Minggu, 21 April 2013

Seharian Ngebolang di Lembang

Menjadi working mom adalah sebuah pilihan yang sudah kuambil. Sejak 1993 aku memutuskan bekerja di instansiku aku sudah mempertimbangkan segala resiko dan membekali diri untuk menghadapi resiko tersebut. Menurut keyakinanku, posisiku bekerja saat ini bukan hal yang wajib, sehingga aku tidak boleh melupakan tugas pertama dan utamaku sebagai istri dan ibu bagi anak-anakku.
Nah salah satu 'resiko' itu adalah ketika kemarin kantorku mengadakan acara gathering di akhir pekan, maka akupun harus mengikuti itu. Sejak beberapa hari sebelumnya, aku sudah sosialisasi pada suami dan anak-anak, tak lupa minta maaf bahwa akhir pekan ini aku bakalan pergi acara kantor. Alhamdulillah suami ngasih ijin dan anak-anak juga mengerti. Tapi rupanya aku harus berusaha lebih keras. Pagi itu gas habis, semua rencana memasak yang sudah disiapkan gagal begitu saja. Akupun segera berganti rencana, membeli kupat tahu untuk sarapan seluruh keluarga, dan memesan gudek di tetangga sebelah yang punya warung makan untuk makan siang suami dan anak-anak. Alhamdulillah urusan logistik rumah beres.

Akupun berangkat menuju kantor. Suasana sudah berbeda sejak awal keberangkatan, rencana jam 7 pagi berangkat, tepat jam 7 sudah selesai apel pagi dan doa bersama. Kemudian kami naik truk menuju lokasi.  Acara gathering ini bertujuan untuk menyatukan tekad agar rencana kerja dan target kantor tahun ini dapat tercapai.  Enggak tanggung tanggung, EO akan membawa kami ke pusdiklat  salah satu pasukan terbaik bangsa ini. Lokasinya di daerah Lembang.

Sampai di lokasi, pembimbing mengingatkan kami, bahwa kami telah tiba di lokasi pelatihan. Di tengah hutan nan perawan, yang bersih tanpa campur tangan manusia untuk kepentingan wisata dan sejenisnya. Kami diingatkan untuk menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencabut rumput / tanaman, mencoret bebatuan/pepohonan. Dan ... yang lebih amazing, kami diminta menyamar agar menyatu dengan alam. Wajah kami dicoret coret dengan make up khusus untuk face painting. Tidak boleh ada yang wajahnya masih bisa dikenali.
Kemudian selama seharian kemarin nilai nilai tentang kebersamaan, kerja sama, nilai nilai organisasi, tentang tugas dan wewenang, dll disampaikan baik melalui game-game maupun pengarahan langsung dari Mr. Boss dan juga melalui pihak EO (event organizer).

Puncaknya adalah ngebolang, kami diajak masuk hutan menyusuri jalan setapak menuju danau yang menurut legenda adalah tempat mandi Dayang Sumbi. Udara segar dengan merdeka memasuki paru - paru kami. Suara kicau burung dan hewan - hewan hutan lain pun saling bersahutan. Sesekali suara batang rapuh yang jatuh mengagetkan kami. Entah berapa ulat bulu yang kami temui, dari yang sebesar kabel charger hape sampai yang sebesar telunjuk. Melompati batang batang pepohonan yang jatuh melintang menutupi setapak, dan menembus jalanan berlumpur hingga melewati mata kaki. Kami juga menyeberangi beberapa kali kecil, ketinggian air ada yang mencapai paha. Jangan tanya apa warna sepatu, kaos kaki dan celana panjang yang kami kenakan. Bercampur antara lumpur, rumput-rumput hutan yang terbawa, hingga basah-basahan. Keringat yang mengucur  dan nafas yang memburu tidak kami hiraukan.
Setelah berjalan kurang lebih dua jam, sampailah kami di danau yang dijanjikan. Pemandangan indah luar biasa tersaji di depan mata. Air bersih yang luas terbentang, dikelilingi bukit yang berpayung awan. Banyak capung dan burung kecil yang beterbangan. Subhanallah... benar-benar jadi makin cinta dengan alam Indonesia. Anehnya, kenapa di sekeliling danau rumput nampak terpelihara ya...

Ternyata.... kami semua 'tertipu'. Awalnya, kami sempat bertanya-tanya, bagaimana kembali ke tempat awal keberangkatan. Membayangkan lagi masuk hutan dan becek-becekan. Eh... rupanya danau itu dekat saja. Hanya tersembunyi di balik barak-barak pasukan tempat kami berangkat tadi. Tapi kami dibawa jalan memutar memasuki hutan agar lebih mengenal dan mencintai alam :D dan merasakan semangat juang mencapai suatu tujuan. Semangat !!

berpose di pinggir danau, terbayar sudah semua lelah

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: 

13 komentar:

  1. gak pingin nyemplung danau Mbak??
    aku kalo lihat air banyak gitu, bawaannya kepingin nyemplung... trus berenang
    hehehhee

    eniwe, selamat hari kartini yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernyaa...apalagi sepatu kotor dan celana kotor, bawaan pengen dicuci di sana. Tapi kan ada EO dan itu nggak masuk di acara. Jadi ya... ditahan aja

      Hapus
  2. suatu saat nanti, Dija mau ke lembang juga...
    doain ya Tante...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin,... nanti bilang bilang ya.. biar kita bisa ketemuan, insya Allah. Pengen nyiwel pipi Dija

      Hapus
  3. danau di lembang ? di mana ya ?
    Situ Lembang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempatnya harus dirahasiakan Teh, makanya saya nggak nyebut nama :D

      Hapus
    2. hihihi, itu gunung di belakang danaunya rada2 hapal ...

      Hapus
    3. Harus apal Teh, kan dekat rumah Teteh

      Hapus
  4. Selamat memeringati Hari Kartini 2013.
    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan Sehari Menjadi Srikandi
    Nantikan pengumuman hasilnya tanggal 1 Mei 2013
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  5. wenake rek, tetangga ada yg jualan gudeg :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uenak tenaaan..... jam setengah 7 udah siap saji....

      Hapus
  6. Mba Titi, salut ah...you're supermom:)

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Kesan