Sabtu, 08 Desember 2012

Kenapa Kita Marahan ?

Si kecil Faiz rupanya belum bisa membedakan antara dimarahi, marahan, dan marah.
Aku mungkin jarang sekali marahin dia ya, dibanding kakak kakaknya. Pertama karena tugas tugas yang jadi kewajiban Faiz pun masih sedikit. (kewajiban ? hihi.. latihan kewajiban lebih tepat kali ye...). Jadi ya... peluang untuk mangkir ya tentu sedikit juga...
Berbeda dengan kakak-kakaknya yang sudah punya tugas sendiri sendiri.

Nah suatu malam, dia menanyakan satu hal yang membuatku kaget, menyesal, sekaligus pengen ketawa.
"Ummi, kenapa kita kemaren marahan ?"
"Karena Faiz tidak menaati peraturan, mau marahan lagi nggak ?" tanyaku santai
"Enggak aaah..nanti akunya nangis" jawab Faiz
"Makanya, Faiz kamu enggak boleh lagi melanggar peraturan ya.."
Faiznya cuma ngangguk angguk. Entah dia ngerti entah enggak. Kayaknya sih ngerti. *sok yakin

Nah sesungguhnya sebabnya marahan itu adalah, dia berhari hari ngungsi tidur di kamar Ummi dan Abi. Padahal kan dia udah punya kamar sendiri. Dan, 'marah'nya Ummi adalah pindah tidur ke kamar lain dan memberi kesempatan Abi mengantar dia tidur di kamarnya sendiri. :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan