba-tiba Faiz menangis keras sekali, sepertinya dia mengerti apa yang terjadi baru saja aku bicarakan.
Maka aku peluk dia, sambil ku usap usap kepala dan punggungnya. Faiz menangis tidak lama.
Dan sejak malam itu, ajaib, Faiz berhenti minum ASI. 
Malam itu dia menangis sekali, kemudian aku beri air putih dan tidur lagi. Malam berikutnya malahan jarang sekali Faiz terbangun di malam hari.
Alhamdulillah......

NB : sesekali Faiz masih ingat mau minta ASI, tapi tidak sampai rewel dan menangis teriak teriak seperti sebelum di sapih

Senin, 15 November 2010

Memoirs Of Bossi

Karya Lusiana Liu -Gramedia
Ini buku anakku.

pengen tahu dunia anak muda, secara anakku dah menjelang baligh, maka kubaca buku buku mereka.

Buku ini menceritakan tentang kisah cinta antara Bossi (Ary) dengan Boss (CH) di masa SMP yang 'entah kenapa' dilarang dan disembunyikan sama ortunya.
Ternyata, pernah ada kejadian/kecelakaan yang berakibat Ary lupa pada apa yang dia alami sebelum kecelakaan itu.
Kecelakaan inilah yang membuat orang tua Ary, melarang Ary berteman dengan semua (?) teman SMP-nya.
Semua terjawab di bagian akhir buku ini.

Pas baca sih, aku merasa banyak hal lebay yang diceritakan, (atau krn aku sudah sangat tua yah ?? jadi gak nyambung)
misal :
- Ary hanya boleh berteman dan pergi dengan satu orang teman (Bora)
- Ide klub-klub-an penggemar Sollie dan CH duuuh...sampai segitunya.
- Ide Bossi berubah watak tiap jam 3 sore..
- Pertandingan berdiri lama lamaan di pinggir kali, ih, ngapain geto loh
- Adegan Bora cium pipi pas dibukain gerbang (hiiii...serrreeemmm anakku masih kelas 1 SMP soalnya, dan aku emak emak yang kolot)

apapun..... hihi... *ngikik dulu*
berhubung aku sendiri baru bisa komen doang, ya seneng seneng aja sih bacanya. Cukup menghibur dan runtut ceritanya.
Dan, aku juga jadi tahu 'kelakuan anak muda' jaman sekarang emang beda sama jaman aku muda dulu.

Perjalanan Ajaib

Penulis : Kim Dong Hwa, Mark Victor Hansen, dkk
Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah buku Tita yang kureview sebelum ini.
Ini buku anakku juga.
Buku ini model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

...more Ini buku Graphic Novel kedua yang kubaca setelah Tita.
Ini buku anakku juga.
Isinya model model chicken soup gitu deh..

Buat orang dewasa seperti kita, kisah kisah di dalam novel ini mungkin bukan kisah yang baru, alias udah sering baca di milis milis atau dari email email kiriman teman.
Tapi buat anak-anak?
Makanya aku suka sekali anakku memilih buku ini sebagai hadiah khatam Qur'an.
Sampai sampai anakku yang SD kelas 1 pun sudah bisa ikutan membaca.

Berharap anakku bisa lebih empati ketika membaca kisah Napoleon yang sembunyi di sebuah toko.
Berharap bisa lebih rapi ketika membaca kisah si Pencuri
Berharap lebih memahami orang tua dan bersyukur dengan keadaan mereka ketika membaca kisah pekerjaan ayahku
Berharap bisa menyerap hikmah ke-13 kisah di dalam buku ini.
(PR : Kayaknya aku musti wawancara anak-anak untuk mengetahui pendapat mereka tentang buku ini)

Minggu, 14 November 2010

Polah si Kecil Cermin Kepribadiannya ?

era Farah Bararah - detikHealthJakarta, Setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda, bahkan pada anak kembar sekalipun. Tapi ternyata kepribadian anak bisa diketahui melalui tingkah lakunya sehari-hari.

"Semua anak memiliki salah satu indera di tubuhnya yang lebih dominan, indera dominan ini yang akan menentukan bagaimana anak-anak berpengalaman dan berhubungan dengan dunia luar," ujar peneliti perilaku Priscilla Dunstan, seperti dikutip dari Parenting, Senin (8/11/2010).

Pengalaman dan cara anak berhubungan dengan dunia luar ini yang akan membentuk kepribadian si kecil. Berikut ini panduan bagi orangtua untuk mengerti dan mengetahui kepribadian anak, yaitu:

Anak taktil


1. Anak-anak taktil akan mengekspresikan dirinya secara fisik. Jika bahagia ia akan melompat-lompat, jika merasa sedih ia akan membutuhkan pelukan, jika marah atau gembira ia akan mendorong atau melempar sesuatu.
2. Umumnya anak-anak ini akan belajar sambil praktek (learn by doing). Pada bayi ia akan senang digendong sepanjang waktu dan lebih mudah ditenangkan melalui gerakan atau sentuhan.
3. Bagi balita, orangtua mungkin akan melihatnya melemparkan diri ke tanah dan meronta-ronta, senang digelitik atau melakukan sesuatu secara fisik dan umumnya tidak suka sendirian.
4. Untuk anak sekolah umumnya akan memberikan respons yang lebih baik dalam hal pelajaran yang melibatkan sesuatu yang nyata atau bisa dipegang.

Anak auditori


1. Anak-anak auditori akan memperhatikan nada suara orang dan tingkat kebisingan.
2. Semua perasaan akan diungkapkan melalui suara, seperti tertawa terbahak-bahak, menangis keras, berteriak saat marah serta selalu mencari ketertiban dan pola. Pada bayi umumnya akan lebih mudah terkejut, dan tenang jika didengarkan musik.
3. Bagi balita umumnya ditunjukkan dengan jeritan bernada tinggi saat sedang marah atau mengamuk, cepat fokus pada percakapan atau musik favoritnya.
4. Sedangkan untuk anak sekolah akan belajar lebih baik ketika sedang membaca sambil bersuara dan lebih mudah menangkap pelajaran melalui suara atau dibacakan.

Anak visual


1. Anak-anak visual akan belajar dengan cara menonton dan meniru.
2. Anak-anak senang memperhatikan mainan melalui bentuk, warna atau ukuran, serta cenderung lebih mudah belajar membaca.
3. Tapi akan terganggu jika terlalu banyak rangsangan secara visual seperti dari televisi, keramaian atau kekacauan.
4. Pada bayi cenderung akan merasa aman atau nyaman jika orangtua atau pengasuh ada di dekatnya.
5. Pada balita amukan yang ditunjukkan akan sangat dramatis dengan ekspresi wajah yang jelas serta air mata berlebihan, biasanya terjadi jika ia mengalami gangguan visual saat menonton televisi atau melihat sesuatu.
6. Untuk anak sekolah akan lebih mudah memahamil pelajaran melalui visualisasi seperti buku bergambar atau kartu.

Dikutip dari sini

Kamis, 11 November 2010

Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak

Sudah lama banget pengen baca buku ini.
Penyebabnya, supervisor di Sygma Daya Insani yang selalu ngompor ngomporin bahwa aku harus baca buku best seller Rekor Muri ini.
Padahal dia sendiri belum berumah tangga lho..

Akhirnya sukuuuuuuuurrrrrr banget, aku berhasil juga membacanya di tengah tengah pelatihan Sahabat Sygma.
(sayang di goodreads gak ada gambar covernya)

Beberapa hal yang dapat kucatat dari buku ini adalah :
1. Gak ada yang salah ketika seorang Ibu memutuskan untuk bekerja di luar rumah, hanya saja memang dia harus berjuang lebih keras, agar dapat melaksanakan tugas tugas utamanya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.Melly Kiong mencontohkan bagaimana dia menyiapkan makan siang buat bekal anak anaknya, dan selalu menyelipkan memo kecil di kotak makan siang anaknya, yang berisi pesan/ungkapan sayang dan TEKA TEKI. Hasilnya si Anak yg tadinya gak mau makan nasi bekal, jadi malah menanti nanti saat 'membuka bekal dari rumah'.
2. Memupuk rasa bersalah adalah sebuah 'kesalahan' yang justru akan membuat kita melakukan kesalahan kesalahan berikutnya. Yang harus kita usahakan adalah bagaimana membuat waktu pertemuan antara kita dengan anak-anak menjadi pertemuan yang berkualitas dan selalu menyenangkan buat kedua belah pihak. Berikan anak kita pengertian bahwa kita bekerja untuk apa, dan ajaklah mereka berbicara.
3. Menyayangi anak TIDAK SAMA dengan memanjakan anak. Melly pernah membuang baju seragam anak ke tempat sampah, karena setelah ganti baju mereka tidak memasukkan baju seragam itu ke keranjang pakaian kotor. hasilnya anak anaknya jadi mau membereskan baju seragamnya sendiri.
4. Pengasuh adalah mitra mendidik anak, jadi kita harus menghargai peran mereka dan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga. Kalau bisa, para pengasuh ini punya Job Description tertulis, agar -klo pengasuh/asisten lebih dari satu terutama - dapat memahami tugas masing masing
5. Jangan pelit memberikan pujian bagi perilaku baik anak. Gunakan buku penghubung atau kertas tempelan di kulkas rumah untuk mencatat kebaikan anak-anak. Walhasil anak anak akan berlomba lomba melakukan kebaikan.
6. Usahakan komando tunggal di rumah, klo ayah bilang A, berarti ibu harus nurut A. dan sebaliknya.
7. Mengelola keinginan anak dengan konsekuensi2. Dicontohkan misal seorang anak yg minta es krim, boleh asal tidak sedang batuk. TIDAK SEDANG BATUK ini di tekankan, konsekuensinya kalau si anak SEDANG BATUK tidak boleh makan es krim.
8. Beri kesempatan anak melakukan hal hal baru, atau melakukan sendiri. Misalnya menyediakan bangku kecil biar anak yang kecil bisa mencuci tangan/menggosok gigi di wastafel. Awalnya orang tua mungkin khawatir anak jatuh, tapi ternyata anak anak yang diajari mandiri sejak awal, mereka akan bisa benar benar mandiri.
9. Buat what to do list untuk anak anak dan berikan stiker untuk hal hal yg dilakukan tepat waktu. dan beri hukuman juga untuk yang terlambat. Melly mencontohkan misal waktu makan 30 menit, kalau anak makan 35 menit, maka dia harus berdiri 5 menit (sama dengan waktu yg lebih).
Stiker jadwal harian ini menjadi 'tiket' untuk mendapatkan penghargaan 'mingguan'. (jadi ingat postingan di The Urban Mama)
10. Bikin MUSIUM KASIH MAMA yang isinya pernak pernik kecil kecil misal gigi tanggal, rambut anak, atau karya karya anak kita.

Catatanku : dalam hal 'menghukum anak' ini aku pernah baca ada tahapan-tahapannya, kapan kapan di cari lagi deh.
Hihi baru nyadar, reviuw-nya mirip "Rangkuman" pas SD dulu, biarin deh, soalnya bukunya memang teknis banget dan cumi alias cuma minjem, jadi biar gak lupa ya aku tuliskan aja semuanya.

Selasa, 09 November 2010

Lima Makanan Pantangan Buat Anak

Wah, jadi seneng nih, ngumpulin artikel seputar anak. Kali ini, titi dapat dari  sini. Semoga bermanfaat.
Sayang anak bukan berarti memberinya segala jenis makanan dan minuman yang disukainya. Seperti gorengan, burger, camilan kemasan atau kentang goreng. Sebagai orang tua yang cerdas memilih makanan dan minuman yang sehat serta aman untuk anak tercinta sangat penting.
Kami yakin Anda yang memiliki anak sudah mengetahui makanan mana saja yang tidak sehat, memiliki pengawet atau pewarna. Tapi tahukah Anda kalau makanan dan minuman ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak? Meski kita rutin menyantapnya.
Berikut beberapa santapan yang kurang sehat untuk anak Anda, seperti yang dilansir situs Shine:
1. Roti putih, meses dan selai botol
Makanan yang dibuat dari terpung terigu ini menjadi favorit banyak orang yang tinggal di perkotaan sebagai asupan sarapan saat pagi hari. Menyiapkannya mudah, mengenyangkan dan harganya relatif murah. Tapi roti putih berpotensi membuat anak Anda gemuk karena kandungan karbohidratnya tinggi.
Selain itu roti putih juga minim kandungan gizi. Makin berpotensi membahayakan kesehatan jika ditambah olesan selai botol dan meses. Selai botol dan meses buatan pabrik terdapat kandungan bahan pengawet, pewarna dan gula dalam konsentrasi tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi dalam jangka waktu panjang bisa merusak gigi, mulut dan ginjal anak Anda.
Gantilah roti putih dengan roti gandum. Roti gandum dikenal memiliki serat tinggi dan karbohidrat rendah. Jika tak suka rasanya yang tawar, bisa ditambahkan dengan kismis.
2. Kentang panggang dan Roti goreng (pretzel)
Jajanan yang satu ini bukan hanya anak-anak yang doyan, orang dewasa pun demikian. Rasanya gurih dan mengenyangkan. Tapi kentang panggang dan roti goreng punya kandungan lemak dan garam yang tinggi. Nutrisinya juga rendah sehingga kurang bermanfaat untuk daya tahan anak Anda.
Jika ingin kentang panggang yang sehat, tambahkan keju dan daging cincang agar kadar proteinnya tinggi. Jangan lupa brokoli yang direbus tidak terlalu lama sangat baik menangkal sejumlah penyakit.
3. Susu
Susu baik bagi anak. Susu memiliki kandungan vitamin D dan kalsium yang baik bagi pertumbuhan tulang anak. Tapi jangan terlalu lama memberikan susu kepada anak karena kandungan lemaknya tinggi. Lemak yang berlebih pada anak bisa mengakibatkan obesitas atau berat badan yang tidak seimbang. Jika anak mengalami obesitas, ia akan mengalami kesulitan dalam bernafas, beraktivitas, bergaul dan bisa menyebabkan gangguan jantung atau diabetes.
American Academy of Pediatric menganjurkan agar anak yang berusia di atas dua tahun lebih baik meminum susu rendah lemak (low fat milk). Susu rendah lemak tetap mengandung vitamin D dan kalsium, tapi kadar lemaknya rendah.
Tapi akan lebih baik jika anak mendapat air susu ibu (ASI), minimal untuk enam bulan pertama setelah dilahirkan.
4. Pasta apel
Pasta apel, terutama di masyarakat Amerika Serikat, sangat digemari. Harganya murah, praktis dan lezat. Tapi pasta apel tidak sehat karena banyak mengandung bahan pengawet dan gula. Bahan pengawet jika dikonsumsi berlebih bisa berakibat kanker. Gula yang terlalu banyak membuat gigi keropos dan berpotensi kegemukan serta diabetes.
Apel atau buah segar tetap yang paling baik. Biasakan anak-anak menyantap buah segar agar gigi mereka kuat, tidak sariawan, pencernaannya lancar dan jarang sakit flu. Jika anak enggan mengunyah buah, Anda bisa mengirisnya lalu mencampurnya dengan susu rendah lemak dan sereal gandum.
Tapi ingat, buah yang sehat dan segar adalah yang disantap tidak lebih dari lima jam setelah dikupas/dipotong.
5. Makanan kemasan dan minuman soda
Ini salah satu produk yang paling menggoda. Kemasannya menarik mata dan rasanya disukai anak-anak. Sebagian besar makanan kemasan mengandung bahan pengawet. Selain itu kandungan penyedap rasanya (MSG) tinggi. Penyedap rasa tidak baik untuk kecerdasan anak. Selain itu penyedap rasa bisa membuat sariawan bahkan iritasi mulut.
Soda pun demikian. Kandungan gulanya tinggi. Bisa menyebabkan keropos pada gigi anak-anak. Juga berpotensi mengakibatkan keropos tulang dini.
Biasakan anak Anda minum air putih, jus buah segar atau susu rendah lemak. Untuk makanan kemasan, ganti yang terbuat dari rumput laut atau makanan laut. Kedua snack jenis ini tinggi protein, rendah garam dan MSG.
Nah, sebagai orang tua, biasakan Anda memberi contoh makanan dan minuman apa saja yang baik untuk dilahap. Meminta atau mengomeli anak bukan contoh yang baik. Jika asupan anak bergizi dan berimbang, sang buah hati pun akan memiliki daya tahan tubuh dan kecerdasan yang baik.
Fajar AP; redaksi[at]yahoo-inc[dot]com

Kamis, 04 November 2010

Kenapa Anak Laki laki Lebih Pendiam ?

hihi dapat ini dari sini, jadi ngerti deh...

Kenapa Pria Lebih Pendiam ?

Michigan,
Kenapa pria kebanyakan pendiam? Ooo, ternyata ini berhubungan dengan kemampuan berbahasanya. Menurut penelitian anak laki-laki memang cenderung lebih sulit mempelajari kemampuan bahasa.

Maka itu peneliti di Michigan State University menegaskan mengajarkan kemampuan bahasa pada anak laki-laki lebih penting ketimbang perempuan. Tujuannya agar dapat membantu mengembangkan kontrol diri dan akhirnya membantu anak berhasil di sekolah.

"Hal ini menekankan bahwa orangtua sebaiknya lebih banyak menggunakan kata-kata untuk membantu perkembangan anak laki-lakinya," jelas Claire Vallotton, asisten profesor perkembangan anak di Michigan State University, dilansir Sciencedaily, Kamis (4/11/2010).

Menurut Vallotton, anak laki-laki perlu mendapatkan perhatian ekstra dari penyedia perawatan anak dan guru untuk membantunya membangun keterampilan bahasa dan menggunakan keterampilan-keterampilan untuk mengatur emosi dan perilaku.

"Kemampuan bahasa memiliki dampak yang lebih besar pada anak laki-laki, tetapi kebanyakan anak laki-laki cenderung lebih sulit mempelajari bahasa," jelas Catherine Ayoub dari Harvard Medical School.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, pria dan wanita memang berpikir dengan cara yang berbeda. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan anatomi otak antara pria dan wanita.

Otak terdiri dari dua jenis jaringan utama, yaitu yang disebut dengan materi abu-abu (gray matter) dan materi putih (white matter).

Penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pria memiliki materi abu-abu 6,5 kali lebih besar dari wanita, sedangkan materi putih wanita 10 kali lebih besar dari pria.

Materi abu-abu merupakan komponen utama sistem saraf pusat, terdiri dari sel saraf tubuh, neuropil (dendrit serta akson un-myelin dan myelin), sel-sel glial (astroglia dan oligodendrocytes) dan kapiler yang bisa diibaratkan sebagai prosesor pada komputer.

Sedangkan materi putih sebagian besar terdiri dari akson myelin (zat lemak putih) yang merupakan jalur transmisi utama sistem saraf.

Inilah sebabnya mengapa pria cenderung lebih unggul pada bidang yang membutuhkan proses lokal seperti matematika. Sementara wanita lebih unggul pada bidang integerasi dan asimilasi (penyesuaian) informasi seperti kemampuan bahasa.