Rabu, 29 Februari 2012

The Celebration


Senengnya ikut acara ibu ibu ... Sama sekali tidak menyangka kalau acaranya bakal seheboh dan segila itu. Adalah the Winning Team Celebration. Mengambil tempat di ruang Krakatau Hotel Horison, 500-an orang yang telah mencapai target tertentu. Wuih... nuansa optimis dan hasrat mencapai suksesnya terasa banget.
Ah.. heboh deh nggak nyangka pisan. Di undangan tertera dress code colourfull/flowery/kaftan, maka ibu ibu yang datang pun dengan pakaian aneka warna. Ada yang super heboh berbandana bunga dan berkalung bunga. Ada yang pakai baju cinderella warna warni.  Semua nampak gembira. Musik yang gempita juga menambah meriah acara.
Acara dibuka oleh Ibu Sofi, direktur Bandung. Kemudian yang sama sekali aku tidak menyangka adalah performance manajer yang sedemikian mengejutkan. Manajer tuppi yang rata rata sudah emak emak itu.. naik ke panggung bergantian. Ada yang tari cha cha, ada yang menarikan tari perut (suer tari perut joged India gitu...hanya pakaiannya tertutup), ada yang menarikan tari merak, daaaan... yang nggak kalah heboh ada jaipongan, dan talk show bohong2an ala  empat mata. Eksis habis.
Para dealer yang dihibur sedemikian rupa tentu saja tertawa tawa bahagia. Acara diselingi dengan pembagian hadiah. Uuuh.. senengnya...(semua dapat hadiah standar sebagai the winning team). Ada yang dapat hadiah tambahan dari lucky draw, hadiah top sales, top rekrut, dan tentu saja hadiah kostum terheboh ! Hadiahnya adalah tuppi edisi khusus yang tidak ada (lagi) di katalog.
Salah satu pesan bu Sofi adalah, ceritakan kesuksesan kita kepada orang lain. Karena sudah jadi kultur kita, yang sering dibagi adalah cerita sedihnya, dukanya. Mari kita hentikan itu karena itu membawa aura negatif.
Sayang aku nggak bawa kamera, karena ceritanya mau tampil anggun dengan gamis dan tas tangan, jadi wee kamera jadul yang tebal itu nggak masuk di tas.
Inilah salah satu sisa sisa acara itu, fotonya aku tebus dari tukang foto prof yang suka tau aja klo lagi ada acara tea. Berhubung males scan, aku foto ulang pake kamera. maaf ya blurrr..


Ini pas naik dipanggung, semua dapat parcel tuppi segede gaban
Ini bersama teman baru
NB sampai rumah, Faiz langsung ngebongkar hadiah dan langsung dipakai !
See You on All Star Celebration  !!



Senin, 27 Februari 2012

Big Boss

Haha.. ini gak akan ngomongin bos dan keburukannya. Nggak solutif ya.. Susah kan sudah dewasa, sudah sepuh, biasanya susah mendapat masukan karena sudah punya life style dan prinsip yang diyakini sekian lama.
Baiklah aku akan bercerita tentang boss ku yang sekarang. Hehe..
Sebagai orang yang tanpa kelebihan, nrimo pula, (walaupun akan jadi sangat cerewet di lingkungan yang telah nyaman) aku jarang berurusan dengan para bos. Walhasil jarang sekali ada kepala kantor yang mengenalku. Ada enaknya ada enggak enaknya ya..
Mungkin kalau kita dikenal, kita bakal sering dapat tugas tambahan, yang itu berarti tambahan pengalaman. Enggak enaknya ya ktia jadi bekerja lebih keras, tugas utama dan tugas sampingan.
Eh, sekian lama gitu, kaget dong, di kantor yang baru ini.
Pertama : boss-ku hobinya keliling ruangan , kadang pagi kadang sore
Sering aku menjumpai ngobrol dengan cleaning service di tempat mereka nongkrong, petugas parkir (di parkiran) atau sama satpam (di pos satpam).
Eh pas aku selesai cuti gara gara F5 sakit kemaren, pas ketemu si Boss nanya
"Gimana anakmu Ti ? udah sehat ?"
Gubrak.. berarti dia mengenalku dan mengetahui kondisiku.
Salut deh Pak !

Sabtu, 25 Februari 2012

Ayo Ke Perpustakaan

Kalau mendengar kata perpustakaan, yang ada di benakku adalah ruangan kecil a la kadarnya, space kosong yang berada di antara gedung lama dan gedung baru, kemudian tiba tiba dikasih atap dan ada beberapa rak buku di dalamnya. Satu jendela menghadap halaman, sebuah meja kecil dan sebuah dipan ! Kok ?
Yap ! Tidak salah, itu adalah perpustakaan SD -ku yang merangkap ruang UKS.
Tapi itu menjadi surga bagiku. Sebagai dokter kecil, aku bisa masuk ruang itu kapan saja. Dan sebagai penyuka buku, itu adalah kebahagiaan tiada terkira. Aku tak perlu lagi masuk ruang guru (yang menyeramkan itu) untuk sekedar baca buku.
Rasa-rasanya sudah hampir semua buku di perpustakaan itu aku baca. Bahkan aku juga minta ibuku meminjam dari sekolahnya. Ih, padahal sama sama SD Inpres. Pasti nggak jauh bedalah ya... Mana kutahu, jaman itu ya...
Akhirnya berlanjut sampai besar jadi suka baca. Walaupun sekarang membacanya banyak alasan ini dan itu dan sudah mulai pilih pilih. Gila euy... banyak banget bacaan. Jangankan mau lihat yang di luaran, buku yang sudah dibeli saja belum semuanya kebaca. Belum lagi e-book e-book donlot-an itu.  Yah tapi nggak ada ruginya kok nyimpen buku. Ketika suatu saat kesepian, atau suatu saat perlu referensi .. Oh, tinggal ambil buku itu..
Yah syukurlah dapat suami juga yang lebih lebih suka buku dari aku. Prinsipku kan lebih baik meminjam dari pada membeli Klo suami sebaliknya, lebih baik membeli daripada meminjam (dan meminjamkan hehe) Akhirnya harta kekayaan terbanyak dan termahal sampai saat ini masih diduduki si buku itu. (soalnya rumah belum lunas qqq)
Daaaan... syukurlah... kebiasaan membaca itu menurun ke anak anak. Bukan menurun kali ya.. anak anak kan melihat lingkungan dia pertama tumbuh dan dibesarkan. Yah kalau malam malam rumahku sepi itu berarti bukan lagi pada pergi, tp lagi pada asyik dengan buku masing masing.. hahaha.. lebay ini mah..
Daaan.. syukur pula di sekolah anakku ada perpustakaan . Nggak baru sih, tapi kayaknya manajemennya baru atau baru diperbaiki. Dah banyak buku buku yang bener bener diinginkan anak anak model KKPK gitu. (Yang terus terang aku males belinya.... cepet banget beranak pinaknya). Jadi anak anak makin rajin ke perpustakaan. Makin rajin baca. Iyalah.. yang rajin baca ya Nak... biar terbiasa dengan budaya literasi, biar nggak jadi anak instan, biar ntar nggak nyontek kalau bikin skripsi... biar terbuka jendela informasi, biar terbuka ruang improvisasi.. ayo baca baca baca ...



*Ini Ayuk di perpustakaan sekolah. Gambarnya nyulik dari Grup sekolahan. hihi

Market Day

Sore sore pulang kantor udah ditodong Teteh bikin bolu (tepatnya brownies) untuk dijual di sekolah.Hmm... bikin napsu saja. Untung bilangnya sambil minta maaf, karena dia lupa. Yah akunya juga enggak kritis. Padahal si Ayuk udah minta minta dari hari Senin, pesen dibeliin cup pop ice untuk jualan di sekolah.
Ya sudah, daripada marah-marah dengan santai aku jawab ya, dengan embel embel "klo nggak sempat ya nanti beli aja di teh Eva' (haloo.. teh Eva ini penjaga toko kue di samping rumahku selisih 2 gerbang, asyik kan ?)
Si Teteh berlalu. Cukup puas dengan jawabanku.
Tapi mana tega ya.. lagian sebagai emak emak yang pengen irit, langsung berhitung dong kalkulator di kepala. Akhirnya ketika Faiz tidur aku buat saja si brownies anti gagal itu. Sejam udah mateng. Lalu kusimpan di kulkas.
Besok pagi pagi si Teteh sudah bertanya, jadi enggak beli ke teh Eva. Aku hanya tersenyum dan mengeluarkan loyang dari kulkas. Oles oles mentega lalu kutaburi meises. Tada..... brownies yang biasa bertabur almond dan chocochip kini bertabur meises. Teteh terpesona. (Ah padahal itu itu saja ya.. betapa mudahnya membahagiakan anak anak, kadang para dewasa ini yang pelit melakukannya ).
Dan jadilah 24 potong kue yang mau dijual dan tentu saja beberapa potong yang ditinggal di rumah. Sampai di sekolah kuenya laris manis. Sebelum bel masuk berbunyi. Ajaib ya..Bahkan ada anak yang memborong sampai 6 potong. Pas kutanya teteh Firda apakah dia langsung beli 6 potong ? Katanya enggak, belinya dua dua. Nambah lagi nambah lagi.. Hihi.. berarti bener brownies bikinanku bikin ketagihan. hahaha
Sayang aku tidak sempat mengambil gambar kuenya.
Untunglah ada bu Ela sahabatku yang rajin mengambil gambar anak anakku bila ada momen khusus di sekolah. Terima kasih Teh Ela...

Ini gambarnya... wajah wajah ceria yang dagangannya sudah habis.
*Oya selain memang program pembelajaran, market day ini juga dalam rangka penggalangan dana pembangunan masjid At Takwa

Kamis, 23 Februari 2012

Integritas

Duh ! Nggak kuku liat judulnya. Eit jangan kabur dulu... Ini mah mau sekedar curhat. Bukan mau ngomongin uang sogokan berjuta juta.. Jauh jauh deh... uang sogokan. Belum tentu kuat mental niy..
Ini mah baru ngomongin yang ecek eceklah.. jam kerja, niat bekerja, kemauan kerja. (halah, posting aja di jam kerja, masih nggaya)
Ya... ini kan disela sela waktu menunggu tamu yang belum datang... (alasan..)
OK, kembali ke laptop !
Integritas.
Menurutku, integritas itu kembali kepada kesadaran sendiri. Ada orang yang ke kantor niatnya cari duit, ada yang niatnya buat eksis, ada yang niatnya tulus, buat ibadah, buat melayani kepentingan umum, berkhidmat kepada masyarakat, bentuk bakti kepada negara, berperan (walaupun secuil) dalam proses menuju good governance (bener nggak nulisnya ?) dll
Yang mana kita diantara itu? kitalah yg dapat menilai.
Tampak luar itu cerminan dari apa yang tidak nampak, yang ada di dalam diri kita.
Jangan sampai ke kantor telat satu dua menit, eh mood bekerja hilang seharian.
Jangan sampai bos nggak ada, eh dipake deh, kesempatan jalan jalan, rombongan pula !
Jangan sampai karena ada urusan, pagi sore datang cuman absen doang, siang hilang.
Hatta ......(menurutku) urusan anak sakit sekalipun ! Jangan manfaatkan mesin sidik jari yang nggak mengenali muka kita, alias cuma mengenal jari kita, sehingga kita merasa nggak perlu "setor muka", alias nggak perlu nongkrong di kantor.
Ya kalau memang ada perlu dalam waktu yang panjang, ya sudahlah ijin tidak masuk bekerja.
Jangan pakai ijin keluar. Keluar kok berjam jam, selama jam kerja. Lha hari ini produksi apa ?
Trus, namanya minta ijin, minta dispensasi, minta kemudahan, ya terserah yang ngasih ijinlah, mau diijinin atau enggak. Jangan menuntut orang lain mengerti kondisi kita. Ya terima aja, kalau suatu saat yang dimintain ijin bosen memberi.
Mungkin sedikit orang yang menyadari, bahwa ketika seseorang meninggalkan pekerjaan (dan absen utuh yang berarti penghasilan utuh, yang berarti kondite baik karena nggak ada membolos) sebenarnya orang itu sudah menyusahkan rekan rekan yang menggantikan pekerjaannya, atau merepotkan rekan yang harus mencarikan jawaban diplomasi demi menjaga nama baik instansi (huh !)
Jadi ingat kata kata bosku yang cantik, kata beliau, perempuan bekerja itu adalah pilihan dia. Bukan kewajiban. Jadi ya harus siap menanggung resikonya (tuntutan profesionalisme, dilema antara anak sakit atau kerjaan yang menumpuk, dll).

Namanya juga bekerja di kantor pelayanan, pastinya kerjaannya melayani. Melayani customer, melayani sesama karyawan. Ya nikmati aja... seperti nikmatnya kita menerima gaji

Jumat, 10 Februari 2012

Double Dating

Bila ada ababil alias amak amak labil mungkin akulah orangnya. Haha
Entah kenapa, kmrn itu bad mood pisan, males untuk bekerja, pengen seneng seneng tapi nggak tau apa. Ah..lebay dot com lah judulnya.
Eh, kok ya kebetulan Tri ngajak makan bareng genk maksi. Nggak lama kemudian, si Hany juga ngajak makan bareng mantan anak pelayanan.  Udah gitu tempatnya berdekatan.  Aduuh.. bagai mendapat durian runtuh deh.
Untung saja hari itu , Novi dengan baik hati mau bertukar piket istirahat denganku.
Jadi aku bisa pergi. Dan dengan otak kriminal pula aku berniat membolos eh ijin pulang cepat. (apa bedanya sih...)
Rupanya si durian durian itu belum berhenti berguguran, di H-1 tiba tiba ada yang pesan paket Tuppi my first moment collection dan rainbow. (lumayan nambah omset) dan di hari H saudara saudara, masih satu durian lagi jatuh. Tak disangka tak di nyana, Mbak Ida yang dianter mas Setia katanya mau lewat kantor aku. Aduuuh... terima kasih aku tak perlu membawa dua paket tuppie itu by angkot.
Masih nyamper Tri dan Doel serta chika di perempatan, lalu aku
dating sama Echi nyampein pasmina di perempatan itu juga. kemudian mobil mas Setia pun parkir dengan aman di Mpek mpek pak ANang jl. lengkong. Satu lagi durian jatuh, aku ditraktir mbak Ida. Khusus AKu, yang lain bayar sendiri. (sayang sondang nggak ikut, pun aku blm sempat telepon krn saking bahagianya mau ketemu mantan pelayanan)
Setelah selesai makan mpek-mpek, perjalanan berlanjut naik becak ke WS. Semua sudah kumpul full team cewek. Ramenya.... Curhatnya.... Ah.. nggak berasa setengah dua. Waktunya pulang. Satu lagi durian runtuhnya, Mbak Ama membeli paket Nabiku Idolaku dari Mizan tanpa aku harus presentasi panjang lebar.
Terima kasih ya ALllah.... untuk kebahagiaan yang tak disangka sangka. Tertebus rasanya potongan untuk membolosku hari ini.
*gambar nyusul ya...
ini fotonya, bukan pas lagi makan makannya ya.. tapi kebayang kan.. ini juga suasana makan bareng di ruangan hehe

Selasa, 07 Februari 2012

The Gift From Teacher


 Meski keempat anakku sekolah di sekolah yang sama, ternyata 'kebijakan' guru guru di masa mereka berbeda beda. Yaeyalaaah.. namanya juga sekolah swasta ya, dan mungkin tingkat kesejahteraannya katakan biasa biasa saja, jadi guru-gurunya ya ganti ganti melulu. Kebanyakan sih keluar karena diterima sebagai PNS. Atau pindah kota ikut suami. Artinya masih terbilang bagus lah alasannya .. bukan karena faktor sekolahannya.
Btw kembali ke judul tentang gift itu.. ternyata hadiah itu ngaruh banget ya buat anak anak. Walaupun mungkin ala kadarnya saja. (dan kadang bingung makenya).
Nah yang kebagian "nasib baik" mendapat hujan hadiah ini si Teteh. Gurunya berinisiatif memberi hadiah untuk yang mendapat nilai 10, baik dari ulangan harian, maupun dari nilai UTS/UAS. Dananya diambil dari kas kelas. Kas kelas ini dikumpulkan dari 'infak' tiap hari Jumat. (*Ih baru kepikiran ya.. harusnya aku kasih uang infak dalam jumlah yang nggak biasa, kan jatohnya ke anak aku juga... :D)
Saking seringnya dapat hadiah, sampai sampai kakak kakaknya pada protes.
"Ih.. kok waktu jaman aku nggak ada sih.." *masih rada baek niy, komentarnya
"Ih,.. hadiahnya cuman gitu doang..." *hihi yg komen ini kena marah Abi
"Alaaah.. pelajaran anak kelas satu kan masih gampang, jadi dapat nilai 10" haha.. semua juga ngalamin kelas satu yah.. btw padahal Teteh Firda udah kelas dua sekarang.
Meski demikian, Firda tetap mau berbagi hadiah hadiah itu dengan kakak kakaknya.

Intinya, menurutku hadiah hadiah itu membuat Teteh lebih semangat belajar. Nggak tahu juga siy, efektif sampai umur berapa.( Nyerah deh aku yg ginian, pasti guru-gurunya lebih tahu dari aku soal ini).
Hanya saja, satu hal yang aku heran, kata wali kelas dua, Teteh berbeda dengan kakak-kakaknya yang cerewet. Teteh kalau di kelas pendiam. Olala, si Teteh yang sering kubilang kalo besar jadi penyiar radio (aduh, jaman guwe banget) atau presenter karena nyerocosnya kalau sudah cerita, sambung menyambung susah diberhentiin, ternyata pendiam. Kenapa ya.. apa karena sering ditimpal timpalin kakak-kakaknya yang super cerewet itu ? (*emak emak telmi mulai berpikir)
Ini masukan dari guru. Teteh kan kebetulan kmrn mendapat nilai tertinggi, dan nilai dia melaju beberapa poin melewati teman temannya. Baru di peringkat kedua dst saling susul nol koma gitu gitu..
Ah, dari ngomongin hadiah kok jadi kemana mana. Ntar deh, konsul lagi sama gurunya.
Baiklaah.. teman teman, inilah beberapa dari hadiah itu..

ki-ka : Globe mainan (tetep globe ya), teko mainan, celengan, satu set stationary