Rabu, 04 Mei 2011

Abi Kecelakaan !

Kemarin, berangkat kantor seperti biasa. Sambil menunggu mbak Rahma datang, aku menelpon rumah. Menelpon ini kadang kulakukan sesampai di kantor.  Hihi.. padahal baru juga pergi yah.... Tapi ini biasa kulakukan untuk memastikan semua sudah siap, semua anak berangkat sekolah, semua berjalan lancar pagi itu dll,  karena aku selalu berangkat buru buru... (*begitulaaah...)
Karena sudah menelpon lama sebelum sampai di kantor, sesampai di kantor aku tidak menelpon lagi.... Eh, kira kira jam 8-an Abi menelpon (*tumbeeen...). Katanya tabrakan... (ya ampuun...) tepatnya ditabrak orang (mobil apa motor) di tabrak mobil. (trus gimana ??) nggak papa (iya sih, kedengaran dari suara di telpon, abi dimana sekarang ?) lagi dibengkel,motornya roda depan bengkok. (abi gimana ? *mastiin*) nggak papa ... dah ya.. assalamu'alaikum... (*aku cuma bengong, belum bisa mikir*)
Setelah duduk lagi beberapa saat sambil bekerja, eh kepikiran juga. Si Abi kan suka jaim, gak nunjukin sakitnya. Teringat beberapa tahun lalu, kecelakaan di Lembang, masih maksa pulang bawa motor. Pas dilihat, bagian tubuh sebelah kanan luka parut. Dari mulai pundak, tangan, dada sampai kaki. Nggak mau ke dokter sama sekali. Hanya dioles minyak But but saja. Alhamdulillah semua luka tidak ada bekasnya. Tapi dua jari tangan kanannya bengkok di ruasnya.
Akhirnya aku telepon lagi, Ummi mau pulang, ( Ngapain ?)  Yaah.. mau lihat Abi, hehe (nggak papa, cuman memar memar ) ya deh, mau jemput Firda (trus ke kantor lagi nggak ?) iya... (kalau balik ke kantor lagi, nggak usah aja. habis waktu di jalan) errr... ya udah deh, nggak balik ke kantor lagi (ya terserah kamu). *kalau nggak papa, kenapa ngarep aku pulang ya..*
Akhirnya siang aku pulang. Sesampai di rumah, Abi nunjukin lukanya, memang bener cuman memar di lutut kanan dan kiri, nggak ada luka. Tapi dadanya sakit kena stang motor. Kubujukin ke dokter nggak mau, kubujukin rontgen aja deh, teuteup nggak mau. Ya sudah deh... (aku belum pernah berhasil membujuknya ke dokter. Pernah Oom-nya membawa ke dokter itu juga pas doi vertigo dan lagi nggak bisa "melawan").
Kejadiannya di jalan yang sepi. si sopir mobil rupanya  mengantuk. Udah sejak dari Gasibu mengantuknya. Nabraknya di jalan Arcamanik. Dekat sekolah anakku. (untung si Mbak dah nyampe di sekolah) . Kebayang kan nahannya sudah sekian lama.... Tapi si sopirnya baik, masih anak anak sekitar 25 tahun, katanya mobil rentalan, habis jalan malem. Trus sambil nunggu bengkel buka dekat situ, dia ngajak si Abi ngopi dulu. Setelah ngopi beberapa saat, bilang mau markir mobil. Sambil pamit markir mobil dia ninggalin hape, di dekat Abi. Padahal bisa aja kan, dia kabur. Tapi dia ninggalin hape seolah sbg jaminan. Kemudian abis ngambil mobil, dia nungguin Abi di bengkelnya... Sampai beres dan ketahuan apa saja yang rusak. Baru dia pamit. Sambil ninggalin uang..
Lihat itikad baik anak itu, Abi nggak tega minta ganti semua kerusakan. Walaupun motor rusak parah menurutku. Velg depan sampai bengkok dan harus diganti. Sayap motor bebeknya juga.  ya sudahlah... Abi menerima ini sebagai musibah. Sambil menarik hikmah dari setiap kejadian. (Kata Abi mungkin ini teguran, Abi menunda membayar zakat, walaupun ditundanya itu karena dipake untuk berobat Ayah sakit).
Malemnya habis shalat maghrib berjama'ah, Abi baru cerita kejadiannya ke anak anak. Anak anak kelihatan antusias mendengarkan ceritanya. Kata Abi ke anak anak, ada dua pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini.
  1. Kita nggak boleh takabur, udah nyetir hati hati, atau udah bisa naik motor (anak anak dah mulai mupeng liat motor, tapi aku bilangin, 17 tahun baru boleh bawa motor -tahan nggak ya...masih 4 tahun lagi dari sekarang). Walaupun kita hati hati, kalau orang lain nggak hati hati, kita masih bisa celaka. Jangan lupa berdoa sebelum bepergian.
  2. Kalau kita bersalah, kita harus mengakui dan bertanggung jawab. Seperti anak yang nabrak Abi tadi. Bisa aja dia kabur ninggalin Abi yang jatuh, tapi malah dia nolongin, nganterin ke bengkel segala. Trus kalau kita yang nggak salah, belajar maafin. Sebenarnya bisa aja Abi minta ganti semua kerusakan, kan Abi nggak salah. Tapi kan kita juga kasihan sama anak itu, dia juga mobilnya rusak.
Anak anak cuman manggut manggut aja...sambil sikut sikutan dan  liat-liatan, siapa yang suka lari dari tanggung jawab, atau siapa yang sulit memaafkan.  Aku yang mendengarkan sambil main main sama Faiz juga berharap, semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.  Pasti bener kok, semua yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Sudah ada yang ngatur. Walaupun semua manusia berkumpul untuk mencelakakan kita, kalau Allah tidak menghendaki maka tidak akan terjadi. Walaupun seluruh manusia berusaha mau menolong, kalau ALlah menghendaki maka tidak dapat dicegah. Apapun kebaikan yang kita terima, semua berasal dari Allah. Dan bila kita mendapat keburukan, maka janganlah menyalahkan, kecuali diri kita sendiri.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan