Selasa, 21 Desember 2010

Dasar Bocah !

Akhir akhir ini Faiz sering memakai sandal Tetehnya.
Yah kalau itu sandal biasa sih, aku juga biasa-biasa saja. Bayangkan lho, si sandal ini sandal kamar gitu. Warnanya merah, Ada hiasan bunga kamboja tiruan di ujung jepitan.
Khawatir aja, si Faiz yang dikelilingi banyak bidadari itu jadi melambai.
Udah beberapa kali si sandal di umpetin, eh ketemu lagi ketemu lagi.
Akhirnya akupun memutuskan untuk membelikan dia sandal jepit.

Pas ngaji Minggu kemaren, aku sempatin mampir ke penjual sandal di pinggir pasar Ujungberung.
Kupilih yang macho dong..
Nuansa merah campur abu. Ada gambar spiderman. Kayaknya Faiz suka juga.
Sayangnya pas nyampe rumah Faiz ketiduran, jadi nggak bisa langsung nyobain.

Sore harinya, setelah bangun tidur dan mandi sore, aku ajakin Faiz nyobain sandal.
"Jalan jalan yuk Aiz, pake sandal baru nih" ajakku
Faiz pun membuntutiku ke arah pintu depan.
Aku biarkan Faiz memakai sendiri sandalnya.
Yay ! Berhasil. Kemudian dia berjalan. Baru beberapa langkah, eh tiba tiba berhenti.
Sandal baru dilepaskan, dan ditinggalkan begitu saja.
Faiz berjalan melenggang masuk lagi ke dalam rumah.

"Aiz, kenapa dilepas ?" aku penuh tanya.
"ndak unyi !" katanya (nggak bunyi )

Oalaaah.. Faiz .... Faiz, salah emakmu juga kali ya, udah dua tahun masih pake sandal dan sepatu yang bunyi cit-cit
Giliran dibeliin sandal 'anak gede' malah menolak pake.


ini sandal anak gede itu

Senin, 20 Desember 2010

Kembali Ke St Clare



Karya Enid Blyton

ini ku ambil dari tumpukan buku anak-anak. Aku mulai berfikir apa dan bagaimana bacaan dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Makanya aku coba selalu membaca-baca apa yang dibaca anakku. eh keasyikan malah.

aku suka buku ini. (sayang nggak punya dari seri satu).
Diceritakan, dua kembar, Pat dan Isabel, disekolahkan di St Clare, sekolah berasrama khusus untuk anak perempuan. Mulanya mereka tidak betah, karena suasananya sangat berbeda dengan sekolah yang sebelumnya Redwoods. Tapi setelah menjalani, mereka akhirnya menyukai sekolah itu.
Yang asyik adalah, ini pertama kalinya si kembar pesta tengah malam. Pestanya menggoreng sosis di ruang musik. Hihi.. ketahuan juga akhirnya.
Yang asyik lainnya adalah keisengan mereka "ngerjain" para guru.
Aduh duh, berasa pengen muda kembali.
Tapi sejujurnya banyak pelajaran moral yang diambil dari sini, terutama adalah tentang pentingnya kejujuran dan sikap ksatria.

Minggu, 19 Desember 2010

20 Langkah Salah dalam Mendidik Anak

Catatan  ini disarikan dari buku yang ditulis oleh Muhammad Rasyid Dimas, penasaran lihat namanya kirain orang Indonesia. Ternyata buku ini merupakan terjemahan. Muhammad Rasyid Dimas ini lulusan Fakultas Pendidikan dan Psikologi Al Imarat University dengan nilai excellent dan menduduki peringkat satu. Selain itu beliau juga master (excellent juga) di Bidang Perencanaan, Analisis dan Perancangan Sistem.
Menurut beliau, ada 20 kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam mendidik anak
1. Memaksakan kewajiban tanpa memberi pemahaman
Kebanyakan yang dikatakan orang tua adalah kalimat perintah. Misal, cepat bangun, cepat makan, pakailah pakaianmu, dsb. Hal ini kadang membuat anak pura pura tidak mendengar dan tidak mengerjakannya. Disisi lain, orang tua juga tidak boleh membiarkan si anak menolak perintah dan melanggar larangan lantaran mengikuti hawa nafsunya. Maka menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan pemahaman tentang apa dan kenapa suatu kewajiban dibebankan.
Hal ini akan melatih daya pikir si anak untuk menjangkau suatu hikmah atas kenapa suatu kewajiban ditetapkan. Jangan sampai kelak dia melanggar peraturan dan meninggalkan kewajiban hanya dengan alasan karena dia tidak yakin atau belum bisa menerimanya.

2. Menyikapi perilaku anak hanya dengan satu pola
Misalnya orang tua selalu bersikap keras, padahal anak sudah berusaha menjadi baik. Ini akan membuat anak putus asa dan malas berbuat baik, toh tetap dipersalahkan. atau  anak selalu disanjung padahal dia berbuat kesalahan, maka akan membuatnya tidak mempunyai kepedulian.

3. Enggan menerapkan disiplin
Anak membutuhkan disiplin seperti mereka membutuhkan kasih sayang. Kadang orang tua mudah berputus asa, atau lemah tekadnya untuk membuat anak disiplin. ada juga orang tua yang khawatir, ketika dia menerapkan kesiplinan, maka akan kehilangan cinta si anak.

4. Tidak menggunakan siasat nafas panjang saat menyikapi kesalahan anak
Sabar, sabar dan sabar. Itulah kata yang mewakili dalam hal mendidik anak. Wasiat "jangan marah" yang sering diungkapkan Rasulullah juga berlaku dalam mendidik anak. Karena sikap sabar, tenang, bijak dan pemaaf sangat diperlukan dalam membentuk kepribadian anak.
Beberapa hal yang harus difahami orang tua dlm menyikapi kesalahan anak :
- parameter dunia anak berbeda dengan parameter orang dewasa
- anak berbuat kesalahan adalah lumrah, karena sedang proses belajar
- permasalahan personal tidak akan selesai dalam sehari semalam, jadi perlu waktu dan  kesabaran

5. Tidak berupaya mengetahui motif anak berbuat salah
Kadang si anak berbuat kesalahan tanpa sengaja atau tanpa tahu bahwa dia berbuat kesalahan, jadi orang tua harus berusaha mengetahui latar belakangnya.

6. Selalu menerima syarat yang diajukan oleh anak
Hentikanlah memberikan imbalan atas suatu kewajiban yang dilakukan anak. Ini seolah olah merupakan "suap" bagi si anak. Lebih baik meluruskan motivasi si anak sejak awal daripada setelah besar lebih susah untuk melakukannya.

7. Berlebihan dalam berjanji kepada anak

8. Menghukum anak atas perbuatan baiknya
Misalnya, si anak tiba tiba membereskan tempat tidur sebagai kejutan untuk ibunya. Setelah itu dia lapor pada ibunya, Bu aku sudah membereskan tempat tidur. Kemudian si Ibu berkata : Kamu harusnya mandi dulu baru membereskan tempat tidur !"
Nah si anak akan kecewa. Atau orang tua yang malas memberikan pujian atas hasil karya anak, karena dia sedang sibuk bekerja, dengan jawaban jawaban "Sana, main lagi aja, ibu sedang sibuk" dll secara tidak langsung "menghukum" si anak yang telah berbuat kebaikan.

9. Tidak menghukum perilaku buruk anak
Misal si A memukul temannya, orang tua hanya berkata "namanya juga anak-anak, nanti juga berbaikan lagi". Ini akan membuat si A  semakin menjadi - jadi di lain waktu.

10. Memberikan isyarat negatif Katakan selalu kata kata positif terhadap anak untuk memotivasi. Kamu anak pinter, kamu anak pemberani dsb

11. Membandingkan seroanga anak dengan anak lain dengan tidak adil

12. Memberlakukan standar ganda
Misalnya, pernah orang tua tertawa-tawa dan merasa lucu ketika si anak jalan jalan telanjang dalam rumah. Besoknya dia melakukan hal yang sama tapi pas ada tamu, eh, orang tua marah. Maka si anak akan bingung.
Contoh lain, orang tua meminta anak bicara jujur, tapi pernah meminta si anak mengatakan ayah tidak ada, ketika ada tamu yang tidak disukai, dll.

13. Tidak memenuhi kebutuhan kasih sayang dan cinta anak
Anak membutuhkan kepasatian bahwa dirinya dicintai. Rasa cinta kepada anak, akan membuatnya aman dan tentram serta tumbuh alami dan terhindar dari kegoncangan jiwa, frustasi maupun rendah diri. Anak yang mendapat cinta dan kasih sayang, lebih cenderung bersikap patuh, bisa bekerja sama dan disiplin.

14. Tidak memperhatikan patokan-patokan dalam memberikan sanksi fisik
Tidak memberlakukan hukuman fisik sama sekali, adalah hal yang salah juga. Tetapi, hukuman fisik adalah langkah terakhir. Selain itu, hindari menghukum saat marah. Ada tahapan tahapan memberikan hukuman :
- sampai dua tahun anak tidak boleh dihukum, tapi diberi imbalan atas perbuatan baiknya.
- setelah tiga tahun anak dapat menangkap perubahan roman muka ketika kita marah atau tidak suka.
- sampai usia delapan tahun, hukumannya adalah mengambil/mengurangi kenikmatan jika si anak bersalah.misal anak merusak mainan, maka mainannya disimpan utk waktu tertentu.
- sampai sepuluh tahun, anak ditegur dengan kata-kata.
- setelah 10 tahun anak boleh dipukul dengan "pukulan edukatif". (tidak dimuka, tidak di kepala, tidak menyakitkan, tidak keras)
- mengganti pukulan dengan kecaman ketika si anak sudah sampai tahap "menjadi teman" yaitu sekitar 12-14 tahun.

15. Tidak memperhatikan perbedaaan individual dalam mendidik anak
Setiap anak mempunyai kecenderungan yang berbeda, ada anak penurut, ada anak yang mudah menerima akhak baik, ada anak kritis, semua harus disesuaikan dengan si anak.

16. Tidak bertahap dalam berinteraksi dengan anak
Dalam memperbaiki akhak, pertama yang kita lakukan adalah meluruskan secara umum di hadapan semua anak tanpa menyebutkan si pelaku kesalahan. Jika tidak berhasil, maka luruskanlah di tempat tertutup (terpisah dari anak lain). Selain itu, bila cukup dengan isyarat, maka janganlah dilakukan dengan yang lebih keras dari itu. Harap dipahami, bahwa manusia sulit untuk merubah seluruh perilakunya secara sekaligus, sehingga harus bertahap.

17. Menghina, melecehkan, dan diskriminatif dalam memperlakukan anak

18. Tidak kompak dalam cara mendidik
Komunikasi orangtua, ayah dan ibu, harus menerapkan cara yang sama dalam mendidik anak. Jangan sampai si ayah menolak prinsip ibu, atau sebaliknya. karena ini akan membingungkan si anak.

19. Tidak melibatkan anak dalam membuat aturan
Ini adalah semacam kesepakatan antara ortu dan anak. Sehingga anak pun akan lebih bertanggung jawab ketika dia juga ikut menentukan peraturan.

20. Bersikap negatif dan salah terhadap anak
Otoriter, over protektif, mengabaikan/tidak peduli, memanjakan adalah contoh sikap yang salah terhadap anak.


wallahu 'alam bish-showwab

Ibu (Puisi karya Mbak)

hangatnya selimut
gk sehangat "PELUKAN IBU"
lembutnya kain sutra
gk selembut "BELAIAN TANGAN IBU"
besarnya CINTA di dunia
gk bisa menggantikan "CINTA IBU"
maka dari itu, sayangilan IBU
karena beliau sudah mengandung dan membesarkan kita
sampai sekarang
selamat hari ibu
I love u


Kamis, 16 Desember 2010

Aku dan The Urban Mama


Memiliki balita di rumah - walaupun itu yang kelima sekalipun- ternyata masih sangat menakjubkan. Selalu ada hal baru yang aku dapati. Mungkin jadi makin belajar ya... Belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu, untuk menjadi lebih baik di masa depan . Selain itu, banyak  juga hal hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali, kini menjadi salah satu bagian yang sangat sangat diperhatikan.

Anakku yang kelima ini, jarak kelahirannya cukup jauh dibandingkan dengan kakak-kakaknya. Putri pertamaku, Fathimah, saat berusia 14 bulan sudah mempunyai adik laki-laki, Fikri. Dua tahun setelah itu, Fadhila -putri ketiga- lahir. Firda menyusul tiga tahun kemudian. Setelah Firda lima tahun, baru  lahir anak kelima, Faiz.

Aku ini mungkin termasuk orang yang mudah menerima apa yang ada, mudah puas dan mudah merasa cukup, dalam segala hal. Aku akui, banyak sisi baiknya. Aku jadi tidak ngoyo dan mudah bersyukur. Tapi, aku baru sadar (ngaku nih) kalau sikap ini ternyata juga 'menyedihkan', yaitu ketika akupun merasa cukup dengan pengetahuan yang itu itu saja. (malas aja alasan ya....).
Misalnya dalam hal pengetahuan tentang pendidikan dan pengasuhan anak, sampai Firda lahir, aku masih merasa cukup dengan membaca dari beberapa buku pegangan yang ada, ditambah ilmu turunan dari orang tua. Nah, setelah aku mempunyai teman yang sangat giat mencari informasi informasi baru terkait dengan itu, aku merasa seperti ditampar tampar. Ya ampuuuuunnn, seandainya aku di masa lalu lebih giat mencari ilmu, mungkin aku bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk anak kesatu sampai keempat.

Sukurlaaaaah, tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan. Kini aku merasa sangat beruntung. Pas Faiz lahir, aku sudah ada di Bandung (aku pindahan dari Kupang, NTT). Aku sudah kenal internet. Aku juga penempatan di kantor yang online internet sepanjang hari. Aku bisa dapat informasi tanpa harus kesana kemari, cukup dengan menggerakan jemari. Akupun ikut jejaring sosial dan nge-blog. (aku bersyukur Allah ciptakan Timothy Berners-Lee sang penemu world wide web. Klo gak ada Sir Tim Berners ini, semua itu mungkin masih hal yang mustahil)

Keberuntungan berikutnya adalah, temanku yang rajin cari informasi tadi, mengenalkan aku dengan The Urban Mama. Klo ada one stop shopping untuk toko, maka The Urban Mama  semacam one stop forum gitu... Asli, aku kagum sama penggagasnya, sama foundernya. Bener bener ini forum bisa membantu banyak ibu ibu muda/ibu baru  (dan ibu tua dan lama pemalas-cupu- kuper-nggak gaul sepertiku yang disana disebut Urban Mamas, dan juga buat para suami -Urban Papas, sebagai tempat menimba ilmu terkait dengan peran keibuan dan kebapakan (halah, istilah dari manaaaa... ini ).

Banyak sekali informasi yang aku dapatkan untuk memperbaiki semua yang terlewat dan tercecer pas anak pertama sampai keempat. Mulai dari resep -yang tentu saja mudah, cepat dan sehat- sampai tip tip liburan dan lokasi tujuan. Mulai dari memilih dokter kandungan sampai cara melahirkan dan di RS mana. Dari tip memilih tepung (ada juga lhoo....) sampai tip memilih sekolah anak bahkan investasi. Dari memilih mainan sampai memilih buku untuk anak. Dan enggak ketinggalan tentang kecantikan untuk mamanya. Banyak deh, nggak bisa aku sebutin satu persatu. Yang jelas jelas aku sadari, makin banyak dapat ilmu baru, makin sadar bahwa ilmu yang kita miliki ternyata masih sangat sedikit.

Dan yang sering membuatku kagum dan terharu adalah saat membaca sharing pengalaman Urban Mamas dan perjuangan mereka untuk menjalani peran utama sebagai seorang ibu disamping peran peran lainnya. Para Urban Mama ini  berasal dari seluruh penjuru dunia, dan dari berbagai macam profesi, banyak diantaranya yang masih sangat muda dan working mom juga seperti aku. Tapi yang membuatku senang adalah, kulihat para Urban Mama sangat menikmati peran sebagai ibu itu. Kupikir, itulah yang menjadi nafas dan energi perjuangan  mereka untuk memberikan yang terbaik buat anak anak.
Ah ya, hampir lupa, dari TUM tentu saja akupun dapat racun belanjanya. Racun yang membuatku lari. Bukan lari menjauh lho.... tapi lari mendekat.  Ammpuuuuuunnn deh, pengen merem rasanya mata ini biar nggak ngiler lihat benda benda yang menggiurkan itu.
Yah, saking lengkapnya The Urban mama mengulas seputar parenting dan parent to-be, sampai sempat kepikiran , kalau saja belum lima, mungkin aku akan-sangat-lebih- bersemangat untuk mempunyai bayi berikutnya.  Jadi kalau TUM punya semboyan there is always a different story in every parenting style, maka aku pun punya, there is always a different story in every children. wkwkwkwk




Selasa, 07 Desember 2010

Asyiiiiiikk.. Jalan Bareng Lagi

ikan menari aka ikan terbang

Liburan tahun baru Hijriyah ini, sebetulnya jauh jauh hari aku dah kasih sinyal sama doi, pengen jalan jalan ke tempat yang sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.....
eit tunggu dulu, bukan berdua, tapi sekeluarga.
Sepi disini dimaksudkan agar supaya (halaah... bahasanya !) bisa benar benar istirahat, refreshing, dan sebenarnya aku punya hidden agenda, yaitu mau ngajak semua anggota keluarga untuk berkontemplasi dan bikin resolusi.
Tempat yang kutaksir berat adalah Saung Dada Rosada (maaf ya pak Dada..kami di Uber menyebutnya demikian, karena ada prasasti bertanda tangan nama Bapak di gerbang masuk).
Assyiiik banget tempatnya, ada Saung besar di tengah kolam segi empat, bisalah sampai 20 orang.
Trus dua sisi kolam lain ada beberapa saung kecil kecil 5-7 orang. Di dua sisi lain ada jalan dan Saung Utama yang nyambung dengan Dapur, kasir, dsb.
Trus ada juga saung yang di atas menara, asli bisa lihat kota Bandung. Ada kolam renang kecil yang tiketnya super murah, 3rb saja.
Ada flying fox yang tiketnya super murah juga, cuma 5rb.
Sayangnya cuma satu, usulku itu belum di ACC sama boss. Aku maklum sih, mengingat tempatnya yang jauh di puncak gunung dan musti carter ojeg dari rumah .
Kalau punya mobil sih bisa, walaupun musti perjuangan krn medannya turun lembah, baru naik lagi.

Tapi, ya sudahlah, tempat yang indah itu cukup aku bayangkan. Karena sampai hari H libur tahun baru tidak ada jawaban dari suami.

Eh, tiba tiba, sekitar jam 10-an Abi bilang,
"de, nggak usah masak, kita ke mina wangi ajaaa..."
asyiiiikkkk.... aku segera berkoordinasi dengan anak2, (*ih, bukannya kasih cipika cipiki ke suami yah)

Jam setengah satuanlah kami berangkat, diunjal 2x pake motor.
Acara makan yah seperti biasa, anak anak pesan juice kesayangan mereka, karena ini dah bukan yang pertama anak-anak ke sana, jadi  mereka dah bisa membayangkan jus apa yang bakal di pesan.
Ada jus cangcuter yang merupakan campuran beberapa buah berwarna merah
ada jus rainbow yang penampakannnya asli berwarna warni seperti pelangi, merah (strowberry) hijau (nanas)  putih (sirsak)
trus ada minuman Putri Malu yang ternyata isinya es kelapa, agar biru (masih mikir agar2 merk apa yang biru gini ) tambah nata de coco
Trus si mbak fathimah pesan minuman khas minawangi yang kubilang es goyobod pake gula merah. Hahaha..
Klo makanan sih, masih penasaran sama si Tahu Krispi itu yang ketika kubuat sendiri penampakannya tidak seperti yg disini. Mau nanya resep nggak mungkin kaaan dapat jawaban.. Kami pesan nasi liwet dengan lauk ikan nila merah yang digoreng seperti lagi menari.

Di atas semua itu makanan yang nikmat itu, terima kasih ya Allah, selesai makan hujan turun, jadi kami malah ngobrol.
Tujuan utama ngobrol sama seluruh anggota keluarga, tidak tercapai dengan maksimal, karena perhatian anak anak terpecah dengan keasyikan khas anak anak, main air, lompat sana sini, lihat ini itu, yah, semacam itulah.
Ah, kupikir bisa diatasi, toh mereka punya jadwal curhat yang gilirannya mereka atur sendiri.
Tapi, aku  bisa ngobrol sama suami -yang benar benar jarrraaaanggg banget ngobrol- tentang banyak hal yang  selama ini tak terobrolkan.
Sukurlaaah...



Rabu, 01 Desember 2010

Kue Ultah buatan Ummi

Seneng juga ya.. berteman dengan para penggemar masak, apalagi kalau ahli masak. Lumayan ada ilmu ilmu yang tertular.
Salah satunya kue ulang tahun hasil nekat ini.

Aslinya mungkin tidak seindah penampakannya.
Isinya adalah bahan bolu lapis kukus yg pernah kuposting sebelumnya, tapi kuwarnai coklat semua.
Sehari sebelumnya aku langsung memasukkan ke dalam loyang adonan satu resep itu. Ternyata enggak jadi alias ada yang mentah di dalam.
Setelah tanya kanan kiri, memang proses pengukusannya musti selapis demi selapis.

Luarnya adalah krim (yang ini masih dibuatin sih sama ibu Tri), trus aku cobain pencet pencet sendiri di rumah..
Di bagian atasnya, coklat batangan yang kusisir tipis. Sebelumnya dilapis krim dulu.
Lalu, tinggal tancepin deh itu si hiasan.

Alamaaaaak... Firdanya sueneng banget dapat kue ultah bikinan ummi.
Rasanya ???
haha aku nggak perlu komentar, karena anak-anakku tetap makan dengan lahap.


kue ultah ke-7 firda

  
tampak atas

kue tampak samping
hiasannya instan

  
si nona yang ultahnya

  

Mencintai Sunnah

Mozaik pertama
Seorang akhwat yang  sedang  belajar membekam, mulai membekam teman temannya satu demi satu. Diberikannya sentuhan halus dan hangat di punggung, terutama di titik titik sunnah bekam. Sambil diceritakannya bahwa bekam adalah pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan berbekam secara teratur, insya Allah akan senantiasa sehat dan bugar. Karena sel sel darah yang telah tua dan mati, dikeluarkan dan dibuang. Maka akan tumbuh sel sel baru untuk segera menggantikan. Kemudian dengan mengucap basmallah, dimulailah proses bekam itu. Si 'pasien' yang belum pernah bekam pun, percaya dan dengan tenang menjalani proses bekam.
Setelah selesai, akhwat tadi berkata : "alhamdulillah.... anti sudah menjalani salah satu sunnah Rasul yaitu berbekam"

Mozaik kedua
Seorang akhwat, sama sekali tidak suka madu. Malahan kalau minum madu, langit langit mulutnya terasa gatal. Akan tetapi, karena madu disebutkan  sebagai salah satu obat dalam al Qur'an, dan madu pun salah satu minuman yang disukai Nabi SAW, maka dia tetap 'berjuang' untuk minum madu. Untuk menghilangkan rasa gatalnya, dia minum air putih banyak banyak, dan makan camilan.

Mozaik ketiga
Seorang bunda, senantiasa membiasakan anaknya untuk membaca doa sebelum beraktivitas, dan kembali berdoa setelah selesai.
bahkan untuk hal hal yang sering dianggap sepele, seperti memakai sepatu, memakai baju, memakaikan celana, semua diawali dengan bagian tubuh yang kanan. Dan sebaliknya, dari bagian tubuh yang kiri bila membuka/melepasnya.

Mozaik keempat
Di sebuah sekolah, terpasang tulisan di koridor tangga "bertakbir ketika naik" dan "bertasbih ketika turun"

Subhanallah... begitu berserakan, sunnah sunnah nabawiyah, seandainya kita mau untuk mempraktekkannya. Semua begitu mudah. Hanya kita perlu membiasakannya.
Semoga, kita semua termasuk orang orang yang mencintai sunnah Rasulullah SAW, dan mengamalkannya,  hingga kelak Allah SWT mempertemukan kita dengan  Rasulullah SAW di jannahNya. amiin

Pasangan (Jadi) Jadian


Karya Lusiwulan
Andai saja anakku belum membaca buku ini, pastilah aku nggak buru buru pingin nyelesaiin baca, dan sudah berhenti di bab pertama. Karena kupikir tidak ada gizi yang bisa aku ambil dari buku ini. (Maaf ya, Lusi...).
Sama sekali aku tidak suka dengan ide 'tinggal serumah' cuma berdua yang dilakukan oleh Jagad dan Yayi. Ide untuk menerima kos laki laki di rumah perempuan lajang yang tinggal sendiri adalah benar benar menantang dan mengundang setan.
Dan akhirnya, kejadian juga, sepulang pesta, dan mabuk.
Udah gitu kepergok sama Kakek, Mama dan Papa Yayi, yang ngedadak datang, sekaligus Mama dan Papa Jagad.
Pembelaannya, mereka melakukan dalam keadaan mabuk. (Yang di akhir buku di ralat sendiri oleh penulis via tokoh Yasmin-bahwa mereka nggak benar benar mabuk, toh Yayi masih bisa nyetir dari apartemen Kumala sampai rumah). Dan akhirnya Jagad dan Yayik dipaksa menikah.

Ide konyol lain adalah nikah pura pura yang mereka lakukan. Tinggal serumah layaknya suami istri, tapi masing masing masih jalan dengan pacarnya.
Duh duh.. serasa aku lagi melanglang ke dunia mana dan di jaman apa... (*sembari berpikir apa aku yang kuper tapi sembari bersyukur juga di lingkaran pertemananku tidak pernah menjumpai hal seperti itu)
Sukur deh, mereka nggak nambah dosa dengan akhirnya menikah beneran di akhir cerita.