Senin, 03 Januari 2011

Faiz (hampir) Hilang

Kejadian ini berawal ketika Sabtu sore ada teman Abi yang datang bertandang. Namanya Ami Ray. Ami Ray ini yang nemenin anak anak waktu aku melahirkan Faiz. Sekaligus membelikan dan membayar makanan untuk anak anak berbuka puasa. Itu juga ditelpon mendadak gak ada pembicaraan sebelumnya. Jadi kebayang ya... kedekatan pertemanan kami.
Si AMi Ray ini udah lama banget gak main ke rumah. Jadi kemarin itu, dari abiz ashar sampai maghrib bahkan sampai menjelang jam 9 baru pamit pulang.

Nah ketika adzan maghrib, Faiz yang udah cukup kenal dengan Ami Ray, nurut aja pas digendong diajak ke masjid. Bareng sama Fikri. Abi menyusul belakangan.


Paaass maghrib banget, aku pikir yang shalat di masjid pasti belum selesai, anak anak yang di rumah juga masih bersiap shalat, tiba tiba pintu diketuk orang. Aku bergegas membuka pintu dengan waspada. Siapa gerangan, maghrib-maghrib gini.
Masya Allah, seorang Ibu yang wajahnya belum kukenal (ternyata masih tetangga juga) datang sambil menggendong Faiz. Aku terkejut dong....
"Ini saya lagi jalan, liat Faiz  jalan sendiri. Mau ke Ummi katanya...."
"Ya ampuun.... terima kasih Bu... terima kasih Bu...
" sampai aku bingung bagaimana berterima kasih. Sembari kupanjatkan syukur padaNya. Meski sekian menit bahkan detik, kalau Allah menghendaki, bisa saja ada kejadian yang tak diinginkan.
Segera kuambil Faiz dan kugendong dan kupeluk dan kuciumin.


Tak lama kemudian Abi datang lari - lari. Kebingungan di wajahnya segera berubah jadi kelegaan melihat Faiz udah dipelukanku.
Ibu itu -yang aku belum tahu namanya- segera pamit pulang.
Abi cerita, katanya ibu-ibu di shaf belakang yang cerita, Faiz berjalan ke arah luar masjid.
Jadi Abi berlari pulang.
Uhh.. kebayang kalau Faiz jalan sendiri dari masjid, dan "ditemukan" oleh entah siapa..
Mana rumah di pinggir jalan rame, mana maghrib mah, semua di dalam rumah... Ah, tak sanggup aku membayangkannya.
Abi pun, nggak akan lagi-lagi ngajak Faiz ke masjid, sampai dia mengerti bahwa shalat itu nggak boleh "kabur".

(Sungguh aku sejenak mensyukuri anak2ku yang suka teriak teriak "Umi datang.... Umi datang" di jalan samping rumah, suka berlarian kesana kemari, jadi meski para ortu ini belum pernah ketemu, tapi anak-anak udah pada tenar. Padahal sering banget anak2 ini aku larang berteriak di jalanan.

Sungguh, aku makin pengen aja ada arisan di RT-ku sebagai sarana silaturrahim. Uh, musti nempel bu RT yang baru nih..)



tampang 'tak bersalah'  :  F5 pas lagi shalat di rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan