Senin, 09 Mei 2011

Dada Abi Sakit

Pasca kecelakaan hari Rabu, Abi nggak ngantor hari Kamis. Selain karena motor masih di bengkel, mungkin juga ada memar memar yang masih sakit.
Hari Kamis sore motor dah bisa diambil lagi di bengkel, dan Jumat ke kantor.

Sekitar jam 10an, Abi sms :
"Dada Abi sakit sekali, buat narik nafas juga sakit" (kemaren cerita dadanya kebentur stang motor) Aku panik.
" Ummi ke sana ya.." (membujuk)
"Abi di kantor"
"Iya, gapapa. Mumpung kasi lagi cuti." (maksa, padahal walaupun kasinya cuti, tetap aja, harus membuat surat ijin keluar ke pejabat penggantinya)
"Nggak usah"
"Ya udah, nanti pulang kantor kita ke dokter ya..." aku balas lagi.
Lamaaa ...nggak ada jawaban. jangan jangan ngambek gara gara diajak ke dokter.
"Abi googling aja, kali ada jawabannya kenapa kenapa" aku sms lagi. tetep nggak dijawab. Terus terang aku udah googling kasus "dada sakit pasca kecelakaan".

Aku sms Eci, keponakan tersayang dari kakak pertama Abi, nyuruh Eci sms Oomnya. Siapa tahu kalau keponakan yang sms, bisa tergerak hatinya buat ke dokter.
Eh, berhubung sampai siang gak ada jawaban dari Abi, setelah jumatan aku telepon. Eh nggak diangkat.
Berapa lama kemudian dia nelpon, gantian aku yang nggak dengar.
Aku telepon lagi, eh gak diangkat lagi. Ya udah deh, ngambek kali.

Aku cek ke Eci, apakah sudah bertanya ke Oom-nya. Kata Eci, Oom ke dokter aja, klo nggak ke dokter nanti Eci bilangin Mama.

Aku pulang kantor Abi sudah di rumah. Syukurlah nggak kenapa napa, slamet sampai rumah. (Sejujurnya pas perjalanan pulang kantor, aku sempat khawatir. Iya kalau Abi gak ngangkat telepon karena ngambek diajak ke dokter, kalau ternyata dia sudah pingsan di ruangannya gmana ? Trus gak ada yang tahu. Dia kan seruangan sendiri, trus suka pulang sore juga, jadi nggak ada yang curiga. Nyesel juga kenapa tadi nggak nelpon ke kantor aja..
Aaah, cepat cepat kusingkirkan pikiran buruk itu.)

Jumat malam, Mama Eci nelpon. Intinya mah nyuruh (aka memerintahkan dan memaksa) ke dokter.Besok mau nelpon lagi, sudah ke dokter atau belum . Hihi.. si Abi iya iya aja dibilangin kakak tertuanya.

Sabtu pagi akhirnya kami ke Prodia dekat rumah. Syukurlah ada dokter prakteknya. Jadi ke dokter yang kebetulan juga spesialis Radiologi, periksa dulu baru di foto X-Ray
"Sakitnya dimana ?" tanya dokter
"Di dada kanan dok" kata suamiku.
"Ayo kita periksa", kata dokter sambil beranjak ke meja periksa
Sambil meriksa dokter berkata "Kalau sakit di dada itu bahaya, di rontgen juga nggak akan kelihatan tulangnya ada yang patah atau retak. Karena tulang di dada adalah tulang rawan. Paling kita tahu ada kerusakan tulang dari akibat yang ditimbulkan, misalnya lambungnya ketusuk, atau paru parunya bocor." (hah, ngeri amaattt)
"Kejadiannya kapan ?" tanya dokter
"Kecelakaannya hari Rabu, tapi sakitnya baru kemarin Jumat"
"Yah, kalau kejadiannya Rabu, Jumat baru sakit semoga lukanya ringan. kalau pas kejadian langsung sakit, itu parah biasanya." (sedikit lega....)

Singkat cerita, setelah menunggu kurang lebih 30 menit, foto pun siap dilihat oleh Sang Dokter. ALhamdulillah nggak ada kerusakan yang nampak> Kata dokter, sakitnya itu kemungkinan karena dagingnya kebentur saja... (hmmm.. tiba tiba aku mensyukuri si perut Abi yang sudah mulai menonjol ..)
Dokter hanya ngasih obat penahan sakit yang diminum pagi dan sore, sama salep yang dioles untuk meredakan sakit juga... Total biaya foto X-Ray dan dokter dan Obat hanya 94 rb saja... (nggak nyangka, asli)

Syukurlah kami bertemu dokter yang baik dan ramah. Jadi di tengah nggak mau-nya Abi ke dokter dia tidak tambah kecewa dengan dokter. (aneh ya.. hari gini masih ada yang nggak mau ke dokter)

Di dekat pintu keluar Prodia Abi tersenyum dan berkata :
" Tuh kaaan.. nggak papa, kalian aja yang terlalu khawatir"
Gubraaakkkk !!!!. masih ngeles juga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan