Selasa, 08 Mei 2012

Aku Mau Dikubur Di Samping Mbak Zahra !

Uff ! memang bener ya, harusnya makin banyak anak makin banyak postingan.
Habisan anak anak itu kelakuannya macam macam, bin ada ada saja

Setelah sebelumnya membicarakan siapa tahu ini hari terakhirmu, kali ini mereka terang terangan membicarakan tentang prosesi pemakaman.

Adalah Mbak Zahra, mbak ini anak Tante Yah (adik  Abi). Tinggalnya di Lampung.
Dia tumbuh besar bersama sama anak anakku. Ketemu tiap lebaran.
Usianya kira kira sepantar F3.
Kenapa dipanggil Mbak ? Karena bundanya memanggil Mbak.
Sudah jadi tradisi keluarga Lampung, semua dipanggil sesuai panggilan rumah.
Ada Mbak, Kyai, Ayuk, Teteh, Kakak, Abang, Uwo, Abi, Ummi, Bunda..
Pokoknya gimana dipanggil di rumah, maka keponakan keponakan dan sepupu juga akan memanggil demikian.
Nah, mbak Zahra ini, beberapa tahun lalu sudah dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa.
Sebelumnya dirawat dulu di RS karena DBD.
Mungkin anak anak terkesan sekali sama mbak Zahra kali ya. Memang anaknya rada endut gitu, cenderung tenang, nggak pecicilan kayak anak-anakku.

Eh,pulang pulang dari pemakaman Eyang, si Mbak tiba tiba ngomong

"Aku mau dikubur sama Eyang"
"Nggak bisa, kan udah penuh semua tuh.."
"Ya udah, kalau gitu dekat Mbak Zahra"
"Ah, kamu nyusahin yang hidup aja, kan kita semua di Bandung, ntar kalau kamu dikuburin di Lampung kita mesti bawa bawa jenazah ke Lampung, trus kalau mau ziyarah juga jadi jauh" kataku masih mengelak
"Nggak mau tahu, pokoknya mau dikubur di Lampung"
"Yah, kan kita nggak punya KTP Lampung"  aku masih berusaha
"Ikut aja keluarga tante Yah (Bundanya Zahra)"
"Nggak bisa atuh, kalau kamu udah meninggal baru masuk kartu keluarga Tante Yah."

Si Mbak diem dan nggak nerusin lagi. Bingung kali yah
Bingung pula Umminya. Kalau kayak gini, termasuk wasiat bukan yah..
*pegang kepala, pening*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan