Selasa, 20 Desember 2011

Kehilangan

Semua yang menyangkut "kehilangan" pasti bakal terasa menyesakkan. Kehilangan apapun itu. Hatta untuk masalah atau benda yang kelihatannya sepele. Karena sudah penyakit manusia kali ya.. baru terasa betapa berartinya "sesuatu" setelah sesuatu itu tidak ada lagi di tangan kita, atau sudah tidak dapat kita menjangkaunya.

Sebenernya ini masalah sepele kali ya...
Faiz sejak usia dua tahun senang sekali memainkan uang kertas. Awalnya dari uang kertas mainan, lama lama dia pinter memainkan uang kertas yang dia ambil dari tas Umminya yang suka digeletakkan di lantai begitu saja, dengan resleting yang kadang masih terbuka.

Ketika main itu, dia belajar, uang 100rb-an buat deposit pulsa, uang 50rb an buat beli beras/ke toko, uang 10rb buat naik ojeg kakaknya ke sekolah, dsb dsb dengan pecahan lain.
Nah suatu malam di akhir bulan, dia memainkan satu lembar 50 rb an dan bbrp 10 atau lima ribu aku lupa. Nah kali ini dia mainnya lain jurusan. Dia lipat lipat si uang itu, dan mau dimasukkan ke kotak infak dari masjid sekolah yang di memang disimpan di rumah.

Sebagai Ummi yg penuh perhitungan (apa pelit ?) aku tereak doong waktu Faiz lipat lipat satu satunya uang biru yang ada, mau dia masukkin kotak infak. AKu membujuknya agar mau menukar dengan pecahan lain, terserah yang mana.. Dengan susah payah berhasil tuh..
Syukurlah bisa dipakai bayar majalah besok (pikirku)
Dan besoknya aku semangat menunggu Mang majalah. Eh, ternyata nggak datang, Dan uang 50 ribu yang aku siapkan itu...... ya ampppunnnn... aku baru ingat siangnya, dan AKU LUPA NAROKNYA DIMANA ??
Hmmm serasa dapat tamparan deh... mau dibelanjakan di jalan Allah gak boleh, malah hilang begitu saja....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan