Senin, 04 Maret 2013

Hari Pencoblosan

Tanggal 24 Februari kemarin masyarakat Jawa Barat menentukan 'nasibnya' untuk lima tahun mendatang. Kenapa menentukan nasib ? Karena di hari itu mereka memilih gubernur/kepala daerah.
Mungkin kesannya sepele ya.. hanya mencoblos selembar kertas. Namun kisah dibalik itu tidak sesederhana tampaknya.
Bisa dibayangkan seandainya dalam setiap kesempatan pemilihan semacam itu terjadi 'salah pilih', ternyata orang yang dicoblos tidak amanah menjalankan kewajibannya, waaah.. kalau aku sih bakal menyesal seumur hidup, minimal menyesal selama 5 tahun itu.
Kenapa aku bersemangat memilih pemimpin ? Terinspirasi sama novel Tereliye (Burlian) di salah satu bab ada yang bercerita tentang pemilihan kepala desa. Diantara sekian banyak calon-calon yang buruk menurut pandangan masyarakat, tetep ayah Burlian berpendapat  harus memilih satu yang terbaik diantara mereka. Kenapa ? Yah, karena memang kita perlu pemimpin.
Menurutku pemimpin inilah yang akan mengarahkan,  memutuskan, dan mengambil resiko. Jangankan manusia, hewan-hewan di dunia ini saja mempunyai pemimpin. Lihatlah bebek, selalu ada satu bebek yang berjalan terdepan. Burung-burung terbang membentuk formasi V, ada yang paling depan. Ketika yang terdepan kelelahan, maka dia mundur dan diganti oleh satu burung yang lain.
Rasulullah pun memerintahkan kita untuk memilih pemimpin dalam sebuah perjalanan hatta itu cuma diikuti oleh 3 peserta. Jadi memang pemimpin itu sangat urgen. Setidaknya aku pribadi termasuk yang meyakini ini.

Oleh karena itu, akupun tidak keberatan ketika diajak untuk ikut kegiatan semacam voter education. Untuk meningkatkan kepedulian tentang hak pilih ini. Supaya tingkat partisipasi dalam pemilihan makin tinggi.
Kebayang ya.. kalau satu orang berfikiran "Ah.. cuma aku ini yang nggak milih" . Eh, ternyata satu orang ini dikalikan sekian, terjadi di sekian daerah, akhirnya jumlahnya mencapai 20% dari seluruh daftar pemilih tetap. Banyak kaaann ? Oke kalau karena alasan ekonomi, misalnya buruh pabrik asal Garut, kerja di Bandung, gak bisa mudik 'sekedar' untuk nyoblos. Yang model begini aku masih agak maklum. Tapi kalau untuk yang kepikiran 'ah cuma aku ini yang nggak nyoblos' itu, aku belum bisa terima.
Kepikiran nggak ya.. sama mereka, berapa biaya negara yang 'disia-siakan' karena dia nggak milih. Biaya cetak kartu suara dia, biaya nglipet kartu suara dia, biaya transport dari KPU ke TPS, dsb. Itu kan pemborosan namanya..
Trus kepikiran nggak ya... kalau ternyata 'suara' yang seharusnya menjadi hak dia, karena dia nggak milih, eh malah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertangggung jawab untuk menggelembungkan suara salah satu kandidat.
Trus yang lebih parah lagi, karena sekian orang yang berfikiran sama tadi enggak menentukan pilihan -padahal dia bisa- ternyata pemilukada harus berlangsung dua putaran maka akan lebih banyak lagi anggaran negara yang 'terbuang percuma'.
Mungkin ini terkesan lebay, tapi memang kenyataannya itung itungannya demikian.
Makanya KPUD juga udah ngeluarin ketetapan untuk memudahkan, siapapun yang namanya tidak ada di daftar pemilih tetap, asalkan punya KTP Jawa Barat, maka dia boleh mempergunakan hak pilihnya. Tinggal mau apa enggak.
Setidaknya aku telah 'mengambil resiko' mengamanahkan kepemimpinanku kepada seseorang. Kalau dia salah, aku berhak mengingatkan. Kalau di amanah, maka aku akan memberikan pujian.
Eh, kok jadi serieus gini ... hehe okelah itu tadi cuma pendapatku saja. Boleh setuju boleh juga punya pendapat lain. Monggo...

Jadi yang aku lakukan di hari pencoblosan kemarin itu ...

Pagi-pagi jalan bareng, sekeluarga ke pasar kaget di Pasir Jati, sekalian sarapan



Trus agak siang ke TPS deeh... nyoblos calon gubernur

Trus pulang nyoblos ada odong odong lewat, nemenin F5 naek odong-odong
Sisa hari itu aku isi dengan merajut sambil berdoa, mendoakan pilihanku tentu saja dan berdoa biar pemilu aman tentram damai, nggak pakai rusuh, yang kalah bisa legowo yang menang nggak usah bangga. Siapin aja kerja.  Sayang rajutannya gak sempat difoto, udah keburu habis. Buat jualan #eh.

12 komentar:

  1. Balasan
    1. hehe..
      alhamdulillah sesuai pengumuman KPUD Jabar

      Hapus
  2. ya semoga yang menang bisa menjadi pemimpin yang bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin.... pemimpin juga perlu doa dari yang dipimpin :)

      Hapus
  3. semoga saja pilihannya menang dan bisa memimpin dengan benar..

    BalasHapus
  4. Bener kok, Mbak. Kalau enggak nyoblos, sayang kartu suaranya. Nanti malah disalahgunakan sama pihak-pihak yang enggak berwenang. Mudah-mudahan gubernur terpilih bisa amanah, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. sayang kan klo disalahgunakan. Berarti kita 'nyoblos' juga akhirnya. Udah gitu yg bukan pilihan kita.. jadi sayang dua kali deeeh..
      Amiiin, semoga gubernur terpilih bisa amanah..

      Hapus
  5. betuul, aku sebel sama yang golput. Awas ye kalo golput trus merepetin pemerintahan... satu suara kan berharga gitu, daripada disalahgunakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyee.. emang merepet doang itu lebih mudah Maaaakkk..

      Hapus
  6. Yang menang golput katanya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. golput mah nggak ikut, jadi nggak diperhitungkan :)

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan