Senin, 31 Desember 2012

Juara

Meski musimnya terima rapot, ini bukan cerita tentang prestasi  anak anak ya.. Tapi tentang diri sendiri. *narsis
Sudah lama sekali rasanya tidak 'menikmati' momen momen saat kita dinobatkan menjadi juara.

Dulu jaman aku kecil, semua juara lomba lomba mewakili sekolah, piala pialanya disimpan di sekolah. Tidak satupun aku nyimpen piala. Paling paling dapat piagam penghargaan. Inilah yang jadi bukti bahwa kita pernah jadi juara. Tapi kan nggak mungkin piagam itu dipigura semua, paling banter dileminating dan masuk map.

Lain dengan jaman sekarang, kayaknya piala itu lebih mudah didapat. Lomba se RT, juara kelas, lomba tingkat sekolah udah bisa dapat piala.Bukan dendam lho.. ngiri ajah. hehe..Mungkin karena dulu aku tinggal di desa dusun ya.. yang kayak di lagu itu, nun di balik gunung, desa terkurung... jadinya jauh mau pesan piala *halah, nyambung gitu ?
Trus aku juga baru tahu kalau kita bisa pesan piala replika. Jadi kalau anak kita juara apa gitu. .mewakili sekolah, tinggal difoto ajah itu piala, trus kita bawa ke tukang piala, dan pesan piala yang sama seperti itu. Voila, jadilah ada piala yang bisa  dikoleksi di rumah.

Kalau diingat ingat, setua ini aku baru mendapat piala 'pertamaku' adalah di usia 30 tahun. Gak salah ? Enggak. *malu yaks, bayi sekarang aja udah bisa dapat piala dari  lomba foto*
Nggak malu laah, dapat piala kan seneng. Piala itu adalah juara satu lomba mendongeng yang diadakan oleh salah satu TK di Bandung Timur. Senengnyaaa.. minta ampun. Meski piala itu kecil saja.
Trus piala kedua sekitar 2 tahun setelah itu, yaitu juara 3 lomba pidato karyawati se Kanwil. Lumayan agak luas dikit skupnya. Pialanya juga lumayan tinggi. Lebih besar dari piala juara satu  lomba mendongeng. Meskipun kalau diingat-ingat,  aku tidak puas juga dengan performance aku kala itu. *telanjur kalee...
Sayangnya itulah satu-satunya lomba yang diadakan kantor. Setelah itu tidak ada lagi lomba-lombaan.

Nah setelah aku belajar ngeblog di tahun 2010, mulailah ikut-ikutan give away aka kontes kontesan. Walaupun sesungguhnya aku terus terang banci kontes. Alias kurang pede berhadapan dengan para blogger lain yang udah jago jago. Karena sebagai yang ngaku-aku blogger, aku jarang sekali bewe. Bikin postingan aja udah alhamdulillah.
Walaupun demikian, alhamdulillah sudah pernah ngicipin menang GA di jaman multiply dulu. 3 kali. Pertama dapat tas, kedua dapat banyak (gamis, kerudung, kaos kaki, lukisan Bali, merchandise, dll), ketiga dapat boneka tangan yang subhanallah indah sekali. Setelah itu jarang sekali ikut GA. Disamping karena pekerjaanku sekarang lebih sibuk, juga karena kalau sudah di rumah, suka males gak sempat bikin postingan. Jadi beberapa kontes terlewat begitu saja.

Di akhir bulan Oktober lalu, aku ikut dikirim diklat oleh kantor di Balai Diklat Keuangan Cimahi. #Eh, kok ya suasana diklatnya mendukung banget untuk ajang narsis membuktikan kemampuan diri kita. Sesuai judul diklatnya "Diklat Berbasis Kompetensi".
Senengnya ikut diklat ini, pengajar sekedar fasilitator. Suasananya pendidikan orang dewasa. Peserta diminta aktif. Yah pokoknya gue banget deh.
Di akhir diklat itu, alhamdulillah, dari teman teman sekelas, yang hampir semuanya lebih muda dari aku, aku terpilih sebagai peserta dengan nilai post test tertinggi. (dapat hadiah) Dan akupun menjadi peserta paling aktif di kelas (ada juga hadiahnya).  Seneeeeeeenggg banget rasanya. Meski hadiahnya sederhana saja. Yaitu tempat pencil untuk di meja (hadiah post test) dan vacum cleaner mini untuk membersihkan keyboard sebagai hadiah peserta paling aktif.
Tambah seneng lagi, ketika aku pulang diklat, Sondang sudah menyiapkan traktiran buatku. Traktiran atas prestasi itu. hahaha... *itu mah alasan dia buat nraktir aja..

foto bersama fasilitator dan penerima hadiah %  kenaikan nilai pra test ke post test

Alhamdulillah.. ternyata usia bukan penghalang. Yang penting adalah usaha kita ya... Klo mau bikin resolusi untuk tahun depan (mumpung akhir tahun) mungkin aku ingin juara juara lagi. Juara sabar, juara ikhlas, juara tawakal, juara ibadah, juara sedekah... :P . Bukan di lombakan dengan siapa siapa, tapi dilombakan dengan diriku sendiri alias hawa nafsu pribadi. Semoga resolusi ini bisa dicapai, karena hanya diri sendiri yang tahu.
Klo di bisnis, pengen omset lebih besar, sedekah lebih besar, zakat lebih besar. Sukur sukur bisa ngefek orang lain.
Amiiin...



5 komentar:

  1. ketika mengikuti kompetisi kita sebetulnya sedang berkompetisi dengan diri sendiri juga ya.. Bagaimana kita menerima kekalahan dan kemenangan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak, setuju. Banyak sekali hikmah saat ikut berkompetisi. Melihat kelebihan, ketekunan dan kegigihan orang lain, kita jadi terpacu untuk lebih banyak belajar.

      Hapus
  2. selamat mba titi,...makin semngat nge'blognya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiih... semangat juga ya...

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Kesan