Kamis, 31 Mei 2012

Mozaik Blog Competition : Aku dan Buku


Sebenarnya aku sudah pernah cerita tentang buku. Tapi itu lebih tentang buku dan keluargaku. Kini aku akan bercerita tentang buku dan aku.
Aku merasakan sekali bahwa cinta baca itu bukan sesuatu yang lahir begitu saja. Tetapi itu adalah kebiasaan yang ditularkan. Ditularkan oleh ayah dan ibu, maupun keluarga. Tentunya juga didukung dengan menyediakan bacaan.

Aku ingat, buku yang pertama aku baca adalah buku "Ini Budi" yang kubaca sebelum aku sekolah. Setalah aku masuk sekolah, baru tahu ternyata itu adalah buku pelajaran kelas satu.
Kemudian sejak aku bisa membaca ini budi  itu aku belajar membaca majalah Ibuku yaitu majalah berbahasa Jawa "Panjebar Semangat".

Teringat olehku, ketika kami -aku dan saudara saudaraku- kecil, saat Ibu pulang mengajar, maka oleh oleh yang paling kami tunggu adalah buku perpustakaan yang Ibu pinjam dari sekolah.

Demikianlah .. akhirnya membaca atau bacaan itu memang menjadi menu yang harus tersedia di rumah kami setiap harinya. Apalagi kami tidak mempunyai televisi. Keadaan ekonomi yang pas pas-an tidak menghalangi kami mencari bacaan. Pinjam dari perpustakaan adalah jalan keluarnya. Atau pinjam majalah bekas dari saudara atau kenalan. Prinsipnya, semua buku yang belum pernah kami baca, adalah buku baru.

Semakin aku beranjak besar, semakin merasakan manfaat membaca. Buku adalah jendela dunia benar benar kurasakan. Terlebih lagi setelah aku menikah, dan ikut suami ke NTT, maka buku menjadi satu satunya teman setia dan guru hampir dalam segala hal.

Ketika aku hamil anak pertama, di saat masih malu malu untuk konsultasi ke dokter kandungan yang laki laki, maka buku menjadi tempat konsultasiku. Aku punya buku panduan kehamilan dari minggu ke minggu. Bukan buku tepatnya fotokopian buku ya.. dan itu aku masih tetap pakai, bahkan sampai aku hamil anak kelima. Baca lagi baca lagi.
Ketika aku bingung masalah agama, maka aku mencari buku buku yang dapat memberikan jawabannya. Sampai inget saat itu kami pernah membeli buku Fatwa Fatwa Kontemporer dengan cara cicilan. Lupa dapat iklannya dimana. Tapi kami mendapatkan bukunya di cicilan pertama yang nggak lebih dari sepuluh ribu rupiah. (Hebat ya .. penjualnya)

Ketika 2002 pindah ke Bandung, betapa takjubnya, ternyata dari 7 dus yang dititip/dipaket ke rumah Eyang, 5 dus berisi buku dan 2 dus saja yang berisi harta selain buku. (pakaian, rice cooker, tape recorder, setrikaan).
Dan lebih takjub lagi,  koleksi buku yang sudah mendominasi harta kekayaan kami itu ternyata masih sangat sangat kurang bila ditinjau dari kategori bacaan.
Maka, untuk memuaskan kehausan kami akan buku, aku mulai bergabung dengan Sygma Daya Insani yang menyediakan buku buku berkualitas. Dengan bergabungnya aku di sana, dapat komisi komisi penjualan buku, maka buku selain sumber ilmu, kini juga bisa dikatakan menjadi sumber penghasilan. Dari menjual buku aku bisa membeli buku lainnya.
Malah tahun 2011 kemarin aku juga bergabung dengan Mizan Dian Semesta karena naksir buku-bukunya.

Dan akhir tahun 2010, ketika aku mulai mengenal dekat dengan internet, aku kenal dengan sebuah penerbit buku indie (kata orang begituuu...). Yaitu www.nulisbuku.com. Kala itu, aku sering ikut proyek proyek yang diadakan oleh/di nulis buku. Alhamdulillah, sudah ada beberapa bukuku (tepatnya buku antologiku) yang diterbitkan oleh nulisbuku.  Total baru 8 buku.
Aku pernah ceritakan disini, disini dan disini.
Nah, maka sekarang satu lagi arti buku buatku yaitu sebagai bentuk pengakuan, bahwa apa yang sudah kubaca ternyata menghasilkan tulisan tulisan. Mungkin belum cukup bermutu menurut sebagian orang, tapi itu adalah proses belajar buatku.

Dan sampai sekarang, semua arti buku yang kusampaikan itu, semuanya masih kurasakan. Sebagai teman setia, sebagai guru, sebagai sumber penghasilan tambahan dan sebagai pengakuan atas kemampuanku.
Terima kasih Bapak, Ibu, yang telah mengenalkanku pada buku.
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Mozaik

Rabu, 30 Mei 2012

The Gift : Sepatu Cewek

Ih... apa sih anehnya sepatu cewek ?
Aneh aja, kalau aku yang make. Kayaknya gak cocok deh dipadu sama backpack.
Soalnya aku nggak pernah pake sepatu cewek. (lebay ya...) iya deh diralat, jaraaaaaanggg banget pake sepatu cewek.
Beli sepatu cewek merk sc*rpio -yang jaaraaang banget aku pake- tahun 2007 lalu atas supporter teman teman. Harga segitu bagiku udah sepatu paling mihil (biasanya beli di pasar yg mapuluh rebuan getooo)
Sepatu cuman disimpen di kantor, di bawah meja. Dipake buat rapat doang yang belum tentu sebulan sekali.
Pulang balik kantor pake sandal jepit. Yup sandal jepit.  Kadang sampai pulang lagi, lupa masih pake sandal jepit.
Sampai akhirnya peraturan tentang sandal jepit ini begitu ketat.
Pokoknya begitu masuk lingkungan kantor, absen sidik jari, sudah harus bersepatu.

Maka mulai akhir tahun lalu, aku sedikit insyaf. Pake sepatu crocs malindi.
Eh salah sepatu krok - krok-an yang aku beli di pinggir jalan.
Gak sampai 50rebu.
Cukup nyaman dengan si sepatu itu, sampai udah setengah tahunan ini aku pake tiap hari.
Biasanya sandalku bertahan paling sekitar 3 bulan.
Seneng juga karena dia tahan segala cuaca. Panas Ok, hujan ok.
Seneng juga karena dia enak di bawa ke kantor, ke pengajian, ke warung, ke pasar dan kemanapun aku pergi. qqq.
Klo kotor tinggal simpen di dekat cucian. Gak bakal khawatir si bibi salah treatment.

Sampai akhirnya long week end kemarin ada adik pengajian yang mau ke Singapura nanyain ukuran sepatuku.
Eitt ku bilang jangan kepikiran deh .. membelikan aku sepatu. Beliin aja pin/bross. Karena aku suka. Bukan suka terus mengoleksinyar ya.. tapi suka karena itu berfungsi getoo..
Lagian perasaan belum pernah dengar deh.. ada yang cerita ke Singapura oleh olehnya sepatu.
(aku aja kali ya... yang dapatnya gantungan kunci muluuu)

Daaaan... olala..... ternyata dia benar benar membelikan aku sepatu.
Bukan di Singapura sih dapetnya.. Beli di Indonesia katanya. Sepatu tris*t yang ceweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkk bangeeeettt...
Pas aku SMS ucapkan terima kasih, dia balas.
"Mbak sengaja ya.. dibeliin yang model cewek"
Gubraks !
Ada yang sedang membentuk - mbentuk identitasku !

NB : Aku pake juga sih sepatu itu ke kantor. Udah dua hari ini.
Ini dia penampakannya


cantik yah.. warnanya lembut banget.
(itu otot kaki si tukang jalan udah pada menonjol, padahal pake kaos kaki lho)

Selasa, 29 Mei 2012

When "Kabayan Saba Kota"

Terserah deh, kalian mau bilang apa. Andai kalian tahu, aku belum pernah nginep di hotel atas biaya sendiri.
Katro' ya ? Iya deh.... kubilang juga terserah.
Ya tapi alhamdulillah laah.. Kalau dihitung hitung mungkin baru 3x aku nginep di hotel.
Pertama di Hotel Bumi Kitri - Bandung. Acaranya Rakorwil Salimah Jabar, tahun berapa ya.. bayinya F4. Aku bawa F4 an F3
Kedua di hotel apa yah.. bentar aku googling dulu. *tunggu yah.. jangan kemana mana...bentar kook*
Nah yang kedua di Bali Club di Kota Bunga Cipanas. Gratiiis.. acara annual meeting-nya Sygma Daya Insani. Bayinya F5 dan aku bawa.
Naaaah...yang ketiga ya baru pas ASC kemarin itu. Di Novotel Mangga Dua. Dan aku nggak bawa anak anak sedikitpun !

Sebelum berangkat, aku udah nanya sama Mbah Google, hotel apa dekat JITEC situ. Klu nya kata bu Sofi kita bakal jalan beberapa ratus meter. Dapatlah di google itu hotel yg depannya A.
Tapi kata manjerku, biasanya nginepnya di Novotel.
Hihi.. kebayang doong.. Novotel yang namanya udah tenar itu lho.... (langsung inget Novotel Lampung yang gedungnya mentereng dan view-nya laut, padahal di belakang kantorku sekarang rada ke sana dikit juga ada Novotel)

Setelah training seharian eh setengah harian lah (kapan kapan aku share motivasinya yah, berguna banget, terutama buat yang lagi membangun bisnis), kira kira ashar gitu kita dikasih istirahat.
Sekalian siap siap buat puncak acara celebration ntar malem dan pesta kostum. (Oh ya tentang kostum alias dress code, nggak akan aku posting di MP ya.. karena udah aku posting di sini)

Deng deng deng... pertama dapat kunci kamar aku ngebayangin ya dapat kunci. KUNCI. qqq
Eh ternyata kami dapatnya kartu ya... Yang pegang temenku. Aku ngintip ngintip pas dia membuka kunci.  Eh ternyata cuma dimasukin doang yaks, kaya ATM gitu..
Aku dapatnya lantai 8. (Pas nyalain tipi keluar pertama iklan si Novotel. Lantai 6-7 lantai standar) Lantai 8 lantai apa dooong.. Eh.. di mini bar-nya ada tulisan Premiere Club. Hihi..)

Kemudian sesi berlanjut. Kesempatanlah...
Klo bed dan sofa gitu kan sering lihat di iklan yah... walaupun tetep sih..  pegang ini pegang itu.
Ada buku Jing Si di meja yang dijual 116rb (udah baca baca).
trus buka buka loker loker nyariin di mana kulkas berada. Kok nggak kelihatan bentuknya.
Trus nyobain duduk anjut anjutan di bed-nya.
Menyelusup di bawah bed cover yang putih bersih dan wangi.. (sssttt... sempat terlintas hal hal romantis gitu)
Trus nyobain sofanya. Peluk si bantal dan guling guling itu.
Selonjoran di karpetnya yang tebal.
Putar putar keran. Periksa loker loker di toilet. (kok di toilet ada aqua botol  ? heran).  Odolnya mana ya.. malah ada cotton bud segala. (aku nggak butuhin)
Pas jongkok, eits ada timbangan . halah, harusnya aku nimbang nih, pas chek in berapa, pas chek out berapa. Nah nambah berapa gram
Eits.. sebentar, ini bukan aku aja yaaa.... Teman sekamarku juga melakukan ituwww...

Nah, waktu tadi masuk kamar kan masih rada terang,
Lama lama ketika suasana semakin remang remang, mulai deh cetak cetek ngidupin lampu. Tapi kok nggak nyala nyala.
Kata temenku, masukin aja kunci eh kartu ke dekat lampu gitu. Udah dicolok kok nggak nyala yah.. Aku ambil lagi.
Untung lampu kamar mandi tinggal cetek yah, jadi nggak gelap gelap amat.

Aku sampai BBM temenku di luar kota. Gak dibalas balas. (cieee...BBM, ntar kapan kapan crita BBM juga .. halaaah kebanyakan janji). Akhirnya temenku nelpon suaminya yang suka keliling kota, gimana caranya ngidupin lampu kamar itu. Dan byar ! Lampu menyala terang benderang.
Gimana caranya? Tahu kan kaliaaan ?? 
Biar gak dibilang hoaks aku nginep di Novotel, aku kasih foto fotonya nih... wkwkwk

nyobain sofa mahal


Narsis dulu, mau nyobain sarapan mahal  Tapi aku cuma makan salad+daging asap dan minum jus jeruk. Sok sok sehat gituuu.. Toh ntar di ruangan bakal dapat snack lagi.
(lihat di buku-nya Novotel, menu sarapan ini cepek lebih. Untung gratis)
foto di depan papan nama yang ada Novotel-nya.
(Kurasa sama narsisnya dengan yang foto berlatar Universal Studio hahahaha)


NB : Mak Sondaaaaanggggg....
Puas puas puas ?

Senin, 28 Mei 2012

Pake Angry Bird Yang Nggak Ada Teman

Aku yakin setiap anak sering tiba tiba  yang bikin kita ngakak
Kemaren pas aku mau pergi sama Bejo, aku suruh dia ganti celana. Dari celana pendek ke celana panjang. Dia oke. Karena kaosnya shaun the sheep masih lumayan pantes aku nggak suruh ganti. Eh dia tiba tiba nyeletuk
"aku mau pake kaos angry bird yang nggak ada temen"
Halah ! apa lagi maksudnya. Kaos yang mana lagi ?
Untunglah tempat bajunya cukup pendek. Trus dia ambil tuh baju.
Ternyata.......
Mau tahu bedanya ?

ini angry bird yang ada teman :)

Ini angry bird yang nggak ada temen

Sabtu, 26 Mei 2012

ASC, Here I Come

Karena kehendak Allah SWT jualah akhirnya aku berangkat All Star Celebration.
Allah punya skenario yang aku belum dikasih baca.

Sampai sore hari menjelang hari keberangkatan, aku masih menelpon Bu Sofi dari distributor Bandung. Apakah betul aku berangkat ASC besok. Acaranya di JITEC Mangga Dua. Nginepnya di hotel dekat situ katanya.

Karena aku statusnya pengganti, maka aku diberi challenge pribadi. Yaitu Ibu memintaku untuk lebih aktif lagi. Apa kriteria aktifnya ? Aku diminta belanja sendiri ke kantor. Nggak nitip lagi sama manajer. Trus aku juga diminta hadir TCM (Team Captain Meeting) karena diselenggarakan di hari libur.

Ya sudah aku bismillah aja. Esok paginya kumpul jam 6 di kantor Tuppi Bandung. Sebagai orang yang kurang gaul aku celingak celinguk cari teman. Sampai pembagian bis aku belum kenal seorang pun yang klik gitu. Padahal aku selalu menebar senyum lho.. bukan tebar pesona ya...

Sampai pas akhirnya ngantri naik bis, tiba tiba twing twing.. senyumku ada yang membalas dengan lebar. Dan ketika aku makin dekat, dia bilang kita duduk bareng yuk.  Hayuklaaah... Senengnya akuu.. dapat temaan.. Namanya Tohiyanti.

Dan dunia ini memang sempit. Ternyata mbak Tohiyanti yang sekarang Manajer itu, berasal dari Gandrung Mangu, Cilacap, alias dari kampung halamanku sendiri. Ini foto kami berdua ketika tiba di lokasi. Biasalah.. narsis ala emak emak

Datang datang ke Jitec dikasih makan siang dan snack yang dikemas dalam tuppi. Tuppinya boleh dibawa pulaang. Biar ga nyampaah. Asyiiik..

Nah si Mbak Yanti ini so inspiring banget...Sebelum gabung di tuppie beliau adalah seorang ART. Ya, asisten rumah tangga. Kapan kapan aku ceritain.

Selasa, 22 Mei 2012

All Star Celebration (Rejeki Nggak Kemana)

Di postinganku terdahulu, aku pernah cerita tentang salah satu bisnis sampinganku. Dengan nada optimis aku tulis di akhir postingan
See You on All Star Celebration !!
Tapi seiring berjalannya waktu, aku merasa terseok seok untuk mengejar chalenge yang diberikan.
Bayangkan saja, selama tiga bulan ini target rekrut new dealer 2 orang per bulan.
Dari dua dealer itu, salah satunya musti aktif.
Trus aku juga harus aktif belanja.
Itu baru masalah sale ya...
Belum masalah waktunya.
Pertemuan Team Captain setiap pekan. Aku nggak bisa hadiri. Paling aku bisa hadir sebulan sekali mengingat berbagai kesibukan yang ada. (hahahaha)

Nah, setelah 3 bulan aku berkesimpulan aku nggak akan berangkat ke Jakarta acara ASC ini walaupun secara penjualan aku masuk nominasi. Kenapa ? Alasan teknis laaah.
Pasti Ibu Boss Distributor bakal memilih yang rajin dataang lah ya walaupun total sales nya sama.. itu semacam recognition getooo...
Lagi pula aku belum pernah pergi meninggalkan anak anak dan suami barang semalampun menginap tanpa salah satu, salah dua atau salah semua dari mereka.
Jadi aku rada gamang.
Walaupun sejak Februari lalu aku udah sounding sounding sama suami tercinta, tentang peluangku ke Jakarta ini. Dan beliau dengan baik hati mengijinkan aku berangkat nantinya. Tetep saja ini bukan hal yang mudah, karena untuk pertama kalinya.

Tapi ternyata, di detik detik terakhir, Ibu yang seharusnya berangkat dari unitku itu berhalangan. Kebetulan beliau seorang guru dan harus diklat di hari hari acara.
Makaaa...... majulah aku sebagai nominator berikutnya. Suami mengijinkan aku ke Jakarta.
Alhamdulillah...

Senin, 21 Mei 2012

"Tamu Tak Diundang"

Libur panjang kemaren, si Abi udah niat mau mengecat rumah.
Meskipun hari Kamisnya Abi sempat ke kantor, tapi katanya 3 hari cukuplah buat menyelesaikan satu kamar. Maka Abi pun mantap dengan rencananya itu.
Aku sendiri hari Kamis itu sempat jalan jalan ke pasar sama F5, trus blogging sebentar, sorenya aku crafting . Hari selanjutnya bakal full di rumah. Pertemuan pertemuan dengan Ibu ibu juga aku jadwalkan di rumah aja.  Hari libur yang sempurna !

Kira kira abis maghrib laah.. tiba tiba Mama Echi nelpon Abi, Trus sama Abi di kasih aku.

Mama nanya : Titi kok nggak jadi ke Cilacap ? 

Iya Ma... Fikri baru pulang study tour tadi pagi. Lagian nggak ada duit. *curcol
 (Emang sih aku sempat kepikiran mau ke Cilacap sama Fikri. Tapi kan jadwalnya hampir bersamaan dengan jadwal study tour Fikri. Fikrinya juga baru pulang dari Yogya hari Kamis pagi. Jadi aku nggak jadi pergi.)
 
Mama nggak jadi ke Bandung ? tanyaku

Iya nih.. nggak jadi. Belum kelihatan ujung duitnya. Gelap banget. Jadi nggak kelihatan. Mama menjawab sambil ketawa.

Udah lah telpon itu selesai sampai disitu. Eh.. pas Abi mau ke masjid. Abi berhenti sebentar di depan pintu.  Menatapku yang baru selesai menutup pembicaraan dengan Mama.
"Tumben ya.. Ayuk nelpon ?"
"Ayuk inget kali, Ummi cerita mau ke CIlacap"

Mungkin jawabanku cukup memuaskan. Abi berangkat aja ke masjid.

Daaaannn... belum juga Abi pulang dari masjid. Terdengar suara mobil berhenti depan rumah, dan suara pintu pagar dibuka.

"Mama dataaaanggg... " kataku reflek ke anak anak.

Huh dasar ! Dikerjain.
Tapi seneng juga siiih... dikunjungiii...... bawa mpek mpek asli Lampung. (bukan asli Palembang ya...) yuhuuuu....
(Sorry ya Mak Sondang, setiap sodara datang di long week end, dikau gak kebagian oleh olehnya...*malas nganter apa pelit ? )

Full Day Outing !

Seperti sudah kuceritakan kemaren, Echi sekeluarga (Echi, Mama Echi, Papa Echi) datang ke Bandung tiba tiba aja. Berasa dapat tok tok wow.
Seneng karena ditengok saudara. Secara lebih sering kan kita ke Lampung sekeluarga
Seneng karena dapat oleh olehnya
Seneng karena biasanya ada sessi nganter belanja. Yang itu nggak pernah kami jalani ketika nggak ada tamu.
(Aneh juga ya.. katanya nggak seneng belanja tapi seneng nganter orang belanja. Ngelaba dikit laaah)

Ceritanya Echi sekeluarga ke Bandung itu adalah ngambilin barang barang yang masih tertinggal di Bandung. Waktu Echi lulus Unpad dan masuk HSBC, barang barang dari kost dia sebagian disimpan di rumah kami. Trus waktu keluar dari HSBC dan pulang ke Lampung, barang barang sebagian ditinggal di kost sepupu Echi di Asia Afrika.
Nah setelah sebagian barang itu diambilin (nggak bisa semua, karena mereka bawa sedan), hari Jumat ini acara utamanya adalah cari sepatu Echi. Karena Echi  Mei ini masuk ke BRI Bandar Lampung. Posisinya sesuai yang dia inginkan, bukan lagi di marketing tapi di back office. Sambil menyelam minum air. Selain itu ada agenda silaturrahim ke salah satu saudara yang aku nggak tau secara persis silsilahnya, tempatnya di Cipaganti. Pulangnya nganterin kebaca Echi untuk dipermak ke Jatihandap. OKe Coy ! Let's Go !

Kami berangkat dari rumah jam sepuluhan. Karena F1 sampai F4 sekolah semua, maka yang pergi mendampingi Echi's family cuma aku, Abi dan F5. Sebagai penumpang, aku nggak tau kayak mana ngatur jurusan. Si Papa nyetir juga lurus aja. Udah lewat Cicaheum kira kira dekat Gasibu baru nanya ini kemana dulu ? Kata Echi ke Kings. Yaelah.. lain jurusan kataku dalam hati.
Yau udah lewat Gasibu aja. pake jalur ke kantor. Usulku.
Akhirnya lewat Gasibu. Eh pas lewat Nasi Bancakan si Echi nyeletuk.
Kita makan dulu aja...
Ya udew akhirnya belok dulu ke Bancakan. Sumpeee... udah sepuluh tahun di Bandung, aku sendiri belum pernah ke sini.
Singkat kata kita makan di Bancakan. Aku senang suasanya kampungnya. Meja kayu pendek pendek, lesehan beralas tikar pandan. Piring pake piring seng jaman dahulu yang bergambar bunga mawar. Makanan tersaji (tepatnya siap saji) di baskom baskom gitu.
Nasinya ada pilihan nasi timbel atau nasi liwet. Cepat sekali. Tinggal ambil ambil. Trus minumannya ada es cendol, es goyobod sama es cincau. Ada juga es lilin jadul yang pake cetakan gitu. Ada kue balok/kue pancong. Full jadul !
Dan ajaibnya lagi, makan berlima dewasa dan satu anak, cuman 125 rebu doang !!
Recomended buat jalan jalan keluarga berikutnya. (*emak pelit langsung berhitung)

Karena udah hampir Jumatan, maka Papa dan Abi berhenti di masjid Unisba buat Jumatan. Ibu ibu dan F5 melanjutkan perjalanan ke Kings pake taksi.
Pertama nyari crocs.. setiap lapak dimasukin. Enggak ada yang cocok. Terus ke toko toko sepatu di belakang Yogya Kepatihan situ. Eh.. enggak dapat. stt si Bejo udah minta pulang dan kehausan.
Terus dilanjutkan masuk Yogya nyari sepatunya sampai jam duaan. Echi dan Mama shalat. (eh ternyata mushola lantai dasar ini lumayan enak, di area perluasan situ).
Enggak dapat juga. (hadoooh...)
Karena waktu menjelang ashar sepakat ke Masjid Agung dulu.  Setelah shalat di lanjut lagi.
Kali ini menuju Kings. Masih nyari sepatu. Akhirnya (syukurlaaah) dapat di Giovani.
Ternyata belum selesai petualangan kita. Masuk lagi ke Kota Kembang, masih nyari sepatu buat Mama. Karena hari semakin sore, dan dikejar gerimis, akhirnya dapat juga itu sepatu.

Yuk yuk ke acara berikutnya. Kita menuju Cipaganti. Pas kita di bunderan dokter Cipto itu masih sekitar setengah lima. Ampuuuun... Cipaganti macetooosss.. Nyampe di rumah Saudara, di jalan apa itu yang ada SLB, udah hampir jam 6. Nggak mungkin kaaan ngobrol cuma sebentar, Terakhir ke sini klo gak salah aku hamil Faiz menjelang nikahnya Tante Mpi.
Akhirnya habis maghrib baru cabut. Pulang lewat Siliwangi, DU dan PHH Mustofa.
Udah waktunya makan malam booo....
Setelah rembug sana rembug sini sepakat ke Selasih di Jalan Cikutra.
RM Selasih ini aku mengenal dari kelompok pengajian. Udah lama banget juga nggak ke sana. Cuma pas kemaren diceritain anak KPP Majalaya jauh jauh dari Jl Peta ke Cikutra untuk ke Selasih, jadi aku keinget lagi.
Tempatnya enaaaak... luaaaasss... Wifi nya kuaaat... *ga nyambung* makanan ada Indonesia ada Eropa.  Dan yang terpenting harganya paaasss.
Papa pesan Sop Buntut dan Nasi Tutug Oncom *ga nyambung ya*
Mama pesan masakan Cina. Eci pesan mi sarang burung. Aku pesan mi Aceh. Abi nasi goreng dan F5 bakso. Minumnya jus biasa dan air mineral..
Tambahan pesanan ada roti maryam keju coklat susu (lumayan enak) dan aku bungkusin pancake buat anak anak.
Total semuanya 150 rebu.... *salah ngetung nggak ya... enggak kok, karena asli murah pas di kantong mahasiswa*
Ah ya.. pas sebelah kita makan ini ada sekelompok mahasiswa kayaknya lagi rapat getu.. trus di sebelahnya lagi ada keluarga besar (ketahuan dari jenjang umurnya yang berbeda beda, ada kakek nenek, ayah ibu dan anak anaknya)

Abis makan pada shalat isya di mushola. Trus pulang.  Pulang ? Eh nggak. Masih satu tujuan lagi. ke Jatihandap.
Sebagai penjelajah Bandung Timur berasa sotoy lah itu si Jatihandap. Komplek UNisba. Oh iya di sana. Di atas rumah boss-ku naik dikit... perasaaan
Eh ternyataaa.... Ya ampyuuun.. si komplek itu jauuuuuhhh.. sekali di atas sana. Mana malam. Jalan sempit. Hadoooh... beruntunglah si Papa udah dari kelas 6 SD bisa nyetir, belajarnya kan di jalan lintas Sumatera. Jadi medan segitu yah.. lewatlaah.
AKhirnya sampai rumah jam sepuluh. Anak anak yang nungguin di rumah udah pada ngantuukk. Pas tadi di Selasih aku bilang Abi, sms-in anak anak, kata Abi biarin aja. Sekali kali ditinggaliiin....
Tapi aslii baru kali ini  anak anak ditinggalin hampir seharian. Jam sepuluh pagi sampai jam sepuluh malam.
Syukurlaaah.. mereka baik baik saja. Dan yang terpenting, nggak ada yang ngambek. Tau kali ya.. kita cuma mengantarkan tamuuu... Sekali kaliiii..

Ini foto Mama Echi, Echi dan Papa waktu di Selasih. Aku nggak sempat popotoan.

Jumat, 18 Mei 2012

Akhirnya...


Akhirnya... setelah sekian lama.. selain mudik tentu saja, baru kali inilah kembali jalan jalan dengan formasi full team.
Emang sih.. secara teknis bakalan susah jalan jalan bertujuh sementara kendaraan rodanya masih ada dua, belum nambah nambah juga.
Terpaksalah harus sewa roda orang lain ya.. hehehe.. Maka, pas Abi ngajak makan bareng minggu kemaren aku seneng banget. Walaupun berangkatnya separo tim naik motor dan separo lagi naik angkot nggak masalah laah..

Ceritanya minggu kemaren pas banget timingnya.
F1 sampai F3 baru pada selesai khatam AL Qur'an. Biasanya sih hadiahnya ke toko buku. Berhubung si rak buku udah mulai mual dijejalin melulu, dan belum ada rencana membeli rak lagi, maka untuk sementara membeli buku di stop dulu eh, tepatnya membawa pulang buku distop dulu. (karena ada aja buku yang masih nginep di laci kantor)
Jadi sebagai hadiah khatam kali ini adalah ngajak jalan jalan eh ngajak makan siang bersama.
Tujuannya kali ini masih yg sekali naek angkotlah.. yaitu ke Saung Legit di Cibiru.

Sebagai prolognya : Saung ini bener bener seperti rumah jaman dahulu.Masuk pertama di tampak muka adalah jajaran meja kayu persegi dengan kursi kayu yang kokoh bersandaran tinggi. Kayunya bukan kayu muda seperti kebanyakan sekarang, tapi kelihatan kayu tua. Trus agak ke belakang ada saung saung buat lesehan. Saungnya ada 4 doang. Yang dua terpisah, yang dua lagi bisa digabungin kalau pesertanya banyak. Dan khas rumah makan sunda ada kolam ikan ya.. tapi asyiknya di legit ini, kolamnya dangkal, tapi airnya penuh hampir sampai ke jembatan kecilnya. Jadi anak anak puas banget melihat ikannya yang besar besar itu.

Alhamdulillah kami dapat saung yang paling ujung belakang, yg menurutku paling enak. posisinya paling tinggi dan nggak dilewati orang.

Soal harganya ? di atas ampera dikitlaaah...Tapi karena judulnya hadiah khatam ya masih sekitar budgetlah.
Soal makanannya ? Di sini ada makanan Indonesia, ada juga makanan Eropa. Jadi tinggal pilih, mau nyoba yang mana.
Kalau tanya padaku gimana makanannya, aku pasti menjawab enak semua. Karena lidahku cuma mengenali dua rasa, enak dan enak sekali. haha. tapi berdasarkan apa yang dipesan sama anak anak dan yang direkomendasikan sama Abi.. Maka.... ini pendapat mereka :
Pesanan mbak si tenderloin steak - kayak sate katanya (tapi empuk lho...)
Pesanan fikri : chicken cordon blue - enak banget
Pesanan ayuk : spageti saus bolognaise katanya juga enak
Pesanan teteh : chicken steak katanya enak, kata mbak kayak sate. (ini empuk juga..)
Pesanan bejo : (sunda pisan) nasi timbel komplit - katanya enak juga wong dia makannya banyak 
Pesanan Abi : nasgor sea food. Kayaknya sih enak, soalnya si Abi dari rumah udah mantep mau pesan ini. Kata mbak juga enak. Kataku sih, kurang item/kurang kecap
Minumannya standarlah... jus jus gitu ada yg pake float es krim juga.
Tapi yang aku baru lihat adalah es cocktail yg ternyata aneka buah potong,disusun dalam gelas gitu, trus diatasnya dikasih eskrim . Jadi kayaknya lebih enak dimakan setelah es meleleh sampai buah iris yg paling bawah ya.. Tapi dasar anak anak, es krimnya di serbu duluan, jadi sisanya tinggal makan buah iris doang.

Ah, Tapi itu semua nggak terlalu penting, yang lebih penting dari makanan makanan itu adalah.. kebersamaannya. Sampai lama banget kita di sono.Sekitar dua jam lah. Goler goleran di saungnya yang disediain bantal kecil dan bantal gede. Sampai ngantuk karena angin semilir.
Sementara bejo malah asyik bolak balik cuci tangan yang wastafelnya pendek dan unik pisan. Yaitu pake bakul anyaman bambu yang di dalamnya dilapis semen kali ya.. jadi nggak bocor. Pokoknya tampak luar adalah bakul di bawah kran.
Trus klo mau manggil pramusaji kita pukul kentongan yg ada di saung. hihi..
Trus anak anak juga gantian mainin nangkepin capung dari android Abi yang dapat wifi gratisan

Yah pokoknya asyiklah. Dan tentu saja, untuk sementara hutang jalan jalan ke anak udah dibayar. hehe.. dan ini adalah pengalaman baru buat mereka. Makan makanan kelas menengah gitu... *emak emak pelit mulai berhitung, padahal membayar juga kagak*

Nah supaya nggak dibilang "no pic hoax" aku culikin foto dari sini.

RM Legit, Jl Cipadung, Cibiru

Kamis, 17 Mei 2012

Trus, Masalah Buat Lo?

Dulu waktu mbak Tri cerita anaknya yang paling besar dah masuk SMP dan ngomongnya dah mulai jutek jutek gitu , aku seolah nggak percaya. Dalam hatiku berkata,  masa' sih anak kita bisa berubah gitu...
Tapi aku cuman mendengarkan ya..
Secara aku percaya petuah orang tua, nggak boleh nyela sesuatu yang kita juga bakal menjalani.
*takut kualat*
Dan ternyata...ga usahlah nunggu mereka besar. Cukup satu aja yang besar, dan semua anak bisa saja -tiba tiba- jati jutek.

Misalnya aja sekarang ini, kulihat ada kecenderungan F1, F2 dan F3 itu sedikit "menjajah" ke F4. Yah karena memang F4 ini nuruuuuttt banget sama kakak kakaknya. Kalau F4 memprotes kakak kakaknya , segera aja dijawab "masalah buat lo ?"
Eh tapi senurut nurutnya seorang bocah yang punya keinginan juga, wong cacing aja kalau keinjek bisa bergerak, maka kadang F4 ini kalau ditegur kakaknya ya ikutan ngomong
"masalah buat lo..."

Kupikir itu udahlaaah... sesama mereka. Sekali kali berkelahi gak papa kaaan. Tapi yang nggak kuat, kata kata itu juga ternyata dengan mudah menjalar ke F5.
Pas ku dengar dengar mereka ngobrol sesama mereka, tiba tiba saja F5 nyeletuk
Trus, masalah buat lo...

(Masalah laaaaah.. nggak sopan tauuu... awas berani bilang gitu sama Ummi )

Ummi, Jadi Beli Splei Nggak ?

Yup, Splei ? Tahu splei ?
Kalau nggak tau, ya wajarla.. nggak ada kali ya yang namanya splei.
ada juga sprei. Dan ya memang itu maksudnya.
Yang nanya barusan itu Faiz. Eh, ngapain si bejo tiba tiba mikirin sprei ?

Begini ... sejak Faiz nggak jadi masuk TK, Abi nggodain Faiz.
Kata Abi, itu karena Faiz masih tidur sama Ummi.
Ngomong ngomong masalah tidur ini, sebenernya kan sudah disiapin kamar bareng F2 di atas. Tapi kayaknya kok nggak tega.. Cuman dipikir pikir F5 juga makin besar kan..
Udah gitu inget kata kata Mak Ephraim katanya anak laki laki cenderung bisa bersandirwara pura pura tidur. Padahal dia lagi terbangun di tengah malam. Adoooh... bahaya kaaan ?

Nah kayaknya kata kata Abi itu, sepertinya membekas sekali dalam benaknya. Maka sejak itu  Faiz mau tidur sama Fikri. Bahkan "reflek"nya pun, udah gitu.. Kalau ngantuk, udah ngajak ke atas. (bukan ke kamar Ummi dan Abi lagi).
Cumaaa.. dia tuh kasih kita syarat.. mau tidur di atas, kalau dibeliiin sprei angry bird, sponge bob sama shaun the sheep. Ini bukan atau ya.. artinya dia minta tiga sprei itu. *duh, tengok dompet yg makin kosong*
Makanya... pas hari ketiga dia tidur di atas trus nanyain itu ke aku, trus aku cerita ke Abi, si Abi bilang , ya udah laah beliin aja. Kasian.

Akhirnya tadi pagi aku jalan berdua Faiz ke pasar Ujungberung, cari sprei. Di jalan masih aku bujuk dia, belinya satu per satu ya.. nanti uang Ummi habis, klo belinya langsung banyak.
Untunglah dia mengangguk.
Dan setelah muter muter pasar, memang cuman ada dua dari tiga motif yang dia inginkan.
Yaitu angry bird dan shaun the sheep.

Sampai di rumah langsung di pasang. Pas kutanya mana duluan ? Eh.. dasar bocah. Ada ada aja ya.. Dia bilang spreinya angry bird, tapi sarung bantal sama gulingnya shaun the sheep.
Ah... puas deh, lihat kegembiraan yang terpancar di wajahnya.
lihat tuh, dia sampai loncat loncat di atas kasurnya


saking pedulinya akan tempat tidurnya, ada head set hape F2 pun dia singkirin

lihat nih, pura pura tidur. untung masih matching ya.. angry bird campur shaun the sheep


Jauhan sama Anak

on the trip
Selama ini aku belum pernah melepas anakku pergi sendiri ke luar kota tanpa didampingi. Hatta itu ke rumah nenek kakeknya atau ke rumah pak dhe bu dhe nya yang nota bene masih keluarga.
Aku suka kagum tuh, kalau ada ortu yang merelakan anaknya dibawa oleh neneknya  barang seminggu, apalagi sampai diasuh nenek/kakeknya.
Mungkin aku cengeng, nggak kuat. Tapi aku yakin, siapapun yang sudah merasakan menjadi ibu, pasti dapat mengerti perasaanku.

Antara khawatir dan gimana gitu..
Ini tentang Fikri, yang mau study tour ke Yogya, 3 hari pula eh, tepatnya 3 malam 2 hari.
Faktanya, sejak  3 hari sebelum Fikri berangkat, dia maksain khatam Al Qur'an. Hihi si Ayuk dah bisik bisik, Ummi khawatir enggak, Yai mau pergi.. ngajinya banyak banyak.
Halaaah.. gak papa.. kataku sambil menenangkan diri.  Kali biar dapat uang saku lebih banyak. hehehe
F1 juga pernah pergi 3 hari 2 malam. Kemana ? camping di sekolahnya. Bisa ditengok kapan saja meski faktanya kami nggak nengok karena dilarang pihak sekolah. Tapi ini, Yogya !
Bandung Yogya bukan jarak yang dekat. Lagipula ini pertama kalinya F2 ke Yogya. (pernah sih, waktu umur tiga tahun, transit doang.. uhuk uhuk,.. sampai keselek nih, sambil makan brem)
Mau nggak ngijinin, gimana, wong bapaknya udah ngijinin. hehe.. kali aja ntar dia kuliah di Yogya. Pilihan pertama sih ITB... (amiiinn.....)

Senin aku ijin dari kantor, utk melepas keberangkatannya. Jangan tanya aku nyiapin apa, aku gak nyiapin apa apalah.. orang dia udah bisa beberes sendiri. Aku ceki ceki doang.
Ke tempat ngumpul dianter Abi jam 4 sore. Tapi jam 17.45 dia sms "aku baru berangkat"
Malemnya aku sms nyampe mana.. dia jawab sampai Ciawi. (Ciawi di mana yaks )
Nah lucunya pas selasa pagi aku sms , udah nyampai mana, dah sampai pantai belum Fik ? (tujuan pertama pantai Parang tritis)
eh dia jawabnya cuma "jalan" (nyampe di jalaaan... ya eya laaah... ini anak irit amat yaks, dalam berkata kata, kayak bapaknya banget)
Seharian di hari selasa itu, aku gak sms. Eh dia juga enggak.
Sorenya aku minta adiknya utk sms. nggak dibalas.
Rabu pagi aku sms : hape kamu kenapa, kok Ayuk sms ga di balas
kata dia :ga ada sms ayuk.
Trus aku tanya udah belanja apa aja ? dia jawab udah beli bakpia.
(gak nyambung blas.)
Berhubung di rabu pagi itu hapeku mati dan nggak mau dicas, sampai sekarang nih, entah mati suri atau mati beneran, aku gak sms-an lagi sama dia.
Eh, tadi pagi pas aku malas malasan bangun, dan tiba tiba saja harus bangun karena mendengar suara motor Abi keluar garasi, hehe.. aku baru nyadar, Fikri pagi ini pulang.
Daaaan.. alhamdulillah dia pulang dengan selamat. (*lebay...)

Ceritanya, pagi hari pertama dia nggak jadi ke parang tritis karena bisnya terpisah dari rombongan dan tersesat. Katanya sih mau dikasih ganti rugi berupa cash back yg nggak tau jumlahnya berapa
Di setiap tempat wisata, mampirnya cuma sebentar sebentar. ya eyalah, ngebayangin jadwalnya yang padat gitu juga aku udah cape duluan. Jalan sejam, mampir sejam. Hampir gitu sepanjang dua hari itu.
Bahkan akhirnya dia pesan bakpia pun dibelikan oleh petugas tempat dia menginap. (hotel sejahtera atau apartemen sejahtera gitu laah..)
Untuk memuaskan keinginan ke pantai yang tidak terwujud, anak anak sampai berenang dua kali di hotel itu. Pas nyampe sekitar jam 11 malam, sama pagi pagi subuh jam 4. Halaaah..
Eh, meski nggak dipesen, ternyata doski keingetan membelikan oleh oleh khusus
Kaos buat Abi, kaos buat Ummi, baju tidur batik buat Faiz dan gantungan kunci buat adik adik yang lain.

Diwawancara sama si Abi yang udah 2x ke Yogya tahun kemaren, tentang harga harga belanjaan terutama, takut dimahalin, ternyata F2 dinyatakan lulus. haha
Syukurlaah... Alhamdulillah telah kembali ke rumah dengan selamat.

*dan membayangkan apa rasanya dulu Bapak Ibu melepasku ke sana ke mari pas SD dan SMP, trus kos pas SMA . Benar benar orang tua yang memberi kesempatan mandiri buat anaknya. Terbukti sampai sekarang, aku nggak pernah merasa asing di kota yang baru. Dimanapun, aku betah. Terima kasih, Bapak dan IBu*


Senin, 14 Mei 2012

Ku Aku Ajaa...



Ku aku ajaa... (olehku saja..ini mah bahasa Sunda campur baur)
Itu kata F5 setiap kali aku mau buka pagar pas pergi berdua dengannya.
Kemudian dia buka pagarnya... mempersilakan aku keluar dan dia menutup pagar itu lagi.
Pas pulangnya pun demikian, dia membuka pagar, aku masuk duluan, kemudian dia menutup pintu pagar lagi.
Mulanya, kupikir karena dia baru bisa buka tutup kunci pagar itu ya.. jadi kuanggap itu hal biasa.
Eh ternyata oh ternyata.. setiap kali harus membuka dan menutup pintu, maka Faiz akan mendahuluiku dan berkata
"ku aku aja"
Kayak semalem tuh, aku nganterin dia tidur ke kamarnya, karena Fikri pergi study tour.
Kirain dah tidur ya.. pas aku bangun mau keluar kamar, eh dia bangun, membuka pintu kamarnya, mempersilakan aku keluar, lalu dari luar kamar, aku minta dia naik tempat tidur.
"ku Ummi aja nutupnya" kataku...
Setelah dia naik ke tempat tidurnya, akupun menutup pintu.

Ah ...Bejo ... bejo... nggemesin amat sih kamu


Sabtu, 12 Mei 2012

Mendaftarkan Sekolah

Seperti yang sudah Faiz ceritakan di sini, di awal bulan lalu aku dan suami sengaja datang ke At Takwa buat ngedaftarin Faiz. Udah mantep buanget tuh, misua. Udah bawa duit, udah bawa copy akte segala. Cuma tinggal foto doang. Eh, mungkin belum rejeki ya.. mmm.. atau Allah masih kasih aku waktu untuk ngomongin beberapa keinginanku yang belum aku sampaikan sama suamiku, Attakwa tutup. Mereka libur awal bulan. (hihi.. baru inget. lha F3 dan F4 aja libur). tadinya kupikir kantor bakal tetep buka. Ternyata libur juga. Ya deeeh.. selamat libur ibu guru dan bapak guru...

Keinginanku sebenernya memindahkan Faiz dan Eka bersama sama ke At Takwa. Memang sih, aku harus berusaha lebih keras, sangat keras malah ya.. kalau pengen sekolah Eka di at takwa nggak bakal mempengaruhi cash flow rumah yang udah empet empet sana sini. Tapi kan kita percaya satu hal, kita punya Allah , Allah Yang Maha Memberi Rejeki, jadi nggak usah kuatir besok hari. Udah ada takarannya kok. Moal pahili bahasa Sundanya. alias gak bakal ketuker.

Sebenernya aku -ternyata aku- sempat salah faham atas kata kata suami.Kupikir waktu Abi mengiyakan Eka sekolah bareng Faiz, ya bareng di At Takwa. Ternyata enggak.Maksudnya Abi ketika Faiz ke At Takwa, Eka ke Mutiara. Ya suami sih berdasar logika aja, masa sih, duit gak ada mau maksa maksain diri.Getoo... Yah aku menerima alasan ini. Meski dalam hati kecilku nggak tega. Bibi udah nganggep faiz seperti cucu sendiri. Masa sih kita nggak bisa membalas itu. Tapi ya sudahlah. Boss nya kan suami. lagian.. Tetep kan , keputusan suami itu yg harus diikuti sesuai perjanjian di awal nikah dulu. ada dua pasal. Pasal pertama suami itu selalu benar. Pasal kedua, kalau suami salah, kembali ke pasal pertama. hahahaha

Cerita dikit ya..waktu ada pentas seni di at takwa beberapa bulan lalu itu , aku diam diam udah konsultasi sama kepsek TK yg nota bene dah kenal dari jaman F1 TK dulu. Melihat umur Faiz yang nanggung pisan, ibu Kepsek mengatakan Faiz belum bisa masuk TK A, atauuuu...kalaupun Faiz masuk di attakwa, bakal 3 tahun di TK nya. Karena usianya saat ini kurang dari 4 tahun. (Faiz lahir september). Trus aku nawaaar.. Ini mau masuk bareng saudaranya yang lahir Februari -ya Eka itu-. Ya udah kata bu Guru boleh.
Yah.. kalau EKa gak jadi di masukiin ATtakwa, berarti Faiz gak bisa masuk AT Takwa.
Tapi aku gak mau bicara ke suami bahwa Faiz belum bisa diterima di Attakwa. Biar beliau mendengar langsung dari sumbernya.

Dan akhirnya tadi kami bertiga, Aku Faiz dan Abi ke Attakwa. Maksudnya mau daftar TK. Udah siaplah.. buat ngisi formulir dsb.
Daaaann... tadaaa... tetep belum boleh. Bahkan kali ini Ibu Kepsek lebih keukeuh lagi. Kalau Faiz mau masuk sekarang, bapak ibu harus membuat perjanjian, nggak bakalan menuntut dua tahun lulus TK. Halaaahhhh.. kayak apaan ajaaa...
Ya sudahlah, akhirnya dengan berat hati Abi menerima, Faiz masuk TK at takwa tahun depan aja. Meski sambil ngomong sendiri emang apa bedanya anak yang lahir 31 agustus sama 1 september? kok pake batasan 4 tahun di 31 agustus. Kalau anak kembar yg satu lahir 31 agustus pukul 23.56 dan satunya lagi tanggal 1 september pukul 00.05 gimana ? Hahaha.. abi abi.. ada ada saja. Sudahlaaahh...

Dan dengan pertimbangan, daripada Faiz mengenali teman teman seangkatannya ntar masuk SD attakwa duluan dan dia masih tinggal di TK nya, mending tahun ini Faiz masuk TK A Mutiara aja.. sambil maeen.. dan masih baareng Eka.  (dalam hatiku, sambiil aku nabunnng bbuat ngedaftarin Eka. Kali aja kalau punya saham jadi punya hak suara. Boleh kaaan.. berkeinginan baik ?)

Mi, Aku Nggak Jadi Ke Jakarta Doong...

"Mi, aku nggak jadi ke Jakarta dong..."
Ini adalah ucapan Teteh di perjalanan dari Bandara Raden Intan menuju rumah Eyang, 28 April lalu.
(Oalah Naaak.. optimis banget kamu yah... semifinal juga belum dijabanin)
Akupun meluruskan,
"teteh bukannya nggak jadi ke Jakarta, Teteh kehilangan kesempatan untuk ke Jakarta ikut Final Kuark"
hehe.. ci Teteh senyum.

Udah kuceritakan waktu itu, hari itulah Eyang Lampung kembali ke haribaanNya. Hari itu pula, sebenernya adalah hari semifinal Olimpiade Sains Kuark.
Malamnya Teteh udah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk semifinal itu. Udah nyiapin pensil B2, penghapus, papan dada dan tentu saja tanda pengenal nggak boleh ketinggalan.
Dia juga udah dagdigdug gitu kayaknya..
Bolak balik nanyain. Nanti kalau Teteh ke Jakarta sama siapa.
Ya udah, nanti Ummi temenin. (jawaban ngasal *nggak yakin ke final soalnya*)
Terus besok yang njemput habis OSK siapa ?
Ya Abi tentu saja laah.
Dan sebagainya dan sebagainya. Banyak banget pertanyaannya, sampai aku lupa. Pokoknya sampai kakak kakaknya aja pada gemes lihat dia bolak balik aja dari kamarnya ke kamarku. Nanya sesuatu. Trus balik lagi ke kamarnya. Nggak lama kemudian balik lagi ke kamarku. Nanya sesuatu lagi. Yah gitu deh.
Pintu kamar kami hadap hadapan dipisahkan kamar mandi yang dah alih fungsi jadi gudang.
Yah tapi manusia hanya merencanakan, Allah yang menentukan. Ternyata Teteh hari itu nggak bisa ikut semi final. Makanya hilanglah kesempatan menang dan ikut final di Jakarta

Rupa rupanya dia bener bener kehilangan momen itu ya.. Aku nggak nanyain sih. Cuma menyimpulkan. Karena di antara hari hari di Lampung, diantara kesenangannya bermain dengan para sepupu, dan kesedihannya karena ditinggal Eyang seperti ceritanya disini, ternyata dia masih bilang gini:

Nggak papa ya Mi, kan nanti aku masih bisa ikut lagi pas level 2 (utk kelas 3 dan 4) atau level 3 (kelas 5 dan 6).
Iya Nak, semoga engkau menang nanti ya.. dan ke Jakartanya nggak batal lagi.

Jumat, 11 Mei 2012

When You Sad...

when you sad, when you blue
when you really really blue
don't forget that you have Allah
You can ask Him to Give you happines

when you happy and you glad
when you really really glad
don't forget that you have Allah
You can thanks him, Who give you happines

*maap klo salah bentuk tensesnya*

Syair di atas itu adalah lagu Asma Nadia tahun 90-an.
Ada yang tau lagunya ? Yuk ah, klo sedih klo  bahagia, tetep ingat ALlah

Rabu, 09 Mei 2012

Ummi, Kapan Aku Haid ?

Ini niy, satu lagi cerita punya anak menjelang ABG alias akil baligh gitu lho..
Belajar ngomongin yang dulu kita anggap tabu tabu dan saru saru sekarang aku harus nebalin kuping dan nebalin muka pura pura biasa aja, walaupun sesungguhnya masih terkaget kaget.

Aku udah sering dengar pertanyaan itu dari F1, secara dia kan udah kelas 2 SMP eh kelas 8 yah.. dan sekarang belum haid. *asyik,masih ada waktu menyiapkan kedewasaan
Dan aku jawabnya sih, tunggu aja. Ya emang tunggu aja.
Aku pernah tanya sama temanku yang dokter, katanya haid ini juga ada faktor keturunan. Jadi kalau ibunya haidnya usia berapa, anak juga bakal ikut. Walaupun itu juga sekarang dipengaruhi oleh hormon hormon tubuh kita yg dipengaruhi oleh makanan (ber MSG, ber pengawet,katanya mempercepat ya) terus juga oleh tontonan tontonan.

Nah kini giliran F3 yang nanyain. Dia kan baru kelas 5. Memang sih, secara body udah hampir nyamain kakaknya.
Nah pas kemaren F3 nanya pelan pelan di kamarku
"ummi,kapan aku haid ya...teman temanku yang kecil kecil juga sudah pada haid"
"tunggu aja, nanti juga tiba waktunya. Emangnya Ayuk udah siap.. Kalau udah haid berarti sudah baligh. Sudah mukallaf. Sudah harus menjalankan kewajiban agama dengan sebaik baiknya. Misalnya : Shalat tepat waktu (soalnya dia susah dibangunin), menjaga pergaulan (Ayuk lebih gaol dr Mbak) , menjaga pandangan (meski kelas 5, ayuk udah CCP), puasa, dll"
"Yah, aku belum siap sih ..."
"Nah, berarti Ayuk masih dikasih waktu sama ALlah untuk belajar dan mempersiapkan diri"
"Emang Ummi dulu haid kelas berapa ?"
"Kelas 3 SMP"
"Ih.. lama amaat. Yah, tapi nggak papa lah. Ummi, kata teman Ayuk kalau mau cepat haid pikirin aja yang jorok jorok"
("Hah ?" *panik panik. tapi harus tetap tenaang... tarik napaaasss... baru juga kemaren Mak Sondang ngomongin dampak pornografi)
"hehe.. tuh kan baru juga Ummi bilangin menjaga pandangan, menjaga hati.."
"Hehe... nggak lah Ummi. Aku nggak mau mikirin yang gitu" kata Ayuk sambil berlalu.

Duuuh duuuuh...
Ya Allah jagalah anak anak kami dari hal hal yang tidak Engkau Ridhoi

Selasa, 08 Mei 2012

Aku Mau Dikubur Di Samping Mbak Zahra !

Uff ! memang bener ya, harusnya makin banyak anak makin banyak postingan.
Habisan anak anak itu kelakuannya macam macam, bin ada ada saja

Setelah sebelumnya membicarakan siapa tahu ini hari terakhirmu, kali ini mereka terang terangan membicarakan tentang prosesi pemakaman.

Adalah Mbak Zahra, mbak ini anak Tante Yah (adik  Abi). Tinggalnya di Lampung.
Dia tumbuh besar bersama sama anak anakku. Ketemu tiap lebaran.
Usianya kira kira sepantar F3.
Kenapa dipanggil Mbak ? Karena bundanya memanggil Mbak.
Sudah jadi tradisi keluarga Lampung, semua dipanggil sesuai panggilan rumah.
Ada Mbak, Kyai, Ayuk, Teteh, Kakak, Abang, Uwo, Abi, Ummi, Bunda..
Pokoknya gimana dipanggil di rumah, maka keponakan keponakan dan sepupu juga akan memanggil demikian.
Nah, mbak Zahra ini, beberapa tahun lalu sudah dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa.
Sebelumnya dirawat dulu di RS karena DBD.
Mungkin anak anak terkesan sekali sama mbak Zahra kali ya. Memang anaknya rada endut gitu, cenderung tenang, nggak pecicilan kayak anak-anakku.

Eh,pulang pulang dari pemakaman Eyang, si Mbak tiba tiba ngomong

"Aku mau dikubur sama Eyang"
"Nggak bisa, kan udah penuh semua tuh.."
"Ya udah, kalau gitu dekat Mbak Zahra"
"Ah, kamu nyusahin yang hidup aja, kan kita semua di Bandung, ntar kalau kamu dikuburin di Lampung kita mesti bawa bawa jenazah ke Lampung, trus kalau mau ziyarah juga jadi jauh" kataku masih mengelak
"Nggak mau tahu, pokoknya mau dikubur di Lampung"
"Yah, kan kita nggak punya KTP Lampung"  aku masih berusaha
"Ikut aja keluarga tante Yah (Bundanya Zahra)"
"Nggak bisa atuh, kalau kamu udah meninggal baru masuk kartu keluarga Tante Yah."

Si Mbak diem dan nggak nerusin lagi. Bingung kali yah
Bingung pula Umminya. Kalau kayak gini, termasuk wasiat bukan yah..
*pegang kepala, pening*

Senin, 07 Mei 2012

Mengelola Blog


Setelah Mamak Ephraim mengenalkan aku dengan eMPi, rasa rasanya aku punya tempat pelampiasan  eh tempat menyalurkan semua hobby dan kegemaran. Mulai dari kegemaran menulis diary yang sudah lama ditinggalkan karena tangan berasa dah kaku menulis pake pena, sampai dengan kegemaran membaca dan ngulik (baca : crafting).
Ternyata banyak sekali bertebaran blog blog yang mengakomodir itu semua.
Akhirnya aku punya hobi baru, bewe alias blog walking

Akhirnya  aku merasa bahwa eMPi ku ini tidak cukup untuk memuat segala yang berkelebat kelebat di kepalaku. (Ah, aku aja kali yah yang nggak bisa menej. )
Terus terang aku masih  gaptek dalam hal  mau ngulik si eMPi ini.
Mau dibikin warna warni seperti punya yang lain, kapan nguliknya gak sempat sempat.
Ya sudah lah, akhirnya dibiarkan polos gini.

Makanya, untuk mewadahi hasrat ku yang lain, maka aku merambah ke blogger.
Kalau dulu bikin eMPi diajarin Mamak Ephraim, maka ke blogger ini aku tanya langsung sama mbak Google.
Mbah mbah, gimana caranya bikin blog di blogger.
Maka simbah dengan segera memberikan jawaban. Salah satunya ini
Lalu aku coba coba, eh, ternyata keterusan.
Bukan cuma satu blog, ada tiga blog-ku di blogger.
Satu tentang puisi, satu tentang cerita cerita pendek gitu,satu lagi tentang crafting.
Eh, .. setelah sekian lama, kelihatan yah, minatku itu lebih di crafting.
Pertama dari tingkat posting isinya, lebih sering posting di blog craft
Meski blog ini dibuat paling terakhir diantara blog aku, pengunjungnya dah melewati dua blog sebelumnya.
Aduh. senengnya.

Terima kasih ya Mak Sondang, yang udah nyumbang nama


penampakan
Nah, sekarang aku sedang menularkan hobbi blogging ini ke anak anakku.
Secara resmi F2 sd F5 udah punya blog. F2 udah lama nggak ngisi blognya, bahkan dah lupa password segala
F3, belum ngisi blognya
F4 dan F5 perlahan tapi pasti sudah mulai terisi.
Oya pernah baca di salah satu tulisan KEB (Kumpulan Emak Emak Blogger) gitu, katanya kenapa kita ngeblog, antara lain adalah karena kita menjadi salah satu penyedia konten positif di internet... Amiiiin.. moga moga tulisan tulisanku bener bener berdampak positif ya..

Aku Lebay, Ya ?

Pas aku kehilangan modem waktu itu, saking kebayang bayangnya sama si modem, serrrriiing banget  aku tanyain ke Faiz. Berharap tiba tiba dia ingat dimana nyimpennya.
Agak keterlaluan kali yah, mengharap anak balita mengingat dimana dia  menyimpan suatu benda. Udah gitu  kejadiannya dah lewat hari.
Habisan.. gimana doong, modem kan sangat berarti buat aku yah..

Waktu itu kan rumah agak sepi karena Abi, F3 dan F4 ke Lampung.
Jadi  aku lebih banyak waktu berdua Faiz.
Klo lagi berdua itulah aku sering keceplosan
"Jo, mana modem Ummi Jo..." (Jo=Bejo, panggilan sayang Faiz)
Maka Faiz pun langsung memberikan jawaban cepat
"Nggak tahu, udah aku ilangin"
"Yaaah..." kataku

Saking seringnya bertanya, akhirnya itu jadi semacam keisengan. Kalau Faiz lagi asyik main, di ruang depan misalnya, dan aku di kamar, maka aku panggil dia
"Bejo...."
"Apa Ummi ?" Faiz lari mendekat
"Modem Ummi mana ?"
"Nggak adaaa..." sambil lari dan tertawa
Ah, Bejo !

Merasa diisengin kali ya.. akhirnya belakangan Faiz kalau di dekatku, terutama kalau lagi main leppi berdua, dia sering berceloteh sendiri
"Joo... modem Ummi mana Jo..., Nggak tahu.. kan udah ilang sama aku... Yaaah.. Bejo...."
Lalu dia tertawa cekikikan.
Gimana bisa kesel coba, ngadepin anak gitu.
Dan yang lebih parah lagi, habis ngikik, dia ngomongin dirinya sendiri
"Aku lebay, ya ?" sambil matanya menatapku.

Huh ! Dasar bocah. Ini nyindir apa nyindir siiiih...


Minggu, 06 Mei 2012

Siapa Tahu Ini Hari Terakhirmu

F1 dan F2 jaman di Kupang, main air berdua
Susahnya kalau anak anak sudah mulai gede, sudah banyak maunya yang kadang kadang kita tuh nggak ngerti apa maunya. (*emak yang aneh bukan sih ?)
Contohnya, sekarang F1 - F3 udah pegang hape masing masing.
Hape Cina murmer gitu deh..
Di dalam hape itu juga udah ada kartu memori masing masing (hmmm isinya lagu lagu melulu)
Eh.. kok ya masih pada tuker tukeran hape.
Masih pada pinjem pinjeman kartu memori.
Maksudnya apa sih. Itu kan ada teknologi buntut eh blue tooth yang bisa saling kirim dan saling tukar.
Dan ketika si F1 ngotot mau pinjem kartu ke F2 dan si F2 keukeuh jual mahal,,maka si F1 pun rela membujuk dengan uang jajan, kalau perlu dengan cara mengintimidasi. (awas lho.. rahasianya diceritain ke Ummi, contoh)
Nah lho.... terpaksa deh ngasih, walaupun sebenarnya nggak rela rela amat. Tapi tak apalah demi pertambahan uang jajan barang seribu perak. Itung itung nyewain  kali yaks
Udah gitu, masih pakai diiiringi pesan sponsor :
"ya deh, aku pinjemin. siapa tahu ini hari terakhir kamu. Aku nggak mau, kalau di hari terakhirmu aku nggak berbuat baik padamu"
*Gubrak*
Kok ya kepikir yah..
Kataku, ya udah, kalau gitu kalian selalu lah berbuat baik sama saudaranya. Kan nggak tahu, kali aja ini hari terakhirnya.
Aih sementara si Mbak yang dikatai malah nggak peduli.
Yang penting di tangannya dah ada kartu memori.
Dasar bocah !!
Lupa jaman kecil dulu mereka selalu hidup rukun bermain berdua

Sabtu, 05 Mei 2012

Faiz Gundul Lagi


Karena sudah 8 tahun bersama kami sekeluarga kali ya.. jadi Bibi juga sudah seperti orang tua sendiri dalam hal tertentu.
Contohnya kalau ada pekerjaan Bibi yang ku kritik atau apa, jawaban Bibi malah kadang nggak nyambung. Maksudnya bukan jawaban iya atau bagaimana. Malah balik kasih aku petuah ini dan itu.
Hihi... ya sudah deh. Namanya juga orang tua. Bagaimanapun 8 tahun bukan waktu yang pendek ya.. Bibi juga pasti dah mengenal aku sebagai orang yang baik, nggak pernah marah, rendah hati, de el el yang baik baik lah... (yang butut mah sembunyiin aja).
Jadi ya Bibi nggak ragu ragu lagi mau bertindak apa buat anak anakku yang menurut dia Baik. Intinya aku pasti mau nggak mau bakal setuju juga. hehe

Ceritanya setelah Faiz gundul untuk pertama kalinya, sampai sekarang sudah beberapa kali Faiz gundul eh cukur lagi. Nggak gundul gundul amat sih.., masih sisa barang setengah senti.
Pengennya sih... ini pengenku ya... Faiz pergi cukur bareng bareng pas Abi dan F2 cukur, sebagai laki laki gitu lho.. Ternyata waktunya nggak pas aja. Malahan terakhir terakhir dah dua kali cukur kali yah, Abi dan Fikri pun perginya sendiri sendiri (nggak bareng lagi). Abi belum gondrong, si Fikri dah kena razia di sekolah.

Nah Faiz, ini pergi cukurnya masih sebagai baby.. (hehe). Iya, pergi sama Bibi, sama Eka. Ke tempat cukur yang sama sih..dengan tempat Abi dan Fikri cukur. Cuma kok...  aih, ya sudahlah.

Dan beberapa hari lalu, pulang kantor Faiz dah gundul lagi.
Setelah Bibi pulang, Faiz aku tanya (pura-pura aja sih)
"Faiz cukur sama siapa ?"
"Sama Bibi, sama Eka."
"Faiz duduk sendiri apa dipangku ?"
"Duduk sendirilaah.. kan udah gede" sambil gaya pede gitu.
"Wah Faiz udah pinter ya.. berani duduk sendiri". *gak nanggepin, malah ganti topik.
"Ummi, ummi, aku tadi minum pop ice loh..."
"Hah (kaget,kok tau pop ice segala ), dapat dari siapa ?"
"Dari Bibi laah, beli di tempat cukur "

Oalaaah.. pantesan, lagi lagi cukur sama  Bibi, lha sogokannya sesuatu yang belum pernah di kasih sama Ummi..


Sebelum Cukur
  setelah cukur
(makasih ya Bi.. billnya ga dikirim ke aku, hihi. *nyonyahpelit)