Selasa, 07 Februari 2012

The Gift From Teacher


 Meski keempat anakku sekolah di sekolah yang sama, ternyata 'kebijakan' guru guru di masa mereka berbeda beda. Yaeyalaaah.. namanya juga sekolah swasta ya, dan mungkin tingkat kesejahteraannya katakan biasa biasa saja, jadi guru-gurunya ya ganti ganti melulu. Kebanyakan sih keluar karena diterima sebagai PNS. Atau pindah kota ikut suami. Artinya masih terbilang bagus lah alasannya .. bukan karena faktor sekolahannya.
Btw kembali ke judul tentang gift itu.. ternyata hadiah itu ngaruh banget ya buat anak anak. Walaupun mungkin ala kadarnya saja. (dan kadang bingung makenya).
Nah yang kebagian "nasib baik" mendapat hujan hadiah ini si Teteh. Gurunya berinisiatif memberi hadiah untuk yang mendapat nilai 10, baik dari ulangan harian, maupun dari nilai UTS/UAS. Dananya diambil dari kas kelas. Kas kelas ini dikumpulkan dari 'infak' tiap hari Jumat. (*Ih baru kepikiran ya.. harusnya aku kasih uang infak dalam jumlah yang nggak biasa, kan jatohnya ke anak aku juga... :D)
Saking seringnya dapat hadiah, sampai sampai kakak kakaknya pada protes.
"Ih.. kok waktu jaman aku nggak ada sih.." *masih rada baek niy, komentarnya
"Ih,.. hadiahnya cuman gitu doang..." *hihi yg komen ini kena marah Abi
"Alaaah.. pelajaran anak kelas satu kan masih gampang, jadi dapat nilai 10" haha.. semua juga ngalamin kelas satu yah.. btw padahal Teteh Firda udah kelas dua sekarang.
Meski demikian, Firda tetap mau berbagi hadiah hadiah itu dengan kakak kakaknya.

Intinya, menurutku hadiah hadiah itu membuat Teteh lebih semangat belajar. Nggak tahu juga siy, efektif sampai umur berapa.( Nyerah deh aku yg ginian, pasti guru-gurunya lebih tahu dari aku soal ini).
Hanya saja, satu hal yang aku heran, kata wali kelas dua, Teteh berbeda dengan kakak-kakaknya yang cerewet. Teteh kalau di kelas pendiam. Olala, si Teteh yang sering kubilang kalo besar jadi penyiar radio (aduh, jaman guwe banget) atau presenter karena nyerocosnya kalau sudah cerita, sambung menyambung susah diberhentiin, ternyata pendiam. Kenapa ya.. apa karena sering ditimpal timpalin kakak-kakaknya yang super cerewet itu ? (*emak emak telmi mulai berpikir)
Ini masukan dari guru. Teteh kan kebetulan kmrn mendapat nilai tertinggi, dan nilai dia melaju beberapa poin melewati teman temannya. Baru di peringkat kedua dst saling susul nol koma gitu gitu..
Ah, dari ngomongin hadiah kok jadi kemana mana. Ntar deh, konsul lagi sama gurunya.
Baiklaah.. teman teman, inilah beberapa dari hadiah itu..

ki-ka : Globe mainan (tetep globe ya), teko mainan, celengan, satu set stationary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan