Selasa, 10 April 2012

Pekerja Di Bawah Umur

Makin banyak anak, tentunya makin banyak postingan. Eh salah.. 
Makin banyak anak, makin besar tanggung jawab mendidik, menggali potensi dan mengarahkan mereka agar besar menjadi apa.
Salah satu yang kulakukan adalah menumbuhkan jiwa wira usaha dalam diri mereka. Karena janji Allah itu pasti. Hanya satu dari sepuluh bagian rizki di dunia itu didapat orang dari pekerjaan tetap. Sembilan bagian lainnya Allah bagikan melalui pintu wirausaha/berdagang.
Nah, pas anak kelas 9 ujian kemaren, Fathimah kan libur. Aku titipkan dia di toko kue dekat rumah. (Ini asli dekat banget ya.. cuma selisih tiga gerbang dari rumahku). Alhamdulillah sama teh Eva si penjaga toko itu aku dah merasa dekat. Ini sih karena aku mudah merasa dekat sama orang kali yah.. atau memang karena ada sesuatu yang membuat kami merasa cocok. Sebagai gambaran, si Teh Eva klo kehujanan suka pinjam bajuku.. hihihi. jadi OOT
Eh, kembali ke topik. Singkat kata, Fathimah mulai bekerja. Setiap 6.30 dia udah mandi, sarapan dan siap berangkat.(dan sudah mengerjakan tugas rumah tangga tentunya). Olala, lebih pagi dari hari hari sekolah dia.
Kerjanya seharian, siang dia pulang makan siang (prakteknya cuma ambil makan siang doang, dibawa ke toko dan makan bersama teh Eva)
Nanti sore sekitar aku pulang kantor, dia pulang.
Daaan.. ternyata jam kerja belum selesai saudara saudara.. Setelah isya dia ke toko lagi untuk beberes, stock opname dan lap lap kaca/nyiapin kardus buat pesanan besok.
Pulang dari toko dia tertidur lelap. (pasti capek yah..)
Dia kerja dari hari senin sampai hari selasa minggu berikutnya.
Syukurlah dia senang menjalaninya. (buktinya kalau pagi justru nggak perlu disuruh ini itu dia running sendiri)
Teh Eva juga senang ada yang membantu dan menemani.
Hari terakhir kerja seisi rumah dah nggoda nggodain. Ayo .. hasil pertama kasih sesuatu yang berharga buat keluarga...
Si Abi pake lebay lebay... nanti kalau Mbak bawa kue kita semua makan sambil berurai air mata, terharu..
Ternyata dia belum dapat fee di hari selasa itu. Besoknyalah dia baru dapat.
Hari Rabu pas kita shalat maghrib dia datang dan ribut kresek kresek seperti bebawaan gitu. Dan.. ternyata.. dia memang bawain kue buat kita sekeluarga.
Ini diaaa....


Dan asli kita jadi bener bener terharu. Aku tahu persis seberapa besar yang dia korbankan untuk ini.
Terima kasih Mbak.. semoga sekolah bisnis a la Ummi dan Abi ini berkesan dan bermanfaat buatmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan