Kamis, 24 Februari 2011

Senja Bersama Rossie


Karya : Tereliye

"tak ada mawar yang tumbuh di tergarnya karang"duh duh... puitis banget. Bisa aja Tere Liye membuat perumpamaan.

Tentang kisah Tegar, yang bersahabat sejak kecil dengan Rossie. Saking dekatnya persahabatan mereka sejak anak anak sampai dewasa, selalu berdua, selalu ada jika dibutuhkan, akhirnya Tegar sangat yakin, bahwa Rossie tak mungkin menerima orang lain disisinya.

Ternyata salah, karena tidak pernah mengungkapkan apa yang Tegar rasakan, akhirnya Rossie menerima ungkapan cinta dari orang lain yang baru dua bulan dikenalnya. Dan mereka segera menikah.

Hal itu membuat Tegar sangat terpukul. Dia melarikan diri dari kehidupan Rossie, sampai 5 tahun setelah pernikahan Rossie, baru Tegar bisa berdamai dengan masa lalunya.

Rossie telah sempurna dengan keluarga yang bahagia, bersama suami dan anak anaknya yang sempurna tanpa cela.

Tegar pun telah merencanakan sebuah pernikahan dengan perempuan lain.

Tiba tiba, tragedi bom bali memporakporandakan seluruh rencana.Rossie kehilangan suami, dan mengalami trauma. Keadaan memaksa Tegar kembali ke sisi Rossie dan anak anaknya.

Kayaknya jadian lagi deh... eh.. ternyata benar.

Hmmm...cukup menguras air mata, buatku yang cengeng ini. Tapi sekali lagi dari buku Tereliye, -menurutku Tereliye suka keindahan - kata katanya indah, ceritanya indah apalagi tentang sunset lengkap dengan detikannya, tapi ... kok pelakunya harus ganteng ganteng, cantik cantik, pinter pinter, kaya kaya. Semua sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan