Kamis, 25 September 2014

Faiz Sakiiiiiit !!!

Bukannya lebay yaa... klo nyeritain anak sakit. Cuma, selama ini alhamdulillah kan anakku jarang yang sakit 'serius', palingan juga cuma flu atau batpil gitu. Nah kemarin itu Faiz sakitnya agak lama... gitu... Mana suami lagi tugas ke luar kota (padahal Abi itu juarrraaang buanget tugas luar kota).  Jadi wee... lumayan lieur.

Ceritanya, setelah berakhir pekan di Cirebon itu, sampai rumah kan Sabtu malam. Minggu itu sebenernya Faiz gak bepergian kemanapun. Padahal hari Ahad itu aku kurilingan dari pagi nganter Abi ke travel, terus kondangan, terus ke Pameran Buku Bandung.
Senin dia sekolah seperti biasa. Nah senin malem itu dia mulai panas. Hari selasa dia bolos gak sekolah, aku masih kasih obat turun panas biasa. Trus hari Selasa malem itu aku bawa dia ke dokter. Dapet obat turun panas, multivitamin dan antibiotik karena di lehernya seperti ada radang gitu. katanya sakit kalau makan. Ternyata pulang dari dokter dan minum obat, panasnya enggak turun. Bahkan sempat kejang juga. Dan kali ini, kejangnya tuh lain dari kejangnya anak-anakku yang lain. Biasanya kan anak yang lain pakai gerakan menghentak-hentak gitu. Nah ini Faiz tuh, enggak... cuma matanya aja menatap kami bergantian. Trus tangannya agak kaku gitu, tapi diajak komunikasi sama sekali enggak nyambung. Langsung aku telpon dokter dan dokternya alhamdulillah bersedia ke rumah. Trus malah sekalian membelikan obat kejang yang dimasukkan dari dubur buat jaga-jaga. Semaleman aku berusaha berjaga, bentar-bentar ngganti kompresan di kepala Faiz, trus setiap 4 jam kasih dia paracetamol. Aku minta Fikri tidur di bawah, biar kalau ada apa-apa gampang mbanguninnya. Si tiga gadis juga kuminta jangan kunci pintu kamarnya. Pokoknya siaga deh. Jam 3 Ayuk bangun nggantiin aku ngeronda. Alhamdulillah bisa tidur sebentar.
Rabunya aku nggak ngantor, nemenin dia. Selain khawatir kejang lagi juga, aku harus memastikan Faiz mau makan dan minum terutama, supaya enggak lemas dan panas badannya tidak terlalu tinggi . Soalnya dia ada muntah juga. Selasa malem itu dia muntah 2x.
Makannya bubur bayi nestle itu... minumnya aku belain apa aja yang penting dia mau minum. susu, air madu dan air putih bergantian.
alhamdulillah dia mau dikompres, padahal biasanya enggak mau lho..
Rabu sore pas dia rada turun panasnya gitu, Ayuk ngajak ngobrol dia.
'Faiz.. kamu sembuh atuh... kasian ummi tuh tadi malem nggak tidur gara-gara jagain kamu'  kata Ayuk
'Iya gitu Mi ?' Faiz konfirmasi ke aku. Aku cuma senyum trenyuh lihat dia lemes gitu.
Nah pas malemnya sebelum dia tidur, dia bilang ke aku gini :
"Ummi, nanti kalau aku tidur, ummi ikut tidur aja. Jangan jagain aku terus.." 
iiiiih... so sweet nggak siih... dia lagi sakit gitu, masih mikirin umminya.
Aku pun mengiyakan, walau dalam prakteknya susah juga ya... namapun takut anak kejang. karena sampai Rabu itu panasnya masih naik turun gak jelas.

Hari Kamis aku ngantor lagi sambil bentar bentar nelpon dia dan memastikan dia mau minum. Alhamdulillah hari Kamis ini Abi pulang dari Yogya. Jadi setengah harian ada yang jagain Faiz selain Bibi.
Aku masih konsultasi dokter juga, kenapa panasnya nggak turun-turun. Kata dokter tunggu 3 hari baru bisa cek lab.
Karena hari Kamis sore sampai Jumat pagi dia agak baikan, ya udah Jumat kami masih ngantor. Abi juga langsung ngantor karena ditungguin laporan kegiatan di Yogya-nya. Ya walaupun setiap diajak makan dia kayak males banget gitu... tapi masih maulah, walaupun sedikit. Pokoknya masih yang halus halus.

wajah males makan
Akhirnya Jumat malem kami ke dokter lagi. Melihat tanda - tanda fisiknya kata dokter kemungkinan Faiz ada gejala typus. Lambungnya juga kena dilihat dari muntah, mual kalau makan dan sejak dia panas dia belum BAB.
Jumat malem itu dokter kasih pengantar ke Lab.
Hari Sabtunya, kami ke Kimia Farma. Nggak tega juga lihat muka Faiz. Tapi alhamdulillah dia dikasih tau dan diajak bicara mau mengerti. Bahwa ini untuk mengetahui penyakitnya. Khawatir DB juga kaan...

tangan Faiz bekas diambil darah
Dia sempat nangis sedikit waktu diambil darahnya. Tapi kata perawat, segitu mah masih termasuk pinter, nggak memberontak. alhamdulillah.
Hasil dari lab, dia ternyata gejala typhus. tapi di ada penurunan juga di trombosit. Jadi kata dokter harus periksa lagi 1x24 jam. Maka dokter pun memberikan resep baru untuk sakit typhus.
Malam itu Faiz tidur nyenyak. Panasnya juga udah turun. 
Ada kejadian lucu lho... besoknya pas dikasih tau bahwa dia musti cek lab lagi, dia bilang nggak mau sambil reflek memegang tangan kanannya. haha.. rupanya dia 'melindungi' tangan sebelahnya itu. Karena tangan kiri juga masih sedikit nyeri di tempat bekas diambil darah .
Akhirnya dengan iming-iming hotwheels dia mau ke lab lagi.
daaan... sesampai di Lab Kimia Farma, ternyata.. tutup saudara-saudara. Aku nggak tau kalau Minggu KF tutup. Trus aku telpon Lab. Prodia ternyata juga tutup. Ya sudahlah rejeki Faiz gak jadi cek lab tapi tetep dapat hotwheels dari Abi.
Pas kami lapor dokter, dan melihat perkembangan Faiz di Minggu sore itu, dokter bilang ya sudah nggak ke lab nggak papa. Kayaknya Faiz emang typhus. Harus istirahat total seminggu lagi. Makan masih tetap bubur.

Alhamdulillah, setelah seminggu istirahat total, nggak sekolah juga, akhir minggu kedua Faiz udah sehat. Tapi kata dokter masih harus menjaga makanan sampai sebulan. Alhamdulllah Faiznya nurut juga.  Dan kemarin di akhir minggu ketiga, untuk pertama kalinya dia bepergian setelah sakit, yaitu ke rumah Mbak Tri untuk arisan the girls bareng Mbak Ida dan Mamak Sondang.

Kamis, 04 September 2014

Bandung - Cilimus - Cirebon - Bandung lagi

Akhir pekan kemarin, mendadak Abi mengijinkan aku pergi bersama rombongan ibu-ibu pengajian ke Cirebon. Kenapa Cirebon? Karena ini kota asal salah satu anggota pengajian. Dan karena beliau memiliki usaha ticketing dan tur juga, maka sekaligus kami menikmati layanan EO dari beliau secara gratis tis tis.

Aku berangkat sama Teteh dan Faiz saja. Karena Mbak, Fikri dan Ayuk hari Sabtu masih ada kegiatan di sekolah,dan mereka nggak mau bolos. Mbak mau ke PMI kota Bandung, pembekalan acara Jumbara di Pangandaran Oktober mendatang. Fikri ada dua eskul, yang dia cinta banget ya eskul IT.
Kalau Ayuk malah masih sekolah biasa dan siangnya ada tugas mewawancara salah satu tokoh, temanya tentang remaja Islam. Ya udin, yang bisa bolos cuma Teteh, Faiz libur. Abi ? Ya mana mungkinlaaah... mau gabung rombongan emak rempong.

Dari Bandung mobil yang aku tumpangi berangkat nyubuh menuju ke daerah Cilimus di Kuningan. Kami akan berenang dan berpetualang di Grage Sangkan. (Silakan gugling sendiri ya...) . Karena kami tidak menginap di hotel tsb, kami langsung masuk ke halaman kiri hotel, tempat kolam renang berada. Alhamdulillah, karena sampai  masih pagi, maka kolam tsb seakan milik kami sampai sekitar jam 10an.

kolam renang dengan HTM 20rebu sajaaa... Ya ampuun, pop mienya juga cuma 8rebu, lebih murah dari harga popmie di kapal fery Selat Sunda.

Selain kolam renang di sini juga ada beberapa wahana lain baik yang gratis maupun yang berbayar.  Yang gratis contohnya lapangan mini futsal, jogging track dan terapi digigit ikan gitu. Kalau yang bayar ada memancing, menunggang kuda, dsb.

ini niiih... tinggal pilih mau yang mana

Ini Faiz dan Teteh di taman

Ini anak-anak nyelupin kaki di kolam yang penuh ikan gitu. Asal kaki masuk aja, bahkan tangan juga, si ikan langsung ngerubutin.

lihat tuh ikannya kecil kecil

Karena hari menjelang siang, kami bersiap siap ke Cirebon. Tapi sebelum ke Cirebon, kami belok dulu ke Linggarjati, melihat eh tepatnya melewati komplek gedung tempat Perjanjian Linggarjati di adakan. Seorang teman sampai berceletuk, subhanallah, gimana ya.. para pejuang dulu bisa sampai di tempat tersebut, lha wong sekarang aja lokasinya masih jauh dari kota. Tapi udara di Linggarjati itu sejuuuuuk... lho... kayaknya emang pas buat perundingan ya.. adem, nggak panas. Sayang nggak sempat popotoan di Linggarjati

Di Cirebon, rencananya kami akan makan empal gentong. Empal gentong ini salah satu masakan khas Cirebon. Semacam gulai gitu. Isinya ada yang daging, jeroan atau campuran daging dan jeroan. Dan aku baru tau, ternyata ada juga empal asem, jadi empal gentong tanpa santan. Semacam sop gitu kali ya... soalnya aku nggak nyicip yang empal asem ini.

penampakan empal gentong dan empal asem
Empal Gentong H. Apud

Setelah kenyang, perjalanan berlanjut ke sentra batik Trusmi. Kami tidak belanja di sana, melainkan ke salah satu toko bernama Wening di jalan Trusmi Kulon Plered.  Suasananya rumahan. Kami masuk toko dengan melepas alas kaki, trus dilayani sambil lesehan. Pramuniaganya pun ramah ramah. Daan, setiap item yang kita beli, masih didiskon lagi dari harga yang tertera. Asyyikkk kaan (besok aku dapat kiriman batik nih).
Setelah puas milih milih batik (milih doang, soalnya jalannya tanggal 31 boooo... di puncak kalender), kami menuju pasar pagi. Di sana jajan oleh oleh Cirebon. Kue gapit aneka rasa, trus  kerupuk melarat yang aneka warna, kerupuk upil (serius namanya kerupuk upil), kerupuk kulit / dorokdok, kerupuk kulit ikan,   daaan sirup tjampolay tentu saja.

Hari menjelang malam maka dan kami harus segera kembali ke Bandung. Masih sempat mampir makan malam di warung tenda pinggir jalan. Sampai Bandung tengah malam, badan tepar tapi hati kami seakan dipenuhi bunga bunga yang sedang mekar :D

Lihat, wajah-wajah yang cerah itu. Anak-anak disumputin dulu



Senin, 01 September 2014

MyFA - My First Love to Al Quran

My First Al Qur'an


Seperti aku udah ceritakan di postingan sebelum ini tentang berbagai model Al Qur'an, kali ini aku akan mereview lebih detil tentan My First Al Quran atau biasa dikenal dengan nama Myfa. Myfa ini Al Quran yang khusus didesain untuk anak-anak. Ilustrasinya sungguh menarik, sangat hidup dan penuh warna. Secara keseluruhan MyFa mempunyai  beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi Jejak Rasul
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan



My First Al Qur'an terdiri dari empat buku, dua mushaf dan dua terjemah. Dengan pemisahan ini, kita lebih mudah, pas membutuhkan yang mana, ya itu aja yang dibawa-bawa. Misal sedang mengaji/tilawah juz 30, ya tinggal membawa mushaf Myfa jilid 2. Ringan kaan..
Oh iya, semua gambar, ataupun tulisan di dalam halaman MyFa dapat dibaca oleh e-pen.

Ini halaman mushafnya, dikelilingi dengan gambar-gambar menarik yang disukai anak. Khatnya pun berwarna untuk memudahkan anak belajar membaca sesuai tajwid
ini halaman terjemahnya, dibagian bawah ada terjemah Kementerian Agama RI, kemudian kamus tiga bahasa dan komik yang dapat dibaca dengan e-pen sekaligus cerita tentang jejak Rasul
Dengan MyFa, bisa belajar membaca Al Qur'an dengan didampingi siapa saja. Ibu, Bapak atau Nenek :D Kalaupun anak mau bermain sendiri bersama MyFa-nya, Ibu pun dapat mengawasi sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Karena e-pen MyFa begitu mudah untuk dioperasikan. Tinggal on-kan dengan cara menunjuk logo Myfa di sampul buku.
 
ini testimoni dari temenku. Anaknya seneng banget membaca MyFa, sampai 'keranjingan' katanya.
 
Selain itu e-pen ini dapat juga jadi sarana menghafal Al Qur'an. Dengan anak mendengarkan berulang-ulang bacaan satu surat dari e-pen, maka anak pun 'tiba-tiba' jadi bisa mengikuti bacaan tsb. E-pen juga dilengkapi dengan kabel data sekaligus sebagai alat untuk mengecas ulang sehingga lebih hemat karena tidak menggunakan baterai.
Ya intinya, MyFa ini bisa menjadi jembatan agar anak-anak jatuh cinta pada Al Quran, mau belajar membacanya, mempelajari kandungannya, menghafalkan ayat-ayat dan kelak dapat mempraktekkan dalam kehidupan mereka setelah dewasa kelak. Aamiiin.

Minggu, 31 Agustus 2014

Yuuk... Beli Buku Yuuuuk....

Aku suka buku. Suamiku suka buku. Anak-anak juga suka buku. Klop deh.
Kurasa kesukaanku membaca diwariskannoleh ibu bapakku. Dulu waktu aku kecil aku jarang dibelikan mainan, tapi Bapak dan Ibu secara rutin langganan majalah dan koran. Ibu juga sering membawakanku buku yang beliau pinjam dari perpustakaan. Sekarang aku dan suami juga ingin mewariskan kesukaan akan buku ini kepada anak-anak.
Mereka jarang kami belikan mainan. Tapi untuk hadiah setiap kali mereka ulang tahun, setiap mereka selesai satu putaran khataman Al Qur'an atau berprestasi di sekolah, kami mengajak mereka ke toko buku. Kami ingin mewariskan juga bagaimana cara memilih buku.

Dalam memilih buku, ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku, yaitu :
1. Konten/isi buku
Buku tuh kan sumber ilmu. Jadi mau nyari ilmu apa ya tinggal nyari buku yang sesuai dengan kebutuhan kita. Mana buku orang tua/dewasa, mana buku anak-anak, mana buku yang bisa dibaca semua umur. Ini aku pisahkan. Buku anak di rak oaling bawah. Buku semua usia di rak tengah, buku dewasa di rak atas dekat langit-langit. Kalau untuk buku agama lain lagi. Buku Al Quran dan Tafsir paling atas, menyusul buku hadits dan tafsir hadits baru buku rujukan lain.hehe malah jadi ngomongin rak.
2. Penerbit
Biasanya aku pilih penerbit yang sudah menjadi anggota IKAPI. Mungkin gak wajib, tapi gimana ya.. lebih sreg aja gitu. Ibaratnya sudah ada yang merekomendasikan nama tsb kalau idah jadi anggota IKAPI
3. Pengarang
Ini juga penting menurutku. Walaupun sebenernya dengan memilih penerbit udah hampir dipastikan kita udah milih pengarang juga sih. Hanya penulis tertentu yang bisa nerbitin buku di penerbit mayor.
4.  Fisik buku
Don't judge the book from it's cover. Tapi menurutku, yang pertama kali membuat kita melirik sebuah buku di pajangan adalah covernya. Sampul buku itu tempat pertama kita memandang buku. Baru nanti dibaca-baca, apa isinya, siapa penerbit dan pengarangnya dsb. Jadi sampul luar buku itu sangat penting menurutku. Kemudian lay out di dalam buku termasuk ilustrasi dan pemilihan huruf. Kadang aku males baca buku karena hurufnya enggak familiar dengan mataku.
Selain itu  bahan/kertas buku tersebut termasuk model jilidnya. Buku yang berbahan bagus akan awet. Pernah aku beli buku, baru dipinjem satu dua teman, eh, udah hancur jilidnya. Males deeh...

Nah teman-teman, itu caraku memilih buku, bagaimana denganmu ?

Jumat, 29 Agustus 2014

Gadget Idaman

"Ummiiii.....jangan lihat ke hape terus, sini lihat aku"
Itu sepotong kalimat yang Faiz ucapkan beberapa waktu lalu. Jleb kan ya..
Sejak saat itu aku berkomitmen untuk tidak memainkan hape dan gadget lain selagi ada di dekatnya.  Maklumlah ya.. sebagai ibu bekerja, waktu bersama anak-anak itu sangat sangat minim. Tapi meski waktu minimal, menjadi tugas seorang ibu untuk mengusahakan agar waktu tersebut berfungsi maksimal.

Terus terang, aku sendiri bukan termasuk yang mengharamkan gadget buat anak-anak. Tetapi aku membatasi mereka dalam memainkannya. Misal untuk Faiz, aku masih batasi 15 menit setiap kali pinjam. Ya kalau dia pinjam sehari dua atau tiga kali, kan udah lama juga tuh, itungannya.
Untuk semua anakku, berlaku peraturan SMP dulu baru punya gadget. Kenapa ? selain alasan ekonomis tentu saja, kami menilai anak-anak belum perlu punya gadget sendiri. Kebetulan SD mereka di dekat rumah, jemputan udah ada. Nggak pergi ke mana- mana sepulang sekolah. Ya sudah, kalau perlu menelpon ke telpon rumah saja. Terus alhamdulillah, pihak sekolah menyediakan telpon sekolah untuk dipinjam dalam hal ada berita / kejadian penting sehingga harus menghubungi orang tua. kompensasinya mengisi kecleng yang disediakan. Ya sudah too....
Untuk yang besar-besar, diusahakan habis maghrib no gadget. Habis shalat, mengaji sebentar, ngobrol-ngobrol, makan malam.  Ya jangan sampai ketika di rumah, malah semua sibuk dengan gadget masing-masing.

Untukku sendiri, aku nggak terlalu muluk dalam memilih gadged dan kontennya. Kalau ditanya pilih mana dari kedua hal tersebut, ya aku nggak bisa misahin. Gadget dan konten saling mempengaruhi. Contoh, aku pernah beli tab dengan merk yang sedikit abal-abal karena ngejar harga murah, ya untuk konten tertentu nggak bisa dibuka di tab tsb. Nggak usah yang aneh-aneh atau spesial, mau IG-an dan nge-Path aja nggak bisa. Mau bbm-an, terbatas memori. Tiap hari dapat notifikasi "memori Anda sudah hampir penuh, mohon hapus sebagian" atau semacam itu. Kan bete kaan  kan kaan.. Lebih bete lagi ketika anak-anak ngolokin, makanya Mi... beli gadget tuh yang bagus sekalian...

Kalau dengan bahasaku sebagai orang awam, gadget idaman menurutku harus mempunyai beberapa hal sebagai berikut :
1.  Daya dukung fisik  : kuat, jangan sekali jatuh langsung berantakan casing kemana batre kemana, bentuknya enak dipandang, enak dipegang, mempunyai kualitas standar yang dibutuhkan kebanyakan pengguna saat ini. Internal memori minimal 4GB lah ya.. biar sedikit leluasa, bisa tersambung dengan media sosial, tentunya bukan untuk pamer-pamer semoga ya,,, tetapi untuk meraup kebaikan dari media tersebut sekaligus sharing juga. Internal memory itu bisa ditambah dengan external yang lebih besar, jadi kita bisa nyimpen e-book, ceramah, lagu-lagu, game anak, dsb. Yaiyalah, gadget ortu harus ada game anak, kan anak suka minjem. Browsernya mudah dipakai, ada kamera depan belakang yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen istimewa, bisa bluetooth-an buat berbagi gambar/file dan aplikasi. Selain itu, tombol-tombolnya juga yang familiar.
2.  Daya dukung non fisik : operating system, tentu saja ini ngaruh banget. Kalau OS-nya lemot, ya sudah deh, dadah dadah ajaaa.. Aku suka baca, dan waktuku di jalan ini lumayan banyak, jadi aku perlu pembaca e-bok, pemutar lagu, pemutar video, dsb. pendukung network yang oke tentu perlu juga, kita bisa pilih pakai jaringan GSM/3G/GPRS atau apalah istilahnya xixixix...Jadi mau pakai kartu provider manapun oke-oke ajaa.... Aku pernah tuh, pakai provider yang ngebonusin banyak banget untuk jaringan 3G, eh, hape aku nggak bisa pakai jaringan 3G. ya sudah deh, nasib... bonus tinggal bonus, ilang begitu saja.
3. Pendukung lain
Yang kukategorikan pendukung lain ini misalnya bonus-bonus yang dibundling oleh pabrikan si gadget. Pernah ya,.. beberapa tahun lalu ada gadget yang ditengarai memasukkan buku-buku syiah  di dalamnya. Ya kalau aku sih, nggak akan nyalahin penerbitnya ya.. suka suka dia aja, nah kita sebagai pembeli atau konsumenlah yang seharusnya bisa memilih  atau menyeleksi produk yang akan kita beli. Bagaimana caranya ? rajin rajin browsing, lihat review orang tentang produk tertentu. Sebisa mungkin jangan dari satu sumber, tapi dari banyak sumber yang pro dan kontra sehingga kita dapat membandingkan.
Kalau aku yang ditanya, konten apa yang aku butuhkan ;
* Al Qur'an dan terjemahan (termasuk bentuk auddio/mp3-nya ya.. jadi bisa bersuara gitu....)
 Ini penting. Sekarang juga aku minta anak-anakku yang besar untuk memasang aplikasi Al Qur'an di hape masing-masing. Aku yakinkan bahwa mereka perlu. Awalnya anak-anak hare-hare gitu lah.. bermalas-malasan. Tapi kemudian si Ayuk malah mau masang sendiri, dia kirim aplikasi Al Qur'an via bluetooth dari hapeku ke hape dia.
* Buku-buku limited edition, semacam ensiklopedi, buku kajian hadits, tafsir, atau buku-buku lain tergantung si produsen gadget kerja sama sama penerbit mana. Terus terang, kalau beli buku-buku semacamtext book gitu kan mahal, lagian kalau buku ensiklopedi biasanya hard cover, susah dibawa-bawa, nah kalau ada edisi e-booknya kan enak tuh, bisa dibaca sambil nunggu di mana atau sambil perjalanan ke mana.. 
*Game anak Islam
iya seperti yang aku ceritakan di postingan kemarin, perlu game yang terkontrol, sukur sukur bisa sambil belajar mengenal huruf hijaiyah, atau angka atau al Qur'an. Jangan sampai kan ya.. anak-anak salah ngedonlot game yang ternyata tidak cocok dengan usianya. Misal karena ada unsur kekerasan atau pornografi.

Nah dengar dengar, Syaamil Qur'an punya tab dan note yang mempunyai kualifikasi tersebut. Harganya pun lumayan lah.. nggak terlalu mahal. Aku mau lihat besok ah, di Pameran Buku Bandung. Sukur bagus bisa nyoba di tempat. Jadi bener-bener bisa teliti sebelum membeli.



Kamis, 28 Agustus 2014

Cinta Al Qur'an - Cinta Syaamil Quran

Al Qur'an tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang muslim. Karena ajarannya merupakan tuntunan bagi kehidupan kita. Mempelajarinya merupakan kewajiban. Membacanya mendatangkan pahala dan kebaikan. Oleh sebab itu, mempunyai Al Qur'an (mushaf) yang pas dan cocok dengan kepribadian dan kebutuhan kita menjadi sebuah kemestian.
Di rumahku misalnya, meski anggotanya ada 7 orang, Al Quran yang ada di rumah lebih dari tujuh. Hehe bukannya boros lho ya.. tapi ini dimaksudkan untuk memudahkan aktifitas bersama Al Qur'an. Kalau buat menghafal memang sebaiknya kita tidak berganti-ganti mushaf. Tetapi untuk #ODOJ dan bulan Ramadhan biasanya aku mengambil mushaf yang sudah dipecah-pecah, di rumah ada yang pecahan per juz ada yang per lima juz. Selain lebih mudah dalam membawanya kemanapun kita pergi, aku juga lebih mudah dalam mengejar target tilawah pribadiku.

Untuk tilawah di rumah, kami lebih sering memakai mushaf bukhara, ukurannya A5. Paslah untuk harian. Ada mushaf ada terjemah. Pas juga dibawa ke pengajian.


Selain itu, aku juga mempunyai Al Qur'an Miracle.

penampakan halaman AL Quran Miracle
Kelebihan dari mushaf ini adalah ada terjemah perkata, ada keyword/bloking ayat yang dibahas dalam tafsir, khat berwarna untuk tajwid, ada terjemah Kementrian Agama, ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Ath-Thabari, hadits, doa dan zikir, asbabun-nuzul, siroh nabawiyah, dsb. Berbonus CD belajar membaca Al Qur'an dan Al Ma'tsurot yang dijilid terpisah. Biasanya Miracle ini kubaca saat haid dimana aku enggak tilawah dari mushaf. 
Miracle ini dilengkapi dengan e-pen yang dapat membaca semua isi al qur'an tersebut. Bisa membaca perkata, per ayat maupun per halaman. Jadi bisa dipakai untuk belajar membaca, istilahnya pakai metode talaqi. Dengarkan dari e-pen, kita menyimak, baru nanti kita mengulang. .Cocok dipakai untuk mengulang hafalan, baik untuk anak, dewasa maupun orang tua. Multifungsi kaan..
E-pen ini juga bisa juga membaca tafsirnya. Kalau lagi capek, ya leyeh-leyeh aja ndengerin e-pen. Jadi semacam ndengerin audio book gitu lho..


Selain itu, untuk anak anak ada My First Al Qur'an (MyFA). MyFA ini bener bener cocok untuk hadiah anak kita yang baru lulus belajar Iqro. Jadi mendapatkan Al Qur'an dalam versi yang indah, berwarna, penuh gambar tapi sekaligus kaya manfaat.

khat My First Al Qur'an

halaman buku terjemah MyFa

MyFa terdiri dari 4 buku. Dengan kertas yang lebih tebal, aman buat anak-anak yang motorik halusnya masih dalam tahap perkembangan.  Dua  'buku' MyFA merupakan mushaf Al Qur'an yang terbagi @ 15 juz, dan 2 buku lagi merupakan terjemah, asbabunnuzul, dan keterangan lain seperti jejak Rasul, sekarang aku tahu, doa doa harian,aneka kisah, bahkan kamus bergambar dalam 3 bahasa (Arab-Inggris-Indonesia). Daaaan... yang paling menyenangkan buat anak-anak adalah adanya e-pen. Dapat dioperasikan dengan mudah oleh anak-anak. Sehingga mereka betah berlama-lama dengan Al Qurannya.

Nah, kebetulan anak-anakku ada kegiatan membaca Al Qur'an di sekolah.  Untuk yang sekolah negeri (SMP dan SMA) biasanya 15 menit sebelum belajar mereka membaca Al Qur'an di kelas, satu anak satu ayat, keliling ke seluruh anak di kelas. Kalau yang SD memang ada kegiatan menghafal juga. Khusus untuk  dibawa ke sekolah, anak-anak biasanya membawa Al Quran yang ukuran kecil. Kira-kira seperempatnya dari kertas ukuran A4. Nggak berat dibawa - bawa tiap hari.

anak cewek pakai yang pink, yang cowok pakai yang coklat

Mungkin teman - teman ada yang bertanya, kenapa sih semua Al Qur'an yang aku pakai ini berasal dari satu penerbit. Ya terus terang ini sih karena cinta pertama. Beli pertama cocok, teruuus... aja ada varian baru yang kuperlukan ya aku beli lagi. Sebab lain, semua Al Qur'an dari penerbit Syaamil memakai khat Utsmani yang menurutku lebih mudah dibaca dibandingkan dengan khat lain. Selain itu, dilengkapi juga dengan pewarnaan tajwid. Kalau anak-anak lupa hukum-hukum tajwid, aku lebih mudah mengingatkan dari melihat warna. 

Kalau ditanya Al Qur'an seperti apalagi yang aku butuhkan, terus terang aku perlu Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda. Aku ingat pas kecil di Jawa Tengah dulu, ustadzku mengajarkan makna Al Qur'an pakai bahasa Jawa. Misal bismillah - kanti nyebut Asma Allah - Arrahmaan (ingkang Maha Welas) - arrohiim (lan Maha Asih). Nah sekarang aku di Bandung, ketika mengisi kajian dengan ibu-ibu sepuh, aku kesulitan menjelaskan dalam bahasa Sunda. Kalau ada Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda - sukur sukur ada penjelasan ayat per ayat, kan kajian jadi lebih mudah. hehe  Terus dipecah pecah per juz atau per berapa juz gitu.. biar mudah dibawa-bawa.
Barangkali daerah lain dengan bahasa lain juga memerlukan yang seperti ini.

Selain itu, aku juga perlu Al Qur'an (atau buku belajar membaca Al Qur'an semacam Iqro, tilawati, atau apalah) dengan kertas yang lebih tebal, semacam board book gitu. Jadi aman buat anak-anak dan lebih awet. Terus terang, meski Faiz udah hampir 6 tahun udah hampir lulus Iqro juga, gerakan tangannya dalam membuka dan menutup buku tuh kadang masih agak kasar. Beda sama Teteh dulu. Mungkin karena anak laki ya...Jadi iqro dia udah penuh banyak diselotip karena nggak sengaja tersobek gitu.  Sepertinya tidak bisa dijilid langsung 30 juz ya.. karena bakal tebal, jadi dibuat aja per juz atau per dua juz. 
Aku juga perlu CD interaktif atau aplikasi  tentang Al Qur'an ini, isinya game-game buat anak, tebak ayat, tebak nama surat, arti surat, makna ayat, dsb. Sehingga anak-anak dapat mengenal kitabnya sejak dini dengan cara yang fun. Dan pastinya.... mereka nggak nyadar kalau lagi belajar. 
Ya kita tunggulah, mungkin bakalan ada nanti, penerbit-penerbit Al Qur'an yang akan mewujudkan apa yang aku pikirkan di atas.

Satu lagi pesan buat teman-teman, kalau teman-teman merencanakan mau beli Al Qur'an dalam waktu dekat ini, datang aja ke #Pameran Buku Bandung. Di  sana teman-teman dapat memilih Al Qur'an sesuai kebutuhan dan keinginan. Karena sekarang juga udah banyak Al Qur'an dengan sampul yang trendi  dan warna-warni sesuai selera kita (baca ; para cewek). Daaan, kalau pengen Al Qur'an seperti yang aku ceritakan di atas, datang aja ke stand Syaamil Quran, biasanya ada diskon lho.. dan nyarinya pun nggak susah, sudah beberapa kali pameran, stand Syaamil Quran tepat di depan pintu masuk. Jangan salah masuk ya....

Rabu, 27 Agustus 2014

Serba-serbi Buku Anak-anak (ku)

Setelah kemarin aku cerita soal pameran buku, khususnya pameran buku Bandung, yuk.. sekarang ngobrol-ngobrol soal buku anak.
Dari sekian banyak koleksi buku yang ada di lemariku, hampir setengahnya adalah buku anak. Mungkin bahkan lebih. Tapi terus terang saja, aku juga masih suka membaca buku koleksi anak-anakku. Jangan hitung ya.. yang aku membacakan cerita buat mereka, maksudku juga termasuk buku-buku anak remajaku. Karena aku juga ingin tahu, bacaan apa yang dilahap oleh mereka. Dari lima anakku yang paling 'gila baca' anak pertama dan anak keempat. Itu si Mbak #F1, kalau baca novel ibaratnya kudu selesai dalam semalam. Dia tahan sampai tidur telat  gitu. Kalau si Teteh #F4 balah sampai disimpen-simpen di bawah bantal. Kadang kalau aku membangunkan mereka dipagi hari, si Teteh itu sebenernya udah bangun dari tidur. Bukannya bangkit dan ke kamar mandi, eh, malah langsung baca aja. Kok tahu ? Ya tahulah... kan aku emaknya. Kalau tidur mereka jarang matiin lampu alias terang benderang.

Kalau ditanya buku anak seperti apa yang menarik ? Ya pasti lain orang akan lain jawaban. Di rumahku aja yang baru ada lima anak, ada lima selera dalam hal membaca. Meski semuanya masih berebut majalah Bobo tiap minggunya dan berebut majalah Ummi tiap bulannya, masing-masing punya kecenderungan bacaan yang berbeda.
Fathimah misalnya, dia tipe yang melahap semua bacaan. Semua genre untuk bacaan yang sifatnya hiburan ya. Dan dia betah sekali membaca. Mungkin pengaruh dari masa kecilnya juga. Pas dia balita, aku nggak kasih 'mainan' apapun selain buku. Jadi meski masih berebut majalah bobo dengan adik-adiknya dia juga sudah mulai baca-baca novel koleksi Abi dan Ummi. Buku-buku anak macam Lima Sekawan, Trio Detektif, Godek, kayaknya cumah mbak Fathim yang baca. Anak-lain belum menyentuh. Kali karena bukunya udah butut ya.. haha.. ya iyalah.. kan beli di loakan. Tapi...kalau buku-buku yang serius  macam kajian gitu, atau buku-buku pergerakan sih dia belum mau baca.
Fikri beda lagi, meski pas kecil bacaannya sama dengan Mbak Fathimah, makin ke sini dia makin kelihatan condong ke buku-buku sains dan buku petualangan. Dulu aku belikan buku-bukunya, sekarang anak-anak kami persilakan memilih sendiri bukunya, hanya duitnya aja yang dijatah, heheNah kalau Fadhila ini juga beda lagi. Dia sukanya baca cerita romantis. Novel-novel remaja penuh kisah cinta itu yang selalu dibacanya.
Kalau si Teteh masih seputaran majalah, ensiklopedi anak, dan buku-buku karya penulis cilik. Belakangan dia mulia baca buku anak-anak SMP macam serial Pinkberry gitu.
Naaaah.. kalau Faiz gimana ? Hihi terus terang dia sudah mulai  teracuni oleh gadged. Dia udah  mulai pinter soalnya. Kalau misalnya aku kasih waktu main 10-15 menit, eh nanti dia pindah kamar ke kamar Fikri, pinjem lagi hape Fikri di sana. Udah selesai di kamar Fikri, dia mepet-mepet Abi, pinjem lagi punya Abi. Ya gitu deeeh.. tapi aku usahakan tidak ada hari tanpa membaca. Yang pasti, membaca buku iqro'nya setiap habis maghrib. hehe.. becanda. Maksudnya baca buku gitu... dan alhamdulillah, dia sudah mulai bisa 'membaca' dari gambar buku-buku yang sering dibacakan. Makanya kalau buku buat anak seusia dia (TK) aku lebih suka buku yang sedikit kata-kata tapi banyak gambar. Karena ini berguna sekali dalam memacu imajinasi anak.
salah satu buku kesukaan Faiz, isinya lengkap. belajar warna, ukuran, angka, huruf, bentuk, alat transport, dsb.. dikemas dalam bentuk petualangan. Dilengkapi dengan CD, jadi anak bisa belajar dengan audio dan visual sekaligus.
Kalau aku amati sih ya... buku anak ini ada dua jenis. Buku anak yang ditulis oleh anak, dan buku anak yang ditulis oleh orang dewasa. Aku sih enggak fanatik di salah satu jenis aja. Karena menurutku keduanya saling melengkapi. Kalau baca buku karangan anak-anak itu lucu sekali, kadang khayalan mereka tuh seperti nggak nyambung. Misal kisah seorang anak yang jadi foto model tingkat dunia, terbang dari satu negara ke negara lain. Kalau aku mikirnya mereka pergi sama siapa, sekolahnya gimana, komunikasinya gimana.. ehtapi namanya anak-anak ya mikirnya simpel aja kali. Tapi aku kagum juga sama penulisnya, kok kepikiran ya... haha... ya iyalaaah.. makanya tulisannya diterbitin jadi buku. Dan untuk buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, terus terang saat ini aku belum dapat menemukan buku-buku seperti Lima Sekawan, si Godek, Trio Detektif, dsb. Artinya buku-buku yang laku sepanjang jaman gitu... buku sekarang kebanyakan muncul sebentar, lalu tenggelam lagi.

Akan tetapi, ada juga hal yang patut disyukuri, sekarang nyari buku anak-anak itu mudaaaaaaah.... sekali. Hampir semua penerbit udah lini buku anak ini. Tinggal pinter-pinternya kita aja sebagai konsumen, mau milih buku yang seperti apa. Siapa pengarangnya dan terbitan mana. Mau yang sifatnya umum atau yang mengupas khusus tentang satu hal.  Kenapa ? Supaya dengan dana yang kita punya, kita bisa mendapat pilihan yang optimal. Jadi jangan sampai ada buku dengan bahasan yang sama, dengan judul, penulis dan penerbit yang berbeda. Sayaaang kaaan.. duitnya... Nah untuk mencegah hal demikian, biasanya aku tanya-tanya teman-teman lain. Dan yang paling mudah ya itu, membaca semua buku anak-anak. Jadi kan inget, buku seperti itu udah punya atau belum.
Trus aku juga lebih suka memilih buku dengan kualitas kertas yang bagus meski harga sedikit lebih mahal, karena akan lebih awet. Setelah dibaca kakaknya bisa disimpen untuk adik-adiknya. Kalau adiknya udah besar, bisa dihibahkan untuk keponakan. (hihi.. emak irit bingit)

Nah, buat teman-teman yang mau milih-milih buku, mau beli buku buat anak atau keponakan, makan datang ke pameran buku akan memudahkan semuanya. Yuuuk.. ke pameran buku yuuuk....

Biar makin gila bacaa....


Selasa, 26 Agustus 2014

Pameran Buku Bandung : Satu Tempat Banyak Manfaat

Ketika mengikuti suami pindah tugas ke Bandung, aku bahagia sekali. Karena ternyata Bandung adalah salah satu kota yang hampir setiap saat ada pameran. Mulai dari pameran properti, pameran komputer, pameran baju muslim, pameran  furniture daaaaan... tentu saja pameran buku.
Menurutku Bandung ini termasuk surga buku. Mengapa bisa ? Ya, karena di Bandung ada pasar buku murah yang terkenal, namanya pasar Palasari. Di sana bisa beli buku baru ataupun bekas dengan harga miring. Aku mendapatkan buku seri 30 tahun Indonesia Merdeka yang kubaca saat SD dulu ya di pasar Palasari itu.
Selain itu, Ikapi Jabar  pun secara rutin menyelenggarakan  Pameran Buku Bandung. Kalau pengamatanku tidak salah, biasanya pameran ini diselenggarakan pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya. Di sela- sela itu ada juga Islamic Book Fair. Saat pameran inilah saatnya panen buku-buku super murah. Sering aku mendapat buku bermaanfaat dengan harga lima ribu rupiah saja.
Belum lagi beberapa toko buku yang tersebar di berbagai tempat. Tinggal pilih deh ya.. mau belanja di mana sesuai selera dan isi dompet kita.

Sejak tinggal di Bandung inilah koleksi buku di perpustakaan keluargaku melesat tajam. Lima tahun yang lalu ketika kami pindah ke rumah baru, anak-anak iseng menghitung jumlah buku. Ternyata hampir seribu buah di luar majalah koleksi. hihi.. nggak nyangka.  
"Buku adalah jendela dunia, memperkaya pengetahuan dapat mengantarkan kita pada kesuksesan" Makanya, aku dan suami sepakat untuk membuka jendela ini lebar-lebar. Ini adalah salah satu cara kami mempersiapkan mereka menapaki jaman. Selain itu, anak-anak biasa saling meminjamkan buku dengan teman-temannya di akhir pekan. Jadi buku-buku koleksi kamipun berputar ke arena yang lebih luas.

Di Pameran Buku Bandung ini, biasanya digelar acara-acara pendukung lainnya. Inilah yang aku suka. Sekali datang ke suatu tempat, banyak manfaat yang aku dapatkan. Yang sudah lalu-lalu misalnya, bedah buku, berbagi tips menulis, workshop, lomba-lomba untuk anak-anak dsb.
Selama beberapa tahun di Bandung, pameran buku ini kulihat selalu ramai pengunjung. Kadang ada juga rombongan anak-anak sekolah dengan seragam merah putih atau putih biru dengan ditemani guru mereka. Beberapa kali aku juga bertemu dengan pengunjung yang datang dari luar kota Bandung. Misal dari Soreang, Majalaya, Sumedang, bahkan aku pernah ketemu yang dari Tasikmalaya. Kok tahu ? Ya kan aku suka berkenalan dengan teman baru. Biasanya pas istirahat sholat atau pas makan di sekitar arena pameran. Dan syukurlah, selama ini kantorku selalu dekat dengan lokasi pameran. Meski aku udah pindah tiga kantor semuanya tinggal ngesot ke arena pameran di Gedung Landmark, Jalan Braga. Jadi aku bisa bolak-balik ke arena pameran dengan memanfaatkan jam istirahat kantor. Asyiiik kaaaan....
Untuk tahun ini  dengar-dengar ada acara baru yang digelar selama pameran. Yaitu temu blogger Bandung... aduuuh... udah nggak sabar pengen ikutan. Semoga jadwalnya pas aku bisa. Selain itu yang menarik juga ada lomba menulis 100 menit yang diikuti 100 guru bahasa Indonesia. Waduuh.. sayang ya.. aku bukan guru, jadi nggak bisa ikutan acara tsb. Selain itu ada juga pameran replika mummi Fir'un. Penasaran ? Datang aja ke Braga.

Nah buat teman-teman yang suka berkunjung ke pameran, khususnya pameran buku Bandung, aku punya kiat-kiat agar dapat memanfaatkan secara optimal pameran ini.
1. Datanglah hari pertama pameran. Masih sepi ? Iyaaa... Justru itu yang kita cari. Kelilinglah pameran, amati satu persatu, penawaran-penawaran apa yang ada pada stand tsb. Untuk kunjungan pertama ini, nggak lama nggak papa. Yang penting kamu sudah mendapatkan infonya.
2. Mintalah buku petunjuk pameran lengkap dengan brosur-brosurnya. Biasanya dibagikan di pintu masuk. Baca baik baik buku panduan tersebut. Perhatikan acara-acara pendukung yang digelar selama pameran, tentukan acara mana yang akan kita ikuti. Kalau mau ke pameran bersama keluarga, aku saranin ke sana pagi hari ketika pengunjung pameran belum terlalu ramai dan anak-anakpun masih fresh.
3. Belilah buku diskon yang benar-benar murah, biasanya ada yang dijual seharga lima ribu atau sepuluh ribu. Jangan ragu-ragu untuk memborongnya, karena buku-buku tersebut bakal laris manis dan tentu saja cepat habis. Buku yang kamu beli itu bisa untuk menambah koleksimu, bisa untuk hadiah buat adik atau keponakanmu, bisa juga disumbangkan ke perpustakaan dekat rumah, atau buat merintis perpustakaan baru.
4. Kalau kamu takut dompet jebol karena nggak nahan lihat buku segitu banyak, mana diskon pula ya... maka tentukan dari rumah  judul buku apa yang akan kamu beli. Kamu bisa memilih dengan cara membaca sinopsis atau reviewnya. Misal dari Goodreads atau dari blog khusus buku. Daaan, bawa uang secukupnya aja. Ini penting. hehe terus terang ini aku banget ya... paling nggak nahan kalau lihat buku. Jadi kalau ke pameran aku hanya bawa uang sesuai budget yang sudah aku siapkan.
5. Sambil kamu keliling-keliling melihat-lihat, pasang telingamu baik-baik. Kenapa ? Karena di stand-stand tertentu sering ada diskon dadakan. Yup, diskon dadakan yang dibatasi waktu. Jadi..... manfaatkan betul momen ini. Siapa tahu kamu pas rejeki kamu ketemu acara ini.
6. Kalau kamu nggak mau 'kehabisan duit' gara-gara pameran buku ini, maka jadikanlah pameran sebagai sarana cari duit. Misalnya : kamu bisa mendaftar jadi reseller salah satu penerbit buku. Katakan kamu mau jadi reseller produk Syaamil Quran, kamu bisa lihat halaman ini. Karena selain memberikan diskon khusus buat konsumen, Syaamil juga memberikan diskon khusus buat para reseller.

Naah, sudah lelah keliling pameran ? Saatnya kamu beristirahat sejenak di  teras gedung Landmark. Kamu bisa mencicipi kuliner yang jarang ada. Misal : kerak telor. Iyah, ada lhooo... biasanya kalau kamu keluar gedung si mamang penjual ini ada di sisi kiri dekat perbatasan dengan Bank Mandiri. Kuliner Bandung lain ? Tentu saja ada. Bakso, siomay, batagor, es campur dan lain-lain. Jadi.. siapkan perutmu ya.....
Jangan lupa, datang ke pameran buku Bandung. Catat tanggalnya 






Kamis, 07 Agustus 2014

#ReboNyunda : Patenar - tenar di Google

Kedahna kamari nya... nyieun tulisan ieu. Tapi kamari abdi mah riweuh njajap wargi ka Rumah Sakit Cicendo, jabaning batre hape oge tos ngedrop wae, jadi we... teu tiasa #rebonyunda.

Tah iyeu aya gambar nu pikaseurien.
"Mun aya nu neangan urang, bejakeun teangan weh  di Google"
Tapi, mun urang ngaku-ngaku 'melek internet', sok atuh, tes ketenaran. Ketik nami di Google lajeung di-enter.
Cobian nyaa....

----------------------------------
Lomba Tenar di Google

Seharusnya kemarin ya, bikin tulisan ini. Tapi kemarin sibuk ini itu nganter keluarga ke Rumah Sakit Cicendo, mana hape batre ngedrop melulu, jadi we... gak bisa #rebonyunda.

Nah ini ada gambar yang bikin senyum nih,
" kalau ada yang nyariin aku, kasih tau  cari aja di Google"
Tapi, kalau kita ngaku 'melek internet' silakan dicoba, tes ketenaran.
Ketik namamu di Google, lalu tekan enter.

Coba ya....

Minggu, 03 Agustus 2014

Sehari Bersama Al Qur'an

Membayar janji yang pernah kuucapkan di postingan lalu, baiklah aku mau cerita sedikit tentang acara Yaum ma'al Qur'an atau lebih familiar dengan sebutan Sehari Bersama Al Qur'an.
Selama tinggal  di Bandung, aku sudah beberapa kali Ramadhan  ikut acara seperti ini, tapi Ramadhan kemarin itulah yang paling berkesan buatku. Selain tempatnya di masjid yang baru pertama aku kunjungi, yaitu Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, format acara tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Misal, pernah dalam acara sehari bersama Al Qur'an itu kegiatannya  hanya setoran aja. Jadi semua peserta diminta setor juz tertentu kemudian dites yang baca ayat lompat lompat trus peserta nyambungin macam di acara tahfiz di tivi itu lhooo
Pernah juga dalam sehari kita membahas satu surat tertentu, pagi menghafal surat itu, siangnya dijelaskan tafsir ayat demi ayat.
Trus pernah juga model khataman gituu... jadi per orang dibagi tilawah berapa juz, dan seharian itu tilawah seluruh peserta sejumlah 30 juz.

Nah kalau yang kemarin, dalam sehari itu kita dipersilakan mengatur sendiri kegiatannya, yang penting ada aktivitas sbb :
* tilawah (nerusin tilawah masing-masing)
* menghafal on the spot (terserah juga tergantung kemampuan, mau menghafal berapa ayat)
* setoran hafalan atau  biasa disebut muraja'ah kepada seorang ustadzah pembimbing (disebut musyrifah) yang timnya sudah disiapkan panitia.

Tiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu 5 jam  diselingi shalat. Nanti di akhir acara, peserta lapor ke musyrifahnya  sudah baca berapa juz, sudah menghafal berapa ayat dan sudah muraja'ah berapa surat/juz.
Setelah ashar baru ada ceramah dari salah satu hafidz yang terkenal yaitu Ustadz Abdul Aziz dari Lembaga Tahfiz Al Hikmah -Mampang Jakarta.

Aku sendiri, karena Sabtu pagi itu masih ada acara di sekolah Faiz, baru habis zhuhur berangkat ke masjid, dan jam 4 udah harus berdiri pulang biar gak kemaleman di jalan. Hiks, dipikir-pikir ya sayang juga gak ikut full seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi segitu juga udah alhamdulillah. Dapat semacam feel dan touch dari para musyrifah .

Pas menjelang ashar para musyrifah diminta maju ke depan. Subhanallah  ternyata semua musyrifah adalah para hafizhoh 30 juz. Padahal ada yang anak ITB kayak musrifahku. Asalnya dari Aceh. Subhanallah...
Kemudian panitia memanggil juga siapa siapa diantara peserta yang hari itu (hari ke 21 Ramadhan) sudah khatam minimal 3 kali. Ada beberapa peserta maju ke depan. Daaaan... mendapat hadiah dari sponsor (Nuun Collection). Alhamdulillah, berkah bulan ramadhan.

Setelah itu ketua panitia Ust. Hery Saparjan, S.E, Al- hafidz, meminta para musyrifah berbagi tips menghafal Al Qur'an.
Ada beberapa poin yang bisa kutangkap, yaitu ketika kita berazzam utk menghafal Al Qur'an, berarti kita harus meningkatkan pengorbanan waktu kita untuk berdekat-dekat dengan al Quran. Kalau istilah usdz Hery : sudahkah kita 'berlelah-lelah' bersama Al Qur'an.
Kemudian Ustadzah Lana Salikah, S.Pd.I-AlHafizhoh mesyaratkan hitungan atau standar berlelah-lelahnya itu dalam ukuran  jam atau juz. Sehari minimal 5 jam. Atau 5 juz. Bisa dilakukan secara bertahap. Asalkan kita berkomitmen.
Niat dan doa. Mohon dimudahkan sama Allah.
Contoh 2 jam sebelum tidur (jam 9-11 malem) 2 jam pas bangun tidur (jam 2-4 pagi) dan satu jam lagi ba'da subuh / siang pas istirahat. Diatur atur aja sesuai kesibukan kita. Intinya sih memang mengurangi jam tidur.
Beliau juga menambahkan, hendaknya kita punya juz favorit sebelum kita menghafal 30 juz. Misal, 3 juz di awal, 3 juz di tengah dan 3 juz di akhir.
Dan ramadhan ini adalah moment untuk 'berkomitmen'. Buatlah program dari ramadhan ke ramadhan. Berapa kali kita akan khatam per bulan, berapa juz akan kita hafal, dsb. Dengan demikian, 11 bulan ke depan itu akan jadi waktu yang sangat pendek.

Selanjutnya pas ba'da ashar sempat ikut sebentar sesi ustz Abdul Aziz.
Menurut beliau, ada yang memandang sebelah mata terhadap acara 'sehari bersama Al Quran'. Ngapain sih... Beliau memberikan tantangan, kalau gitu hayu atuh seminggu atau sebulan bersama Al Quran. (Sambil tersenyum) sehari juga gak hadir semua, gimana mau seminggu atau sebulan. (Astagfirullah, ini termasuk aku yang hadir hanya setengah acara)
Kata beliau : kalau masalah tahsin tilawah, mungkin metode berbeda -beda.  Tapi untuk masalah "interaksi dengan Al Qur'an" semua muslim sama.
Kalau sudah niat, udah komitmen untuk meningkatkan interaksi, pasti bisa mengatur waktu untuk Al Quran.
Sebaliknya,  kalau belum ada niat, meski ada waktu, ada kesempatan , tetep aja punya alasan. (Jleb !)
Beliau juga menjelaskan sedikit tentang pengaduan Rasulullah kepada Allah SWT bahwa diantara umat Islam akan ada yang menjadikan Al Quran sebagai sesuatu yang ditinggalkan. menurut Ustadz, kadar meninggalkan-nya beda beda.  makin jauh seseorang dengan kitabullah, makin berani dia menentang aturan Allah. Nauzhubillah...

Ya begitulah teman teman, sedikit cerita tentang sehari bersama Al Quran.  Semoga kita-kita bukan termasuk yang tengah berjalan menjauhi Al Quran. Tapi sebaliknya... selalu mendekat... mendekat dan mendekat lagi sampai Al Quran itu 'mendarah daging' mewarnai kehidupan kita. Aaamiiin.
Mungkin untuk tahap awal kayak saya ini, belum bisa lah... sehari 5 jam. Baru sebatas #odoj atau kira-kira satu jam. Boleh laah... kita tambah 15 menit buat mengulang hapalan, atau 15 menit untuk 'deposit' tilawah besoknya... terserah yang penting konsisten. Yuuuk ? Yuuuk.....

Rabu, 30 Juli 2014

#1Hari1Masjid : Masjid Al Muttaqin - Komplek Gedung Sate Bandung

Beruntung sekali, Ramadhan lalu aku mendapat undangan dari Pondok Qur'an Bandung untuk mengikuti acara Sehari Bersama Al Qur'an. Dan tambah pula keberuntunganku karena acaranya diadakan di Masjid Al Muttaqin - Komplek Gedung Sate Bandung.
Sekedar info aja, seumur umur jadi warga Jawa Barat, aku baru dua kali masuk komplek Gedung Sate ini. Pertamanya bertahun tahun lalu pas ngajuin proposal kegiatan ormas Salimah, sama yang kemarin ini acara sehari bersama Al Qur'an.  Pertama dulu aku gak bawa motor, jadi masuk dari pintu Jl. Diponegoro, langsung masuk gedung dewan (yang lama). Nah kemarin aku masuk dari pintu belakang. Sempat nanya beberapa kali sebelum ketemu pintu yang dituju. Dan whaaaat ? Satpamnya ramah dan nggak ditanya aku mau ngapain masuk area Gedung Sate. (Kayaknya bisa nih, lain kali ke sini lagi khusus buat popotoan).
Tapi aku bilang siih, mau ke masjid. Secara aku gak tahu lokasi masjidnya di mana, jadi sekalian nanya. Hehe...

Masjid ini ada di halaman kiri Gedung Sate. Pas aku jalan ke arah masjid, di halaman Gedung Sate lagi ada pengambilan gambar buat acara salah satu TV swasta.
Pantes aja ya... ketika aku masuk juga nggak di tanya. Kali banyak orang yang keluar masuk atau sekedar foto foto.

Aku agak terkejut melihat penampakan bagian depan masjid.
Dekorasinya seperti gedung kantor gitu. apalagi setelah lihat bagian dalam, tambah heran lagi. Pertama yang kutemui adalah ruangan besar semacam lobby gituu.... Besaaaar....
Baru kemudian masuk ke ruang utama masjid.

Pintu masuk ke ruang utama ada 3, tengah, sisi kiri dan sisi kanan. Keherananku belum berakhir. Ketika melihat ruang utama masjid ini yang sungguh berbeda dengan masjid - masjid yang pernah aku kunjungi.
Ada ruang yang kontur tanahnya lebih rendah lagi dibanding pas masuk pertama tadi.
Dan ada tembok pembatas setinggi paha. Di bagian depan ada semacam panggung dan di sisi panggung tersebut baru terdapat ruang imam dan podium.

Setelah sekian lama duduk di dalam masjid, teman sebelah cerita kalau masjid ini dulunya ruang sidang DPRD Provinsi Jabar.  Oh..pantes. langsung sekali lagi pandangan kuedarkan ke sekeliling ruangan.
Panggung itu mungkin tadinya tempat ketua dewan memimpin sidang. Trus di atas ada semacam balkon, baik di sisi kiri kanan maupun arah belakang yang berhadapan dengan panggung.
Oh iya, dinding lantai dua itu cukup menarik perhatianku.
Karena di sana ada ukiran atau diorama tertentu. Sayang tidak terlalu jelas dilihat dari bawah.

Meski penampilan secara fisik berbeda, tapi suasana adem khas masjid tetap terasa.
Sehari bersama Al Quran yang seharusnya aku ikuti selama lima jam, aku hanya ikut selama 2.5 jam tanpa terasa. Seneng banget, ketemu para pecinta Al Quran.
Ketemu para hafizhoh.
Moga ketularan semangat mereka.
Cerita lengkapnya di postingan lain aja ya...

Hari menjelang sore pas aku ninggalin komplek gedung sate. Lewat air mancur di depan masjid, banyak anak anak lagi asyik bermain.
Trus lewat dekat parkiran, ada yang lagi latihan beladiri Satria Nusantara.
Trus lihat juga ada burung burung yang asyik bercengkrama dekat kandang.
Adeeemmm...
hhhmmmm kapan ya... ke Gedung Sate lagi. Ada satu spot yang aku penasaran, yaitu barisan tanaman yang bertuliskan GEDUNG SATE.
Aku mau foto di sana hehe

bagian depan gedung masjid.
bagian podium dan imaman
dinding lantai dua
lampu lampu di atas ruang utama

Selasa, 29 Juli 2014

Selamat Idul Fitri

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sabtu, 26 Juli 2014

Mengais Sisa Ramadhan

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa - sisa Romadhon
Terjatuh.. terpuruk dikeheningan

Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman

Duhai sahabat pilihan Alloh
Di sini, dipertigapuluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa satu hati dan satu iman

Tuhan
kekalkanlah tali ini
Rekatkan dalam dzikir padaMu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cintaMu

Duhai sahabat pilihan Alloh
Dihari ke tujuh ba'da Romadhon
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur
Kecuali Alloh semata

Hanya satu tumpuhan harapan
Jumpa Romadhon dengan izin Tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-royan yang dijanjikan

*dari Nasyid Suara Persaudaraan berjudul Elegi untuk AA.

Jumat, 25 Juli 2014

#1Hari1Masjid: Masjid Lautze 2, Bandung



Teman - teman, maaf ya.. selama Ramadhan ini aku jarang posting. Nanti lah kisah lengkapnya insya ALlah aku ceritain...
Sekarang karena copas, jadi cepet nih... bikin postingan.
Ceritanya ikut acaranya Prima, #1hari1masjid seperti yang kupasang bannernya di side bar.
Alhamdulillah, atas kebaikan Prima jualah, kirimanku bisa dimuat di blognya. Makasih, Prima...
Makasih atas ide ide cemerlangnya. Boleh ya... ke depan aku pakai hesteknya buat postinganku tentang masjid. Seperti juga kupakai hestek #1hari1ayat milikmu...

Papan penunjuk nama

Bagian depan masjid Lautze 2 dari arah patung bola

bagian dalam masjid, dengan dekorasi dan karpet yang dominan warna merah


Walaupun setiap hari melintasi jalan ini, akan sangat dimaklumi bila para pelintas tidak menyadari kehadiran sebuah masjid disini. Itu tidak lain karena masjid ini diapit oleh deretan ruko-ruko. Ya,  masjid ini juga menjadi bagian dari ruko tersebut. Satu-satunya penanda bahwa disana ada masjid, adalah papan nama berwarna kuning, dengan tulisan merah menyala khas etnis Tionghoa yang berbunyi Masjid Lautze-2 dan menunjuk ke arah pintu. Di sisi kanan pintu terdapat toko yang juga bernama Toko Lautze yang menjual buku dan aneka perlengkapan lainnya.

Masjid Lautze-2 terletak di jalan Tamblong nomor 27 Bandung, lebih tepatnya berada di pertemuan empat jalan yaitu jalan Lembong-jalan Sumatera-Jalan Veteran-dan jalan Tamblong; persis di seberang RS Bungsu. Menempati ruko sewaan berukuran 6x7m. Tidak terlalu besar untuk ukuran sebuah masjid. Tapi karena di sekitar lokasi tersebut hanya ada satu masjid ini, maka tiap tiba waktu shalat Jum’at, jamaah pun rela shalat di luar masjid/di trotoar.

Dari sisi arsitektur, masjid ini sepertinya sengaja didekorasi dengan dominasi warna merah. Mulai dari pintu depan, ada sebuah ragam hias dengan dominasi merah dan kuning. Kemudian pintu utamanya juga merah. Demikian pula dengan warna dinding di dalam masjid. Dekorasi ini bertujuan agar warga muslim Tionghoa yang baru memeluk Islam merasa ‘home’ saat memasuki masjid ini. Sehingga mereka merasa betah untukberlama-lama di masjid dalam rangka mendalami Islam menuju muslim kaffah.
 
Aktifitas di masjid ini, semuanya berada dibawah manajemen Yayasan Haji Karim Oei. Siapakah beliau sehingga namanya diabadikan menjadi nama sebuah yayasan? Haji Karim Oei/Haji Abdul Karim adalah salah satu tokoh nasional yang sangat berjasa menyebarkan Islam terutama di kalangan Tionghoa. Beliaulah pendiri Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Dalam masa hidupnya, beliau pun pernah menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia tingkat Pusat. Untuk mengabadikan jasa dan perjuangan beliau, maka setelah beliau wafat tahun 1988, dibentuklah Yayasan Haji Karim Oei di Jakarta pada tahun 1991.

Mengapa Lautze2?
Itulah pertanyaan saya ketika pertama kali melihat papan nama masjid ini. Ternyata angka Dua adalah untuk membedakan masjid ini dengan Masjid Lautze 1 di Jakarta yang juga berada dibawah manajemen Yayasan Haji Karim Oei.

Menurut penjaga yang sedang membersihkan trotoar di seputar masjid, Masjid Lautze 2 biasanya buka sekitar pukul 9 pagi, sampai ashar atau sampai maghrib.  Hal ini untuk menjaga agar jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang memasuki masjid dan mengambil inventaris masjid. Seperti yang teman-teman lihat, bagian luar masjid pun tidak terlewat dari aksi vandalisme. Dipenuhi dengan coretan-coretan yang sungguh merusak pemandangan.
 
Mudah-mudahan lebih banyak lagi orang mengetahui bahwa bangunan ini adalah masjid, sehingga bisa menjaga kebersihan lingkungannya bersama-sama.

***












Minggu, 29 Juni 2014

Tang Ting Tung...


(وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ) 
-[Surat An-Nahl : 18] via
@QuranAndroid

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Selasa, 24 Juni 2014

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 45 - Siluet


kuncup melati menyambut pagi
 Foto ini saya ambil di halaman rumah. pot melati saya angkat ke tembok pagar, dan saya arahkan kamera ke arah gunung. Foto diambil pagi hari,  tanggal 10 Mei 2014

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan 45 Siluet oleh Yofangga.

Minggu, 22 Juni 2014

#Kupang : Air Timor

Su lama sonde baomong bahasa Kupang, ternyata beta kangen ju.
Oi, jang kira beta ini hebat ho, bisa aneka bahasa / logat Nusantara
Beta hanya nekat sa....
Apalagi orang Timor ada kata, siapa su minum air Timor, son bisa lupa. Nah, beta ada lima taun ini minum air Timor.
Be pung lidah su kena jampi, mengkali.

Bagaimana ko,  rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Dia pung rasa seperti air putih biasa. Pas lu minum, mungkin sonde tercium bau apa, tapi pas lu telan, sampai tenggorokan, seperti ada yang tersangkut. Eh ini kata be pung paitua ho...  Beta sendiri sonde rasa itu.
Kalau katong masak air di kuali, maka itu kapur sebagian tertinggal di kuali. Dinding kuali menjadi putih.
Kemudian sebelum katong simpan di teko,  saring dolo itu air dengan saringan kain yang banyak dijual di pasar Oebobo. Kadang ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus. Nanti sebagian kapur ju tertinggal di saringan. Katong musti sering-sering cuci itu saringan.
Nah air Timor su siap diminum.

Jadi enak  ko? Sonde ..... sonde jauh berbeda seperti be pung paitua bilang, tetap saa... rasa kapur.
Tapi beta son punya pilihan lai. Bukan apa-apa, son ada doi buat beli aqua. Haha
Makanya, be ju son heran, siapa yang pi Timor dan dong tetap minum aqua, dong son bisa baomong bahasa Kupang.
Haa...


Ket :
Su : sudah
Jang : jangan
Baomong : bicara
Son/sonde : tidak
Pung : punya, (milik)
Be/beta : saya
Lai : lagi
Dong : dia orang/mereka
Pi : pergi
Katong : kita
Mengkali : barangkali
doi : duit

---------------------

sudah lama tidak bicara bahasa Kupang ternyata kangen juga.
Hoi, jangan dikira aku hebat ya... bisa menirukan aneka bahasa Nusantara, ini hanya soal nekat.
Apalagi kata orang Timor : barang siapa sudah minum air Timor, maka tidak mungkin lupa. Lidahku sudah kena jampi, barangkali.

Bagaimana rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Rasanya seperti air putih biasa, pas kamu minum tidak tercium bau apa, tapi ketika di telan dan sampai tenggorokan, akan terasa ada yang tersangkut.Eh ini kata suamiku lhoo.... aku sendiri nggak merasakan itu.
kalau kita masak air di panci, maka sebagian kapur akan tertinggal di panci. dinding panci menjadi putih.
kemudian sebelum kita simpan di teko, air tsb disaring dulu dengan saringan kain -seperti di gambar- yang banyak dijual di pasar Oebobo. kadang  ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus.Nanti sebagian kapur juga akan tertinggal di saringan. Kita musti sering sering mencuci saringan tsb.
Nah, air Timor siap di minum.

Jadi enak kah ? Enggak... enggak jauh beda dengan apa yang dikatakan suamiku. Tetap saja rasa kapur.
Tapi aku nggak ada pilihan lain, bukan apa-apa, nggak ada duit buat beli aqua. (th 2002 aku pindah dari Kupang, aqua udah 19rb/galon)
Makanya, aku  juga nggak heran, kalau ada yang tinggal di Kupang dan tetap minum aqua, dia nggak akan pernah bisa bahasa Kupang. Haha


Gambar saringan dari sini

Kamis, 19 Juni 2014

Pengumuman UN SMP

Sebenernya Sabtu kemarin ada acara Internalisasi Corporate Value di Sariater.  Tapi kan hari itu juga ada acara pengumuman dan perpisahan di sekolah Fikri. Hadoooh... dilema kakaaak...
Apalagi pas aku bilang ke Fikri, "Fik, Sabtu sama Abi aja ya.. Ummi ada acara kantor"
Jawaban Fikri sepotong dan jleb
"Ih .. Ummi mah bukannya mentingin kepentingan anaknya"
Wkwkwkwk... siapa yang tega coba ?
Akupun menghadap pak Bos, apakah kiranya bisa ijin dari acara ICV dengan menyampaikan alasannya. Alhamdulillah pak Bos mengijinkan dengan syarat aku membuat surat dan melampirkan copy undangan dari sekolah. Alhamdulillah...

Pada hari pengumuman dan perpisahan di sekolah Fikri itu, anak laki-laki diminta memakai jas dan berdasi. Anak perempuan memakai pakaian tradisional. Waaah... anak anak kelas 9 jadi kelihatan cantik dan ganteng dan nampak lebih dewasa.

Pas acara perpisahan ini juga dijelaskan tentang program pak Walikota yang sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait, bahwa mulai tahun ini di kota Bandung berlaku sistem rayon untuk pendaftaran sekolah. Sistem cluster yang membedakan peringkat sekolah dihapus.
Kenapa pakai rayon ? Supaya anak sekolah di lokasi yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Diharapkan dengan ini akan mengurangi polusi dan kemacetan, serta meningkatkan kualitas sekolah di semua rayon. Dengan sistem cluster, anak pinter hanya terkumpul di sekolah tertentu. Sehingga ada istilah sekolah cluster 1,2,3 dengan passing grade yang berbeda-beda. Nah sekarang enggak ada itu.
Sebagai insentif/penghargaan dari pak Wali untuk anak-anak dan orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah yang terdekat dengan rumah, pak Wali memberikan tambahan skoring 10% dari NEM. Ini berlaku hanya untuk pilihan pertama.
Pilihan pertama bebas mau di rayon manapun, kalau di luar rayon tanpa tambahan skoring.
Pilihan kedua harus di rayon sendiri dan tanpa tambahan skoring. Jadi... tambahan skoring 10% itu hanya buat anak anak yang memilih sekolah di rayonnya sebagai pilihan pertama
Hmmmmmm..... tarik nafas dulu panjang panjang. Musti lihat dulu berapa NEM Fikri nih, karena SMA tempat pak Wali sekolah dulu beda rayon sama tempat tinggal kami. :p

Selesai penjelasan sistem rayon dari pak Kepsek, diumumkan nama-nama anak yang menduduki peringkat 10 besar. Dag dig dug ? Iya. Soalnya kan dari 4x Try Out, dua kali Fikri masuk 10 besar. Walaupun nilainya masih seputar 34-35 gitulaaah... tapi kan gossipnya soal UN lebih mudah dari soal TO hehehe
Jreng jreng jreng...... ternyata nilai peringkat 10-nya aja 36,6 . Kalau Fikri nggak masuk, berarti nilainya kurang  dari itu ?
Pertanyaan berikutnya : Be-ra-pa ?

Memang awalnya Fikri pengen sekolah di kota, tapi pas Abi memberi gambaran resiko sekolah di kota yang antara lain musti berangkat lebih pagi dan pulang pasti juga lebih sore, belum eskulnya, belum kerja kelompok, belum tugas tugas rumah juga harus tetap dikerjakan (Fikri bertugas mengisi air, cuci piring pas gilirannya dan membersihkan kamar+lantai atas setiap hari) beberapa hari kemudian Fikri nampak bimbang. Ya intinya ada 'harga' yang harus dibayarlah...  Tapi kubilang kita boleh merencanakan, tapi teteeep lihat NEM dulu.

Setelah pengumuman-pengumuman, semua orang tua/wali murid  dipersilakan masuk ke  kelas anaknya masing - masing untuk mendapatkan nilai. Aku udah nggak sabar pengen lihat nilai Fikri berapa.
Berapa ?

B. Indo : 8.20
Matematika : 9.75
B. Inggris : 9.40
IPA. : 8.50
Jumlah : 35,85

Apakah itu bagus ? Tanya Sondang.
Ya baguslaaaah.... kalau sendirian. Atau kalau dibandingkan NEM Mbak tahun lalu, apalagi kalau dibandingkan NEM Abi dan Ummi yang 5-6-7  *qiqiqi mengingat NEM diri sendiri jaman baheula.
Ntar kalau dibilang kurang bagus, seperti tidak mensyukuri hasil jerih payah anak.
Masalahnya....Fikri bakal bersaing dengan anak lain yang nilainya lebih bagus dari nilai dia. Kan kan kan? Dan kita nggak tau berapa banyak.

Melihat nilai tersebut, kesimpulannya Fikri mau nggak mau harus memilih sekolah sama dengan Mbak. Yang katanya ada penampakan itu... qiqiqi
Dan sampai kemarin, mereka berdua  masih pegang kesepakatan, katanya nanti akan pura-pura nggak kenal ? Whaaaat ?
Yah, biarin ajalah, namanya juga ABG labil, mari kita lihat gimana nantinya.

Rabu, 18 Juni 2014

#ReboNyunda : #Kahiji

Iyeu mah abdi sanes bade nyarios #kahiji -na Bapak Gubernur Ahmad Heriawan nu hoyong Jabar Juara PON nya....
Tapi nyarioskeun lagu Sunda anu 'pertama kali' diapal ku abdi.
Lagu ieu diajarkeun ku Neng Nurlia Asharyati nuju abdi di STAN jaman baheula. (Yaeya keleeusss.... dari 93).
Rupina, iyeu lagu 'sepanjang jaman' kumargi ayeuna Faiz oge diajar lagu ieu di sakola.
Laguna pondok, seneng tur semangat.

Abdi teh ayeuna, gaduh hiji boneka
Teu kinten saena sareng lucuna
Ku abdi di erokkan erokna sae pisan
Cing mangga tingali boneka abdi

-----------

Aku bukan mau cerita tentang #Kahiji nya Bapak Gubernur Ahmad Heriawan ya... yang menginginkan Jabar menjadi juara pertama PON nanti
Tapi mau cerita tentang lagu Sunda pertama yang aku bisa menghafalnya.
Lagu ini diajarkan oleh Nurlia Asharyati pas aku di STAN jaman dahulu kala.
Ternyata ini lagu sepanjang jaman, karena Faiz juga belajar lagu ini di sekolah.
Lagunya pendek, senang dan bersemangat.
(Terjemahan bebasnya :)
Aku sekarang mempunyai boneka
Tak terkira bagus dan lucunya
Kupakaikan dia rok yang bagus
Yuk lihat bonekaku ini

Senin, 16 Juni 2014

Liebster Award : Cinta dan Persahabatan yang Terus Bergulir



 Yuhuuu... akhirnya kelar juga ngerjain  PR ini.
  
  1. Post award ke blog kamu - done lah ya....
  2. Say thanks buat yang ngasih award dan link back ke blog dia . (Oke.. terima kasih buat Mia dan Mbak Tituk yang udah ngasih award ini ke aku.... xixixi.. ini mah seperti melempar bola panas ya... haha)
  3. Share 11 hal tentang diri kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang ditujukan ke kamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan ajukan 11 pertanyaan yang ingin kamu tanyakan
*11 hal tentang akuu...
  1. Anak perempuan pertama dari 7 bersaudara. Jadi kakakku 3 laki-laki semua, baru aku, adik cewek, adik cewek, kemudian bungsu cowok
  2. Karena banyakan main dengan kakak cowok, separuh jiwaku tomboy, separuh jiwaku girly. Jadi jangan heran kalau aku dalam penyamaran pakai baju cewek tapi tingkah polah masih gubrak gabruk dan manjat - manjat pohon.
  3. Menyukai hutan, gunung, sawah dan lautan kayak yang di lagu itu. Intinya suka ngebolang meski sekarang langkah menjadi serba pendek setelah punya ekor yang sangat panjang berupa 1 anak mertua dan  5 anak sendiri xixi. Alhamdulillah masih bisa menikmati sawah di depan rumah.
  4. Ibu dari 5 anak. Udah pada tau kan ya... ya biarin aja lah, mengurangi bahan pemikiran untuk poin berikutnya xixi
  5. Suka menjahit, merajut, menyulam, dan everything about crafty. belakangan belajar memasak setelah bergaul dengan Sondang dan Tri karena ternyata dalam memasak juga ada unsur itu. 
  6. Suka nyanyi tapi gak paham not. nggak tau kapan intro berakhir dan aku harus mulai menyanyi hahaha kalau dulu sih penyanyi kamar mandi. Tapi sejak tau bahwa bicara di WC itu makruh ya udah sekarang jadi penyanyi dapur ajaa...
  7. Mudah kenal sama orang baru, tapi tidak mudah untuk terbuka haha silakan bingung.
  8. Gak kuat nge-mall lama-lama. Jadi kalau masuk mall/pasar ya langsung ke tempat yang dituju. Kalau ada istilah shop till you drop, maka aku akan menyerah di setengah jam pertama.
  9. Teu daek cicing alias gak bisa diem. Selalu ada yang dikerjain. kalau tangan nggak kerja ya kepala yang mikirrr...... macem macem. Sampai kadang nggak bisa tidur kebanyakan ide yang mau dikerjain.
  10. Bukan tipe achiever, jadi ya aku mengalir aja menjalani hidup ini. Nggak punya cita-cita dan keinginan yang membuat aku usaha lebih.
  11. Cengeng dan mudah tersentuh. Makanya aku males nonton sinetron atau film gitu.  Kalau baca buku kan nangis sampai bercucuran air mata juga bisa milih duduk sendiri. Kalau nonton kan selalu ada orang di samping kanan dan kiri.
 

Dan ini pertanyaan-pertanyaan dari Mia,
1. Topik apa sih yang paling disukain waktu nge-blog? (tentang kehidupan sehari-hari dan tentang hal yang aku mengerti)
2. menurut kamu, apa sih kelebihan kamu? (tabah, kreatif)
3. Mimpi apa yang sampe sekarang belum kesampean? (apa ya... kayaknya aku nggak punya mimpi yang sessuatu gitu ... yah.. mengalir aja)
4. Kira-kira apa sih yang disukain orang dari blog kamu? (apa ya... ya silakan para pembaca mengungkapkan apa yang disukai dari blog ini)
5. Siapa blogger idolamu? Dan kenapa kamu suka dia?  Sondang  alasannya : nggak perlu alasan untuk sebuah cinta *gelapmata haha
6. Kamu punya instagram ga? Akunnya apa? Ada dong... @titiesti
7. Menurut kamu, apa enaknya ngeblog dan apa enaknya instagram? 
Ngeblog itu enaknya bisa cerita lebih panjang dari sebuah gambar yang terabadikan. Bisa didraft, bisa diedit, bisa disimpan kapanpun. 
Enaknya instagram : bisa real time langsung posting tidak lama dari saat kejadian. bahkan kalau males bikin caption ya boleh boleh aja. Kalau blog kan musti ngatur kalimat dsb.
8. Apa hobi kamu selain nge-blog? craft
9. Film apa yang jadi favorit kamu sepanjang masa? nggak adaaa....aku bukan sufi (suka film) kakaaak....
10. Apa yang pertama kamu lakukan pas bangun tidur? lihat jam
11. Apa sih yang bikin kamu mau follow blog, twitter atau instagram seseorang? biasanya sih karena kepentingan pribadi hehe artinya aku mendapat manfaat dari akun - akun tersebut,misal karena orang itu pakar/tokoh di bidangnya, atau orang itu suka craft seperti aku, atau dia suka jualan seperti aku xixixi kemudian karena pertemanan. 


Berikut pertanyaan dari mbak Tituk
  1. Apa yang kamu lakukan saat punya me time? suka suka mbak, biasanya sih baca, atau nge-craft atau nulis, atau bewe
  2. Kalau kamu mendapat beasiswa sekolah lagi, apa yang ingin kamu pelajari? Bahasa Arab. Mengapa? Karena selain bahasa Internasional, ya karena bahasa Arab bahasa dunia dan akhirat. *jawaban formatif.
  3. Hal sederhana apakah yang orang lain mudah melakukannya tapi tidak bisa kau lakukan? apa yaah.... hmmm... aku cukup pede dalam hal ini, kalau orang lain 'mudah' melakukannya, insya allah aku bisa mencobanya.
  4. Pola asuh didik seperti apakah yang orang tuamu terapkan dan tidak ingin kau tiru, mengapa? pola asuh apa ya namanya.. kami tau bapak dan ibu sayang, tapi karena tidak terekspresikan gitu, kurang hangat. jadi semacam ada jarak antara orang tua dan anak, jadi anak segan mau curhat dan cerita. Kalau sekarang ke anak-anakku aku berusaha dekat dan jadi teman. Bisa cerita dan curhat apa aja silakan.... jangan pas butuh uang aja baru curhat, ummi minta duit buat bla bla bla haha. Sama satu lagi, kehidupan agama kurang ditanamkan, ya aku maklum sih ya..karena beliau berdua juga kurang berbekal dalam hal ini.
  5. Pola asuh didik orang tuamu yang ingin kau tiru, mengapa? selain yang di atas. bapak ibu sabar... jarang marah. Trus semua anaknya punya tugas harian jadi semua terlatih ngerjain pekerjaan rumah meski kami sempat punya 2 ART. Bapakku orang yang teratur, disiplin, menjaga pergaulan, menjaga sopan santun, menjaga kebersihan dan kerapian, menjaga makanan (nggak nggragas sembarang dimakan), ramah, menjaga silaturrahim sekaligus menjaga izzah. 
  6. Apa yang paling ingin kau makan tapi belum keturutan? nggak ada mbaak... ya kalau ada di makan, kalau nggak ada ya udah. kalau ketemu dibeli kalau nggak ketemu ya udah.nggak banget ya.. jadi kemanapun Mbak Tituk ngajak makan, aku pasti semangat empat lima deh.
  7. Pernah diet? Bagaimana hasilnya? Pernaaaaaaah, diet biar gemuk. ya berhasil dooong. Ceritanya pas hamil anak keempat berat badanku masih seputar 40an. kata dokter, kalau mau hamil lagi aku harus naikin berat badan sampai 45. Makan banyak-banyak. Pas hamil udah 45kg alhamdulillah. Tapi pas hamil juga nggak nembus angka 50. 49 kalau nggak salah. 
  8. Siapa penulis Indonesia favoritmu? Tereliye
  9. Selain dompet dan HP, benda apakah yang selalu ada di dalam tasmu? jas hujan xixi karena kan aku dianter jemput sama suami, tapi di siang hari suka keluyuran, jadi jas hujan biar aja di tasku, kalau di motor kan siang aku gak bisa make.
  10. Lebih suka ngobrol langsung atau ngobrol di dunia maya? ngobrol langsung
  11. Apa pendapatmu tentang foto selfie? ah bebas bebas aja. yang hobby selfie silakan, yang enggak ya silakan. ada yang ngajak selfie ya hayuuk...nggak ada yang ngajak ya selfie sendiri klo lagi inget. hehe

alhamdulillah ya.. sudah dikerjakan PRnya.

Bagian milih 11 orangnya ini lho... siapa ya... bukan kebanyakan temen, tapi karena sedikit temen jadi susah memilih 11 orang maah... 

  1. Mama Calvin - biarin, udah dapat banyak juga ya.. 
  2. Susanti Dewi
  3. Orin  - karena aku suka tulisan tulisannya
  4. idah ceris
  5. dian sigit
  6. bunda muna
  7. Fenti rahma
  8. Teh Ati
  9. Noey Do It
  10. Akuntania
  11. Teh Silvi
11 pertanyaan untuk teman teman
1. Gimana awal mulanya kalian ngeblog ? Sejak kapan itu ?
2. Apa sih nilai nilai positif yang didapat dari ngeblog ?
3. Kapan sih, waktu paling sering buat bikin postingan ?
4. Menurutmu, blog seperti apa yang bikin kalian pengen balik dan balik lagi ?
5. Apa warna favorit kamu ? kenapa memilih itu ?
6. Teman teman pingin menjadi istri dan ibu yang seperti gimana ? bagi doong.. resep, usaha dan langkah-langkah untuk menuju ke sana(qiqiqiqi...
7. Teman seperti apa yang membuat kalian nyaman berdekatan dan ngobrol-ngobrol dengannya ?
8. Pekerjaan domestik apa yang paling kalian benci / nggak suka mengerjakannya ? alasannya ?
9. Pekerjaan domestik apa yang paling kalian suka ? kenapa ?
10. Punya makanan favorit ? apakah kalian bisa memasaknya sendiri ?
11. Bonus deh....