Senin, 24 Desember 2012

Pelajaran Tentang Ikhlash

Lagi lagi Ayuk Fadhila menyampaikan hikmah yang didapatkannya dari kesehariannya.
Tak lama setelah dia menceritakan tentang rasa syukurnya, walaupun rada aneh menurut kita para dewasa, setidaknya dia sudah belajar. hehe

Kali ini dia menceritakan tentang belajar ikhlas. 
Susah sih ya.. soal ikhlas ini. Karena dia adalah amalan hati. Ada yang bilang kalau kita masih berkata "aku ikhlas kok" justru saat itulah keikhasan kita dipertanyakan. Jiah... Nah lho... silakan ya..kita instropeksi aja masing masing soal ini.

Nah balik ke F3 dan keikhlasan versi dia.
Hari Sabtu, sepulang sekolah, tiba tiba dia berkata gini
"Ummi, aku sekarang belajar tentang ikhlas"
"Bagus, emang kenapa ?"
"Iya, tadi di sekolah kan dapat hadiah kelompok, tapi hadiahnya nggak sama, jadi ya.. masing masing orang dapatnya beda beda. Aku berusaha menerima bagianku. Kan rejeki orang beda beda ya Mi ?"
"Hehe.. iya. Alhamdulillah, Ayuk sudah mengerti sekarang."

Kira kira seminggu dari itu ada satu kejadian lagi. 
Ayuk nitip Ummi beli jam tangan gambar menara Eiffel. Bukan yang ori sih, tapi Ayuk rela itu dibeli pake uang tabungannya. Dia lihat di kontak bbm temen Ummi ada yang jualan jam itu. Setelah menunggu beberapa hari maka jam itu sampai di tangannya.
Eh, belum juga semalam, namanya anak anak, punya barang baru ya dipegang pegang terus.
Lihat Ayuknya pegang jam tangan baru, F5 penasaran kali ya.. dia pun pengen ikut ikut main.
Daaan.... pletak. Terdengar suara benda jatuh di depan pintu kamarku. Ternyata jam Ayuk yang jatuh. Kacanya pecah dan langsung mati.
"Faiiizzz...." Ujar Ayuk. Masih kedenger sabar sih, nggak teriak.
Faiznya pias, takut Ayuk bakal marah. 
"Udah udah, Ayuk nggak marah kok. Jangan nangis ya.." kembali terdengar suara Ayuk membujuk adiknya.
Faiz kuminta minta maaf ke Ayuk.
Ayuk menerima. Wajahnya kulihat biasa saja.

Ah semoga dia memang tengah belajar ikhlas. (hihi.. klo pun emaknya nggantiin, entar aja deh, klo udah dekat hari sekolah. Sekarang libur dua minggu.)

9 komentar:

  1. kadang pelajaran kehidupan bisa kita dapatkan bahkan dari seorang anak kecil ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Betul Maaak... pas dia cerita gitu, yah otomatis kita juga jadi menyimak, dan berkaca :P

      Hapus
  2. anak2....kadang perilakunya ga terduga... :)

    BalasHapus
  3. love this post..
    pintu menuju subconscious semakin terbuka..
    dengan benar2 'lepas', semua damai, tenang ;)

    Indonesian Strong from Home

    BalasHapus
  4. ayuk semoga bisa trs belajar ikhlas ya :)

    BalasHapus
  5. mbak pas baca jam tanganya jatuh dan mati, aku ikut deg-degan. Hebat ya di umur segitu dia udah bisa menahan. Tapi mungkin memang sedini mungkin dibiasakan ya, biar saat besar terbawa bawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang Mak, udah diganti kok si jam tangan ituh... pokoknya pas hari pertama sekolah, dia udah punya jam tangan baru. Soalnya itu kan uang dia yang dipake beli...

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan