Minggu, 01 September 2013

Cerita di Balik 'Rahasia Kapten Bhirawa'

Iseng iseng nggaya sok penting sesekali boleh lah yaa.... Efek lagi sakit pusing flu dan batuk cuma baring baring di rumah karena kata dokter aku harus istirahat. Ini si bocah Faiz, ngapain juga pakai solider ikut ikutan sakit jadi enggak sekolah...... So, ada dua orang sakit berduaan di rumah nih.

Gini, mungkin teman teman ada yang tahu, akhir Agustus lalu aku dapat hadiah dari Pak Dhe Cholik karena menjadi salah satu pemenang give away beliau yaitu GA 63 untuk cerpenku yang berjudul Rahasia Kapten Bhirawa . Bukan cerpen sih, lebih tepat cerita super pendek, bikin #FF atau flash fiction dengan HANYA 63 kata saja . Susah? Susah susah gampang.
Syukur kepada Allah atas ide yang muncul tiba tiba dan begitu saja.
Ceritanya waktu itu aku lagi mengulang kembali hafalanku surat Al Mulk.
Pas sampai di ayat 23 yang artinya : "katakanlah : Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur" tiba tiba muncullah ide dasar flash fiction itu.
Dari ayat Al Qur'an di atas, beberapa poin tafsir yang kuingat adalah bahwa organ yang pertama berfungsi adalah pendengaran, kemudian baru penglihatan. Bahkan sejak dalam kandungan. Subhanallah, makanya klo hamil kita disuruh jaga kata kata, kasih bacaan yang baik baik buat si jabang bayi, bahkan mengajaknya bicara. Dan bayipun akan mengenali suara suara orang yang sering menyapanya ketika lahir nanti.
Demikian pula penglihatan, untuk menguji apakah bayi dalam perut bisa melihat atau tidak, silakan ibu berada di kamar yang gelap, lalu nyalakan senter ke arah perut. Niscaya bayi akan bereaksi.
Sebaliknya kalau seseorang menua nanti, maka yang paling pertama berkurang adalah fungsi pendengaran, disusul fungsi penglihatan. Makanya kalau ngomong sama orang tua kadang musti agak lebih keras volumenya. *pengalamanpribadi,banyaktamutamusepuh di loket*
Dari situlah ide dasar cerita tersebut. Yaitu tentang kemampuan membaca gerak bibir. Pernah heboh kan dulu yaa... saat ada pemain bola tingkat dunia yang memaki lawannya di tengah lapangan, para ahli membaca gerak bibir ditanyai ngomong apa *misuh2 opo gitu* si pemain itu. Sampai akhirnya ramai di koran. Lupa aku, kena skors atau enggak si pemain tsb.

Nah kembali ke cerita, mengapa tokohnya pak kapten ? Ya karena yang empunya hajat kan pensiunan angkatan, dan aku kok membayangkan dengan sotoy-nya, jangan jangan beliau diajari ilmu rahasia semacam membaca gerak bibir ini kali ya... *kebanyakanbacaceritadetektif*
Dan alasan paling pentingnya, kali aja dapat lebih berkenan di hati beliau dan dapat mencuri perhatian beliau sebagai dewan juri.  Xixixixi...

Ceritanya pak Kapten ini sudah bebas tugas. Kebayang kaaan... usianya di atas 60 tahun pastinya. Dan kebiasaan beliau sejak muda adalah selalu memandang mesra sang istri bila sedang bicara.  Istrinya cantik siiih... namanya  Kamaratih. Ternyata kebiasaan sangat baik *dan bikin ngiri* ini sangat bermanfaat saat pendengaran pak Kapten sudah mulai berkurang. Beliau bukan lagi mengandalkan telinga untuk mendengar, tetapi kini mengandalkan mata. Dengan ilmu membaca gerak bibir tadi. Namanya ilmu apa, tanya aja Om Wiki yaaa...
Dan di hari istrinya pensiun, yang setelah itu mereka akan menikmati hari pensiun berdua, *so sweet enggak siiih* Kapten Bhirawa tiba - tiba kepikiran, gimana nanti dia akan mendengarkan istrinya, bila pandangannya sudah mulai rabun ??? Itu ditandai dengan bayangan remang istrinya di pagar. Artinya jarak pandang pak Kapten sudah berkurang. Masa' di pagar rumah aja udah remang remang... Pak Kapten sudah mulai rabun. Aah.... aku jadi ikut sedih membayangkannya. Sukurlah cuma fiksi ya... Jadi sedihnya bentar aja, pas lagi ngarangnya.
Daaaaan, alhamdulillah,  cerita yang agak sedih ini mendatangkan kebahagiaan buatku. Yaitu mendapatkan hadiah sbb

12 komentar:

  1. Wiiihhhh, keren mbakyuku satu ini... sip sip sip, mudah-mudahan bisa dikembangkan, bukan sekedar flash fiction tapi berkembang jadi cerpen, novel mungkin??? ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belajaaaarrr... belum kepikir mau bikin novel. Mau mungutin kata kata dari manaa

      Hapus
  2. Menang lagiiii...! Kereen deh..
    Selamat ya mbak... (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat juga buat mbak Niken yang jauh lebih keren. Dapat piala pula di lomba tumpeng

      Hapus
  3. Mbak Titi, dirimu keren dah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fety.... dirimu lebih kereeenn... :D

      Hapus
  4. Mbak Titiiiiii...... *masihmenatapsirik

    (cuma bisa pengin tapi gak keras berusaha :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Tituuuuuuk. ....... *menatapmanja*
      Masih ngarep diajak beli sepatu xixixi

      Hapus
  5. selamat ya mbak atas kemenangannya. maaf ya aku baru bisa mampir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih... mbaaak... sibuk abis mudik ya Mbak

      Hapus
  6. hahahah jadi keinget omonganmu kemarin Mbak, ya gakpapa gak dapet yang Griya , dapet yang begini begini juga udah seneng buanget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... senenglaaaah.... dpt yang kecil kecil gini... apalagi dapat mobil xixixi *nglunjak

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan