Minggu, 23 Oktober 2011

Raport UTS

Yah, anak sekarang mah beda sama anak jaman dulu, jaman aku. Meski masih SD dan SMP mereka ada UTS macam mahasiswa aja. ALhamdulillah UTS nya udah selesai 2 minggu lalu. Dan kemaren dua Sabtu berturut turut aku mengambil raport hasil UTS itu.

Sebenernya aku termasuk orang tua yang "nrimo" , dalam segala hal. Jadi dalam hal raport anak anak ini juga aku nggak punya target khusus. Yang selalu aku tekankan ke anak anak adalah, mereka berjuang melawan diri mereka sendiri. bukan melawan orang lain. Jadi aku mengukurnya yah dengan melihat keseharian mereka di rumah. Ini review hasil raport itu

Mbak :
Untuk hasil di kelas cukup memuaskan. Dia ranking 3. Semester genap lalu dia rangking 7. Tapiii... ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Tidak lulus KKM bukan berarti nilai merah ya.. karena KKM ini adalah batas minimal yang ditentukan oleh sekolah. Ada yang 7, ada yang 7.5 tergantung pelajarannya.
Dari 3 pelajaran itu, satu pelajaran (bahasa Sunda) itu sekelas nggak ada yang mencapai KKM (aneh kan ? ) Ya sudahlah.
Tapi kalau catatan dariku adalah... Mbak belum cukup maksimal dalam belajar. Habis maghrib belajar sambil main hape. Subuh subuh bangun pagi kembali pegang hape. Rasa rasanya harus diambil tindakan khusus terhadap benda bernama hape ini.

Fikri
Ini adalah raport pertama Fikri di SMP. Dia memang berhasil masuk SMP cluster 1 dibanding Mbaknya yang masuk SMP cluster 2. Aku cukup maklum kalau persaingan di sana begitu ketat. Maka ketika disebutkan 10 besar di kelas dan Fikri masuk di sana, aku sudah bersyukur. Tapi .. .lagi lagi ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Memang saat aku konsultasikan ke Walikelas, ini hal yang biasa. Nanti anak minta remidial aja ke guru pelajaran ybs.
Tapiiii... besoknya ketika aku bertemu dengan temanku yang sekolah di sekolah yang sama dengan Fikri, ternyata anakknya ranking 10 dan nilainya itu jauh lebih besar dari nilai Fikri yang rangking 4 .  Waah, ada yang salah niy.
Sebenarnya aku melihat Fikri ada kemunduran dalam mengelola waktu dibanding SD dulu. Waktu SD kan dia full day, jadi udah banyak belajar laah di sekolah. Maka kalau di rumah aku gak gitu nuntut. Sekarang Fikri sekolah siang. Nah kalau pulang sekolah di sore hari dia sudah capek. Tapiii.. di pagi hari setelah mengerjakan tugas rumah tangga, dia tinggal santai santai.
Yah, ada yang harus dikoreksi.

Untuk Mbak dan Fikri mulai malam tadi, mulai abis maghrib sampai pagi menjelang sekolah, hape harus disimpang di suatu tempat yang disepakati yaitu di rak buku.Nggak boleh lagi dibawa bawa ke kamar atau di bawa bawa tidur. Dengan harapan malam hari bisa konsentrasi mengulang pelajaran, dan pagi hari bisa baca walaupun sedikit.

Fadhila
Tahun ini dia tetap di kelas 5A. tapi sesuai pengalaman tahun tahun sebelumnya, kelas A ini justru untuk anak anak yang agak 'kurang' dalam prestasi akademik.
Memang selama setengah semester ini, nilai Fadhila lumayan naik laah dibanding nilai semester genap di kelas 4. Dan betapa terkejutnya aku, ketika menerima raport Fadhila masuk 5 besar. Bukan terkejut senang ya... tetapi terkejut, karena dengan nilai yang dia capai (dan ada 4 pelajaran yang tidak lulus KKM) ternyata itu yang paling sedikit tidak lulusnya. Halaaah !!. Kayaknya ada yang harus dikomunikasikan niy, ke sekolah. Dalam waktu dekat ini. Harus.
Khawatirnya Fadhila cukup puas dengan hasil itu dan dia berhenti belajar.
Aku tetap memberikan dia penghargaan atas hasil yang di capainya. Tapi aku mengajak dia untuk realistis. Bahwa sekali lagi, dia berlomba bukan dengan teman sekelas. Tapi dia harus melawan "rasa malas" dalam dirinya.  Aku tunjukkan nilai (calon NEM) yang masih di kisaran 9,7,7 kalau dijumlahkan sekitar 24-25. Dan jumlah itu belum masuk untuk SMP Negeri dekat rumah. Bahkan yang cluster 3 sekalipun !!
Alhamdulillah Fadhila setuju kalau aku kasih soal tambahan semacam try out gitu untuk latihan dia di rumah.

Firda
Alhamdulillah, tidak ada  catatan dalam hal prestasi akademik. Tapi ada catatan dalam hal 'pengungkapan pendapat'. Katanya Firda di kelas jarang bertanya atau menjawab kalau tidak di tanya. Kata gurunya, apa karena mencari aman atau apa. Tapi kalau ulangan tertulis mah nggak ada masalah.
Aih .. aku jadi khawatir, jangan jangan karena keseringan di cela cela sama kakak kakaknya dia jadi menghambat kepedeannya. Wah harus lebih serius juga nih.. menangani yang ginian.
Binun juga kadang kadang, kapan membiarkan anak anak menyelesaikan masalah sendiri supaya mereka belajar problem solving dan kapan mencampuri urusan mereka. Habis. .. kadang kayak yang musuhan, satu dua menit kemudian dah baikan lagi.

Ternyata banyak PR juga buat Ummi Abinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan