Senin, 24 Oktober 2011

Pengemis : Modus Operandi Baru

Teringat masa kecil, ketika sering lomba baca puisi, pengemis identik dengan gadis kecil berkaleng kecil seperti puisi karya Toto Sudarto Bahtiar. Ternyata sekarang pengemis tidak sesederhana itu. Ada yang berbentuk gadis kecil menggendong anak kecil, atau gadis kecil dengan tangan kecil yang tengadah dan wajah memelas.

Mungkin ada yang menganut faham, kalau mau ngasih ya ngasih aja laah. Tapi ketika yang mau dikasihin hanya segitu gitunya, yah kalau aku sih mendingan lihat lihat dulu, supaya "multiplier effect"-nya semakin besar. (halaaah.. bahasanya)

Nah cerita soal pengemis ini, sebenernya aku lagi agak sensitif, karena di lampu merah dekat kantor ada "pendatang baru", seorang pengemis bersih, dengan bayi di gendongan, selimut bersih, baju bersih, semuanya tampak bersih. Sampai suamiku yang super pendiam juga sampai komentar. Klo aku mirisnya sama si bayi ya.. dari kecil dah diajarin meminta minta, gedenya jadi apa yah... Semoga kelak bayi itu bisa memilah mana contoh baik mana contoh buruk dari ibunya.

Beberapa hari lalu, pas aku jalan kaki di pertigaan Jalan Jakarta dan Jalan Sukabumi, seorang Ibu memanggilku. "De... de..... " katanya. Aku berhenti dan menunggunya.
Setelah dekat, ibu itu berkata "De, ibu mau minta tolong. Ade punya receh nggak. Ibu mau cari kerja jadi pembantu, tapi ternyata udah ada yang masuk duluan. Sekarang Ibu mau pulang ke Tanjungsari (Sumedang) nggak punya ongkos" katanya.
"Ya udah, bareng aja sama saya atuh, lewat Ujungberung" kataku spontan.
"Nggak Neng, Ibu mau naik bis kota aja, yang ke Nangor (Jatinangor), Ibu minta 2ribu aja" katanya.

Ah ya, ada bis kota ke Jatinangor dari perempatan Jl. Jakarta dengan Ahmad Yani.
AKhirnya kuberikan 5ribuan. Dia berterima kasih terima kasih gitu walaupun uang segitu mungkin buat kita nggak seberapa.

Eh, sedikit buruk sangka muncul, ketika aku udah putar putar di jalan Jakarta itu, ketemu lagi sama ibu yang tadi, dan dia belum berdiri di jalur bis kota. Aih, tapi sudahlah. Aku menepisnya.


Ternyata, dua hari kemudian, aku melihat ibu itu masih di sekitar jalan Sukabumi dan A Yani. Alamaaaak.... Gimana nggak berburuk sangka coba !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan