Jumat, 08 Juni 2012

Mengajari F5 Tidur di Kamarnya

Seperti diceritakan F5 di blognya, sepertinya benar benar dia terobsesi oleh kata kata Abi, bahwa sebab utama dia nggak masuk attakwa adalah karena masih tidur sama Ummi.

Sebenarnya sudah agak lama aku dan suami mempersiapkan kamarnya. Tapi mungkin karena faktor bungsu dan berasa dia masih kecil (padahal bukan masih kecil ya.. paling kecil diantara 5 iya...), rencana pisah kamar Faiz belum jadi jadi juga. Syukurlah, kejadian dia nggak masuk TK itu membawa hikmah ya.. bisa jadi titik tolaknya.

Jadi kalau kuingat ingat, beberapa hal sampai dia mau tidur di kamarnya adalah :
1. Sosialisasi tentu saja. Itu yang pertama. Aku dan suami bilang bahwa dia semakin besar. Nanti suatu saat harus tidur terpisah dari Ummi dan Abi
2. Mempersiapkan kamarnya. Dan mendandani sesuai hasil kesepakatan antara ortu dan anak. Seperti F5 minta sprei dan bantal angry bird dan shaun the sheep, pas udah dibeliin ya suka rela aja dia tidur di kamarnya. Termasuk disini adalah pernak pernik ketika dia tidur sama kita. Obat nyamuk, minyak gosok anti nyamuk, air putih, apa saja deeeh..
3. Mengajak tidur ketika anak sudah benar benar mengantuk. Kebetulan kamar F5 di atas, jadi selama dia belum ngantuk, ya ditemenin aja main di bawah. Baca, mewarnai, main bola, main topeng monyet, main kartu, apa aja deh... 
4. Mengantarkan ke kamarnya sampai dia tidur. Kata para ahli sih, supaya timbul rasa aman dan nyaman. Karena dia masih masa adaptasi. Di sinilah prosesi mendongeng, mengobrol dan menanyakan kejadian seharian tadi biasanya aku lakukan.
5. Matikan lampu / redupkan lampu agar anak tidur lebih tenang.
6. Bila anak terbangun di malam hari dan menangis, maka kembali temani sampai dia tertidur. Kalau kita ajak anak pindah kamar, khawatirnya anak jadi nggak mau tidur di kamarnya. Syukurlah, sejak F5 lepas ASI, jarang banget terbangun di malam hari. Biasanya sih kalau terlalu panas/berkeringat, atau banyak nyamuk, baru dia bangun.
7. Memberikan penghargaan ketika bangun pagi, kalau dia berhasil tidur di kamarnya malam itu. Tidak harus hadiah mahal, ciuman dan pelukan yang lebih hangat, segelas susu atau sebuah dongeng, bisa jadi hadiah yang berkesan.
8. Tetap menyediakan hari, misalnya hari libur untuk anak anak bisa tidur bersama orang tua/tidur rame rame.
9. Sabar dalam menjalani prosesnya. (Ini yang paling susyaaah...)


ini dia pura pura tidur sehabis pasang sprei

pas Abi ke Lampung, dia tetap 'memaksa' tidur di kamarnya (hiks, Ummi sendirian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan