Sabtu, 29 Januari 2011

Resiko Penghasilan

Sudah seminggu ini ngantor di KM 0 Bandung. Berangkatnya juga jadi pagi pagi. Yang sebelumnya aku berangkat 7.15 sekarang 6.15 musti udah siap berangkat. Karena janjian sama teman (aku numpang dia naik motor) jam 6.30. Kesibukan pagi, sudah tentu berawal lebih nyubuh lagi. Memasak untuk yang di rumah dan untuk bekal makan siangku dan makan siang anak-anakku. Juga memasak bekal sekolah karena sejak semester ini aku sebisa mungkin berusaha tidak memberi uang jajan anak-anak, tapi membekalinya makanan dari rumah. Yihaa.. ternyata bisa sih, sudah seminggu berjalan aku nggak pernah terlambat sampai kantor.

Teringat pembicaraan dengan suami, seminggu sebelum aku pindah. Aku dah cerita menggebu-gebu, memberikan gambaran kesibukanku di pagi hari, dan tentu saja, maksudnya adalah meminta ridhonya berangkat lebih pagi dan pulang lebih sore sebagai konsekwensi. Siang istirahat tidak bisa pulang menengok anak anak. Terus tidak juga bisa mampir membeli ini itu kebutuhan prakarya anak-anak atau tugas sekolah yang kadang disampaikan mendadak. Belum lagi masalah peraturan baru tentang disiplin kerja yang mulai diterapkan Januari ini.  ee.. malah komentarnya ringan aja 

"yaa resiko penghasilanlaaah... kalau Abi berpenghasilan segitu ya rela rela aja berangkat pagi dan pulang sore sesuai jadwal."

Uhhh... bukan itu maksudnya Bapaaak..... pengen dibelain  malah dibiarin. (siapa suruh, kerja ya...) Yaaah.. tapi sukurlah, sejauh ini juga suami selalu pagi mengantarkan aku ke tempat janjian sama teman. dan sudah dua kali menjemput sore hari. Malahan minggu depan, pas dia libur kuliah, mau menjemput tiap sore. Sukuri aja deh.. apa yang kudapat, dari pada sibuk mikirin yang terlepas. Ada untungnya juga kok, jadi lebih banyak waktu buat berduaan sama suami, di perjalanan sepulang kantor.  Waktu kantor dekat kan, aku pulang sendiri, sama tukang ojek. hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan