Senin, 21 Februari 2011

Keidean



Pernah baca, atau pernah dengar, entah kapan dan entah dimana, katanya "meniru adalah bentuk kekaguman yang paling tulus".
Mungkin ada benarnya juga, makanya kita sering melihat ada suami istri yang makin lama makin mirip satu sama lain. Atau ada seorang anak yang tingkah lakunya sangat mirip orang tuanya, bahkan sampai cara berjalannya.

Tak jarang juga ada orang yang meniru orang yang dikagumi sampai cara bicara dan kadang isi pembicaraannya pula.
Malahan sering, kita secara sadar meniru model baju orang lain.

Nggak heran kalau ada orang yang memberi resep kreatif dengan 3 N
- Niteni (memperhatikan)
- Niroake (meniru)
- Nemoake (menemukan)
jadi dari memperhatikan orang, kemudian meniru, akhirnya keidean untuk menemukan sesuatu yang baru.

Lebih luas dari itu, katanya kalau kita pengen sukses, harus mau menapaki (meniru jalan yang sudah diambil) oleh orang sukses
Kata Mario Teguh, kalau ingin jadi orang baik, berlakulah seperti orang baiik.

Lebih agung dan lebih mulia dari itu, Allah SWT bahkan mememerintahkan manusia untuk meniru/mengikuti akhlak dan perilaku Rasulullah SAW sebagai bukti cinta pada-Nya.
Kesimpulannya, menurutku, keidean oleh ide orang lain itu sah sah saja. Asalkan tidak membajaknya seolah olah itu adalah hasil karyanya. 

Bahkan kalau bisa, jadilah kita manusia yang bisa mengidei (halaaah.. bahasanya !) orang lain, atau kerennya menginspirasi orang banyak. (pengennya....minimal anak anak kita lah, pan banyak juga, lebih dari 1).
Sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW, para pelopor kebaikan akan terus mendapat pahala yang mengalir selama masih ada orang yang melakukan kebaikan tersebut. Sebaliknya para inspirator keburukan dan kejahatan, akan terus mendapat dosa yang mengalir selama masih ada orang yang melakukan dosa tersebut.

Hiiii... sereeemmm

4 komentar:

  1. Wah, ditiru sih udah sering mak, sering jengkel juga karena caranya nggak etis. Tp ada satu yg gak bisa ditiru orang, yaitu yg ada didalam kepala kita. Jadi mendingan pikiran kita dibawa kedepan aja deh, biar saja orang itu tunggang langgang ngikuti kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya .. setuju...
      Makasih udah berkunjung, Mbak Lusi

      Hapus
  2. Yang paling dekat adalah orang tua ditiru anaknya.
    Sebagai muslim memang sudah seharusnya kita meneladani nabu kkita Muhammad SAW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia Bun. Kadang khawatir anak meniru kita sampai yang jelek jeleknya juga mereka tiru :p
      karena kita juga kan masih usaha menjadi baik, jadi belum semuanya baik.
      Smg kita termasuk orang orang yang bisa meneladani Nabi Muhammad SAW. Amiin

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan