Senin, 31 Desember 2012

Juara

Meski musimnya terima rapot, ini bukan cerita tentang prestasi  anak anak ya.. Tapi tentang diri sendiri. *narsis
Sudah lama sekali rasanya tidak 'menikmati' momen momen saat kita dinobatkan menjadi juara.

Dulu jaman aku kecil, semua juara lomba lomba mewakili sekolah, piala pialanya disimpan di sekolah. Tidak satupun aku nyimpen piala. Paling paling dapat piagam penghargaan. Inilah yang jadi bukti bahwa kita pernah jadi juara. Tapi kan nggak mungkin piagam itu dipigura semua, paling banter dileminating dan masuk map.

Lain dengan jaman sekarang, kayaknya piala itu lebih mudah didapat. Lomba se RT, juara kelas, lomba tingkat sekolah udah bisa dapat piala.Bukan dendam lho.. ngiri ajah. hehe..Mungkin karena dulu aku tinggal di desa dusun ya.. yang kayak di lagu itu, nun di balik gunung, desa terkurung... jadinya jauh mau pesan piala *halah, nyambung gitu ?
Trus aku juga baru tahu kalau kita bisa pesan piala replika. Jadi kalau anak kita juara apa gitu. .mewakili sekolah, tinggal difoto ajah itu piala, trus kita bawa ke tukang piala, dan pesan piala yang sama seperti itu. Voila, jadilah ada piala yang bisa  dikoleksi di rumah.

Kalau diingat ingat, setua ini aku baru mendapat piala 'pertamaku' adalah di usia 30 tahun. Gak salah ? Enggak. *malu yaks, bayi sekarang aja udah bisa dapat piala dari  lomba foto*
Nggak malu laah, dapat piala kan seneng. Piala itu adalah juara satu lomba mendongeng yang diadakan oleh salah satu TK di Bandung Timur. Senengnyaaa.. minta ampun. Meski piala itu kecil saja.
Trus piala kedua sekitar 2 tahun setelah itu, yaitu juara 3 lomba pidato karyawati se Kanwil. Lumayan agak luas dikit skupnya. Pialanya juga lumayan tinggi. Lebih besar dari piala juara satu  lomba mendongeng. Meskipun kalau diingat-ingat,  aku tidak puas juga dengan performance aku kala itu. *telanjur kalee...
Sayangnya itulah satu-satunya lomba yang diadakan kantor. Setelah itu tidak ada lagi lomba-lombaan.

Nah setelah aku belajar ngeblog di tahun 2010, mulailah ikut-ikutan give away aka kontes kontesan. Walaupun sesungguhnya aku terus terang banci kontes. Alias kurang pede berhadapan dengan para blogger lain yang udah jago jago. Karena sebagai yang ngaku-aku blogger, aku jarang sekali bewe. Bikin postingan aja udah alhamdulillah.
Walaupun demikian, alhamdulillah sudah pernah ngicipin menang GA di jaman multiply dulu. 3 kali. Pertama dapat tas, kedua dapat banyak (gamis, kerudung, kaos kaki, lukisan Bali, merchandise, dll), ketiga dapat boneka tangan yang subhanallah indah sekali. Setelah itu jarang sekali ikut GA. Disamping karena pekerjaanku sekarang lebih sibuk, juga karena kalau sudah di rumah, suka males gak sempat bikin postingan. Jadi beberapa kontes terlewat begitu saja.

Di akhir bulan Oktober lalu, aku ikut dikirim diklat oleh kantor di Balai Diklat Keuangan Cimahi. #Eh, kok ya suasana diklatnya mendukung banget untuk ajang narsis membuktikan kemampuan diri kita. Sesuai judul diklatnya "Diklat Berbasis Kompetensi".
Senengnya ikut diklat ini, pengajar sekedar fasilitator. Suasananya pendidikan orang dewasa. Peserta diminta aktif. Yah pokoknya gue banget deh.
Di akhir diklat itu, alhamdulillah, dari teman teman sekelas, yang hampir semuanya lebih muda dari aku, aku terpilih sebagai peserta dengan nilai post test tertinggi. (dapat hadiah) Dan akupun menjadi peserta paling aktif di kelas (ada juga hadiahnya).  Seneeeeeeenggg banget rasanya. Meski hadiahnya sederhana saja. Yaitu tempat pencil untuk di meja (hadiah post test) dan vacum cleaner mini untuk membersihkan keyboard sebagai hadiah peserta paling aktif.
Tambah seneng lagi, ketika aku pulang diklat, Sondang sudah menyiapkan traktiran buatku. Traktiran atas prestasi itu. hahaha... *itu mah alasan dia buat nraktir aja..

foto bersama fasilitator dan penerima hadiah %  kenaikan nilai pra test ke post test

Alhamdulillah.. ternyata usia bukan penghalang. Yang penting adalah usaha kita ya... Klo mau bikin resolusi untuk tahun depan (mumpung akhir tahun) mungkin aku ingin juara juara lagi. Juara sabar, juara ikhlas, juara tawakal, juara ibadah, juara sedekah... :P . Bukan di lombakan dengan siapa siapa, tapi dilombakan dengan diriku sendiri alias hawa nafsu pribadi. Semoga resolusi ini bisa dicapai, karena hanya diri sendiri yang tahu.
Klo di bisnis, pengen omset lebih besar, sedekah lebih besar, zakat lebih besar. Sukur sukur bisa ngefek orang lain.
Amiiin...



Sabtu, 29 Desember 2012

Gowes Sorangan

Suka duka bertugas jadi frontliners sangatlah bermacam macam. Sesekali aku jadikan status face book-ku. Sukanya, ketemu orang baru, ketemu orang dari berbagai kalangan. Kadang, di sela sela pelayanan, aku bertanya tentang jenis usaha mereka, atau bidang yang mereka geluti. Terutama pada para customer yang wajahnya nampak bersahabat.
Sering juga ketemu orang sekampung. Kadang kampungku sendiri, kadang kampung suami. Tapi alhamdulillah, aku belum pernah memanfaatkan kenalanku selama bertugas jadi front liner ini untuk kepentingan bisnis sampinganku. Rasanya gimana ya... pokoknya nggak sreg aja. Seakan akan memanfaatkan 'jabatan' (jiaaah...) untuk kepentingan pribadi. #curcol

Eh dukanya, ya pastinya ada. Tapi aku nggak akan ceritakan ya.. sama aja aku mengeluhkan pekerjaanku, yang notabene pemberian Allah, kepada makhluk-Nya. Ya kitanya saja yang harus pandai pandai bersyukur atas anugerah itu, sehingga Allah tambahkan lagi nikmat-Nya. Betuuulll ? *Aa Gym mode on

Nah kemarin ceritanya kantor mengadakan sebuah kegiatan sosial. Yaitu pemberian santunan ke sebuah panti asuhan di Jalan Karapitan. Dananya di dapat selain dari kas DKM juga dari infak para karyawan/karyawati. Karena kegiatan ini dilaksanakan di hari Jum'at, maka sekalian aja pas olah raga pagi, yaitu ngegowes aliah sesepedahan. Jadi kan optimal tuh. 
Ngomong ngomong soal olah raga pagi, sejak di kantor baru ini aku masih belum dapat menyiasati bagaimana caranya supaya upaya menjaga kesehatan bisa terlaksana dengan teratur. Termasuk olah raga ini.
#curcollagi

Oh ya, untuk penyerahan bantuan ini, tentu saja tidak semua karyawan pergi ke sana / ikut ngegowes. Tapi hanya sebagian kecil saja, bebas, tapi perwakilan dari setiap seksi. Karena pelayanan harus tetap berjalan to ? Apalagi menjelang akhir tahun seperti ini. Upaya mengamankan penerimaan negara itu harus bener bener dioptimalkan.

Aku ? Tentu saja tidak dapat ikut. Karena aku bertugas di front office. 
Yah, daripada aku ngiler kepengen ikut, yang manah sepedah sudah disediahkan di halaman kantor, *benerbenerngiler* maka aku menghibur diri dengan sesepedahan mengelilingi gedung kantor, sebelum jam kerja / jam pelayanan dimulai. Lumayan, 20 menit keliling keliling. 
Sendirian ? Siapa takut !
kring kring kring..

yaks, narsis sejenak


senyum kemringet


Senin, 24 Desember 2012

Pelajaran Tentang Ikhlash

Lagi lagi Ayuk Fadhila menyampaikan hikmah yang didapatkannya dari kesehariannya.
Tak lama setelah dia menceritakan tentang rasa syukurnya, walaupun rada aneh menurut kita para dewasa, setidaknya dia sudah belajar. hehe

Kali ini dia menceritakan tentang belajar ikhlas. 
Susah sih ya.. soal ikhlas ini. Karena dia adalah amalan hati. Ada yang bilang kalau kita masih berkata "aku ikhlas kok" justru saat itulah keikhasan kita dipertanyakan. Jiah... Nah lho... silakan ya..kita instropeksi aja masing masing soal ini.

Nah balik ke F3 dan keikhlasan versi dia.
Hari Sabtu, sepulang sekolah, tiba tiba dia berkata gini
"Ummi, aku sekarang belajar tentang ikhlas"
"Bagus, emang kenapa ?"
"Iya, tadi di sekolah kan dapat hadiah kelompok, tapi hadiahnya nggak sama, jadi ya.. masing masing orang dapatnya beda beda. Aku berusaha menerima bagianku. Kan rejeki orang beda beda ya Mi ?"
"Hehe.. iya. Alhamdulillah, Ayuk sudah mengerti sekarang."

Kira kira seminggu dari itu ada satu kejadian lagi. 
Ayuk nitip Ummi beli jam tangan gambar menara Eiffel. Bukan yang ori sih, tapi Ayuk rela itu dibeli pake uang tabungannya. Dia lihat di kontak bbm temen Ummi ada yang jualan jam itu. Setelah menunggu beberapa hari maka jam itu sampai di tangannya.
Eh, belum juga semalam, namanya anak anak, punya barang baru ya dipegang pegang terus.
Lihat Ayuknya pegang jam tangan baru, F5 penasaran kali ya.. dia pun pengen ikut ikut main.
Daaan.... pletak. Terdengar suara benda jatuh di depan pintu kamarku. Ternyata jam Ayuk yang jatuh. Kacanya pecah dan langsung mati.
"Faiiizzz...." Ujar Ayuk. Masih kedenger sabar sih, nggak teriak.
Faiznya pias, takut Ayuk bakal marah. 
"Udah udah, Ayuk nggak marah kok. Jangan nangis ya.." kembali terdengar suara Ayuk membujuk adiknya.
Faiz kuminta minta maaf ke Ayuk.
Ayuk menerima. Wajahnya kulihat biasa saja.

Ah semoga dia memang tengah belajar ikhlas. (hihi.. klo pun emaknya nggantiin, entar aja deh, klo udah dekat hari sekolah. Sekarang libur dua minggu.)

Rabu, 12 Desember 2012

Prakarya

Sudah seminggu ini si F3 mendapat PR membuat prakarya terkait tugas UAS. Kalau tidak salah ingat, instruksinya adalah membuat bantal. Yah, bantal.
Mulanya dia minta uang beli kain flanel / felt. Hihi.. kebayang mau bikin bantal segede apa. 
Yah, aku kasih aja itu uang. Trus dia juga minta dacron, kuminta ambil sendiri di tempat penyimpanan.

Sudah hampir jatuh tempo itu prakarya enggak jadi jadi juga. Aku hanya bisa mengingatkan.
Nah hari Senin kemaren jadilah itu si 'bantal' kira kira diameter 15 cm hehe..
Ternyata pas sampai sekolah, Ibu guru tidak mau menerima prakarya itu, kecuali dia bikin satu lagi sebesar itu..
Weks !  

Nah, karena diburu dead line tadi malam dia bersemangat mengerjakan itu di kamarku. Aku asyik merajut. Karena F5 udah tidur.
Di sela sela F3 ngerjain tugasnya, dia sempat curhat :

"Ummi, prakarya temen aku bagus deh Mi, tapi, ini bukannya aku curiga ya Mi, tapi asa teu percaya, kalau itu buatan dia. Habisan rapi banget sih. Katanya sih dibantu sama ibunya."
Ku jawab :
"Ummi teh nggak mau bantu
teh, bukannya nggak sayang, tapi biar kalian belajar mandiri dan belajar kejujuran. Kan yang dapat tugas kalian, yang dapat nilai juga  kalian"

 
Eh tidak lama berselang dari itu, kebetulan ada TL twitterku "Do what you can, with what you have, where you are" Theodore Roosevelt. Meuni pas ya.. kubacainlah itu  ke anakku.
Akhirnya F3 ya meneruskan pekerjaannya.
 
Kira kira jam 9 dia sudah kelar dan berkata :
"Mi, ternyata kalau tugas kita kerjakan dengan gembira, bisa selesai juga ya.."
"Dan sungguh sungguh" sambungku.
"Iya Mi, dan sungguh sungguh. Ini geuning cuma sejam udah selesai. Yang gambar mustache kemaren asa lama."
Hehe... akhirnya sadar juga dia. 

Nah, inilah hasil prakarya si F3 itu. Terdiri dari 2 'bantal'. Kuning, bergambar mustache kira kira berdiameter 15 cm dibuat dengan gantungan kunci. Satunya lagi bantal hijau, kira kira lebih kecil sedikit, bergambar love. Hanya dikasih tali benang emas.




Minggu, 09 Desember 2012

Pelajaran Tentang Syukur

Pulang les, tiba tiba si F3 langsung menghampiriku yang sedang leyeh leyeh di tempat tidur
"Ummi, aku baru sekarang lho, bersyukur pindah ke rumah ini" *pindahnya udah 4 tahun booo*
"Kenapa memangnya ?"
"Iya dulu kan di rumah lama kita cuma punya dua kamar. Semua anak perempuan tidur sama Ummi. Anak laki tidur sama Abi. Terus rumah kita lantainya jelek, hitam gitu *abu abu tepatnya, tegel semen itu lhoo*. Trus kalau kita mau ngeruncingin pensil, tinggal digosok gosok ke lantai. Soalnya tadi ada temen Ayuk di kelas yang nggosok nggosokin pensil ke meja. Jadi Ayuk ingat waktu Ummi ngajarin kita nggosokin pensil ke lantai"
"Alhamdulillah ya.. bersyukur atuh ya, lantai kita sekarang putih dan bersih."

Hahaha, serius banget sih ya pembicaraannya...
Ternyata ya... sudut pandang anak kecil itu berbeda sekali dengan sudut pandang kita yang lebih dewasa.
Yang dia bilang ngeruncingin di lantai itu adalah, waktu itu (waktu itu =  4 tahun lalu atau lebih malahan, Ayuk itu baru kelas satu atau kelas dua SD), aku cerita ke F1 dan F2, jaman Ummi kecil, kalau cari serutan itu masih susah, tidak semua anak punya serutan. Kalau ngeruncingin pensil pake silet atau pisau lipat yang mudah sekali berkarat itu.

Nah, sebagai anak kecil yang takut kena silet/pisau lipat itu, kami ada jalan pintas meruncingkan pensil yaitu, tinggal melorot dari kursi, dan dikolong meja kami gosokkan ujung pensil ke lantai semen yang abu abu itu/plesteran. Walhasil, pensil runcing, dan lantai tetap tampak tidak bernoda. Apakah ada yang pernah melakukan hal seperti ini ?

*Halooooo... siapa yang hidup sejaman denganku?

Sabtu, 08 Desember 2012

Kenapa Kita Marahan ?

Si kecil Faiz rupanya belum bisa membedakan antara dimarahi, marahan, dan marah.
Aku mungkin jarang sekali marahin dia ya, dibanding kakak kakaknya. Pertama karena tugas tugas yang jadi kewajiban Faiz pun masih sedikit. (kewajiban ? hihi.. latihan kewajiban lebih tepat kali ye...). Jadi ya... peluang untuk mangkir ya tentu sedikit juga...
Berbeda dengan kakak-kakaknya yang sudah punya tugas sendiri sendiri.

Nah suatu malam, dia menanyakan satu hal yang membuatku kaget, menyesal, sekaligus pengen ketawa.
"Ummi, kenapa kita kemaren marahan ?"
"Karena Faiz tidak menaati peraturan, mau marahan lagi nggak ?" tanyaku santai
"Enggak aaah..nanti akunya nangis" jawab Faiz
"Makanya, Faiz kamu enggak boleh lagi melanggar peraturan ya.."
Faiznya cuma ngangguk angguk. Entah dia ngerti entah enggak. Kayaknya sih ngerti. *sok yakin

Nah sesungguhnya sebabnya marahan itu adalah, dia berhari hari ngungsi tidur di kamar Ummi dan Abi. Padahal kan dia udah punya kamar sendiri. Dan, 'marah'nya Ummi adalah pindah tidur ke kamar lain dan memberi kesempatan Abi mengantar dia tidur di kamarnya sendiri. :p

Jumat, 23 November 2012

Tajamnya Penciuman

Mungkin karena kebiasaan keluargaku dulu, yang tidak akrab bercium cium dan berpeluk peluk, kadang kadang sekarangpun aku merasa risi untuk melakukan itu. Walaupun - walaupun ya.. sama anak anak sendiri. Terlalu ? Eits... tunggu dulu... siapa juga minta lahir di keluarga dengan tipe 'dingin' gitu... Jadi ini semacam takdir, harus tetap disyukuri, dan diperbaiki di sana sini.
Memang siih, dingin dari ekpresi bahasa tubuh, tapi rame dengan bahasa verbal.  Bercanda canda, berteriak... hehehe..

Meskipun demikian, bukannya aku nggak peluk cium mereka, itu mah terlalu banget. Peluk cium laaah.. minimal setiap mau pergi/pulang, sehabis sholat, mau tidur,..naaah.. itung aja tuh.. udah lumayan kaaan..

Cuman ada satu yang aku suka nggak nahaaan, si F5 lagi lagi, klo cium itu .. nggak cuman sekali setiap waktu waktu itu..
Dia mah klo mau nyium itu nggak pake waktu, kapanpun.
Bahkan kadang aku lagi masak di dapur pun, dia tiba tiba bilang... 
Ummi, mau di gendong laah"
Kenapa?
Aku mau cium Ummi... *gubrak
Udah gitu kadang pakai main 'paksa' gitu. Paksa 'jumlah' ciumannya sampai bertubi tubi gitu, kadang juga maksa mau cium bibir.
Pake dipegang kedua pipiku segala hahaha

Nah kebayang jadinya kan ...  seberapa sering F5 ini menciumku. 
Suatu ketika, pas aku pulang dari pengajian seperti biasa dia cium cium gitu
Tiba tiba dia nanya dengan santainya
"Ummi tadi di rumah amah, makan ya ?"
"Iya, kok Faiz tahu?'
"Soalnya mulut Ummi bau soto "  *cekakak gubrak* 
Bener banget apa yang dia omongin. Aku makan soto banjar.....

foto berdua di Saung Pasir Kunci

model gini nihh..nempeeeellll terus, apa karena bungsu yah


Rabu, 07 November 2012

Bertemu Teman Lama

Kopdar kali ini bukan kopdar dengan sesama blogger. Tapi kopdar dengan teman face book. Teman face book pun bukan sembarang teman face book, tapi teman SMEA. (aaah.. SMEA, nama itupun sudah dilikuidasi jadi SMK..) Kebayang kaan.. betapa lamanya tidak ada pertemuan itu.

Semua ini rejeki dari Allah. Di pagi hari aku membaca status fb Aini Ney, bahwa dia sedang berada di Bandung. Spontan aja aku komen, ketemuan yuuukk...
Eh, gayung bersambut. Mulailah saling inbox posisi dan tukeran nomor hape. (Whaaatt... nggak punya nomor hape? ya eyalah, jaman dulu sekolah boro boro hape, pager aja barang mewah)
Sms-an pun berlangsung. Aku pake pesan-pesan, jangan nelpon, soalnya aku di front office, gak bisa ngangkat telepon. hihi...

Dan yang lebih tidak disangka sangka lagi adalaaah... setelah aku secara global menyebutkan posisi kantor dekat Gramedia/BIP/BEC, eh, beberapa waktu kemudian aku dapat sms
"Aku udah diparkiran Gramed, gak bisa ditelpon sih"  gitu bunyi sms-nya.
Karena menjelang makan siang, akupun capcus ke Gramed yang cuma tinggal ngesot.

Daaaaaan... singkat cerita... kami pun bertemu, berpelukan, dan entah berapa ribu kata (lebay) yang keluar siang itu untuk meringkas 20 tahun eh 21 tahun yang terlewat tanpa pertemuan dan kontak kontak.

Hihi..
Saking banyaknya yang mau diceritain jadi lupa mengingat ingat/mereview kembali, bahwa dulu aku dan Aini suka surat suratan. Eh, dia ingat nggak ya....
Tulisan Aini bagus, sesekali aku meniru gaya tulisannya di buku catatanku. (Walaupun tulisan tanganku juga cukup bagus lhooo..... ) Seneng aja, dalam satu buku ada berbagai gaya nulis.
Ada satu hal yang aku ingaaaaat sekali, dari Aini -lah aku tahu bahwa menyebut teman dengan "kamu" itu adalah tidak sopan. (hihi versi Aini). Maklum laaah, aku kan SD -SMP dari kampuuung. ceilee... ngeles.
Versi sopannya adalah menyebut nama.
Contoh : Aini, kamu istirahat mau ke kantin ? = tidak sopan
                Hai, Aini istirahat mau ke kantin ? (nanya ke Aini) = lebih sopan. wkwkwkwk.. memalukan yah.. tapi aku jadi tahu pergaulan anak kota.

Dan.. karena asyik makan mpek mpek Dempo di BEC jadi lupa popotoan cek orang Sunda. Maka akhirnya dua emak ini narsis di parkiran Gramed dengan cara mencolek teteh teteh yang lewat dimintai tolong untuk ambil gambar.

Inilah penampakan dua gadis SMEA itu....

foto di pintu mobil Aini

tukar tempat doang, eh, masih langsing seperti dulu ya...
 
 

Sabtu, 27 Oktober 2012

Wow ! Sambil Koprol

Punya anak lima dengan lima karakter yang berbeda selalu memberikan warna  tersendiri di dalam kehidupan .
Adakalanya mereka bertengkar, sehingga membuat perasaanku sulit dilukiskan
Adakalanya mereka ribuuuutt di depanku sehingga membuatku nge-hang, persis BB kebanyakan task.
Yah begitulaaah...
Udah gitu, seperti telah menjadi agenda rutin anak anak, setiap ummi mereka baaarrrrrruuu saja masuk rumah, entah dari kerja (biasanya pulang kerja) atau dari mana, selaluu saja anak anak ngerubutin. Bercerita semua, kadang satu persatu, kadang berebutan, semua diceritakan. Aku menyebutnya acara seputar Indonesia. :D
Nah, kalau pulang kerja kan menjelang maghrib, biasanya habis maghrib bersambung lagi.

Seperti beberapa hari lalu, F1-F4 berkumpul mengelilingiku. F5 gak ikut karena lagi tidur. (Tidur siang kesorean). Nah Mbak Fathimah menceritakan salah satu temannya yang menjadi bintang FTV.  Aneh kan... yang lain mah cerita sekolah, pelajaran, nilai dsb... Dan ceritanya itu 'maksa' banget. Sudah beberapa hari mengulang topik yang sama. Aku lagi masak, cerita itu. Aku lagi duduk crita itu. Dan kemaren sambung lagi entah yang keberapa kalinya.
"Ummi, temen aku ada yang main film lho.."
"Iya... " kataku sambil memperbaiki duduk
"Ih, ummi, meuni nggak ditanya, siapa namanya gitu .."
"Tahu, Andira kan ?" jawabku ngasal. Sesungguhnya nama temennya yang SMP ini -yang bintang pelm- aku nggak inget. Males ah *penting gitu ?
"Bukan lagi.. itu mah teman SD. Yang ini mah teman SMP"
Kemudian si Mbak menyebut satu nama. Aku nggak memperhatikan. Karena yang lain juga udah ngantri mau membacakan berita
Nah di puncak cuap cuap mereka yang melompat lompat topiknya itu, tiba tiba si Mbak nyeletuk
"Ummi... bilang wow gitu..."
"Iya... Wow !" kataku. Dan entah setan ketawa dari mana yang tiba tiba  membisiki, akupun bilang wow dan kemudian jungkir balik di kasur.
Lalu kami semua , Aku, mbak, fikri, Ayuk dan Teteh tertawa semua.  Akupun tak sanggup menahan geli. Sampai sampai pas Abi masuk kamar karena doi baru keluar dari kamar mandi, terheran heran, ngapain lima orang ini ngikik dan ngakak sampai segitunya.

Dan yang nggak nahan adalah komentar Fikri "Ummi, koprol mah enggak gitu ..."
Huh !

Selasa, 09 Oktober 2012

Panen Kersen

Ih... alhamdulillah senengnya .. seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, pohon kersen yang aku tanam makin rimbun dan berbuah banyak. Membuat gembira bukan hanya diriku (hihi..) tapi juga anak anakku. Akhirnya mereka mengalami yang namanya naik pohon. Seperti  Ummi dan Abinya jaman kecil dulu. Walaupun pohon itu adalah satu satunya pohon yang tumbuh di halaman kami.

Rupa rupanya, yang seneng bukan cuma aku yang nanem pohon itu, dan juga anak anak, ternyata banyak juga anak tetangga yang sering mampir dan ikut manjat pohon kersen ini.
Mulanya anak anak melarang, mungkin khawatir nggak kebagian. Padahal kersen ini kan tiap hari ada yang masak. Udah diambilin juga besoknya ada lagi dan ada lagi.

Pas Sabtu minggu lalu, si Abi ngeluarin tangga kirain buat apa. ternyata....
  
Metik kersen
Dan hasilnya adalah....
Teteh dan kersen hasil panen

 Dan entah benar entah tidak secara ilmiah ya.. sejak turunnya hujan, kersen ini makin besar dan ranum...
maniiisss... apalagi kalau disimpan di kulkas. Hmm.. manis dan dingin..

Selasa, 02 Oktober 2012

Blogger Sejati

Rasanya kagok hihi.. posting blog ini lagi setelah sekian lama nggak posting. Tapi mengingat cita citaku dulu saat membuat blog, maka ya sudahlah, kagok kagok juga dijabanin.

Ini adalah blog pindahan dari rumah sebelah yang sebentar lagi mau digusur. Proses pindahan belum sepenuhnya kelar. Tapi kalau nunggu kelarnya entah kapan, akhirnya di sono gak posting di sini gak posting. Banyak cerita cerita yang kelewat.

Nah makanya, mumpung momennya pas, yaitu awal bulan, maka mudah diingat kapan aku mulai pindah ke sini. Dan postingan sebelum hari ini adalah hasil pindahan semata.

Jadi, mulai hari ini, resmilah aku menjadi blogger sejati. Semua blog-ku terkumpul di blogger. Semoga dengan kepindahan ini, membuatku semakint teratur posting di blog. Karena tinggal login satu nama, udah dapat semuaaaa.....

Mohon doa restu ya... bismillah, pindah rumaah..... *salim*


Jumat, 07 September 2012

Mengecat Rumah

Sebulan sebelum Ramadhan tiba, suamiku kerja bakti ngecat rumah. Selama ini memang doi selalu ngecat sendiri. Seingetku selama berumah tangga, belum pernah minta tolong orang untuk ngecat.
Disamping karena alasan keuangan, aku yakin, pasti karena si Abi bakalan nggak puas dengan kerjaan orang. hehehe... know him so well laaah....

Memang yang ngecat Abi sendiri, tapi yang lain lainnya hmmm... mau nggak mau semua terlibat. Pertama tama adalah mengeluarkan isi ruangan yang akan dicat. Kalau kamar tidur, maka keluarlah semua isi kamar, ada lemari pakaian, lemari buku, meja belajar, tempat tidur, kasur dsb.dan segala isinya tentu saja.
Buku buku, baju, sprei, bantal wkwkwk
Tahap berikutnya adalah menunggu perintah, menggeser tangga, mengambilkan ini, atau itu atau lainnya.

Setelah proses mengecat selesai apakah kita bisa langsung masukin barang ? tentu tidak. Kami musti bantu ngepel lantai yang walaupun di alas koran tetep aja ada cat tembok yang berjatuhan barang satu atau dua lusin ;P titik.
Setelah ngepel selesai, barulah masukin lemarinya, rak bukunya , meja belajarnya, dsb.
Terakhir adalah menyusun kembali semua barang barang yang tadi dikeluarkan dari lemari, rak buku, meja belajar, dsb..
Jadiiii... kesimpulannya ya lumayanlah yang harus dikerjakan para asisten di sekeliling "tukang cat".
Mungkin akan lebih praktis jika meminta tukang cat profesional untuk mengerjakan ini, tapi ... dengan mengecat rumah sendiri ini, banyak keuntungan yang kami dapatkan
pertama jelas lebih hemat, karena tidak perlu membayar honor tukang. walaupun tentu saja, tetep sedia cemilan cemilan buat semua isi rumah yg kerja ekstra
kedua : lebih puas dengan hasilnya
ketiga : kami dapat 'liburan' dan 'hiburan' yang sangat spesial.
keempat : mengecat sendiri menjadi kesempatan buat anak anak untuk menentukan mengatur ulang kamar mereka, mulai dari warna dinding sampai komposisi kamar dan hiasan2 apa yang akan mereka tambahkan.

Nah dibalik cerita ngecat itu, ada satu hal yang membuat cukup dag dig dug selama beberapa hari berturut turut, yaitu si Abi yang naik tangga, di mana tangganya diletakkan di atas dua meja kecil. Hadeeeuh... sambil bebantu cuma bisa berdoa dalam hati. Semoga tidak terjadi apa apa. Alhamdulillah, semua lancar dan beres...

Abi istirahat sejenak di atas. sambil nyawang2 hasil ngecatnya

in action.. kayaknya nggak sadar ada canded camera.



Terus terang, aku mendingan lihat Faiz manjat manjat gini, tinggal diteriakin... "turun Naaak !"


F5, naik tempat tidur manjat jendela

Untunglah ya... ngecat rumah itu nggak perlu sering sering..

Senin, 27 Agustus 2012

Rabu, 18 Juli 2012

Perpisahan Paud

Tanggal 28 Juni lalu untuk ketiga kalinya aku ke sekolah F5. Terlalu ya.. mentang mentang sekolah tinggal nyebrang jalan. Yaaah.. habisan gimana ?
F5 sekolah Senin Rabu Jumat, jamnya juga jam 11-12.30, gimana aku bisa melihatnya ?
*alesan*
Tapi syukurlah... F5 baik baik saja diantar jemput sama Bibi. Jadi kalau dihitung hitung ya baru tiga kali itulah ke sekolahnya. Pertama pas pendaftaran, trus pas sekolah hari pertama, sama hehe.. pas perpisahan.
TER - LA - LU *RidhoRomaModeOn*
Nah, masa' iya sih... udah dibiarkan sekian lama, ini acara perpisahan aku nggak datang ?
Ya udah deeh.. akhirnya aku ijin sama Boss nggak akan masuk hari itu. Secara aku juga kebagian masak rendang dan aku lupa nggak belanja hari sebelumnya. Jadi aja pagi pagi aku ke pasar dan berburu segala macam hal yang diperlukan.
Maka pas kumpul di Paud, acara makan siang, aku sudah siap dengan bawaanku.
(Hihi.. rendangnya gak sempat foto. Biasa ajalah gitu..masakanku mana sih yang bisa diandalkan)

Ini aja ya.. beberapa foto yang diambil ala kadarnya.

suasana makan bersama
setiap anak dapat bingkisan


Minggu, 01 Juli 2012

Birthday Cake

Sahabat adalah 'malaikat' yang menjelma manusia. Cie.. itu aku baca di status status gombal hape anak anak. Hape anak anak ? ya iya laah.. Kita kan saling pinjam meminjam hape... hehe.. alasan. Padahal mah sebagai emak, tentu saja itu salah satu bentuk pengawasan. Syapa tau tiba tiba ada yang ngajak gadisku dating, kan bahaya... tuh.. masih pada di bawah umur..

Okey kembali ke laptop, eh ke sahabat...
Seneng ya.. punya sahabat yang nauin kita... Pas udah dekat ultahku, tanpa diminta mereka nanya duluan
"Mbak Titi... mau dibikinin kue apa ?" kata Tri.
Hehe.. berhubung aku sering tidak punya keinginan / tidak bisa menerjemahkan keinginan sendiri, ya udah aku pasrah aja dibikinin kue apa. Pesanku adalah, jangan yang susah, sehingga aku bisa bikin setelahnya.
Akhirnya Tri membuatkan redvelvet yang dihias sedemikian indahnya....


tampak atas

tampak samping

Kamis, 28 Juni 2012

Liburan : Outbond, PMR, Camping

Balada anak banyak dan semua tengah beranjak remaja, ternyata tidak mudah membuat acara. Kalau dulu ada apa apa hayuuu.. semua digiring ke acara itu, sekarang mah, harus pandai pandai menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan masing masing anak. Baru ngerasain yah, adil itu bukan berarti sama.

Liburan kali ini, keluarga gak bikin rencana kemana kemana gitu. Soalnya si F1, katanya seminggu pertama nggak libur, konsolidasi PMR nya, sebagai kakak tertua di SMP, nanti pas ada murid murid kelas 7 datang, mereka bakal sosialisasi tentang eskul PMR, sekaligus ada perfom gitu. Gak kebayang perfomnya apa, kali drama, bawa bawa tandu atau gimana. Contohnya tahun lalu dia katanya perfom tentang tsunami. Si Mbak jadi korban tsunami dan naik tandu. Tahun ini kali dia bagian yg menggotong Eh, syapa tau kaaan, karena sejak anak - anak SMP ortu gak pernah diundang lagi ke acara gituan yg di sekolah.

Kemudian si F3 sudah jauh jauh hari mau ikut camping ke Ciater. Semangat banget dia dengan klub cinta alamnya itu. Sudah dua bulan ke belakang dia tiap awal bulan hiking gitu...
Sampai sampai saking semangatnya, Dufan aja lewat. Dufan ? Iyah. Soalnya sekolah kan ngadain tur (gak wajib) ke Dufan. Ini semacam tradisi dua tahunan gitu. F3 ternyata milih camping ke Ciater. Maka berangkatlah dia ke Ciater, nginep semalam.

Nah sekarang tinggal F2 dan F4 nih.. mau kemana. Maka pas temenku SMS ada acara Fun Day with Qur'an yang diadain Rumah Keluarga Indonesia, ya udah anak anak aku ikutkan aja.
Eh, ternyata ada sesuatu yang baru aku tahu lho.. eh baru aku sadari. Si F4 itu ternyata nempel banget sama emaknya. Lah dia kan paling cerewet. Kayak radio gitu bunyi mulu. Ceritanya, di outbond hari ni, tidak ada teman dari sekolah yang sama. Semua peserta baru. Ada sih.. beberapa anak teman ngaji yg sering ke rumah. Tapi yang ke rumah cuman emaknya. Jadi sesama anak jarang kenal.  Nah pas aku mau tinggalin, pikiran jg sama F2 ini, eh... nangis. Ya ampuuun.. nangisnya kayak mau ditinggal mati aja.
Mending klo mati aku gak denger. Lha ini aku masih di situ dah nangis, bunyi lagi.. Terpaksalah akhirnya aku antar sampai lokasi outbond.
Kirain ya, dia bakal pede pede aja masuk lingkungan baru. Ternyata ternyata....
(Ummi nggak perhatian yah ?? Atau Ummi kepedan ?)

Oyah, tempatnya di Pondok Bambu, kira kira 4 km dari Saung Angklung Mang UDjo ke arah cimenyan. Tapi belum sampai Caringin Tilu dia belok kanan. Enak lho... Ada flying fox, nangkep ikan, play ground juga luas wlp cuma ada ayunan. Tapi adeeem banget. Berasa di mana. Padahal itu kan cuma naik ojeg jg bisa  (alias dekat). Tiket masuk cuma 5rb. Tiket wahana (cie..) aku gak tau ya.. tapi yg jelas, anakku cuma bayar 75 udah termasuk transport dari/ke Sucore, makan siang, snack, souvenir, dan wahana2 itu.

Sorenya, pulang pulang si F4 dah senyum senyum. Kutanya kok nggak nangis lagi ? Katanya seneng ikut acara itu dan mau lagi lhooo...
Dan sesuai dengan judul acaranya Fun Day With Qur'an, mereka nambah hapalan baru selama outbond.
foto diculik dari salah satu fb panitia


Rabu, 27 Juni 2012

'Racun' Jamu Tradisional

Wkwkk
Ini adalah resep turun temurun yang diturunkan oleh entah siapa.
Dulu waktu aku masih di Lapangan Banteng, suka naik mobil jemputan. Nah di mobil jemputan itu ada yang ngasih resep, kalau flu atau batuk minum air rebusan kunyit dicampur madu.
Syaratnya, tempat rebusnya dari kaca atau dari tanah. Jangan dari alumunium.
Nah, berhubung aku sedikit (*sedikit ???) malas, maka seperti biasa aku membuatnya dengan resep koboy.
Yaitu, pertama kupas dan cuci kunyit sampai bersih kira kira sejari telunjuk gitu. Kemudian potong tipis tipis dan masukkan ke dalam gelas kaca. Setelah itu, tuangkan air mendidih ke dalam gelas kria kira setengah gelas. Biarkan sebentar, sampai kunyit turun ke bawah dan air agak hangat. baru masukin madu dua sendok makan dan aduk.
Asli enak lho...
Nah ... karena faktor U yang membuatku sering lupa, justru aku jarang jarang bikin jamu ini.
Tapi alhamdulillah, aku sudah berhasil meracuni Fathimah dan Fikri dengan resep ini.
Daaaaan.. kalau mereka udah ngerasa tenggorokan nggak enak, langsung deh bikin sendiri.
Asyik kaaan

Selasa, 19 Juni 2012

Nonton Topeng Monyet

Rupa rupanya F5 itu benar benar terpesona yah sama yang namanya topeng monyet.
Pernah pas suatu siang, aku dan F5 baru pulang dari nganterin F3 dan F4 ke sekolah. Paaas banget aku masuk pagar, belum juga motor masuk garasi, ada topeng monyet lewat.
F5 minta aku memanggil. Iya deh... sesekali bersenang senang. Kasihan Abinya lagi ke Lampung, dia kesepian nggak ada yang bikin teriak teriak.

Daaan... ternyata.. lihatlah ekspresinya itu.



 

Belum puas rupanya dia melihat yang di halaman sendiri. Ketika topeng monyet selesai dan berjalan ke arah gang belakang rumah, maka dia pun ikut lagi ke sana. Padahaaaal... dia itu habis bepergian, dan belum masuk rumah sedikitpun


Kamis, 14 Juni 2012

Tok Tok Wow !

New Office !
Eh, pantes nggak sih, udah hampir 9 bulan masih berasa new office aja.
Yah habisan masih tertarik tarik ke masa lalu, ketika di kantor lama siiih... masih suka kangen kangen suasana lama. Haiyah... mulai postingan dengan sesuatu yang nggak jelas.

Yah meski di new office yang udah hampir setahun ini aku belum dapat teman yang klik dalam segala hal, tapi ternyata alhamdulillah aku mendapatkan klik klik dari hal lain.
Lokasi yang strategis membuatku mudah untuk memanfaatkan waktu istirahat siang untuk banyak hal.
Misalnya janjian sama si Doi yang musti pake acara kejarlah daku kau kutangkap itu.
Yang tadinya acara makan bersama menjadi semacam barang mewah, maka sekarang turun pangkat menjadi barang kena pertambahan nilai. Hahaha.. ya iya lah.. dalam arti sesungguhnya. Paling tidak seminggu sekali atau dua minggu sekali makan di luar berdua kan jadi ngeluarin duit ya...
Tapi nggak papa laaah... kebersamaan itu kan tak ternilai harganya. Maap belum ada potonya yah.. secara doi rada susah dipoto berdua.

Kemudian lokasi yang strategis dan dekat tempat keramaian, maka satu dua teman dengan mudah mampir ke sini. Aku bilagn berasa dapat tok tok wow.
Beberapa kali Mak Sondang mampir ke sini. Antar kue lah, antar oleh oleh lah, sekedar main lah.. dan terakhir kemaren dia ke sini nganter sepatu buat F5. hihi... senengnya..
Apalagi Bejo, pasti lebih seneng ya..


Mamak Ephraim, berkunjung tiba tiba, bawa Gaoqi. Lihat dia duduk manis di depanku sambil malu malu menikmati kue
sepatu F5 dari Mak Sondang

Sekali lagi, karena letak strategis ya.. dekat keramaian, dekat perlintasan, maka aku juga ketemu Ika Rahma a.k.a Mak Vio a.k.a. Emak Corby yang mampir pas mau ke Gramedia BIP. Benar benar emak dan anak yang sama sama menggemaskan. Eh.. ternyata dunia ini sempit ya.. makin sempit aja berkat internet. Ngobrol sana sini sama si Ika dia nanya. Kenal Sondang nggak ? Ya eyalaaah... bukan cuman kenal kaleee...

Aku, Violeta dan Ika Rahma
Ih, banyak banget ya... kejutan yang menyenangkannya... Semoga aku bisa betah dan harus betah di kantor baru ini. Banyak Tok Tok Wow !

Jumat, 08 Juni 2012

Mengajari F5 Tidur di Kamarnya

Seperti diceritakan F5 di blognya, sepertinya benar benar dia terobsesi oleh kata kata Abi, bahwa sebab utama dia nggak masuk attakwa adalah karena masih tidur sama Ummi.

Sebenarnya sudah agak lama aku dan suami mempersiapkan kamarnya. Tapi mungkin karena faktor bungsu dan berasa dia masih kecil (padahal bukan masih kecil ya.. paling kecil diantara 5 iya...), rencana pisah kamar Faiz belum jadi jadi juga. Syukurlah, kejadian dia nggak masuk TK itu membawa hikmah ya.. bisa jadi titik tolaknya.

Jadi kalau kuingat ingat, beberapa hal sampai dia mau tidur di kamarnya adalah :
1. Sosialisasi tentu saja. Itu yang pertama. Aku dan suami bilang bahwa dia semakin besar. Nanti suatu saat harus tidur terpisah dari Ummi dan Abi
2. Mempersiapkan kamarnya. Dan mendandani sesuai hasil kesepakatan antara ortu dan anak. Seperti F5 minta sprei dan bantal angry bird dan shaun the sheep, pas udah dibeliin ya suka rela aja dia tidur di kamarnya. Termasuk disini adalah pernak pernik ketika dia tidur sama kita. Obat nyamuk, minyak gosok anti nyamuk, air putih, apa saja deeeh..
3. Mengajak tidur ketika anak sudah benar benar mengantuk. Kebetulan kamar F5 di atas, jadi selama dia belum ngantuk, ya ditemenin aja main di bawah. Baca, mewarnai, main bola, main topeng monyet, main kartu, apa aja deh... 
4. Mengantarkan ke kamarnya sampai dia tidur. Kata para ahli sih, supaya timbul rasa aman dan nyaman. Karena dia masih masa adaptasi. Di sinilah prosesi mendongeng, mengobrol dan menanyakan kejadian seharian tadi biasanya aku lakukan.
5. Matikan lampu / redupkan lampu agar anak tidur lebih tenang.
6. Bila anak terbangun di malam hari dan menangis, maka kembali temani sampai dia tertidur. Kalau kita ajak anak pindah kamar, khawatirnya anak jadi nggak mau tidur di kamarnya. Syukurlah, sejak F5 lepas ASI, jarang banget terbangun di malam hari. Biasanya sih kalau terlalu panas/berkeringat, atau banyak nyamuk, baru dia bangun.
7. Memberikan penghargaan ketika bangun pagi, kalau dia berhasil tidur di kamarnya malam itu. Tidak harus hadiah mahal, ciuman dan pelukan yang lebih hangat, segelas susu atau sebuah dongeng, bisa jadi hadiah yang berkesan.
8. Tetap menyediakan hari, misalnya hari libur untuk anak anak bisa tidur bersama orang tua/tidur rame rame.
9. Sabar dalam menjalani prosesnya. (Ini yang paling susyaaah...)


ini dia pura pura tidur sehabis pasang sprei

pas Abi ke Lampung, dia tetap 'memaksa' tidur di kamarnya (hiks, Ummi sendirian)

Rabu, 06 Juni 2012

Di Tukang Martabak

*lupa dah pernah cerita ini apa belom*

Suatu sore pas aku berpakaian lengkap F5 nanya
"Ummi mau ke mana ?"
"Mau beli telor .."
"Oh.. di Mang martabak ya ?"  (ummi binggung)
"Nggak, di SB Mart"
"Kan di mang martabak banyak telor"

Selasa, 05 Juni 2012

The Gift : Tas Cewek

Hadeeeeh... eh salah..
Astaghfirullah..

Alhamdulillaaah....Dapat hadiah lagi.
Ini ada angin apa yah.. apa angin bulan Juni yah.. udah dekat dekat hari lahir alias udah dekat kematian juga, sehingga temen temen pada ngasih hadiah. wkwkwk promosi
Dan kayaknya memang ada unsur kesengajaan nih, ibu ibu di habitat pengajianku. Pengen lihat aku manis manis seperti halnya perempuan lain. Udah nggak betah kali lihat aku bepergian pake sandal jepit yang ambigu, bisa di pake laki laki maupun perempuan.
Udah nggak betah kali ya.. lihat aku pake back pack kemana mana, ke kantor, ke toko, ke pengajian (kecuali ke pasar ya..tapi kadang juga sih.. )

Maka pas minggu kemaren kembali ketemu di pengajian, mereka ketawa ketiwi sambil menyerahkan bungkusan.
Pesannya dipake ya... dipake ya...
Jadi penasaran. Apa nih isi bungkusannya.
Yang lain juga gitu.  Pada ngomporin, buka buka buka..

Jreng jreng jreng...
Setelah dibuka, inilah penampakannya
tas si sophie

Transformasi

Berawal dari usaha posting dari rumah yang kadang gagal membuka akun, maka kepikiran untuk merubah theme blog, ke sesuatu yang nggak pake gambar gambar gitu.
Sudah lama sekali sejak aku membuat akun MP untuk pertama kali, maka serasa baru belajar lagi.
Maklum, emak emak gaptek belajar mengenal teknologi.

Setelah diulik sana sini sana sini, akhirnya keputusan bertransformasi (jiaah) itu bulat sudah.
Maka aku pilih theme yang kosong.
Belum dicobain sih, pake modem di rumah apa tetep lelet atau tidak. (ngaruh nggak siiih...)
Tapi nggak papa kok. Aku suka dengan simpelnya penampilan baru ini.

Tadaaa.....


Sebelumnya
didominasi warna hijau


sekarang
didominasi warna putih dan biru tipis

 
Selamat menikmati. Semoga tetap betah... Menirukan kata kata Ligwina, lebih penting isinya (penghuni rumah) dari pada rumahnya.
Semoga tetap betah berkunjung ke sini ya....

Senin, 04 Juni 2012

Su Minum Air Timor, Na..

Warning ! Postingan Mellow !

Pagi tadi, pas sarapan, beberapa  anak OJT di ruangan nanya nanya tentang penempatan. Pas aku cerita pernah di Kupang dan 5 tahun di sana mereka terlihat takjub. Tambah takjub ketika aku ceritakan kondisi Kupang saat kami di sana.
Pagi itu sih.. aku cerita biasa aja... tapi pas baca status g-talk salah satu temanku yang nulis

 Not to drink the water of mahakam river. otherwise you'll be back

tiba tiba saja aku jadi kangen Kupang. Kangen ? Kangen apanya ? Yah kangen semuanya laaah...
Kok bisa ? Ya bisa laaah..
Fakta :
* Kupang adalah rumah pertamaku setelah menikah. Pertama tinggal serumah dengan laki laki selain Bapak/adik/kakak. Suka duka, tawa dan air mata dibagi berdua. Belajar mengurus rumah dan segala isinya.
* Kupang adalah kota pertama aku tinggal sangat jauh dari orang tua dan nggak bisa pulang sendiri (naik kereta ekonomi dari Senen - OOT).
* Kupang adalah pertama aku hamil, dan melahirkan anak anak dan membesarkan mereka jauh dari orang tua dan tanpa ART
* ke Kupang adalah pertama aku bepergian naik pesawat (gak penting kali yah)
* Kupang adalah kota pertama yang membuatku tahu rasanya naik kapal besar (walaupun mabok laut)
* Di Kupang aku merasakan benar benar dunia kerja dan bagaimana harus mengambil tindakan dan memutuskan antara berbagai kepentingan. (anak sakit, badan lelah, kerjaan menunggu, atasan beda pandangan, beda kultur, beda bahasa, toleransi, memahami, membawa diri,  banyak deh )
* Di Kupang pula aku menemukan saudara saudara se iman yang demikian tulus. Menemukan orang tua. Menemukan teman. Menemukan sahabat. Menemukan guru. Berkesan deh !

Itu aku belum cerita keindahan alamnya ya... atau keunikan alamnya...
Kebetulan aku tinggal di komplek rumah dinas suamiku, tempatnya di pinggir laut. Tepatnya di Jalan Tim Tim desa Pasir Panjang.  Itu memang jalan satu satunya menuju Timor Timur saat itu. Keluar komplek, nyebrang jalan udah sampai di pantai. Pasirnya putih, banyak karang berserakan di bibir pantainya. Kesukaan kami adalah bermain air di Minggu pagi atau habis shalat maghrib langsung ke pantai untuk menikmati sisa sisa senja. Kalau terbangun di malam hari, hanya suara debur ombak di tengah sunyi.

Kebetulan rumahku menghadap ke timur. Setiap hari, kalau mau lihat matahari terbit, tinggal melihat jendela. Maka tampaklah si matahari malu malu dari balik bukit.
Kalau pertengahan bulan Hijriyah, serasa bulan terbit di halaman rumah. Lebay ? Tapi begitulah. Kami cukup membuka pintu yang menghadap lapangan luas itu, dan di ujung lapangan sana, bulan melambai.
Kalau udara cerah, kami keliling kota naik motor di malam hari. Dari jalan depan GKN Kupang, terlihat laut luas membentang, ditingkah cahaya dari perahu nelayan yang kelap kelip bertebaran.
Pasar ? Jangan tanya timbangan. Mungkin telur dan gula menjadi sedikit produk yang ditimbang.
Yang lainnya ? satuannya "kumpul". satu kumpul, dua kumpul. Seperti taningan bahasa Jawa gitu.
Ikan ? Segarrr semua. Bahkan bisa ambil di perahu nelayan langsung. Kalau mau ikat fillet, tinggal beli yang sudah dipotong potong dari ikan besar itu. Kakap, tongkol, pari...
Jangan tanya udang dan cumi. Segarr segarr segarr....

Yang nggak di suka ? nggak usahlah aku ceritain ... ntar kalian nggak mau ke sana suatu saat nanti.
Pokoknya semua yang pernah ke Kupang nggak bisa lupa. Mereka bilang "su minum air Timor, na.." (sudah minum air pulau Timor, sih....)

ini aku di dalam rumah pertamaku, bersama F1, F2 dan F3


Minggu, 03 Juni 2012

Main Topeng Monyet

berperan jadi monyetnya
Mungkin F5 memang punya kecerdasan di bidang seni dan bunyi bunyian lain.
Soalnya cuma dia diantara anak anak lain yang pengen dibeliin alat alat musik.
Waktu itu dia minta drum. Minta gitar. Karena orang tuanya rada pelit di bidang begituan, eh salah, karena orang tuanya sangat perhitungan di bidang begituan, akhirnya dibeliin juga tapi drum mainan, gitar mainan. Aku udah pernah ceritain di sini ya... soal gitar itu.

Nah setelah dia punya drum, ada beberapa mainan yang dia sukai. Pernah misalnya menirukan kaset Mimi yang parade musik, sampai ambil tutup tutup panci segala.
Tapi yang paling dia sukai adalah mainan topeng monyet. Nggak peduli siang atau malam kalau dia lagi inget main ini,maka semua property dikeluarkan.
- drum tentu saja
- sajadah kecil
- motor kecil
- ember
- sapu kecil dan pengki

Siapa teman mainnya ? Yah terserah dia aja... mau ngajak main siapa.
Ini dia , kemaren F5 dan F4 main topeng monyet. Teteh jadi topengnya yang nabuh drum, F5 jadi parternya .. sessi naik sepeda motor. (itu lengkap dengan jatuh jatuhnya dia tiruin lho...) tapi tukang fotonya males

Kamis, 31 Mei 2012

Mozaik Blog Competition : Aku dan Buku


Sebenarnya aku sudah pernah cerita tentang buku. Tapi itu lebih tentang buku dan keluargaku. Kini aku akan bercerita tentang buku dan aku.
Aku merasakan sekali bahwa cinta baca itu bukan sesuatu yang lahir begitu saja. Tetapi itu adalah kebiasaan yang ditularkan. Ditularkan oleh ayah dan ibu, maupun keluarga. Tentunya juga didukung dengan menyediakan bacaan.

Aku ingat, buku yang pertama aku baca adalah buku "Ini Budi" yang kubaca sebelum aku sekolah. Setalah aku masuk sekolah, baru tahu ternyata itu adalah buku pelajaran kelas satu.
Kemudian sejak aku bisa membaca ini budi  itu aku belajar membaca majalah Ibuku yaitu majalah berbahasa Jawa "Panjebar Semangat".

Teringat olehku, ketika kami -aku dan saudara saudaraku- kecil, saat Ibu pulang mengajar, maka oleh oleh yang paling kami tunggu adalah buku perpustakaan yang Ibu pinjam dari sekolah.

Demikianlah .. akhirnya membaca atau bacaan itu memang menjadi menu yang harus tersedia di rumah kami setiap harinya. Apalagi kami tidak mempunyai televisi. Keadaan ekonomi yang pas pas-an tidak menghalangi kami mencari bacaan. Pinjam dari perpustakaan adalah jalan keluarnya. Atau pinjam majalah bekas dari saudara atau kenalan. Prinsipnya, semua buku yang belum pernah kami baca, adalah buku baru.

Semakin aku beranjak besar, semakin merasakan manfaat membaca. Buku adalah jendela dunia benar benar kurasakan. Terlebih lagi setelah aku menikah, dan ikut suami ke NTT, maka buku menjadi satu satunya teman setia dan guru hampir dalam segala hal.

Ketika aku hamil anak pertama, di saat masih malu malu untuk konsultasi ke dokter kandungan yang laki laki, maka buku menjadi tempat konsultasiku. Aku punya buku panduan kehamilan dari minggu ke minggu. Bukan buku tepatnya fotokopian buku ya.. dan itu aku masih tetap pakai, bahkan sampai aku hamil anak kelima. Baca lagi baca lagi.
Ketika aku bingung masalah agama, maka aku mencari buku buku yang dapat memberikan jawabannya. Sampai inget saat itu kami pernah membeli buku Fatwa Fatwa Kontemporer dengan cara cicilan. Lupa dapat iklannya dimana. Tapi kami mendapatkan bukunya di cicilan pertama yang nggak lebih dari sepuluh ribu rupiah. (Hebat ya .. penjualnya)

Ketika 2002 pindah ke Bandung, betapa takjubnya, ternyata dari 7 dus yang dititip/dipaket ke rumah Eyang, 5 dus berisi buku dan 2 dus saja yang berisi harta selain buku. (pakaian, rice cooker, tape recorder, setrikaan).
Dan lebih takjub lagi,  koleksi buku yang sudah mendominasi harta kekayaan kami itu ternyata masih sangat sangat kurang bila ditinjau dari kategori bacaan.
Maka, untuk memuaskan kehausan kami akan buku, aku mulai bergabung dengan Sygma Daya Insani yang menyediakan buku buku berkualitas. Dengan bergabungnya aku di sana, dapat komisi komisi penjualan buku, maka buku selain sumber ilmu, kini juga bisa dikatakan menjadi sumber penghasilan. Dari menjual buku aku bisa membeli buku lainnya.
Malah tahun 2011 kemarin aku juga bergabung dengan Mizan Dian Semesta karena naksir buku-bukunya.

Dan akhir tahun 2010, ketika aku mulai mengenal dekat dengan internet, aku kenal dengan sebuah penerbit buku indie (kata orang begituuu...). Yaitu www.nulisbuku.com. Kala itu, aku sering ikut proyek proyek yang diadakan oleh/di nulis buku. Alhamdulillah, sudah ada beberapa bukuku (tepatnya buku antologiku) yang diterbitkan oleh nulisbuku.  Total baru 8 buku.
Aku pernah ceritakan disini, disini dan disini.
Nah, maka sekarang satu lagi arti buku buatku yaitu sebagai bentuk pengakuan, bahwa apa yang sudah kubaca ternyata menghasilkan tulisan tulisan. Mungkin belum cukup bermutu menurut sebagian orang, tapi itu adalah proses belajar buatku.

Dan sampai sekarang, semua arti buku yang kusampaikan itu, semuanya masih kurasakan. Sebagai teman setia, sebagai guru, sebagai sumber penghasilan tambahan dan sebagai pengakuan atas kemampuanku.
Terima kasih Bapak, Ibu, yang telah mengenalkanku pada buku.
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Mozaik

Rabu, 30 Mei 2012

The Gift : Sepatu Cewek

Ih... apa sih anehnya sepatu cewek ?
Aneh aja, kalau aku yang make. Kayaknya gak cocok deh dipadu sama backpack.
Soalnya aku nggak pernah pake sepatu cewek. (lebay ya...) iya deh diralat, jaraaaaaanggg banget pake sepatu cewek.
Beli sepatu cewek merk sc*rpio -yang jaaraaang banget aku pake- tahun 2007 lalu atas supporter teman teman. Harga segitu bagiku udah sepatu paling mihil (biasanya beli di pasar yg mapuluh rebuan getooo)
Sepatu cuman disimpen di kantor, di bawah meja. Dipake buat rapat doang yang belum tentu sebulan sekali.
Pulang balik kantor pake sandal jepit. Yup sandal jepit.  Kadang sampai pulang lagi, lupa masih pake sandal jepit.
Sampai akhirnya peraturan tentang sandal jepit ini begitu ketat.
Pokoknya begitu masuk lingkungan kantor, absen sidik jari, sudah harus bersepatu.

Maka mulai akhir tahun lalu, aku sedikit insyaf. Pake sepatu crocs malindi.
Eh salah sepatu krok - krok-an yang aku beli di pinggir jalan.
Gak sampai 50rebu.
Cukup nyaman dengan si sepatu itu, sampai udah setengah tahunan ini aku pake tiap hari.
Biasanya sandalku bertahan paling sekitar 3 bulan.
Seneng juga karena dia tahan segala cuaca. Panas Ok, hujan ok.
Seneng juga karena dia enak di bawa ke kantor, ke pengajian, ke warung, ke pasar dan kemanapun aku pergi. qqq.
Klo kotor tinggal simpen di dekat cucian. Gak bakal khawatir si bibi salah treatment.

Sampai akhirnya long week end kemarin ada adik pengajian yang mau ke Singapura nanyain ukuran sepatuku.
Eitt ku bilang jangan kepikiran deh .. membelikan aku sepatu. Beliin aja pin/bross. Karena aku suka. Bukan suka terus mengoleksinyar ya.. tapi suka karena itu berfungsi getoo..
Lagian perasaan belum pernah dengar deh.. ada yang cerita ke Singapura oleh olehnya sepatu.
(aku aja kali ya... yang dapatnya gantungan kunci muluuu)

Daaaan... olala..... ternyata dia benar benar membelikan aku sepatu.
Bukan di Singapura sih dapetnya.. Beli di Indonesia katanya. Sepatu tris*t yang ceweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkk bangeeeettt...
Pas aku SMS ucapkan terima kasih, dia balas.
"Mbak sengaja ya.. dibeliin yang model cewek"
Gubraks !
Ada yang sedang membentuk - mbentuk identitasku !

NB : Aku pake juga sih sepatu itu ke kantor. Udah dua hari ini.
Ini dia penampakannya


cantik yah.. warnanya lembut banget.
(itu otot kaki si tukang jalan udah pada menonjol, padahal pake kaos kaki lho)

Selasa, 29 Mei 2012

When "Kabayan Saba Kota"

Terserah deh, kalian mau bilang apa. Andai kalian tahu, aku belum pernah nginep di hotel atas biaya sendiri.
Katro' ya ? Iya deh.... kubilang juga terserah.
Ya tapi alhamdulillah laah.. Kalau dihitung hitung mungkin baru 3x aku nginep di hotel.
Pertama di Hotel Bumi Kitri - Bandung. Acaranya Rakorwil Salimah Jabar, tahun berapa ya.. bayinya F4. Aku bawa F4 an F3
Kedua di hotel apa yah.. bentar aku googling dulu. *tunggu yah.. jangan kemana mana...bentar kook*
Nah yang kedua di Bali Club di Kota Bunga Cipanas. Gratiiis.. acara annual meeting-nya Sygma Daya Insani. Bayinya F5 dan aku bawa.
Naaaah...yang ketiga ya baru pas ASC kemarin itu. Di Novotel Mangga Dua. Dan aku nggak bawa anak anak sedikitpun !

Sebelum berangkat, aku udah nanya sama Mbah Google, hotel apa dekat JITEC situ. Klu nya kata bu Sofi kita bakal jalan beberapa ratus meter. Dapatlah di google itu hotel yg depannya A.
Tapi kata manjerku, biasanya nginepnya di Novotel.
Hihi.. kebayang doong.. Novotel yang namanya udah tenar itu lho.... (langsung inget Novotel Lampung yang gedungnya mentereng dan view-nya laut, padahal di belakang kantorku sekarang rada ke sana dikit juga ada Novotel)

Setelah training seharian eh setengah harian lah (kapan kapan aku share motivasinya yah, berguna banget, terutama buat yang lagi membangun bisnis), kira kira ashar gitu kita dikasih istirahat.
Sekalian siap siap buat puncak acara celebration ntar malem dan pesta kostum. (Oh ya tentang kostum alias dress code, nggak akan aku posting di MP ya.. karena udah aku posting di sini)

Deng deng deng... pertama dapat kunci kamar aku ngebayangin ya dapat kunci. KUNCI. qqq
Eh ternyata kami dapatnya kartu ya... Yang pegang temenku. Aku ngintip ngintip pas dia membuka kunci.  Eh ternyata cuma dimasukin doang yaks, kaya ATM gitu..
Aku dapatnya lantai 8. (Pas nyalain tipi keluar pertama iklan si Novotel. Lantai 6-7 lantai standar) Lantai 8 lantai apa dooong.. Eh.. di mini bar-nya ada tulisan Premiere Club. Hihi..)

Kemudian sesi berlanjut. Kesempatanlah...
Klo bed dan sofa gitu kan sering lihat di iklan yah... walaupun tetep sih..  pegang ini pegang itu.
Ada buku Jing Si di meja yang dijual 116rb (udah baca baca).
trus buka buka loker loker nyariin di mana kulkas berada. Kok nggak kelihatan bentuknya.
Trus nyobain duduk anjut anjutan di bed-nya.
Menyelusup di bawah bed cover yang putih bersih dan wangi.. (sssttt... sempat terlintas hal hal romantis gitu)
Trus nyobain sofanya. Peluk si bantal dan guling guling itu.
Selonjoran di karpetnya yang tebal.
Putar putar keran. Periksa loker loker di toilet. (kok di toilet ada aqua botol  ? heran).  Odolnya mana ya.. malah ada cotton bud segala. (aku nggak butuhin)
Pas jongkok, eits ada timbangan . halah, harusnya aku nimbang nih, pas chek in berapa, pas chek out berapa. Nah nambah berapa gram
Eits.. sebentar, ini bukan aku aja yaaa.... Teman sekamarku juga melakukan ituwww...

Nah, waktu tadi masuk kamar kan masih rada terang,
Lama lama ketika suasana semakin remang remang, mulai deh cetak cetek ngidupin lampu. Tapi kok nggak nyala nyala.
Kata temenku, masukin aja kunci eh kartu ke dekat lampu gitu. Udah dicolok kok nggak nyala yah.. Aku ambil lagi.
Untung lampu kamar mandi tinggal cetek yah, jadi nggak gelap gelap amat.

Aku sampai BBM temenku di luar kota. Gak dibalas balas. (cieee...BBM, ntar kapan kapan crita BBM juga .. halaaah kebanyakan janji). Akhirnya temenku nelpon suaminya yang suka keliling kota, gimana caranya ngidupin lampu kamar itu. Dan byar ! Lampu menyala terang benderang.
Gimana caranya? Tahu kan kaliaaan ?? 
Biar gak dibilang hoaks aku nginep di Novotel, aku kasih foto fotonya nih... wkwkwk

nyobain sofa mahal


Narsis dulu, mau nyobain sarapan mahal  Tapi aku cuma makan salad+daging asap dan minum jus jeruk. Sok sok sehat gituuu.. Toh ntar di ruangan bakal dapat snack lagi.
(lihat di buku-nya Novotel, menu sarapan ini cepek lebih. Untung gratis)
foto di depan papan nama yang ada Novotel-nya.
(Kurasa sama narsisnya dengan yang foto berlatar Universal Studio hahahaha)


NB : Mak Sondaaaaanggggg....
Puas puas puas ?

Senin, 28 Mei 2012

Pake Angry Bird Yang Nggak Ada Teman

Aku yakin setiap anak sering tiba tiba  yang bikin kita ngakak
Kemaren pas aku mau pergi sama Bejo, aku suruh dia ganti celana. Dari celana pendek ke celana panjang. Dia oke. Karena kaosnya shaun the sheep masih lumayan pantes aku nggak suruh ganti. Eh dia tiba tiba nyeletuk
"aku mau pake kaos angry bird yang nggak ada temen"
Halah ! apa lagi maksudnya. Kaos yang mana lagi ?
Untunglah tempat bajunya cukup pendek. Trus dia ambil tuh baju.
Ternyata.......
Mau tahu bedanya ?

ini angry bird yang ada teman :)

Ini angry bird yang nggak ada temen

Sabtu, 26 Mei 2012

ASC, Here I Come

Karena kehendak Allah SWT jualah akhirnya aku berangkat All Star Celebration.
Allah punya skenario yang aku belum dikasih baca.

Sampai sore hari menjelang hari keberangkatan, aku masih menelpon Bu Sofi dari distributor Bandung. Apakah betul aku berangkat ASC besok. Acaranya di JITEC Mangga Dua. Nginepnya di hotel dekat situ katanya.

Karena aku statusnya pengganti, maka aku diberi challenge pribadi. Yaitu Ibu memintaku untuk lebih aktif lagi. Apa kriteria aktifnya ? Aku diminta belanja sendiri ke kantor. Nggak nitip lagi sama manajer. Trus aku juga diminta hadir TCM (Team Captain Meeting) karena diselenggarakan di hari libur.

Ya sudah aku bismillah aja. Esok paginya kumpul jam 6 di kantor Tuppi Bandung. Sebagai orang yang kurang gaul aku celingak celinguk cari teman. Sampai pembagian bis aku belum kenal seorang pun yang klik gitu. Padahal aku selalu menebar senyum lho.. bukan tebar pesona ya...

Sampai pas akhirnya ngantri naik bis, tiba tiba twing twing.. senyumku ada yang membalas dengan lebar. Dan ketika aku makin dekat, dia bilang kita duduk bareng yuk.  Hayuklaaah... Senengnya akuu.. dapat temaan.. Namanya Tohiyanti.

Dan dunia ini memang sempit. Ternyata mbak Tohiyanti yang sekarang Manajer itu, berasal dari Gandrung Mangu, Cilacap, alias dari kampung halamanku sendiri. Ini foto kami berdua ketika tiba di lokasi. Biasalah.. narsis ala emak emak

Datang datang ke Jitec dikasih makan siang dan snack yang dikemas dalam tuppi. Tuppinya boleh dibawa pulaang. Biar ga nyampaah. Asyiiik..

Nah si Mbak Yanti ini so inspiring banget...Sebelum gabung di tuppie beliau adalah seorang ART. Ya, asisten rumah tangga. Kapan kapan aku ceritain.