Minggu, 29 Desember 2013

Testimoni : Sebulan Bersama Grup ODOJ

Aku sudah pernah posting tentang grup ODOJ sebelum ini di sini .  Kini hampir sebulan aku tergabung dalam grup ODOJ 230. Tepatnya satu periode haidku hehe...
Belum lama ? Iya banget. Ibarat peribahasa baru seumur jagung. Itupun masih kurang. Karena umur jagung sekitar 3 bulan. Meski baru sebentar, tapi subhanallah, efeknya luarrrr biasaa...

Seperti yang dikatakan Mak Ika dalam postingannya, kurang lebih aku juga merasakan hal yang sama.  Sungguh, setelah menjadi ODOJers terasa sekali bahwa ternyata aku masih mempunyai banyak keluangan waktu diantara kesibukan atau yang kuanggap sebagai kesibukan. Yang kuperlukan hanyalah fokus dan azzam/kemauan yang kuat untuk menyelesaikan (minimal)  satu juz. Azzam itu semacam apa ya...pokoknya yang keinget teruslah. Klo di pengajian ibu-ibu, aku sering  mengibaratkan bagai perasaan/pikiran ibu kalau anaknya lagi sakit. Pasti akan keingeeeeet terus apapun kesibukan sang ibu. Sehingga di sela-sela kesibukan itu, dia masih dapat melantunkan doa kesembuhan buat anak kita. Begitulah kira-kira.
Daan.... ternyata bisa lho...  Aku dapati banyak kesempatan tilawah yang selama ini terbiarkan, misal  saat nunggu jemputan, saat pagi antara jam kedatangan sampai jam bertugas tiba, saat nunggu customer datang, saat nunggu yang lain siap-siap... banyak laah... barang lima menitan juga udah lumayan,  bisa dapat satu - dua halaman. Tapi tetap ada waktu-waktu yang memang kita luangkan untuk tilawah dengan khusyu'.  Istilahnya golden time. Tiap orang mungkin berbeda. Biasanya  sebelum atau setelah subuh. Ada juga yang setelah ashar. Temukan saja kapan golden time kita, dan tilawahlah dengan tenang.

Selain itu, aku juga menemukan teman-teman yang saling mendukung untuk bersama-sama menyelesaikan ( minimal ) satu juz. Teman seperjuangan itu perlu. Kan ada lagunya tuh...
"Selama ini, kumencari-cari... teman yang sejati, tuk menemani, perjuangan ini...."
Wkwkwkwk... penyuka nasyid slow pasti tahu lagu ini.
Yah, ibaratnya orang mau nakal aja -yang katanya udah ditemenin setan - masih memerlukan 'partner in crime'. Apalagi ini mau melakukan kebaikan, sangat-sangat perlu teman untuk saling mengingatkan. Karena  pasti banyak banget godaannya. Apakah bentuk godaan itu? Banyaklah... kita rasa-rasa sendiri aja, hal apa yang menahan kita dari kebaikan/berbuat baik. Tiap orang beda-beda sesuai kondisi dan kecenderungannya. Nah, alhamdulillah, dalam hal tilawah qur'an ini aku dah dapetin teman seperjuanganku di grupODOJ  ini.

Bertambah teman dan saudara. 30 orang tergabung dalam satu grup, intens 24 jam. Subhanallah. Kemarin kami kenalan satu per satu di grup. Tak kenal maka..... ta'aruf atau kenalan. Alhamdulillah, grupku ini heterogen sekali. Ada beberapa dokter, ada beberapa PNS, ada dosen, ada terapis ABK, ada guru, ada IRT dan profesional lain. Subhanallah... terasa sekali dinamikanya.  Tempat tinggalnya pun beda-beda, beberapa di Bandung, ada yang Jakarta, Depok, Garut, dsb. Jadi bener bener lintas geografis. Atau jangan-jangan udah mendunia (amiiiiin....)
Ya Fety aja yang di Jepun sana dah gabung ODOJ.
Anaknya Jamil Az-Zaini di Jerman sana gabung ODOJ*.
Dan kabarnya..ada puluhan orang yang rela mengantri setiap harinya untuk diinvite ke grup ODOJ. Subhanallah...sebulan lalu aja grupku udah nomor 230, sekarang udah berapa ya.. Buat yang pengen kopdar dengan sesama ODOJers, Insya Allah akan ada acara akbar ODOJers se-Indonesia Mei tahun depan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Bertambah ilmu dan pemahaman, insya Allah. Sambil belajar prakteknya, tentu saja. Bukan sebatas tentang tafsir dsb, tapi share hikmah dan pengetahuan dari anggota lain sesuai bidang ilmunya. Ada yang share hypnoparenting. Ada yang share tips mengajarkan anak hafalan Al Qur'an, dsb. Semua jenis ilmu dan info boleh di-share di grup, kecuali jualan. Banyak juga cerita tentang keluarga-keluarga pecinta Al Qur'an yang bikin diri  menjadi berkaca, betapa masih jauhnya interaksi diriku ini dengan kitabullah. Semua itu menjadi semacam moodbooster agar lebih dekat dan dekat lagi dengan Al Qur'an sebagai sumber ilmu dan pengetahuan.

Bertambahnya kecintaan terhadap Al Qur'an - insya Allah.
Katanya, cinta itu kan inget melulu, berdebar-debar kalau dengar namanya, pengen dekat-dekat terus, dsb. Cinta itu harus dipelihara, antara lain ya dengan menjaga kualitas dan kuantitas hubungan. Kurasa rumus cinta itu berlaku untuk semua hal. Begitu juga dengan cinta terhadap Al Qur'an.
Nah dengan belajar one day one juz ini ternyata ajaib sekali ya.. sebelum gabung, membaca satu juz atau dua juz per hari itu hanya berlaku di bulan ramadhan. Ternyata di luar ramadhan juga tetep nikmat lhooo..., banyak-banyak baca Al Qur'an.
Yang awalnya masih terbata-bata, dengan sering sering membaca insya allah makin lancar tilawahnya.
yang udah lancar tilawahnya, lama-lama insya Allah makin familiar dengan ayat yang dibaca, maka akan lebih mudah menghafalnya. Yang sudah menghafal, maka tilawah menjadi salah satu cara penjagaan. Yang belum tahu maknanya, ya jadi belajar. Yang udah belajar maknanya, ya jadi terdorong untuk mempraktekkan. .Pokoknya enggak akan ada habisnya deh..
Mungkin ada yang bertanya, trus kalau enggak punya wudhu gimana ? ini kan beda pendapat masalah fiqhiyah ya.., di luar kapasitaskku untuk membahasnya. Solusinya ya sering-sering aja wudhu lagi, minimal setiap ke toilet sekalian wudhu. Tuh kan,  dengan ODOJ jadi ada amal baik lain yang menyertai, yaitu mendawamkan wudhu/menjaga wudhu.

Hidupnya hati - khusus bagian ini bukan testimoni ya.. tapi harapan.
Katanya, hati yang hidup, hati yang sehat adalah hati yang mudah menerima peringatan dan pelajaran. Mudah diarahkan kepada kebaikan.
Ibaratnya tanah, dia adalah tanah yang gembur, yang mudah ditanami dan dapat menyimpan air di sela-selanya. Sehingga tanaman di atasnya menjadi tanaman yang subur, berbuah lebat, dan bermanfaat untuk orang banyak... enggak berbuah pun, minimal bisa untuk berteduh dan bersarang burung-burung. Nah, dengan membaca ayat-ayat Allah, semoga hati kita menjadi lebih lembut, menjadi lebih lunak. Sehingga kebaikan-kebaikan yang Allah curahkan di kehidupan kita ini, dapat kita lihat dan kita rasakan. Ini akan membuat hati dipenuhi kesyukuran. Kesadaran akan limpahan kebaikan dari  Allah ini akan mendorong seseorang untuk melahirkan kebaikan-kebaikan baru. Ahsin kama ahsanallah ilaik. Berbuat baiklah seperti Allah berbuat baik kepada kalian. Dalem banget ini kaan.. dan enggak akan ada selesainya sampai maut menjemput. Allah berbuat baik sama kita terus menerus, Allah berbuat baik sama kita tanpa minta balasan, Allah berbuat baik sama kita tanpa mengharap pujian, Allah berbuat baik sama kita tiada batas dan tidak pilah pilih. Dsb. Jleb jleb jleb laaah...
Semoga kita dijadikan pribadi-pribadi yang terus menerus melahirkan kebaikan. Amiiin.

Demikian pengalamanku selama sebulan ikut program ODOJ, besar harapku (minimal) one day one juz ini menjadi salah satu amalan yang istiqomah aku jalani hingga akhir hayat nanti. Amin amin Ya Rabbal 'alamin. Soalnya, para sahabat Nabi, rata rata mengkhatamkan Al Qur'an 10 hari, yang lebih cepat dari itu ada yang 7 hari dan ada yang 3 hari. Dan yang paling lama diantara mereka adalah khatam sekali dalam sebulan.
Buat teman teman yang pingin gabung, aku insya allah masih siap menjadi mak comblang ke admin ODOJ pusat. SMS aja ya .. ke nomor aku 081901383151, sebutkan saja nama lengkap, jenis kelamin (L/P), dan nomor whatsapp atau pin BB yang akan didaftarkan.


*http://jamilazzaini.com/one-day-one-juz/

12 komentar:

  1. mmm.... tetep belum punya nyali untuk ikutan... hik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini mbaak... aku bagii xixixi.. ayo mbak.. coba dulu ya... aku daftarin nomormu. ngantri seminggu lumayan laah, buat pemanasan . hehe

      Hapus
    2. jangan dulu mbaaak.... nanti membebani yang lain..
      atau aku yang 'terbebani' :))

      Hapus
  2. mbak mbak udah sebulan ya, aku baru gabung nih sama temen-temen disini. Smeoga selalu istiqomah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mb Lidya akhirnya gabung juga?? Alhamdulillah... mari kita saling menguatkan mbak...

      Hapus
    2. alhamdulillaah... akhirnya mbak Lidya gabung juga. Saling mendoakan ya Mbakk... ya Mak Ika..

      Hapus
  3. Waaahhhh yang sudah sebulan gabung ODOJ.. Grup kita jauh banget ya mbak?? Aku yang udah 509 aja, itupun nunggu lama, semingguan kali sampe dapat nomer.
    Amien ya rabbal 'alamien.. semoga benar kita istiqomah.. ini baru salah satu kewajiban ya mbak... dan bener, kerasa ukhuwahnya, padahal kenal juga nggak sama mereka.... Subhanallah.. indahnya ukhuwah Islamiyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. apdet terakhir tgl 27 dah 660. dan itu yang ngantri panjangnya... sekarang ada grup ODOJ khusus SMS juga lho.. barangkali ada teman yang tidak pakai WA/BB dapat juga terfasilitasi.

      Hapus
  4. Kmrn suami cerita, mbak. In shaa Allaah akan ada launching ODOJ Jepang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah... senengnya... semoga ya.. yang Jepang bisa launching juga..

      Hapus
  5. Mba sy mau ikutan gabung donk,,gmn caranya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan mbaak.. dibantu ndaftar, sms aja ke no saya 081901383151

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan