Rabu, 26 Juni 2013

Aku dan Ika, Dari Dunia Maya ke Dunia Nyata

Pertama kali aku mendengar nama Ika Rahma aka Iko adalah dari Mak Sondang. Promosinya si Mak Iko ini masih muda belia, masih 17+. *penting. Akupun penasaran. Baca postingan-postingan dapur hangus yang mudah dipraktekkan, dan gaya bahasa yang kocak khas anak muda, membuatku penasaran seperti apa kiranya si Iko itu kok Sondang pun begitu gencarnya mempromosikan.

Akhirnya kami saling inbox di fb. Waktu itu Ika cerita mau ke bengkel depan kantor. Maka jadilah aku kopdar berdua Ika, eh bertiga ding, sama Vio. bahkan tanpa Sondang yang memperkenalkan.

Waktu itu kami makan berdua di sebrang kantorku, dengan kata lain di samping bengkel tempat Ika menservice motornya.
Dasar udah jodoh kali ya, di pertemuan pertama itu langsung nyambung aja. Cerita ngalor ngidul, gak kerasa dua jam berlalu. Bahkan si Vio yang selalu menjadi attachment Ika pun, langsung mau sama aku.

pertemuan pertama
Dan pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan pertemuan berikutnya. Bahkan ketika Ika Rahma menjadi salah satu finalis lomba blog majalah Sekar, dengan suka rela aku menjadi tim suksesnya. *jiah* terus dapat traktiran waktu dia ternyata menang.
Sayang aku belum bersedia menerima tawaran dia menjadi salah satu admin di grup dapur hangus. Hihi .. aku enggak punya jadwal online yang pasti. Maklum, emak emak rempong.
Kemudian sempat jalan berdua nganterin ramekin ke rumah Ayu Diah Respatih, salah satu food blogger yang tinggal di Ujungberung, aku jadi penunjuk jalan :D.

Aku jarang berkunjung ke blog Ika, dan demikian pula (kayaknya) sebaliknya *gak tau ya.. klo Ika diam diam jadi silent reader,   kami langsung berkomunikasi lewat japri. Lewat sms dan bbm-an. Kadang curhat curhatan. Kadang ya cuma ngobrol ngalor ngidul. Menceritakan dagangan, curhat curhatan, atau sekedar saling menggoda dan mengolok, ngomongin jadwal mudik, ngomongin kapan ketemuan lagi untuk ngasih oleh oleh, hehe asyik deh pokoknya. Usia yang terpaut hampir dua kali lipat tidak mempengaruhi cinta kami berdua. *lebay
Pas Ika ulang tahun ke 17+  *angka penting kemaren dia request kue tripple mousse .

kue ultah Ika *bikinnya nggak ngebayangin kerepotan gimana Ika bawa pulangnya

Dan terakhir kemaren ketemuan hari Kamis, pas aku lepas piket. Mau makan siang sore bareng karena kami sama sama belum makan siang.

bbm selisiban, aku udah jalan duluan, si Ika malah nyamperin aku ke kantor :P
Dan belum lama ini dengan terang terangan dia mempublish dooong status hubungan persahabatan kami :


publish status di face book

Naah.. kiranya tidak perlu aku tambahin lagi, sudah cukup kaan.. bukti bukti, berawal dari dunia maya, aku dan Ika bisa menjalin persahabatan di dunia nyata.

Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog -Indahnya Persahabatan Blogger-”

Selasa, 25 Juni 2013

Tilang Pertama dan Lima Puluh Ribuan Terakhirku

Desember 2012

Siang itu aku berniat ke sekolah mbak Fathimah untuk mengambil raport. Aku berangkat dari kantor dengan motor pinjaman.Selembar limapuluh ribuan terakhir kubawa untuk berjaga-jaga.
Untuk menyingkat jarak dan waktu aku mengikuti jalur angkot, melewati jalan  pintas ke arah  Antapani melalui jalan Jakarta yang satu arah.  Sempat curiga juga kok enggak ada motor selain aku? Ketika melihat polisi bergerombol di  perempatan, sempat terpikir mau 'pura-pura' membeli kue di toko kue yang ada di dekat perempatan. Tapi ketika ingat bahwa uangku tinggal selembar, maka niat itu  aku urungkan.

Benar saja, seorang polisi segera berdiri menyambut ketika motorku makin mendekati mereka.Aku berhenti.
"Selamat siang, bu. Boleh lihat SIM nya ?" kata pak polisi sopan
Aku dengan pede mengeluarkan SIM, pak polisi mengamati.
"Maaf Bu, SIM Ibu sudah habis.
"Masa sih, Pak ? Bukannya masih tahun depan Pak?'. tanyaku kaget campur polos.
"Benar Ibu, silakan dilihat, sudah habis sejak 6 bulan yang lalu " kata pak polisi seraya mengembalikan SIM-ku.
"Aduuh maaf pak, saya tidak pernah mengeluarkan SIM dari dompet. Saya ingatnya baru habis tahun depan bersamaan dengan KTP saya. " Kataku sambil menyerahkan KTP ke pak polisi
"Ibu mengajar di mana ?" pak polisi menyelidik
"Saya ibu rumah tangga  sesuai KTP saya. *maaf, KTP-ku memang ibu rumah tangga.  Ini mau ambil rapot anak saya, Pak" belaku sambil ngebayangin bakal 'kena' berapa nih.
"Nah Ibu, Ibu melanggar dua peraturan ya bu.. pertama ibu mengemudi tanpa surat ijin yang sah, kedua ibu memasuki jalur yang dilarang. Boleh pinjam STNK- nya ?" kata-kata pak polisi bagaikan vonis bagiku.
Dueng dueng.. dengan berat hati aku keluarkan STNK motor pinjaman. Aku berdebar menunggu. Apa kelanjutan dari ini semua. Apakah seperti yang diceritakan teman-temanku ?

"Bu, pelanggaran ini mau di selesaikan di persidangan atau di sini ?" pak polisi menawarkan solusi yang aku sudah tahu kemana arahnya.

Aku berhitung cepat. Mengingat kerjaanku sebagai semacam customer service yang agak susah keluar *tepatnya enggak tega sama temen sebelah kalau sering sering ijin keluar * dan aku juga teringat kata bapakku dulu, kalau ditilang maka STNK akan ditahan. Aduh, gimana nih, ini kan motor pinjaman. Nanti aku bilang gimana sama pemilik motor. Setelah mempertimbangkan hal - hal tersebut,  akhirnya akupun memilih menyelesaikan di tempat.
Dengan berat hati kuserahkan  lima puluh ribuan terakhirku untuk menyelesaikan urusan agar aku bisa segera ke sekolah mbak dan segera balik kantor . *padahal kabarnya bisa minta kembalian yah *


*kisah nyata, 395 kata

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Kinzihana

Senin, 24 Juni 2013

Menyemai Cinta : Pernikahan Tanpa Pacaran


foto nikah, masa'  suami istri foto berdua, yang  satu tangannya di depan, satu lagi tangannya di belakang punggung X_X

Aku menikah dengan Abi tanpa pacaran. Begitulah kenyataanya. Kami diperkenalkan oleh guru mengaji. Aku saat di Jakarta dulu aktif di sebuah yayasan . Suami ustadzah ketua yayasan adalah seorang ustadz terbang yang wilayah dakwahnya sampai ke Kupang-NTT kota penempatan pertama Abi setelah jadi PNS. Abi yang kemudian diklat ke  Jakarta, datang menemui ustadz mohon bantuan dicarikan jodoh. Targetnya selama 3 bulan diklat di Jakarta semua proses dapat dilalui mulai dari taaruf / kenalan sampai menikah.

Menurut cerita  Abi,  ketika itu dia dikasih 2 amplop tertutup yang berisi biodata akhwat. Pas minta dipilihkan, kata ustadz insya Allah dua duanya cocok dengan abi. Akhirnya Abi memilih yang ada di tangan kanan ustadz. Isinya ? Biodataku. :D
Si Abi pun shalat istikharah mau lanjut atau tidak setelah melihat data diriku. Ketika Abi memutuskan mau lanjut ta'aruf baru aku dikasih tahu sama ustadzah bahwa ada ikhwan yang siap ta'aruf. Awalnya aku sampaikan bahwa aku belum siap. Karena aku masih belum bisa masak dan masih males mandi *sampai sekarang.
Tapi ustazah menasehatiku bahwa kesiapan itu sangat relatif. Soal belum bisa masak itu bisa berlatih. Dan soal males mandi insya allah enggak bakalan males mandi lagi setelah nanti punya suami. Dan yang paling jleb adalah ketika ustazah membacakan hadis
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”
(HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Maka akupun takluk dan menuruti kata ustadzah. Aku menerima biodata Abi.

Awalnya agak minder. Melihat Abi yang 8 bersaudara kuliah semua pastilah dari keluarga berada. Sedangkan aku dari keluarga yang sangat sederhana, dari 7 bersaudara yang sampai bangku kuliah cuma baru dua orang. Kemudian perbedaan latar belakang budaya, Abi Sumatera dan aku dari Jawa, khawatir nanti menjadi kendala. Tapi sekali lagi ustazah menguatkan bahwa Islam akan menyatukan kami berdua insya allah. Akupun takluk sekali lagi untuk lanjut ke taaruf atau berkenalan langsung.

Taaruf saat itu tanggal 28 Oktober . Inget karena aku  pulang upacara Sumpah Pemuda. Saat ta'aruf itulah aku sekali lagi takluk melihat kemantapan dan komitmen abi utk melanjutkan proses. Maka dengan persiapan kilat lamaran pun dilakukan tanggal 10 November. Abi ke Cilacap diantar papa Echi.
Hari itu juga ditentukan tanggal pernikahan insya Allah 18 Desember 1996.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tanggal 31 Des Abi berangkat ke Kupang. Aku ditinggal di Jakarta sambil mengurus proses pindah kantor. Dan setelah 3 bulan LDR-an,  Maret 1997 aku bisa menyusul abi ke sana.

Lalu mana cerita menyemai cintanya ?
Sabaaar yaaa ...kuceritakan itu semua supaya terbayang situasi dan kondisinya. Bahwa cinta itu ternyata bisa ditanam dan disemaikan  *macam biji ajah
Jadi apa doooong resep atau rahasia menyemai cinta itu ?

1. Ta'aruf lebih dalam melalui komunikasi yang intens. Tak kenal maka tak sayang ta'aruf. Hari-hari, bulan-bulan bahkan tahun pertama di Kupang, aku masih bercucuran air mata. Bisa dibilang ini adalah masa perkenalan yang sebenarnya. Karena 12 hari pertama setelah menikah dan sebelum Abi kembali ke Kupang itu cuma hari bersenang senang. Yang kami lakukan dalam proses perkenalan ini adalah saling membuka diri.. mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai. Mengungkapkan keinginan dan mimpi- mimpi tentang sebuah kekuarga juga tentu saja bercerita tentang masa kecil . Saling mempelajari masa lalu akan memudahkan kita memahami kebiasaan pasangan di saat ini. Memang selama 3 bulanLDR an banyak diungkap lewat surat dan telepon. Tapi komunikasinya belum seintens setelah bertemu dan berkumpul langsung.

2. Saling memberi hadiah.
Tahaddu tahabbu. Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. Itu adalah pesan Rasul saw. Dari hadiah kecil sampai hadiah besar. Dari hadiah bernilai sampai hadiah yang tak ternilai harganya semacam perhatian. atau ciuman selamat pagi /malam di kening pasangan.

3. Melakukan aneka aktivitas bersama. Waiting traisen because kulinten ..Pepatah Jawa witing tresna jalaran saka kulina (awal cinta karena berawal dari kebiaaan) itu ternyata benar adanya. Aku yang masih cuti sebulan banyak belajar mengerjakan pekerjaan rumah. Belanja ke pasar berdua. Makan berdua. Tidur berdua. yaeyalah... Kalau aku mencuci Abi membantu menjemurnya. Kebetulan di komplek kami air PAM mengalir 3 hari sekali, itupun keciiiil sekali sehingga enggak naik ke bak mandi. Maka kamipun kerja sama nampungin air. Kadang di pagi yang cerah atau di senja yang indah (cieeee puitis kali) kami ke pantai yang cuma tinggal nyebrang jalan depan komplek. Duduk duduk sambil ngobrol, jalan jalan di pasir sambil sambil pegangan tangan layaknya orang pacaran . Yaeyalah emang lagi pacaran. Pacaran ba'da nikah kata Ustadz Salim A Fillah, atau ATM  kata Ippho . Amati-taaruf-menikah. Kalau lagi males keluar rumah karena cuaca di Kupang memang sangat panas, kami duduk-duduk saja di rumah sambil baca buku dan saling merayu. Kamipun sering shalat berjamaah dan saling mrnyimak bacaan Al Qur'an
Dari aktivitas bersama inilah tumbuh kebiasaan tumbuh kesepahaman, akhirnya saling membantu dan saling menopang.

4. Saling mendoakan. Doa adalah kekuatan yang tak terkira. Doa pun dapat merubah takdir. Maka kamipun saling mendoakan. Mendoakan segala kebaikan untuk orang yang kita cintai. Karena kami menikah dalam rangka mencintai Allah dan untuk menyempurnakan ibadah pada-Nya, kamipun  selalu membaca doanya orang orang yang bersatu di jalan Allah. Sambil berdoa sambil membayangkan wajah orang yang didoakan. Antara lain adalah dengan membaca doa rabithah. Rabithah artinya ikatan. Agar selamanya, ikatan cinta pada ALlah dan ikatan Islam-lah yang menyatukan kami berdua.
Doa dicopy dari sini

artinya :
"Yaa Allah, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam keta'atan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatannya...Yaa allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, dan penuhilah dengan nur cahaya-Mu yang tidak akan pernah padam. Lapangkanlah dadanya dengan keutamaan iman padaMu dan keindahan tawakkal pada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan pembela. Amin. Dan Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada sahabat-sahabatnya... Allahumma Amiin."

5. Komitmen. Kemauan yang bukan sekedarnya, tapi kemauan yang kuat untuk menumbuhkan cinta. Tidak ada kata tidak bisa. Karena bagi Allah semua mudah adanya. Dia maha membolak balik hati. Benci jadi cinta, cinta jadi benci. Mungkin setelah sekian tahun bersama nanti ada rasa jenuh, kecewa, atau perasaan negatif lainnya. Maka komitmen inilah yang akan membingkai langkah pertama dst di atas yang itu teruuus berlangsung sepanjang hayat. Taaruf jalan terus. Kita berubah.pasangan berubah. kondisi berubah. Ada anak ada perbedaan sikap. Nambah harta atau kurang harta, semua bisa merubah seseorang. Maka kita harus teruus belajar mengenali pasangan.Saling memberi hadiah atau memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya (tahniah), menjaga waktu-waktu istimewa berdua, dan saling mendoakan harus terus dilakukan sampai akhir hayat nanti.

Nah, teman teman, itulah yang kulakukan untuk menyemai cinta dalam pengalamanku selama hampir 17 tahun meniti bahtera rumah tangga, menikah dengan orang yang baru dikenal dan alhamdulillah sampai hari ini Allah masih menjaga ikatan kami berdua dan mengaruniai kami dengan 5 anak yang semoga menjadi anak sholeh dan shalihah. Dan berharap, semoga kebersamaan kami ini, kekal dunia dan akhirat. Amiiin.



Selasa, 18 Juni 2013

Pengumuman kelulusan Ayuk

Lain ladang lain belalang. Lain anak lain gayanya.
Berbeda dengan pengumuman kelulusan mbak yang pake drama, pengumuman kelulusan Ayuk dia langsung yang nerima di sekolah. Jadi memang kebijakan sekolah si anak sendiri yang nerima amplop pengumuman itu. Emang sih amplopnya tertutup. 'Kepada'nya orang tua siswa. Tapi anak anak diijinkan membuka amplop tersebut.
Sabtu tanggal 8 itu seharusnya Faiz trial lagi di Attakwa. Aku udah kondisikan dia dari Sabtu sebelumnaya bahwa sekolah nanti hanya diantar Abi karena Ummi mau me time ngaji. Tapi ada satu hal yang aku luppppaaa *istridurhaka* Sabtu subuh adalah jadwal Abi setoran hafalan di pondok quran. Selama ini jadwal tersebut tidak beririsan denganku karena Sabtu kan agak santai. Nah ini sabtu aku ngaji jam 7 trus langsung Sekolah Ibu. Faiz udah kugantiin pakaian dan belum kujawab permintaannya mau ikut ngaji.
Nah pas Abi datang jam 7 kurang gitu Abi malahan ngasih ijin Faiz ikut aku. Libuuur deh trialnya.

Judulnya hari itu aku udah konsen aja di acaraku. Setelah selesai pertemuan dengan ibu-ibu pengajian aku langsung menuju Sekolah Ibu Pasir Endah. Pulang pulang udah hampir jam 12 siang. Sambil melepas lelah aku leyeh-leyeh di kasur. Eh tiba tiba terdengar salam Ayuk, masuk masuk langsung nangis. Aku bingung kenapa ini anaak. Ternyata oh ternyata lebih lebih dari drama. Ternyata dia takut dimarahin karena nilai UN-nya 'kecil' tepatnya nilai dia lebih kecil dari kakak kakaknya.
Aku peluk dan hibur Ayuk tapi malah nangisnya tambah sesenggrukan. Abi yang baru keluar dari kamar mandi dan mendengar keributan langsung ke TKP. Baru setelah Abi meyakinkan bahwa Abi puas dan bangga dengan hasil yang dicapai Ayuk, nangisnya reda.
Daaaaaan hasilnya adalaaah:


alhamdulillaah, 25.15

Kamis, 13 Juni 2013

Celoteh Bocah

*
Hari Sabtu kemarin aku bangun tidur merasa enggak enak. Hidung terasa sedikit mampet. Kuingat ingat makan es dimana yaaa... kok aku pilek gini?
Oiya aku ingat, terakhir aku makan es adalah makan es krim di kondangan dokter anita.
"Kok Ummi kayak mau pilek ya... " gumamku seorang diri.
Pas aku aku ngomong itu, ada  Faiz di dekatku. Dia malah makan eskrim sampai 3 cup, dan enggak kenapa2.
"Aku engak pilek,da .." dia menimpali
"Apa rahasianya Faiz enggak pilek ?' tanyaku
"Cium !" katanya lagi.
Huuu aku dan teteh serempak nyorakin

Nah pas aku keluar kamar mau shalat ashar, Faiz datang mendekatiku di sajadah
Selama aku shalat pas posisi duduk dia cium cium aku
Terus pas aku udah salam dia konfirmasi lagi fadilah ciuman itu
" sini aku cium ummi biar enggak jadi pilek"
Sekali lagi si teteh yang mendengar itu nimpalin
" Faiz ..Faiz, yang ada kamu bakalan pilek karena ketularan ummi"

Eh tapi beneran lhooo... aku ga jadi pileknyaaaa....at least sampai  tulisan ini dibuat.

**
Sudah jadi kebiasaanku klo makan malam sepiring berdua sama anak-anak. Biasanya sama anak yang lagi malas makan. Minimal makan bareng sama mereka. Klo nunggu bapaknya gak tentu siiih jam laparnya. Sedangkan aku setiap pindah lokasi selalu lapar lagi. :p
Ceritanya si Faizz lagi punya program menaikkan berat badan biar segede Eka dan agar kuat klo main dorong dorongan. Nah kemarin itu aku udah makan berdua Ayuk. Makan kami udah habis. Faiz makan sendiri dan masih nyisa beberapa suap. Diapun mulai melancarkan rayuan.
"Ummi, aku tau. Ummi habisin aja makanan aku, supaya timbangan Ummi jadi 50. Mau kan ? " dengan mata berbinar eureka pleus watados.
Aku cuma ketawa aja. Oalaaah naaak... kamu belum tau dunia ini. Klo ibu- ibu liat timbangan anaknya, pasti dia berharap jarum timbangan itu geser ke kanan, tapi hal sebaliknya klo dia liat timbangan badannya sendiri. *lirikyangsukalaripagi #nomention

Minggu, 09 Juni 2013

Pengumuman Kelulusan Mbak

Beberapa hari sebelum ujian usai, Mbak diminta pihak sekolah untuk mengumpulkan amplop yang sudah ditempeli perangko. Katanya unytk mengirim pengumuman kelulusan. Sempat meragukan juga, bisa nggak ya satu angkatan sekitar 300 anak menerima pengumuman dihari yang sama ? Belum lagi dari sekolah lain. Tapi ya sudahlah, insya allah untuk kelulusan mah optimis lulus. Yang dipikirin kan gimana nanti,  berapa NEM atau nilai UN murninya. Karena itu yang bakal menentukan anak mau masuk sekolah mana berikutnya.
Setelah nganterin Faiz trial di tk attakwa tanggal 1 Juni lalu, sore harinya pak pos datang membawa surat cinta pengumuman itu.
Isi suratnya :

Alhamdulillah luluus. Gitu doang ? Iya!

Dibolak balik tuh surat, tidak ada pengumuman lain berapa jumlah nilai UN mbak, kapan mau ambil nilai, kapan tanda tangan ijazah dll. Pas nerima itu, hihi aku datar datar aja. Si Mbak nanya kok Ummi nggak ngasih selamat ? Dengan jurus ngeles aku kasih selamat sama dia. Si Abi udah kasih selamat dan peluk cium duluan.
So now what ? Bagaimana cara memadamkan rasa ketidaksabaran penasaran akan jumlah nilai ?

Sebagai penggemar cerita detektif macam Lima Sekawan, langsung dong kepikiran modus,  mau nelpon ibu guru wali kelasnya.. pura pura nanya apa gituu.. intinya mau tahu nilai. Akupun menyiapkan rangkaian kata-kata, kira kira kata pertama yang akan kusampaikan adalah ucapan terima kasih sudah membimbing anakku hingga selesai UN. Selanjutnya baru menanyakan kapankah kira kira bisa mengetahui nilai anakku. Maka telponpun kuambil dan search nomor hape Ibu Wali. Setelah dagdigdug menunggu sampai deringan ketiga, hmm ... ternyata yang menjawab telepon  adalah orang lain.. pas kutanya bu wali ada ? Katanya sedang istirahat *waduh
Kemudian kutanyakan kira kira kapan aku bisa menelpon beliau langsung. Si mbak yang ngangkat telpon malah nanyaa gini "ibu mau nanyain nilai ?"
Gubrak. Hilanglah segala basa basi yang kusiapkan. Pucuk dicinta ulam tiba. Tanpa babibu akupun mengiyakan dan menyebutkan nama. Ternyata oh ternyata... nilainya adalaaahhhh

34.50


Gubrak sekali lagi. Sedikit terkejut karena target sekitar 36/37 supaya bisa masuk SMA 24 dekat rumah. Tapi melihat betapa si Mbak jungkir balik koprol udah kerja keras dan tekun belajar selama ini , ya akupun berusaha menerima apa adanya.
Pas dikasih tau nilainya berapa, Mbak juga sampai berkaca kaca gitu. Alhamdulillah Abi juga menerima dan menghibur. Didalam setiap cita- cita, kewajiban kita adalah berusaha/ berikhtiar. Abi dan ummi sudah melihat bagaimana Mbak  berusaha  .sedangkan hasil tak lepas dari kehendak Allah. Ini adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk Mbak dan kita semua. Sekarang tinggal kita pikirkan langkah selanjutnya mau milih SMA mana nanti lihat lihat hasil temannya.

Malamnya mbak masih terlihat gelisah gitu. Mondar mandir di kamar Ayuk sambil bilang hayang nangis tapi teu bisa nangis. Sementara. Aku gugling2 berapa sih nilai anak anak Bandung. Sampai aku posting ini aku tidak menemukan berapa rata-rata nilai UN SMP di Kota Bandung . Yang ada hanya berita anak anak dengan nem tertinggi. Kemudian berita sekolah2 dengan rata2 nem tertinggi kemudian ada juga peringkat propinsi dengan rata rata tertinggi. Dari 10 besar propinsi  nama Jawa Barat tidak ada (sedikit tentram, berarti nilai Mbak enggak jelek jelek amat). Ditambah lagi ada berita katanya nilai rata rata nasional turun 1,3 poin dibandingkan tahun lalu. Srmoga mbak bisa masuk sma 24 sesuai cita cita. Gitu-gitu nilai segitu juga alamdulillah masih peringkat pertama di kelasnya. Selamat ya Mbak, tetap optimis, tetap berdoa. Allah berikan yang terbaik buat kita. Amiiin..

alhamdulillah dapat penghiburan dari temen yang guru SMP. Infonya rata rata NEM SMP kota Bandugn 27 koma, terkecil 17 tertinggi 38

Sabtu, 08 Juni 2013

Trial Faiz di Attakwa

Sabtu tanggal 1 Juni  adalah jadwal trial Faiz di Attakwa. Ini adalah program baru Attakwa. Peserta ' trial' nya bukan anak yang mau mendaftar ya tapi anak-anak yang sudah mendaftar RA Attakwa. Tujuannya adalah mengenalkan para calon murid itu dengan lingkungan dan kebiasaan sekolah barunya. Di sini namanya bukan trial, tapi Pra RA. Ra adalah raudhatul athfal, taman kanak kanak.
Beberapa hari sebelumnya pihak sekolah kirim sms.

Akupun mulai pengkondisian ke Faiz dan ke abi hehe si abi juga... kan abi selama ini yang nungguin anak anak di hari hari pertama sekolah mereka.
Faiznya bilang enggak akan ke attakwa. Nanti aja klo udah gede mau ke sekolah teteh ( sd kali maksudnya yaa).
Tapi di hari sabtu itu aku dan abi udah siap duluan. Sembari bertanya faiz mau ikut enggak, abi dan ummi mau ke attakwa. Kebetulan teteh dan ayuk libur setiap sabtu minggu pertama. Jadi ya memang cuma aku abi dan faiz.
Sampai parkiran dia masih ketawa ketiwi. Terus membeli beberapa kue di kantin sebelah sekolah. Begitu masuk pelataran TK bu guru sudah bersiap di gerbang. Menyambut anak anak yang berdatangan. Senengnya ... nama Faiz sudah dikenal karena dari bayi sudah 'berkeliaran' di attakwa :D
Setelah salim salim bu guru,Faiz dikasih pin. Ada nama dirinya. Meski sedikit tegang dia amati juga tuh pin. Takjub kali ya... klo jaman mbak sampai teteh dulu nama nama masih dibuat dari karton. (Dibentuk lucu lucuan juga sih ada es krim bunga dll Sampai dulu di kelas teteh buguru nemanggil anak anak dengan sebutan kelas esktim maka serempak anak anak menjawab siaaap.)

Kemudian bu guru menggandeng tangan Faiz masuk kelas untuk menyimpan tas.
Nah setelah menyimpan tas ..... anak anak keluar lagi untuk berbaris di halaman. Insiden pun terjadilah.
Faiz menemukanku dan menangis. Kemudian memegang tanganku erat erat. Tidak mau berbaris di halaman. Akhirnya akupun ikut berbaris. Ikut nyanyi nyanyi juga :D
Faiz diam tanpa ekspresi. Nangis enggak * iyah karena abi mengawasi di pinggir lapangan , barispun enggak.  Boro boro aku mau moto dia ya...
Setelah rangkaian baris berbaris ini selesai, dilanjutkan dengan perkenalan dengan bu guru. Setelah itu anak anak masuk kelas.
Faiz masih enggak mau gabung teman2nya. Aku mengajaknya bermain puzzle dan mainan lain yang memang sengaja di tata di meja2 di depan kelas. Eh si Abi gak setuju rupanya aku nemenin Faiz main di luar, Abi datang dan menggandeng faiz agar bergabung dengan teman temannya. Dengan bercucuran air mata faiz mau digandeng bu guru gabung drngan temannya.

Awalnya ngelendot manja ke bu guru yang baru dikenalnya itu. Kali dia pikir lumayan lah ya... daripada ngelendot ummi malah dimarahin abinya :p
Kemudian perlahan lahan dia mengikuti sesi demi sesi selama total dua jam. Dari baris, berdoa, bertepuk, game, bikin sate buah, makan buah dan akhirnya doa pulang sambil salim buguru. Setelah salim masing masing anak dikasih bingkisan macam goodie bag ulang tahun. Senengnya.... Abis pake sepatu, Faiz langsung lari ke lapangan untuk bermain ayunan.

Alhamdulillah untuk hari pertama  terbilang lancar lah. Malahan salah satu bu guru menyampaikan bahwa faiz sudah bisa ditinggal. Jadi mingdep cukup abi aja yang antar. Klo lihat ummi biasanya anak anak hadi mudah nangis ( lhoooo...... kok?) Ini adalah berita gembira ... karena aku bisa punya me time. Ups jangan salah sangka dulu....sabtu pagi adalah jadwal rutin pengajian hehehe iyalah musti seimbang kaan. * pencitraan salehah dimulai

Akhirnya, pas sebelum pulang faiz fitting baju seragam, udah mau jawab ketika ditanya siapa nama oleh petugas fitting. Semoga minggu depan lancarr ya...
 

personal pin
 
takjub mengamati pin

ngelendot bu Guru
mulai tertarik
makan sate buah


mengeluarkan perbekalan

d
dibukain wafer sama bu guru * andai tante Sondang lihat bekal Faiz

Kamis, 06 Juni 2013

Edisi Pamer-ing Sepatu

Pas aku baca postingan Baginda Ratu yang ini, langsung kepikiran mau buat postingan yang sejenis. Karena beberapa waktu sebelumnya secara kecelakaan kebetulan aku juga beli sepatu.

Ceritanya nih ya.. walaupun aku berkantor di daerah elit, aku itu juarraaaaang banget maen maen ke tempat tempat elit di sekitar kantorku. Kusebutkan saja ya.. ada Riau Junction tempat belanja fave Sondang, aku ke sana aja setelah hampir setaun mangkal. Itupun karena janjian makan sama the gank. Dan seterusnya ke sana juga karena janjian makan. Intinya gak pernah aku ke sana atas keinginan sendiri. (Eh pernah ding sekali pas menjelang liburan kemaren mbeliin anak kaos :p dan sekali minta tolong OB yg belanja waktu mau bikin lasagna, pleus sekali juga diculik ibu ibu ruangan yang penasaran melihat aku tidak tergoda buat shopping padahal habis dapat bonus.)

Ke Gramedia baru 3x juga, pertama pas  mbeliin Abi head lamp di Eiger pas di depan pintu basement, setelah bayar  langsung cabut, kedua pas ada acara bloger Bandung itupun gak masuk cuma diluar /di tenda doang. Ketiga pas nganter Tri beli buku. Kalau lewat lorong Gramed sih sering ya... secara itu kan jalan tembus ke BIP

Nah BIP hihi   ini yang paling terlalu, ceritanya awal Maret lalu si Liza teman sebangkuku yang baru cerita mau ke Matahari BIP nyari kado buat ultah keponakannya. Aku tawarkan untuk menemani karena akupun belum pernah ke sana. Liza sampai kaget waktu kubilang itu. Ya intinya sama kayak Sondang bilang. Kami tidak menjadikan mall sebagai tempat jalan jalan. Nah di hari H yang dijanjikan eh ternyata oh ternyata Liza udah belanja pas week end sebelumnya. Jadi karena udah sampai BIP terpaksalah aku yang belanja :p

Waktu itu yang kubutuhkan adalah sepatu. Sepatu yang nyaman tepatnya. Sepatu 25-rb an yang kubeli Oktober 2011 sudah aus bawahnya dan sudah membuatku 2x terpeleset di kantor. Sekali pagi pagi pas abis di pel, kedua sore sore pas mau pulang, hujan, jadi teras licin. Sebenarnya Abi sudah membelikanku sepatu sejenis, tapi ternyata aku salah pilih, nomornya kekecilan dan sobek padahal baru sebulan. Itulah makanya aku mikir mau beli sepatu.

Passs ... banget, dasar udah rejeki kali ya.. di Matahari lagi ada diskon sepatu. Dapatlah aku sepatu dengan dobel diskon.
Siapa tak suka coba. Udah gitu bener bener nyaman dipakai. Saking nyamannya, sampai sampai kubawa ngebolangpun oke.
diskon 50% + 20%
 
sepatuku pas dipakai ngebolang

Selasa, 04 Juni 2013

Berakhir Pekan di Sekolah

Dua kali akhir pekan ini, acara masih seputar di sekolah anak-anak.  Sabtu akhir bulan Mei ada acara project school. Namanya ganti, tapi acaranya mirip market day di tahun - tahun sebelumnya. Anak-anak berjualan, ada pentas seni juga dan tentu saja lomba lomba. Etapi tahun ini enggak ada lomba / pengumuman lomba.

Teteh Firda jualan carrot cake bikinanku, resepnya dari Mak Sondanglaah.. tapi untuk penghematan aku enggak pakai creamchees, pakainya krim biasa yang ditaburi keju parut di atasnya. Sayang seribu sayang, biarin aja dibilang hoax juga, karena buru buru bikinnya pagi itu, jadi aku nggak sempat ambil gambarnya. Tapi malamnya aku sempat nytatus di fb, tentang pengalaman marut wortel dalam proses carrot cake ini *penting.
Ternyata jualannya anak kelas 1-3 yang menunggui adalah orang tua murid. ALhamdulillah jualan Teteh habis. Katanya ada yang memborong.

pura-pura nytatus, padahal jualan parutan :D
Kelompok Ayuk  jualannya macem-macem, mungkin karena kelas 6 juga ya.. semua sudah bisa menghandel. Ayuk jualan roti bakar, agar-agar (nggak tau yang bikin siapa),  trus jualan juga gelang - gelang bikinanku.

gelang rajutanku

canded camera - Ayuk membakar roti (toaster sponsored by Mak Sondang)

Firda pentas angklung - hayooo cari yang mana dianya..
Ngomong - ngomong soal pentas ini, si Ayuknya rada ngambek, karena kami tidak menunggu sampai dia pentas. Adooooh... maapin ya kekurangsensitipan Ummi dan Abi, kirain karena dia sudah besar, ya sudahlah... ngapain juga nungguin, mana acara off dulu satu jam, sedangkan aku belum masak segala buat makan siang F2 karena  F1 lagi study tour ke Yogya.
Maka setelah capcus dari Attakwa kami mampir dulu makan bakso di bakso Sugih, jalan AH Nasution. Enak lhooo... recomended deh, mie ayamnya apa lagi. Sayang ya.. aku kan pergi sama Abi, jadi enggak bisa futu futu makanan *jaim dikit

Naah.. setelah itu, Abi mengajak kami muter muter komplek, dan mampir beli helm ! kejutaaaan... Rupanya Abi jatuh hati kasihan lihat helm aku dari 2007 belum ganti sementara dia udah beli helm ke3 kalinya. Jadilah aku memilih helm cewek untuk memulai pencitraan anggun dan sholihah. *bekappakemasker

sebenernya sama beli helm F5 juga, tapi ntarlah ceritanya