Minggu, 31 Maret 2013

My Old And New

Assalamu'alaikum Bunda Yati...

Ini adalah foto pada hari pernikahan saya : Desember 1996.
Pada malam hari setelah akad nikah dan resepsi, kedua keluarga besar mempelai beramah tamah

Aku dan suami diapit Ayah Mertua  (sebelah kiriku) dan Bapakku (sebelah kanan suami)
Aku dan suami, saat mengantar Faiz ke Taman Lalu Lintas, Januari 2013

Bunda Yati yang aku kenal :
Jujur Bun, saya jarang blog walking, paling sesekali mampir ke blog teman yang sering komen di blog saya. Tapi dari notifikasi email, dari grup face book Emak Emak Blogger, saya sering sekali melihat nama Bunda Yati 'berseliweran'. Subhanallah... Pas tahu Bunda bikin GA, maka saya langsung ngubek - ubek blog Bunda deh. Ternyata di usia yang sudah lansia Bunda Yati begitu produktif menulis di blog. Terbukti dari jumlah posting blog Bunda di  tahun 2011, 2012, 2013 yang lebih banyak dariku. (Soalnya semalem anakku protes, Ummi postingannya dikit amat, dalam setahun cuma segitu, berarti enggak tiap hari nulis...) Ya sebenarnya enggak heran juga siiih... Bunda kan memang penulis pas di masa muda. Bahkan Bunda juga ikut chalenge #prompt hihi yang aku  belum pernah ikut satupun. Dan yang subhanallah juga, Bunda pun menulis buku - buku antologi.  (pengen yang kado untuk pasutri  #kode)

Harapanku :
Semoga Bunda tetap menulis, tetap menginspirasi, bahkan seandainya saking sibuknya atau karena sesuatu hal Bunda tidak dapat menulis sendiri, semoga Bunda mendapatkan asisten untuk terus menuliskan apa yang hendak Bunda bagikan kepada kami semua.
Kemudian : semoga suatu saat Bunda dapat menerbitkan buku solo. Misal tentang kiat - kiat mengisi waktu di usia lansia, "Lansia- Lansia Bahagia" , "Manajemen hati dan manajemen hari ketika kembali sendiri" (maksudnya anak sudah menikah semua dan suami sudah berpulang) dsb.



Sabtu, 30 Maret 2013

Rejeki Bocah (lagi)

Hi world ? How are you ?
Jiaaah.. bahagianya. Terlepas dari very very very peak peak season. *berapa kata ya untuk menggambarkan...
Yup, apapun, disyukuri akhirnya waktu waktu yang sibuk dan menyibukkan telah terlewati. Walaupun belum sepenuhnya selesai, tetapi paling tidak sudah sedikit terlepas dari kesibukan menerima tamu yang kadang kala juga memerlukan stamina sabar yang panjang, bahkan lebih panjang dari ketika menghadapi anak sendiri.
Ya, menghadapi anak sendiri *kalaulupa seakan boleh sambil marah. Tapi menghadapi tamu tamu, sekesal apapun harus tetap sabar dan tersenyum #curcol
Dan bulan April segera tiba, saatnya bergelut dengan kertas kertas yang tersisa. Ahayy.. gapapa laah.

Nah postingan pertama setelah sekian hari vakum, kepala dah berasa mau meledak *lebay.
Berhubung numpang nyuri waktu di istirahat kampus... posting yang ringan aja y.aaa sekedar bayar utang.. hehe

Kamis kemaren kan aku pulang kantor ampe malam. Faiz udah nunggu nunggu sampai sampai makan malam juga harus disuapin Ummi. Padahal biasanya enggak. Makan berdua ama siapa aja, yang penting kalau ada tulang tulang ikan atau ayam dia terhindar dari itu semua.
Trus malam itu dia udah ngerayu rayu, Ummi besok aku kan libur, kita mau ke mana ? #gubraks
Nggak kemana mana, Ummi nya pengen dapat satuuuu aja lazy day :p
Eh malah si Faiz dengan terang terangan pengen maen motor di warung besar. *maen game di Toserba

Pagi bangun tidur aku nggak boleh ke warung, tapi dia juga nggak mau diajak dan enggak mau ditinggalin. Asli cuma pengen diajak maen maen. Walhasil sepagian aku cuma nemenin dia baca baca buku, trus mewarnai, main kartu atau apalah. Tetep saja  kaaan semua anggota keluarga musti sarapan. Agak siang dikit sukurlah dia mau dibujuk untuk ikut membeli kupat tahu langganan. Lumayan.. dalam waktu yang singkat sarapan tersaji hangat.

Siangnya Faiz ikut Abi dan Fikri shalat Jumlat di As- Siroj Cibiru. Lengkaplah sudah, berhubung pergi pulang lewat toserba yang dia maksud itu, maka dia ingat lagi mau eh pengen ke sana.
Padahal ummi asli males tenaga dan males ngeluarin duit karena tanggal tua.
Akhirnya si Abi nggak tega dan memintanya tidur siang dulu.

Ummi, Faiz, Teteh, dan Ayuk kruntelan di satu tempat tidur untuk bobo siang bersama. Saking lelahnya kali ya... bangun bangun udah hampir jam lima dan mendung banget. Selesai shalat ashar tiba tiba si Faiz ikut bangun dan langsung teriak
"Ummmi .. jadi enggak ke toko warung besarnya ???" *gubraks *bangun lagi *gubraks lagi

Mungkin merasa sudah janji, si Abi memutuskan untuk pergi sore itu juga. Padahal menduuunggg.... Sampai pom bensin udah gerimis aja. Tapi si F5 nih kayaknya maju terus pantang mundur. Aku yang di belakang dibonceng Abi komat kamit aja merapal doa, jangan hujan,... jangan hujan.. please.. ya Allaah...
Tak berapa lama kemudian, sampailah kami di toserba Yogya Ujungberung. Si Abi dah ngeri hujan kali ya.. Ibaratnya cerita  kancil mencuri timun tuh, udah tiba di adegan kancil kecemplung sumur dan lagi merayu gajah agar sudi mengangkatnya dengan belalai lalu si gajah ditipu kancil katanya langit udah mau ambruk saking gelapnya. *nglantur...
Keliatan banget si Abi gak tenang bahkan sampai sampai rada bete gitu.. hihi..

Kami langsung naik ke lantai 2. Beli koin 5 rebu *ngirit
Trus naeklah Faiz ke motor yang dia cita - citakan. :P Naek juga mainan lain.
Singkat kata, abislah 4 koin. Nambah lagi 4 koin. Abis lagi. Tapi si Faiz dan Abi udah pada bisa ketawa dooongg... tanpa jajan, tanpa makan. Main doang habis 10 rebu perak.
Pas mau pulang, ketemu pak RT berdua bungsunya baru datang. :))
Ternyata di luar belum hujan, saudara - saudara.
Kamipun pulang dengan selamat sentausa....

Ini foto tahun lalu di tempat yang samaaa...

Si Faiz mukanya cerah ceria ya..
Yah begitulah, saudara saudara sekelumit cerita di akhir pekan. Selamat berlibur ya.. masih dua hari lagi. Yuk, nikmati...

Minggu, 17 Maret 2013

Kopdar Arek Suroboyo

Aku kenal eh mengenal Tyka sejak jaman multiply. Sesekali dia mampir di akunku dan sesekali juga aku mengintip - intip hasil kreasinya. Belum pernah beli sih.. karena aku jarang sekali memakai aksesoris semacam gelang, kalung, cincin..
Kalaupun ada yang kupakai sekarang ini adalah bros dan peniti kerudung. Tapi kalau mau pesan dari Surabaya ? hihi.. mahal di ongkos lah yau... lagipula aku bukan  miss matching yang harus cocok ini dan itu, warna dan tema dll, tapi sekedarnya saja.
Mau pakai bros yang sama selama sepekan juga bagiku nggak masalah yang penting sampai kantor nggak telat setor jari. Khawatirnya kalau aku kelamaan milihin peniti nanti telat satu detik saja sekian ribu melayang, udah bisa buat beli beberapa peniti hihi..Kayak dulu jaman di Kupang aku masih rajin pakai jam tangan, sering telat gegara udah sampai halaman balik lagi karena lupa belum pakai jam tangan. Untung belum cetrek jari *ngelantur

Baiklah kembali ke cerita kopdar
Awalnya aku nggak tau kalau mem Tyk mau ke Bandung. Pas aku lihat Niar Ningrum share link abis kopdaran sama mem Tyk, aku komenlah. Baru setelah itu tau dong, kalau seleb blog yang satu ini dalam waktu dekat mau ke Bandung dan dah janjian sama Sondang. Asyiiikkk

Awalnya, janjian kopdar akan dilangsungkan di Kartika Sari Dago. Yang mana yah ? #eh
Maklum, orang Bandung kuper, jarang - jarang makan di resto kecuali ditraktir. Setelah tanya sana tanya sini terbayanglah kiranya di mana lokasi Kartika Sari Dago itu. Sejak pagi aku sudah request mr. OB (iyah, mister office boy) yang punya motor dua, mau minjem si -unbeatable-nya buat meluncur ke Kartika Sari. Ternyata pas hari H, ada perubahan rencana. Rupanya peserta kopdarnya bertambah yaitu Neng Dini. Jadi alhamdulillah aku nggak perlu sewa motor, tinggal ngesot jalan  ajah ke Riau Junction.

Sebagai penjaga perempatan dekat BEC, Sondang pesan agar aku nge-tag tempat duluan. Maka ketika aku bisa keluar tepat waktu dari posku, aku segera menghubungi Mak Sondang.
Busyet deh, kaget  waktu aku telpon Sondang, yang ngangkat telpon orang lain
"Mbak Titi, ini Tyka....." (hadeeeuuuh.. itu suara ya... mak nyuss enak banget didengar. Pantes aja muridnya pada nge-fans)
Kemudian serasa udah kenal lama aja, langsung cas cis cus.. dan cuuus... minta dicariin tempat di pinggiran. Dalam hati kenapa nggak naek sekalian aja ke food court yah.. Tapi baiklah, aku kan terbiasa dijajah bersabar menuruti kemauan Sondang. Aku nurut aja duduk di Magic Oven sampai beliau berdua - Sondang dan Mem Tyk tiba dengan selamat di RJ. Tentu saja bersama Gama yang sekarang serasa jadi attachment-nya Sondang.
Ternyata benar ya.. setelah bertiga kumpul di Magic Oven, maka bergeserlah ke lantai 3 lewat tangga dengan niat untuk menjajal kesaktian. Dan sampai di food court langsung menyebar mencari pesanan masing - masing.
Setelah makanan kami bertiga siap disantap, datanglah Neng Din yang ternyata ramah sekali ya... kantornya di Japati. Hihi... sayang ketika kusebutkan nama temenku di gedung itu neng Din nggak mengenali. (kali efek beda jaman ini ya...) 

Sebagaimana kopdar kopdar lain, maka kopdar kali ini pun tidak terasa sudah menghabiskan jatah istirahatku dan aku harus segera balik ke pangkalan.
Biar nggak dibilang hoaks sama Niar, maka aku lampirkan bukti di sini.

Foto bertiga sama Neng Din dan Mem Tyk (pake hp biasa : penting)


Mem Tyk dan Neng Din  serta Sondang foto pake handheld Dini
Tambahan :
Oya, lupa kemaren belum dimejengin di sini. Tentu saja, akupun dapat oleh oleh dari @ndutyke ya.. sebuah aksesoris yang maniis sekali.. cocok banget sama kulit coklatku

cantiik ya.., klo dipake agak  krincing2 gitu..

Ngomongin tentang Surabaya, sejujurnya Surabaya adalah salah satu kota yang ingin kukunjungi selain Yogya untuk di pulau Jawa ini.
Terlebih setelah membaca buku Tereliye yang berjudul  Aku, Kau dan Kota Kita yang beberapa babnya menceritakan tentang kota Surabaya.
Tapi ....kapan ya..... *ngimpidulu
Baiklah, aku simpan si 20rebuan itu erat erat jangan sampai buat belanja biar bisa pergi ke Surabaya.

Selasa, 12 Maret 2013

Oleh-Oleh Mabit

Pas aku lagi asyik asyik masak, tiba tiba si F3 yang pulang mabit sekolah nyamperin aku di dapur sambil ngomong
"Nanti kalau ummi dan abi udah tua, trus aku sudah menikah, aku mau tinggal sama ummi ah. "
'Malu atuh, kalau kamu sudah menikah tapi tinggal sama ummi sama abi" si F1 duluan nimpalin.
'iya nanti kalau kamu sudah menikah kamu harus belajar mandiri, tinggal di rumah sendiri ' aku menyetujui pendapat F1.
'Bukan gitu maksudnya, maksudnya aku mau nemenin Ummi sama Abi" F3 meluruskan persepsi .
'Yah yang ada kali kamu ngajak ummi dan abi tinggal sama kamu Yuk.. ' mbak juga meluruskan pendapatnya.
"Emang kenapa Ayuk jadi kepikiran kayak gitu ?" tanyaku.
"Tadi aku kan habis nonton film. Ih sedih deh Ummi. Sampai anak anak pada nangis"


Pas sorenya lagi baring-baring di kamar, si F3 masih nyambung pembicaraan itu lagi.
"Nanti ya, pokoknya aku mau ndengerin semua cerita Ummi, nggak akan bosen walaupun cerita Ummi diulang ulang juga... aku sayang deh sama Ummi. *ummi terharu ceritanya, tapi gak mau ngaku, malah nimpalin :
'Eh, pasti kamu nonton film yang ini ya..
yang ingatkah dulu ketika kamu kecil, kamu minta dibacakan cerita yang sama berulang ulang
ingatkah ketika kamu kecil... bla bla bla.. Aku ngomong biar gak keliatan kaca kaca di mataku. hihi..
"Iya Ummi.. aku nonton film itu".
Yang mana sih ? Penasaran ya ?
Sebenernya itu sudah lama sekali ya.. suka dapat kiriman - kiriman slide gitu. Sekarang  pas udah jaman bbm, sering juga dapat bc-nya. Nah yang pengen tahu, pengen ingat, lengkapnya adalah sebagai berikut :

*********
Anakku yang kusayangi 
pada suatu saat dikala kamu menyadari
bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku
jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan,
jika aku mendapatkan kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri,
sabarlah!
kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku
untuk mengajarimu tentang segala hal yang perlu kau tahu,
saat kau masih kecil.

jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
janganlah menghentikanku!
dengarkanlah aku!
ketika kau kecil,
kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,
dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur,
dan aku lakukan itu untukmu !

jika aku enggan mandi,
jangan memarahiku
dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan!
ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu!
aku mengajarimu banyak hal,
cara makan yang baik, cara berpakaian yang baik,
berperilaku yang baik,
bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan.

jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan ,
beri aku waktu untuk mengingat, dan jika aku gagal melakukannya,
jangan sombong dan memarahiku,
karena yang penting bagiku adalah aku dapat bersamamu
dan
dan dapat berbicara bersamamu

jika aku tak mau makan,
jangan paksa aku!
aku tahu bilamana aku lapar dan tak lapar.
ketika kakiku tak mampu lagi menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sbebelumnya,
bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.
dan kala suatu saat nanti,
ketika aku katakan padamu bahwa aku tak ingin lagi hidup,
ketika aku ingin mati,
jangan marah,
karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti!
cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
kita tidak akan benar-benar “hidup” lagi,
kita hanya “tidak mati”!

suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat,
aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu
dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.
kau tak usah merasa sedih,
tidak beruntung atau gagal dihadapanku melihat kondisiku
dan usiaku yang sudah bertambah tua.
kau harus ada didekatku,
mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu,
bagi kesuksesanmu,
seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.
bantulah aku berjalan,
bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.

Rabu, 06 Maret 2013

Awet Muda ?

Sesungguhnya aku menikmati pekerjaanku saat ini. *lupakan peak season
Tanpa aku harus meninggalkan kursiku, aku bisa bersilaturrahmi dengan banyak orang. Dan ini  nyata.
Asyik kaaan ?

Aku bisa wawancara singkat dengan para pengusaha, terutama yang ibu-ibu, kiat suksesnya gimana, kiat cantik dan energiknya gimana..
Sesekali juga iseng semacam polling gitu, apakah dinas-dinas tempat mereka jadi rekanan itu udah bersih dari KKN apa belum.
Di kursi ini pula, aku dipertemukan dan baru kenalan dengan tetangga satu RT (lho !).  Ini ciyusss...
Eh, kok jadi ngelantur...

Nah di kursi ini pula, aku melayani dengan sepenuh hati ibu-ibu pensiunan yang sudah sepuh dan kebutuhan 'didengar'nya kadang tak tersalurkan, karena acucit #ehkokpakeistilahtetangga -anakcucucicit- udah pada nggak tinggal serumah. 

Nah yang paling senang adalah ketika ada diantara ibu-ibu itu yang bertanya :
"Neng, udah berkeluarga belum ?" *tuh, dipanggil 'neng' merasa muda banget
"Neng sudah punya putra belum ?"  *dan selalu pada kaget mendengar jawabanku

Lebih-lebih lagi bila ditanya :
'Neng sudah lama kerja ? Sudah, Ibu... sudah hampir 20 tahun. Wah sudah lama juga ya.. memang usianya berapa sekarang Neng ?'  *umpetinKTP
  
Eh, itu belum seberapa, yang paling membuat berbunga-bunga adalah ketika kemudian Ibu itu komentar :
"Ah masa..... nggak kelihatan lho ...." *yaeyalah Bu.. wong anak saya nggak diajak, ya nggak kelihatan
"Masa' sih Neng, Ibu nggak percaya usianya segitu. Memang ya, kalau badan langsing kecil itu enak. nggak kelihatan" :p

Baiklah, terlepas dari apakah para ibu pensiunan itu hanya beramah tamah menghiburku, tapi yang jelas kalau ketemu adik kelas pun banyak yang bilang "Ih, mbak Titi nggak berubah lho..., masih seperti yang dulu" *awet tua dong. 
Dan tentu saja bakal heran ada emak-emak, ngantor pake sandal jepit *udah insyaf  sepatu trepes dan backpack.
Backpack cuma ditinggal pas kondangan doang di saat aku pakai sendal berhak tinggi 5 cm .

Nah, jangan heran ya .. kalau aku seneng-seneng aja dengan komen komen di atas. Karena jiwaku memang masih muda.
Resepnya ? Aku jarang sekali bercermin. *timpuk Satu-satunya cermin yang selalu kukunjungi adalah cermin di masjid / toilet untuk membetulkan letak jilbab yang dipakai secepat kilat dari rumah. Tak pernah terpikirkan olehku ada kantung mata atau belum, mata panda atau tidak, sudut mata dan sudut mulut udah keriput atau belum, pipi udah 'jatoh' atau belum, (hihi, ini karena kemaren teman sebelahku ngaca sambil narik-narik pipi) dsb dsb. Jadi ya.. enjoy aja. Pokoknya tetap semangat. Nah kalau ada yang melihatku tampak lebih muda dari usia sesungguhnya.. itu rejeki nomplok aja kali ya... Alhamdulillah..


belakang kiri lebih muda 15 tahun, belakang kanan lebih muda kl 5 tahun, depan kanan lebih muda  kl 10 tahun.






Senin, 04 Maret 2013

Hari Pencoblosan

Tanggal 24 Februari kemarin masyarakat Jawa Barat menentukan 'nasibnya' untuk lima tahun mendatang. Kenapa menentukan nasib ? Karena di hari itu mereka memilih gubernur/kepala daerah.
Mungkin kesannya sepele ya.. hanya mencoblos selembar kertas. Namun kisah dibalik itu tidak sesederhana tampaknya.
Bisa dibayangkan seandainya dalam setiap kesempatan pemilihan semacam itu terjadi 'salah pilih', ternyata orang yang dicoblos tidak amanah menjalankan kewajibannya, waaah.. kalau aku sih bakal menyesal seumur hidup, minimal menyesal selama 5 tahun itu.
Kenapa aku bersemangat memilih pemimpin ? Terinspirasi sama novel Tereliye (Burlian) di salah satu bab ada yang bercerita tentang pemilihan kepala desa. Diantara sekian banyak calon-calon yang buruk menurut pandangan masyarakat, tetep ayah Burlian berpendapat  harus memilih satu yang terbaik diantara mereka. Kenapa ? Yah, karena memang kita perlu pemimpin.
Menurutku pemimpin inilah yang akan mengarahkan,  memutuskan, dan mengambil resiko. Jangankan manusia, hewan-hewan di dunia ini saja mempunyai pemimpin. Lihatlah bebek, selalu ada satu bebek yang berjalan terdepan. Burung-burung terbang membentuk formasi V, ada yang paling depan. Ketika yang terdepan kelelahan, maka dia mundur dan diganti oleh satu burung yang lain.
Rasulullah pun memerintahkan kita untuk memilih pemimpin dalam sebuah perjalanan hatta itu cuma diikuti oleh 3 peserta. Jadi memang pemimpin itu sangat urgen. Setidaknya aku pribadi termasuk yang meyakini ini.

Oleh karena itu, akupun tidak keberatan ketika diajak untuk ikut kegiatan semacam voter education. Untuk meningkatkan kepedulian tentang hak pilih ini. Supaya tingkat partisipasi dalam pemilihan makin tinggi.
Kebayang ya.. kalau satu orang berfikiran "Ah.. cuma aku ini yang nggak milih" . Eh, ternyata satu orang ini dikalikan sekian, terjadi di sekian daerah, akhirnya jumlahnya mencapai 20% dari seluruh daftar pemilih tetap. Banyak kaaann ? Oke kalau karena alasan ekonomi, misalnya buruh pabrik asal Garut, kerja di Bandung, gak bisa mudik 'sekedar' untuk nyoblos. Yang model begini aku masih agak maklum. Tapi kalau untuk yang kepikiran 'ah cuma aku ini yang nggak nyoblos' itu, aku belum bisa terima.
Kepikiran nggak ya.. sama mereka, berapa biaya negara yang 'disia-siakan' karena dia nggak milih. Biaya cetak kartu suara dia, biaya nglipet kartu suara dia, biaya transport dari KPU ke TPS, dsb. Itu kan pemborosan namanya..
Trus kepikiran nggak ya... kalau ternyata 'suara' yang seharusnya menjadi hak dia, karena dia nggak milih, eh malah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertangggung jawab untuk menggelembungkan suara salah satu kandidat.
Trus yang lebih parah lagi, karena sekian orang yang berfikiran sama tadi enggak menentukan pilihan -padahal dia bisa- ternyata pemilukada harus berlangsung dua putaran maka akan lebih banyak lagi anggaran negara yang 'terbuang percuma'.
Mungkin ini terkesan lebay, tapi memang kenyataannya itung itungannya demikian.
Makanya KPUD juga udah ngeluarin ketetapan untuk memudahkan, siapapun yang namanya tidak ada di daftar pemilih tetap, asalkan punya KTP Jawa Barat, maka dia boleh mempergunakan hak pilihnya. Tinggal mau apa enggak.
Setidaknya aku telah 'mengambil resiko' mengamanahkan kepemimpinanku kepada seseorang. Kalau dia salah, aku berhak mengingatkan. Kalau di amanah, maka aku akan memberikan pujian.
Eh, kok jadi serieus gini ... hehe okelah itu tadi cuma pendapatku saja. Boleh setuju boleh juga punya pendapat lain. Monggo...

Jadi yang aku lakukan di hari pencoblosan kemarin itu ...

Pagi-pagi jalan bareng, sekeluarga ke pasar kaget di Pasir Jati, sekalian sarapan



Trus agak siang ke TPS deeh... nyoblos calon gubernur

Trus pulang nyoblos ada odong odong lewat, nemenin F5 naek odong-odong
Sisa hari itu aku isi dengan merajut sambil berdoa, mendoakan pilihanku tentu saja dan berdoa biar pemilu aman tentram damai, nggak pakai rusuh, yang kalah bisa legowo yang menang nggak usah bangga. Siapin aja kerja.  Sayang rajutannya gak sempat difoto, udah keburu habis. Buat jualan #eh.