Jumat, 07 September 2012

Mengecat Rumah

Sebulan sebelum Ramadhan tiba, suamiku kerja bakti ngecat rumah. Selama ini memang doi selalu ngecat sendiri. Seingetku selama berumah tangga, belum pernah minta tolong orang untuk ngecat.
Disamping karena alasan keuangan, aku yakin, pasti karena si Abi bakalan nggak puas dengan kerjaan orang. hehehe... know him so well laaah....

Memang yang ngecat Abi sendiri, tapi yang lain lainnya hmmm... mau nggak mau semua terlibat. Pertama tama adalah mengeluarkan isi ruangan yang akan dicat. Kalau kamar tidur, maka keluarlah semua isi kamar, ada lemari pakaian, lemari buku, meja belajar, tempat tidur, kasur dsb.dan segala isinya tentu saja.
Buku buku, baju, sprei, bantal wkwkwk
Tahap berikutnya adalah menunggu perintah, menggeser tangga, mengambilkan ini, atau itu atau lainnya.

Setelah proses mengecat selesai apakah kita bisa langsung masukin barang ? tentu tidak. Kami musti bantu ngepel lantai yang walaupun di alas koran tetep aja ada cat tembok yang berjatuhan barang satu atau dua lusin ;P titik.
Setelah ngepel selesai, barulah masukin lemarinya, rak bukunya , meja belajarnya, dsb.
Terakhir adalah menyusun kembali semua barang barang yang tadi dikeluarkan dari lemari, rak buku, meja belajar, dsb..
Jadiiii... kesimpulannya ya lumayanlah yang harus dikerjakan para asisten di sekeliling "tukang cat".
Mungkin akan lebih praktis jika meminta tukang cat profesional untuk mengerjakan ini, tapi ... dengan mengecat rumah sendiri ini, banyak keuntungan yang kami dapatkan
pertama jelas lebih hemat, karena tidak perlu membayar honor tukang. walaupun tentu saja, tetep sedia cemilan cemilan buat semua isi rumah yg kerja ekstra
kedua : lebih puas dengan hasilnya
ketiga : kami dapat 'liburan' dan 'hiburan' yang sangat spesial.
keempat : mengecat sendiri menjadi kesempatan buat anak anak untuk menentukan mengatur ulang kamar mereka, mulai dari warna dinding sampai komposisi kamar dan hiasan2 apa yang akan mereka tambahkan.

Nah dibalik cerita ngecat itu, ada satu hal yang membuat cukup dag dig dug selama beberapa hari berturut turut, yaitu si Abi yang naik tangga, di mana tangganya diletakkan di atas dua meja kecil. Hadeeeuh... sambil bebantu cuma bisa berdoa dalam hati. Semoga tidak terjadi apa apa. Alhamdulillah, semua lancar dan beres...

Abi istirahat sejenak di atas. sambil nyawang2 hasil ngecatnya

in action.. kayaknya nggak sadar ada canded camera.



Terus terang, aku mendingan lihat Faiz manjat manjat gini, tinggal diteriakin... "turun Naaak !"


F5, naik tempat tidur manjat jendela

Untunglah ya... ngecat rumah itu nggak perlu sering sering..