Sabtu, 13 April 2013

Mizan dan Hobby Baca Keluargaku

Aku mengenal Mizan mungkin belum sepanjang usianya yang kini mencapai 30 tahun. Tapi begitu mengenalnya, langsung lekat macam jatuh cinta pada pandangan pertama :)

Ketika tahun 2002 aku pindah ke Bandung, aku diajak Mbak Siti bergabung di Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) Jawa Barat. Sekretariatnya di jalan Bekalivron. Setiap aku ke sekretariat Salimah, aku melihat tulisan Mizan dalam warna biru yang terpampang besar di sebuah gedung di jalan sebelahnya, jalan Yodkali. Aku baru tahu kalau itu nama sebuah penerbit, saat di rumah mbak Siti banyak sekali buku - buku dari Mizan. Yang paling berkesan adalah serial Cerita Nabiku yang selalu dibacakan mbak Siti untuk 3 anakku yang masih kecil - kecil. Selain itu ada pula serial Sahabat Nabiku dan Cerita Balita. Mbak Siti saat itu belum dikaruniai putera, tapi kecintaannya terhadap anak-anak, membuatnya mengoleksi buku anak-anak. Akhirnya akupun mulai mengoleksi juga buku-buku tersebut untuk anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak sudah terbiasa membaca dari bayi, jadi buku - buku anak yang kubeli sekitar sepuluh tahun lalu itu, masih utuh sampai sekarang.

Buku-buku Mizan diantara buku-buku yang lain


Beberapa waktu kemudian, aku bertemu dengan bu Erna yang menawarkan buku - buku  ke kantor. Yang paling berkesan adalah Halo Balita dan I Love My Al Qur'an. Hanya saja saat itu aku merasa buku - buku itu masih 'mahal' jadi akupun menahan diri untuk membeli. Namun setelah bu Erna mengajakku ikut seminar parenting tentang manfaat mendongeng dalam mendidik anak, maka pandanganku tentang buku mahal menjadi berubah. Mahal atau tidak itu dipengaruhi oleh pandangan kita tentang prioritas. Kalau misalnya pendidikan anak menjadi prioritas, maka 'semahal apapun' itu, orang tua pasti akan mengupayakan memberikan sarana-sarananya.
Dengan pertimbangan di rumah masih ada 3 balita (2003 lahir anak keempat), maka aku memutuskan membeli Halo Balita dengan sistem arisan Rp. 125.000/bulan selama 10 bulan. Ternyata masih terjangkau :).
Paket  Halo Balita ini mirip dengan serial Cerita Balita, tapi dalam versi lengkap dan edisi board book. Lengkap, karena terdiri dari tema self help untuk melatih kemandirian, ada tema value agar anak-anak menerapkan nilai moral dan ada tema spiritual untuk melatih dan mengenalkan anak pada kehidupan beragama. Ada hadiah boneka tangan berupa tokoh tokoh dalam buku yaitu Sali, Saliha dan Mio si kucing.  Alhamdulillah, tidak menyesal aku membelinya, karena aku merasakan sendiri manfaat membacakan cerita-ceritanya setiap menjelang tidur kepada anak-anakku.


Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah : bersama Halo Balita aku mendapatkan piala pertamaku pada Lomba Mendongeng Orang Tua dan Guru yang diadakan oleh TK Al Hadits Arcamanik 7 Mei 2006. Temanya memang cerita dari serial Halo Balita. Bukunya disediakan oleh panitia. Karena aku sudah memiliki bukunya, aku punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Saat lomba aku membacakan cerita Aku Bisa Mandi Sendiri, lengkap membawa properti berupa gayung, sikat gigi, odol, sabun dan handuk :). Hasilnya ? Aku juara pertama ! :D

Piala dan Mio yang masih ada sampai sekarang
Kesukaan membaca ini memang menjangkiti kami sekeluarga. Enggak emak, enggak anak, enggak bapak. Begitu anak kelima lahir, maka si anak keempat ini gantian membacakan buku untuk adiknya :

F4 membaca Halo Balita untuk F5
Setelah anak - anak semakin besar, salah satu kebiasaan keluarga kami adalah selalu membawa mereka ke toko buku di saat mereka ulang tahun, berprestasi di sekolah atau setiap kali berhasil mengkhatamkan Al Qur'an.  Ketika mereka SD mereka banyak memilih buku - buku KKPK (Kecil Kecil Punya Karya). Setelah mereka SMP maka bergeser ke Pink Berry.
Kalau aku suka novel - novel Qonita, tapi yang paling kusuka adalah serial Anne of Avonlea.
Suamikupun mengoleksi buku - buku terbitan  Qonita, Bentang dan buku Mizan lainnya. Baru-baru ini dia membeli The Casual Vacancy dan Sandyakala Rajasawangsa karya Langit K.H.  (aku baru baca yang TCV ).

Sekarang aku bisa dikatakan menjadi salah satu bagian Mizan, persisnya sebagai book advisor di Mizan Dian Semesta (MDS). Masih newbie. Pencapaianku juga  belum seberapa dibandingkan dengan teman-teman lain yang memang fokus di sana. Tapi alhamdulillah, setiap bulan ada saja transaksi dan komisi tentu saja. Yang paling aku suka adalah, komisi dari MDS tidak harus menunggu lama, cukup satu pekan setelah buku terkirim, maka komisi akan segera masuk rekening kita. Sejak 2012 aku bergabung, kuhitung-hitung, baru menjual  5 paket Halo Balita, 2 paket Nabiku Idolaku dan satu arisan Ensiklopedi Bocah Muslim serta satu lagi segera menyusul peserta arisan Halo Balita. Karena buku-bukunya memang bagus, bermutu dan tentu saja bermanfaat, maka aku bersemangat dan percaya diri menawarkan kepada teman-teman. Alhamdulillah, komisinya bisa buat beli buku lagi.


Postingan ini diikutsertakan dalam lomba #MizanAndMe


32 komentar:

  1. Wah kerennn yang ini

    aku jadi ciut nih ngumpetin punya ku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaaah... pasti mak Hana tawadhu aja..
      segera inspeksi ke lokasi ah,,nyari yang diumpetiin

      Hapus
  2. wihh cinta banget sm Mizan nih sepertinya mba Titi, sukses ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Maaak, cinta banget. Amiin, terima kasih doanya ya Mak..

      Hapus
  3. Wah keren. Sukses ya, Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan Mak Nia malah super kereeen... Sukses buatmu Mak

      Hapus
  4. Cinta sama Miza segitunya yah mba,smoga cintanya berbalas dengan kesuksesan GANya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ammmiiiinnn... makasih Dhe. Ikutan jugakah ?

      Hapus
  5. sipp banget bunda,
    dari awal si kecil udah dikenali dengan buku berkualitas yang islami ^_^
    keren artikelnya bisa memacu ane untuk semakin giat neh
    salam sukses ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wooooww... mindeeerrrrr... ada pemenang mobil mampir ke sini. Aku dah membaca tulisanmu, keren abisss... khas dengan komiknya :D

      Hapus
  6. aah dikau kan salah satu inspirasiku soal buku juga, Mbak. Anak lima masih bisa punya anggaran khusus buat buku anak-anak, dan nggak 'perhitungan' soal buku bagus. Semoga makin berjodoh sama Mizan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. nggak perhitungan karena yang dihitung ya segitu-gitunya Maaaak. :D Dirimu kan yang ngracun aku sampai jatuh cintrong sama si Anne of Green Gables ituuuh...

      Hapus
  7. sama-sama ada Mio dipostingannya nih mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toossss dong Maaak, maap yaa.. belum ke sono..

      Hapus
  8. Pengalaman yang menarik dan tentu mengesankan, apalagi pas dapat piala dan boneka Mio itu hehehe ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang... seneng banget pas dapat piala itu... di usia 33 tahun, menerima piala untuk pertama kalinya :D

      Hapus
  9. keren mb pengalaman bersama mizannya

    yukk mampir ke rumahku, aku juga punya pengalaman dengan mizan :D
    http://kisahlita.blogspot.com/2013/04/aku-dan-mizan.html?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Lita... sangat berkesan. Makanya aku ikutaaaan...

      Hapus
  10. pengalamannya menginspirasi mbak. Buat anak emang harus yg terbaik ya, alhasil juara 1 mendongeng. Semoga menang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih .... hehe pengalaman baru, mendongen bukan untuk anak sendiri. :D

      Hapus
  11. waaaw patut di jadikan contoh nih, buat q seblm menikah, hehehehe

    salam kenal mba dari Sidareja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas Umam, salam kenal kembali dari wong Adipala

      Hapus
  12. Ahhh.. mbak Titi, tjang-gih!!!
    Worth it memang, beli buku untuk anak2. Walopun mahal, tapi kan bisa diwariskan. Apalagi yang anaknya 5 biji... hihihi..
    Tapi emang musti terapin disiplin tingkat tinggi utk anak2 jagain buku2 (mahal) itu supaya nggak sobek/lecek/kucel ya, mbak.. Kok, daku jadi langsung inget dgn buku2 A3 yg sudah tak berbentuk di rumah itu, ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha,... worth it bangeeeeddd ....
      alhamdulillah, karena terbiasa kali ya.. mereka menyayangi buku sejak kecil. Kan di Halo Balita juga ada cerita Aku Suka Buku. *promo
      Trus kalau ada yang sobek, kita lakban di depan mereka. Tapi Halo Balita mah insya Allah gak mudah sobek karena dari karton.

      Hapus
  13. huwaaah, keren ih ci Teteh, aku jd jiper hihihihi.
    Semoga kita beruntung ya Teh ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayyaaa.... Oriiin
      di hadapanmu aku minder !!
      Amiiin... semoga kita beruntung

      Hapus
  14. cerita jadi juara mendongeng th 2007 kok seperti Déjà vécu buat saya ya? apakah secara kebetulan saya memang berada di tempat itu? impressive :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alaaah, si Om nggaya, pake Deja vecu segalaaa...
      Tahun 2006 kali Om, Om masih di rumah, sama bulek Win :D

      Hapus
  15. huii, juara mendongeng kereen mbak
    pasti gara-gara umi nya demen ndongeng yah, jadi F5 seneng baca :D
    Suses lombanya mbak, semoga menaaaang!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. pokoknya sesuatu deh....
      kayaknya lihat semua pada suka baca jadi si F5 juga sukaaa...
      Amiiiinn.. makasiih

      Hapus
  16. wah kapan2 divideokan dong, pas mbak lagi mendongeng :)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Kesan