Kamis, 18 April 2013

Edisi Homesick

Beberapa hari lalu aku posting ini di facebook :


Engak lama kemudian, Aini komen gitu ...
Yaah.  emang udah lama juga kali ya.. aku enggak mudik, padahal dekaaat lho.. cuma ke Cilacap. Emang di sana udah enggak ada Bapak dan Ibu, karena beliau berdua sudah tiada. Tinggal ada kakak pertama.
Bener kata suamiku, kalau bapak ibu nggak ada, tarikan untuk pulang kampung itu beda sekali kekuatannya.

Nah, ternyata oh ternyata mimpi itu berlanjut dooong... kalau pada mimpi di atas tidak tampak dengan jelas tempatnya di mana, kemarin mimpi lagi... to the point. Menyebut nama, menyebut tempat.
Jambe Lima, Jambe Pitu, tempat parkir, salim salim sama penjual yang di sana yang notabene teman-teman Bapak alm. Langsung kepengen nangis ajaaa...
FYI, Bapak terakhir tugas di Balai Konservasi Sumber Daya ALam di bawah DepHut, kira kira ngawasin kelestarian hutan gitu deeeh... salah satu wilayahnya adalah Gunung Selok. Jambe Lima dan Jambe Pitu adalah tempat wisata yang ada di Gunung Selok. Semua yang berjualan di lokasi tersebut bisa dipastikan mengenal Bapak. Pas aku salim salim itu, ternyata diantara para penjual itu juga sudah ada yang 'mewariskan' warungnya pada anak-anak merek a yang aku belum mengenalnya. :)

Dan dalam mimpiku kedua tempat itu sudah direnovasi, dengan jalan yang halus...bersih... hutan yang hijau... langit biru.. awan putih... pemandangan ke laut selatan sampai ke garis cakrawala dari sela sela pepohonan.
Ahaaayyyy
Takut dibilang hoaks aku bilang kampungku indah, seperti yang aku ceritakan di buku antologi tentang kampung halaman aku cari di google nemu gambar ini...


foto di dapat dari sini

6 komentar:

  1. kangen kampung halaman ya mbak, kalau gitu mungkin mimpinya pertanda disuruh jalan-jalan liburan kesana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiinnn..... semoga ya mbaak... kesampaian...

      Hapus
  2. jadi inget aku jg ga suka pulang lg setelah nikah. dulu mah kalo ad long wiken pasti pulang, skrg cuma lebaran doang *ups* hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiihi....sammmaaa...
      sebenernya aku jarang pulang karena alasan ekonomis aja..
      klo ke tempatku satu kali pulang cuma ketemu satu kakak. maklum 7 orang di 7 kota.
      klo ke tempat suami, satu kali pulang, langsung ketemu 6 saudara yang lain, karena hanya suami yang ke luar Lampung

      Hapus
  3. iya, bener, mb. kalo ortu udah ga ada memang pulang kampung jadi berasa hambar. aku jadi jarang ke slawi karena simbahku udah meninggal semua. kalo pun ketemu sodara rasanya beda aja gitu ya suasananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah Iya... syukurlah sekarang sudah ada hape/internet. Meski jarang ketemu tetep saling kabar mengabari. Meski ketemu langsung itu tetep sesuatu :)

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan