Minggu, 21 April 2013

Seharian Keliling Bandung

Selamat datang di Bandung, Keke dan Naima.....

Kali ini Ummi Titi akan menawarkan cara menghabiskan satu hari di Bandung dengan cara yang berbeda dari biasanya. Pertama - tama kita akan mengunjungi Taman Lalu Lintas. Taman ini buka jam 8 pagi. Di sini Keke dan Naima bisa belajar segala sesuatu tentang berlalu lintas. Mulai dari rambu-rambu lalu lintas, mencoba berbagai alat transportasi (ada sepeda, kereta api, kereta motor) sekaligus mempraktekkan tentang rambu-rambu lalu lintas itu di jalan - jalan yang terdapat dalam area taman. Pasti Keke dan Naima tidak tertarik lagi menaiki binatang tiruan yang ada ataupun maen ayunan ataupun naik flying fox, tapi di Taman ini ada sebuah perpustakaan yang bisa di kunjungi. Sekarang di sana juga ada komposter, yaitu alat untuk merubah sampah-sampah daun menjadi kompos. Kita bisa bertanya sama bapak penjaganya, bagaimana proses pembuatan kompos itu. Selain itu, Keke dan Naima juga dapat mempelajari nama-nama pohon yang terdapat di dalam taman. Eh, mau berenang ? Di sini juga ada kolam renangnya.
Tiket masuk taman  hanya 6 ribu rupiah. Sedangkan tiket masing masing wahana rata-rata hanya 4 ribu rupiah.

rambu-rambu lalu lintas
kereta api mini sumbangan dari PJKA

Nah, setelah capek keliling taman dan mencoba wahana wahana yang ada, Keke dan Naima bisa makan di dalam taman lho. Kalau makan di PVJ atau di Ciwalk tentu hal biasa. Nah, biar berkesan kita makan yang lain dari biasanya. Memang di dalam ada tempat makan yang sedia sate, bakso, popmie, lotek dll. Tapi ada tempat makan yang unik di sini. Yaitu warung-warungnya di luar taman, tapi mereka menggelar tikar di dalam taman. Mereka melayani pesanan dari balik pagar. Menunya bisa dipilih yang sehat seperti bakso tahu atau nasi timbel lengkap dengan ayam goreng, ikan asin dan sambel lalap. Setelah makan, bisa sholat dan istirahat sebentar di masjid kecil dalam taman.

Supaya petualangan sedikit seru, dari Taman Lalu Lintas, kita naik angkot ya.. Ke mana ? kita ke Saung Angklung Mang Udjo. Naiknya angkot hijau nomor 02. Tanya dulu ya... soalnya angkot-angkot di seputar taman lalu lintas ada dua arah. Arah pemberangkatan dan arah tujuan. Nanti kita naik angkot 02 jurusan Terminal Cicaheum.

Sebelum sampai terminal, kita turun di Padasuka. Jalan kaki dikit atau boleh naik ojek dua ribu saja, kita menuju Saung Angklung Mang Udjo. Ngapain aja di sana ? Bisa nanya - nanya proses / cara pembuatan angklung. Bisa nyobain main angklung. Kalau sedang beruntung, di sana sedang ada pementasan, ya kita bisa ikut nonton. Kalau rombongan sekitar 100 orang, biasanya disuguhi pementasan anak-anak sanggar angklung.
Saung ini punya filosofi lho ... yaitu 5M, artinya  : mudah, murah, menarik, massal dan mendidik


Ini rombongan kantor pas jam istirahat ke sana dan nyobain main angklung :)

Setelah puas mencoba angklung, kita menuju destinasi berikutnya.. yaitu Monumen Nol Kilometer di Jalan Asia Afrika. Dari terminal Cicaheum, kita cukup sekali naik bis Damri. Bisa pilih yang AC biar enggak terlalu berdesakan. 

Monumen Nol Kilometer
Monumen ini terletak persis di sebrang halte CKC /GKN (Gedung Keuangan Negara). Di samping hotel Preanger. Di halaman Kantor PU. Waduh lengkap banget ya... Ngapain di sini ? popotoan laah.. narsis-narsisan dikit. 
Nah .. setelah itu, kita jalan kaki sedikit menuju jalan Braga. Yang paling monumental di sini adalah Museum Asia Afrika ya.. Tapi kalau kesorean ya sudah tutup. Paling tinggal foto-foto lagi di tiang bendera di depan museum. Kemudian kita jalan - jalan sore sepanjang jalan Braga. Bisa membeli roti di toko roti kuno di sana, namanya toko Sumber Hidangan. Roti yang dijual di sini, tanpa pengawet dan tanpa pengembang. Sehingga rotinya tampak kecil kecil. Eh, meskipun kecil-kecil, rasanya enakk lhoooo.... Kalau kita beli, bungkusnya pake bungkus kertas. Waah.. pokoknya jadul banget deeh.. Etalasenya juga model jadul. Sayang enggak sempat ambil gambar waktu itu.
Kalau tadi siang Keke dan Naima makan di pinggir taman, maka sore ini bisa milih tempat makan di sepanjang jalan Braga. Yang cepat saji ada Wendy's (hihi paling suka brokoli kejunya) atau pilih tempat makan di Braga City Walk.  
Naaah.. bener bener seharian keliling Bandung kaan ? 



Postingan ini diikutkan dalam

 

5 komentar:

  1. mau dong seharian keliling bandung, jadi guide ya ... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mangga teteh, siap mengantar .....

      Hapus
  2. seharian keliling Bdg dg murmer tapi asik

    terima kasih udh berpartisipasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.... murah dan meriah Teh.. makasih juga ya..

      Hapus
  3. Patut dicoba nih Mba Titi rutenya, hehehe...

    Wah yang lagi kontes, semoga sukses ya Mba:)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Kesan