Kamis, 26 Agustus 2010

Tentang Pasien

Jalan pikiran anak anak tuh, memang berbeda dengan jalan pikiran orang dewasa.
Mengherankan ya, padahal orang dewasa kan pernah menjadi anak anak. Tapi sudah lupa dengan cara berpikir anak anak. Ini aku alami.

Anak anakku kadang saling iri bila ada saudaranya yang sakit dan kemudian mendapat pelayanan lebih, misal pas makan diambilin, minum diambilin, pengen makan apa dibeliin,
padahal, dalam kondisi sehat, mereka kan dapat jadwal gantian memilih menu jajanan dan lauk.

Ini kejadian pas minggu kemaren dan minggu ini.
Pertama si F3 sakit, berdasar hasil lab, widalnya positif. Jadilah dia musti istirahat total. Di rumah sih...
Eh, si F1, komen "ih, ummi mah curang, Ayuk makan dilayanin di tempat tidur. Itu kan melanggar peraturan, katanya nggak boleh makan di kamar"
(Ummi tuing tuing)

Aku bertanya pada F3,
"Ayuk, apa rasanya makan dan minum di layani ? enak nggak ?"
Ayuk cuma senyum dan menggeleng
"nggak enak Ummi, soalnya nggak bisa maen" katanya
"Jadi ayuk nggak ngiri lagi sekarang, kalau ada yang sakit dan dilayani?"
Ayuk tersenyum lemah

Nah semalam, aku nganter F4 ke dokter. Dia juga sakit. Berhubung agak agak lemes, dan dokter itu cuma beda RT, jadilah aku nganter Firda dengan digendong. Pake gendongan Faiz.
Klo Faiz teriak, "Teteeeeeh....... Ais aja" (Maksudnya, Teteh, Faiz aja yang digendong), aku sangat sangat maklum.
Tapi kalau F1 dan F3 yang komentar, "Ummmiiiiiiiiiiii, kenapa Teteh di gendong?"
aku musti bagaimana ?





Anak anak lagi bermain peran, beberapa tahun lalu. Ki-ka :F3,F4, F1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan