Kamis, 07 Februari 2013

Sebaik-baik Nasehat adalah Kematian

Aku pernah punya teman yang menurutku subhanallah sekali. Hafalannya banyak, tilawahnya juga banyak. Minimal yang beliau laporkan ke ustazah adalah 2 juz per hari, atau 14 juz dalam sepekan. Atau bisa dikatakan dia khatam Al Qur'an sebulan 2x (subhanallah...).
Tutur katanya lembut , kalau bicara runut. Beliau ini sebenarnya ustadzah juga. Binaan pengajian beliau waktu itu adalah mahasiswi-mahasiswi ITB. Meskipun demikian, beliau tetap mengaji dan sangat menghormati ustadzah kami.

Pada suatu hari aku minta nasihat sama beliau. Katakan namanya Mbak Siti.
"Mbak, kasih aku nasihat dong. Biar bisa shalihah seperti Mbak Siti"
"Sebaik baik nasehat adalah kematian" jawab beliau menyitir salah satu hadits.  Aku sempat shock *lebay dengan kata kata mbak Siti. Dan akupun langsung terdiam. Memikirkan apa makna di balik kalimat pendek beliau tersebut. Karena mbak Siti enggak bersedia menjelaskan. Ya jadinya aku berusaha mencari hikmah di balik nasehat itu.

Setelah aku renungkan, memang benar sebaik baik nasehat itu kematian. Setidaknya ada beberapa hikmah yang dapat diambil. Orang yang senantiasa memikirkan kematian maka :
1. akan memanfaatkan waktu sebaik baiknya
kenapa ? karena hidup di dunia ini sangat sangat terbatas waktunya. Setiap hari berganti maka semakin sedikit waktu yang kita punyai. Bahkan orang bijak mengatakan, waktu adalah hidup itu sendiri. Kalau nggak ma(mp)u memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, siap siap aja menyesal dalam kehidupannya

2. akan selalu menyegerakan kebaikan
karena ajal itu sifatnya rahasia. Padahal dia akan menghampiri siapa saja. Jangan sampai belum berbuat baik eh, keburu dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Pernah dengar nasehat seorang ustadz tentang rahasia ajal ini ternyata adalah nikmat dari Allah. Coba, kalau orang tahu kapan akhir hidupnya, macam orang yang bakal dihukum tembak mati, pastilah dia enggak enak makan, enggak enak tidur, maunya ibadah melulu.
'Beribadahlah engkau seolah olah engkau akan mati besok pagi'

3. tidak akan menghalalkan segala cara
orang orang yang beriman, tentu mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian. Di mana kita semua akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita. mulut terkunci, kaki dan tangan akan bersaksi. Orang orang yang menghalalkan segala cara, tentu melupakan semua ini. Nah mereka yang mengingat mati, akan menjadikan hal ini semacam rambu rambu bagi segala amal perbuatannya. 

4. tidak akan mencintai dunia secara berlebihan
dunia ini fana. kita tinggal hanya sementara. yang abadi adalah akhirat nanti. Jadi dia tidak akan mencintai yang fana dan melupakan yang abadi. Semua yang kita 'miliki' di dunia ini hanyalah pinjaman dari Yang Maha Memiliki. Dia Maha Kuasa untuk mengambil kapanpun dia sukai. Wajar jika salah seorang sahabat Nabi SAW berpesan "letakkan dunia di tanganmu, jangan di hatimu".  

5. akan mempersiapkan bekal untuk mati
Allah berfirman : berbekallah, sesungguhnya sebaik baik bekal adalah takwa. (QS 2;197)

Itulah menurutku nasehat yang dapat diambil dari 'kematian'. Tentu teman teman juga dapat mengambil hikmahnya selain itu. Ayo dong bagi bagi di sini...

"Posting ini diikutsertakan pada Give Away Perdana Dellafirayama, 
seorang ibu labil yang tidak suka warna hijau dan hitam"

14 komentar:

  1. Subhanallah, pasti adem kali ya Mbak, punya temen yang bisa menasihati dalam kebaikan gitu :)
    Sudah aku catat namanya. Terima kasih lho, mau berpartisipasi :)
    Moga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.... bener bener adem. Lihat auranya juga udah adem :)
      Makasiiih... semoga aku dimenangin *ngarep

      Hapus
  2. Catatan yang bagus Mbak, semoga sukses kontesnya :) Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiih salam kenal kembali Mbak Sri

      Hapus
  3. Waah nasihatnya sudah komplit nih mak. Kita memang seharusnya mengingat mati :)

    Sukses ya GAnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komplit ? tambahin dooong...
      Amin, ikut GA-nya juga yuk

      Hapus
  4. Makjleb nasehatnya Teh...
    Gudlak yaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makjleb. aku juga langsung jempe pas itu

      Hapus
  5. Sebuah nasehat akan menjadi baik kalau dicerna baik dan dipraktekkan. Kalau tidak ya dia hanya akan berlalu tanpa bekas.

    Semoga sukses dengan GAnya ya mbak Titi.

    BalasHapus
  6. Subhanalah, tulisan ini jg nasehat indah mak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Irma, semoga bermanfaat ya..

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan