Kamis, 16 Desember 2010

Aku dan The Urban Mama


Memiliki balita di rumah - walaupun itu yang kelima sekalipun- ternyata masih sangat menakjubkan. Selalu ada hal baru yang aku dapati. Mungkin jadi makin belajar ya... Belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu, untuk menjadi lebih baik di masa depan . Selain itu, banyak  juga hal hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali, kini menjadi salah satu bagian yang sangat sangat diperhatikan.

Anakku yang kelima ini, jarak kelahirannya cukup jauh dibandingkan dengan kakak-kakaknya. Putri pertamaku, Fathimah, saat berusia 14 bulan sudah mempunyai adik laki-laki, Fikri. Dua tahun setelah itu, Fadhila -putri ketiga- lahir. Firda menyusul tiga tahun kemudian. Setelah Firda lima tahun, baru  lahir anak kelima, Faiz.

Aku ini mungkin termasuk orang yang mudah menerima apa yang ada, mudah puas dan mudah merasa cukup, dalam segala hal. Aku akui, banyak sisi baiknya. Aku jadi tidak ngoyo dan mudah bersyukur. Tapi, aku baru sadar (ngaku nih) kalau sikap ini ternyata juga 'menyedihkan', yaitu ketika akupun merasa cukup dengan pengetahuan yang itu itu saja. (malas aja alasan ya....).
Misalnya dalam hal pengetahuan tentang pendidikan dan pengasuhan anak, sampai Firda lahir, aku masih merasa cukup dengan membaca dari beberapa buku pegangan yang ada, ditambah ilmu turunan dari orang tua. Nah, setelah aku mempunyai teman yang sangat giat mencari informasi informasi baru terkait dengan itu, aku merasa seperti ditampar tampar. Ya ampuuuuunnn, seandainya aku di masa lalu lebih giat mencari ilmu, mungkin aku bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk anak kesatu sampai keempat.

Sukurlaaaaah, tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan. Kini aku merasa sangat beruntung. Pas Faiz lahir, aku sudah ada di Bandung (aku pindahan dari Kupang, NTT). Aku sudah kenal internet. Aku juga penempatan di kantor yang online internet sepanjang hari. Aku bisa dapat informasi tanpa harus kesana kemari, cukup dengan menggerakan jemari. Akupun ikut jejaring sosial dan nge-blog. (aku bersyukur Allah ciptakan Timothy Berners-Lee sang penemu world wide web. Klo gak ada Sir Tim Berners ini, semua itu mungkin masih hal yang mustahil)

Keberuntungan berikutnya adalah, temanku yang rajin cari informasi tadi, mengenalkan aku dengan The Urban Mama. Klo ada one stop shopping untuk toko, maka The Urban Mama  semacam one stop forum gitu... Asli, aku kagum sama penggagasnya, sama foundernya. Bener bener ini forum bisa membantu banyak ibu ibu muda/ibu baru  (dan ibu tua dan lama pemalas-cupu- kuper-nggak gaul sepertiku yang disana disebut Urban Mamas, dan juga buat para suami -Urban Papas, sebagai tempat menimba ilmu terkait dengan peran keibuan dan kebapakan (halah, istilah dari manaaaa... ini ).

Banyak sekali informasi yang aku dapatkan untuk memperbaiki semua yang terlewat dan tercecer pas anak pertama sampai keempat. Mulai dari resep -yang tentu saja mudah, cepat dan sehat- sampai tip tip liburan dan lokasi tujuan. Mulai dari memilih dokter kandungan sampai cara melahirkan dan di RS mana. Dari tip memilih tepung (ada juga lhoo....) sampai tip memilih sekolah anak bahkan investasi. Dari memilih mainan sampai memilih buku untuk anak. Dan enggak ketinggalan tentang kecantikan untuk mamanya. Banyak deh, nggak bisa aku sebutin satu persatu. Yang jelas jelas aku sadari, makin banyak dapat ilmu baru, makin sadar bahwa ilmu yang kita miliki ternyata masih sangat sedikit.

Dan yang sering membuatku kagum dan terharu adalah saat membaca sharing pengalaman Urban Mamas dan perjuangan mereka untuk menjalani peran utama sebagai seorang ibu disamping peran peran lainnya. Para Urban Mama ini  berasal dari seluruh penjuru dunia, dan dari berbagai macam profesi, banyak diantaranya yang masih sangat muda dan working mom juga seperti aku. Tapi yang membuatku senang adalah, kulihat para Urban Mama sangat menikmati peran sebagai ibu itu. Kupikir, itulah yang menjadi nafas dan energi perjuangan  mereka untuk memberikan yang terbaik buat anak anak.
Ah ya, hampir lupa, dari TUM tentu saja akupun dapat racun belanjanya. Racun yang membuatku lari. Bukan lari menjauh lho.... tapi lari mendekat.  Ammpuuuuuunnn deh, pengen merem rasanya mata ini biar nggak ngiler lihat benda benda yang menggiurkan itu.
Yah, saking lengkapnya The Urban mama mengulas seputar parenting dan parent to-be, sampai sempat kepikiran , kalau saja belum lima, mungkin aku akan-sangat-lebih- bersemangat untuk mempunyai bayi berikutnya.  Jadi kalau TUM punya semboyan there is always a different story in every parenting style, maka aku pun punya, there is always a different story in every children. wkwkwkwk




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan