Jumat, 31 Januari 2014

#AYTKTM dan #30HariMenulisSuratCinta

Bagi para penggemar Harry Potter, pasti ingat adegan Dumbledore yang mengeluarkan ingatan  yang sedang tidak diperlukannya dengan tongkat, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah guci. Disimpan.
Dan dia dapat memanggil ingatan itu sewaktu-waktu dia perlukan.

Ibaratnya sebuah teko, ketika dia diisi terus menerus dan tidak dituangkan isinya, maka air di dalamnya akan meluap, terbuang percuma. Beda ketika isi itu dituangkan ke dalam gelas - gelas.

Demikian pula yang kurasakan, dengan berbagai hal yang memenuhi kepala baik yang berasal dari pengalaman (jiah.. padahal kejadian sehari-hari getoo...), dari bacaan -walaupun dikit-, dari pergaulan, dan darimanalah asalnya, pun yang cuma khayalan semata. Dan kurasa, dengan menulis itulah aku bisa memilih gelas untuk mengurangi isi tekoku.
Ya ... mungkin isinya 'nggak seberapa'. Tergantung masukannya, kaan.... Kadang air putih, kadang teh manis, pengennya siih segelas susu hangat yang nikmat.

Setelah kemarin aku gagal di program #1Hari1Ayat -iyah, karena postinganku enggak sampai 31- bulan Februari ini aku insya Allah bakal ikutan proyek menulis lagi. Namanya #30HariMenulisSuratCinta. Ini udah tahun keempat proyek tersebut dilangsungkan. Tapi aku barubpertama kali mau ikut.
Tujuanku ikut proyek ini lebih ke melatih diri disiplin  menulis. Kata Sondang menulis 60-90 menit sehari (dan jangan lupa membaca minimal 2 jam yaks :D). Selain itu aku ingin menguji diriku sendiri,  seberapa besar aku memiliki cinta hahaha.
Karena menurutku cinta itu enggak pernah bohong. Cinta itu melahirkan energi yang luar biasa, bahkan untuk mengerjakan hal-hal yang tak terjangkau akal.

Dan kembali ke kisah Dumbledore tadi ya... menulis itu menjadi salah satu tempat mencurahkan isi kepala. Dan aku dapat memanggil kenanganku yang kucurahkan dalam tulisan tulisanku.

Keuntunganku ikut proyek ini dan itu, aku jadi 'dipaksa' disiplin menulis. Yup, dipaksa dalam tanda petik, karena kan bukan paksaan beneran, wong aku juga suka menjalaninya.
Intinya dengan proyek maraton gini, aku harus belajar #AYTKTM  - apapun yang terjadi, ku (insya Allah)  tetap menulis -

Nah, kalau diantara teman-teman ada yang pengen dikirimi surat cinta, silakan bilang di kolom komentar ya... lumayan... mengurangi pencarian 30 alamatku. hahaha

Selamat Milad, Ayuk

Dia, yang datangnya membawa kemanfaatan
Dia, yang diliputi dengan keutamaan, -semoga Allah memberikan balasan terbaik atas keutamaannya-
Dia, sang bidadari surga,
Fadhila Huriyatul Firdausi
Selamat milad anakku, 29
Januari ini sudah 13 tahun ya..
No cake, no party, as Abi said :)
But, look !
Kuenya datang sendiri, ada yang ngirimin. *tengkyu kapkeiknya, Tante Sondang... *

Jadi, jangan pernah khawatir kau tak akan mendapatkan sesuatu, karena semua sudah Dia tentukan takarannya.
Jangan pernah khawatir kehilangan bagianmu, karena itu tak kan Dia pindahtangankan.

Inilah kenanganmu atas tonggak- tonggak usiamu.
'Dimusuhin' teman cewek sekelas dari kemarinnya,
Taburan bedak dari lantai dua sekolahmu hingga putih baju seragammu
Muka putih laksana badut,
Itu semua akan terkenang sepanjang hidupmu.

Selamat milad, gadisku.
Semoga semua kebaikan dan keutamaan Allah tambahkan padamu, hingga bermanfaatlah kehadiranmu.
Amiin.

Pict : ucapan dari temannya

Kamis, 30 Januari 2014

[16] Balasan atas Dzikrullah

(فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ) [Surat Al-Baqara : 152] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
(QS Al Baqarah 152)
Ini adalah satu lagi contoh karunia Allah kepada kamum muslimin.
Betapa agungnya karunia dan kasih sayang Allah, Dia berkenan mengingat hamba-Nya sebagai balasan karena telah mengingat-Nya. Sesungguhnya, ketika seorang anak manusia ingat kepada-Nya, dia 'hanya' mengingat-Nya di bumi yang kecil ini, bahkan jauh lebih kecil lagi karena manusia hanyalah satu titik di bumi.
Tetapi ketika Allah berkenan mengingatnya, maka sesungguhnya Dia mengingat hamba-Nya di alam semesta yang luas ini. Sungguh tak terhingga limpahan kemurahan Allah dan kedermawanan-Nya.
"Jika kamu mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatimu sehasta. Dan jika kamu mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatimu sedepa. Dan jika kamu mendatangiku dengan berjalan, maka Aku akan mendatangimu dengan berlari kecil" (Shahih Bukhari dan Muslim)
Maka sudah sewajarnya jika karunia yang besar tadi mendatangkan sujudnya hati berupa rasa kesyukuran.
...dan bersyukurlah pada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.
Rasa syukur yang mewujud tidak hanya sebatas pengakuan lisan, tetapi syukur yang menumbuhkan rasa malu untuk berbuat dosa/maksiyat kepada-Nya.
Dan puncaknya adalah totalitas syukur yang mewujud dalam setiap gerakan anggota tubuh, berucapnya lisan, berdetaknya jantung dan bergetarnya hati.
Wallahu 'alam

Selasa, 28 Januari 2014

[15] Di Manakah Allah

(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ) [Surat Al-Baqara : 186] via @QuranAndroid

Terjemah :
Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, (maka) jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran (QS Al Baqarah; 186).

Kadangkala, ketika ujian mendera seseorang secara terus menerus ada dua kemungkinan yang terjadi padanya. Yang pertama dia mungkin akan berputus asa, patah harapan, karena tidak kunjung datang yang namanya titik terang.
Kemungkinan kedua adalah orang itu makin pasrah pada Allah, makin dekat dan banyak memohon pada-Nya.

Ayat di atas menjelaskan bahwa ketika ada orang yang mendekat pada-Nya, memohon dan berdoa, sesungguhnya Allah itu dekat,  mengabulkan doa orang yang berdoa pada-Nya. Tapi ada syarat ketentuan yang berlaku :
* hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku
* hendaklah mereka beriman kepada-Ku

Itulah S & K yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya.
Janganlah seperti seorang laki-laki yang dikisahkan oleh Rasulullah SAW , laki-laki tersebut telah menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), ‘Ya Rabb, ya Rabb.
Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Senin, 27 Januari 2014

[14] Saatnya Ujian

(وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ) [Surat Al-Baqara : 155] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Dan pasti kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira untuk orang-orang yang sabar.
Sudah menjadi ketentuan Allah di atas bumi ini, setiap orang pasti akan diuji. Apalagi ketika orang tersebut menyatakan bahwa dirinya beriman. Ujiannya akan semakin berat mengikuti kadar keimanannya.
Akan tetapi, seberat berat ya ujian yang dihadapi atau ditanggung seseorang, sesungguhnya itu masihlah sedikit jika kita mau melihat betapa luas dan banyaknya karunia Allah.
Sedikit ketakutan dibandingkan rasa aman yang kita miliki. Bisa bekerja, meninggalkan rumah, meninggalkan anak dan keluarga dengan relatif aman.
Sedikit bokek di hari hari tertentu, tapi masih lebih banyak hari di mana kita memiliki rejeki untuk dibelanjakan dan dibagikan. Sebokek-bokeknya pun enggak sampai kelaparan.
Dan apabila kita sabar, berhasil melalui ujian yang sedikit tadi, maka Allah  menyediakan rahmat dan ampunan-Nya sebagai balasan.
Wallahu a'lam.

[13] Memelihara Hidayah

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ) [Surat Aal-E-Imran : 8] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Kau berikan petunjuk, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia. (Surat Ali Imran ayat 8)

Saya perlu merenung ada apakah gerangan ini ya... dua postingan berturut turut terhapus. It's my mistake, pastinya. Tapi yang mana ?
Baiklah, mungkin saat ini belum menyadari. Banyak banyakin istighfar aja.
Apapun itu, tetep saya harus bikin postingan untuk mengganti tulisan yang hilang kaaan.... beda beda tipis gapapa lah ya...  *colek Mama Calvin  dan Mak Kinzihana yang udah sempat komen dan kubalas juga*

Yaks, teman, hidayah itu tidak semua orang mendapatkan.  Limited edition. Tidak mengenal kolusi dan nepotisme.  Sejarah sudah mencatat, Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, kurang dekat apa nasabnya dengan Rasulullah, kurang didakwahi gimana, kurang melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang mana ?
Tetapi ternyata hidayah tidak menyentuh hatinya.
Kitapun mengenal istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth kata Allah - tinggal diantara hamba Kami yang shalih- tetep aja mengkhianati suami-suami mereka dan berada di jalan kesesatan.
Sebaliknya, kitapun mengenal kisah Asiah istri Fir'aun, yang tinggal di tengah kesesatan, dia berada di jalan keimanan. Dan upaya penjagaan keimanan itu antara lain melalui doa yang dia panjatkan. "Ya Allah, bangunkan untukku rumah di sisi-Mu di surga, dan jagalah aku dari Fir'aun dan amalnya serta jagalah aku dari kaum yang zhalim"

Seperti ayat di atas, itu juga salah satu doa yang diajarkan Al Qur'an untuk senantiasa kita baca agar Allah menjaga hidayah tetap bersemayam dalam hati kita. Semoga  Allah senantiasa menjaga cahaya hidayah, agar kehangatan  iman tetap hidup dalam hati kita. Amin.

Doa doa lainnya :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
(Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik).
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agamaMu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
(Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atika)
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)

Sabtu, 25 Januari 2014

Tantangan #ODOJ

Bulan lalu aku sudah posting pengalamanku sebulan ikut #odoj.  Nah sekarang ini dah hampir dua bulan. Terus terang aku enggak inget siih... tanggal berapa gabungnya. Aku hanya menandai berdasar siklus haidku :p

Nampaknya ikut #odoj ini lancar jaya ya... eh, siapa bilang. Setiap insan pasti punya ujiannya masing masing. Setiap amal baik pasti ada setannya yang siap membatalkan amal itu.
Karena aku seorang insan dan sedang mencoba gabung dengan mereka yang sudah mulai satu amal baik, maka  aku juga menemui ujian-ujian tsb.

Tantangan Waktu
Di postingan bulan lalu aku bilang bahwa aku punya waktu luang. Ternyata, makin ke sini makin hilang yang namanya waktu luang. Nerima tamu eh kok ya terus terusan banyak. Kalaupun tamunya dikit, eh ya kok yang ada masalah, persyaratan kuranglah... nawar-nawar peraturanlah... meski kadang kesel aku gak boleh menampakkan kesel. Ntar ada yang bikin pengaduan pulak. Hihi #curcol.
Memanfaatkan waktu di jalan, eh ya kok hujan terus pagi sore pas perjalanan, jadi gak mungkin tilawah di bawah hujan karena aku dibonceng naik motor.
Waktu malam eh kok ya ngantuk, cape, dsb. Ya intinya 'selalu ada alasan'. Ini kan berabe ya...
Beberapa hari kejar kejaran dengan dead line laporan seperti itu, akhirnya aku menganggap untuk diriku : Ti nggak ada itu waktu luang, kecuali kau meluangkan waktu untuk itu.
Yup, artinya aku harus lebih memenej waktuku . Kapan aku harus sejenak keluar dari rutinitas dan menyediakan waktu khusus untuk tilawah.
Dan tahukah rasanya ? Ternyata enak lho.... jadi lebih khusyu tilawah karena kita nggak kepikiran kerjaan lain.

Tantangan rasa malas
Hihi... rasa malas kok disebut tantangan. Faiz aja tahu kalau al kasalu da-un alias malas itu penyakit.
Yah tapi memang bagiku ini tantangan. #ngeles.
Tapi akhirnya aku lebih patrikan lagi niatku untuk ber#odoj apa. Aku patri kuat kuat dalam hatiku . Akupun baca baca lagi kisah para pecinta Al Qur'an. Aku baca kisah para sahabat. Aaah.... satu juz sehari mah belum seberapa. *menghiburdiri* Cemen ah... baru segitu aja ngeluh.
Dan jleb jleb banget pas dapat majalah Ummi edisi Januari di halaman Keluarga Pecinta Qur'an, diceritakan proses menghafal salah satu hafizhoh,  tilawahnya 10 juz perhari. *Gubrak_kemudian hening*
Yah begitulah... akhirnya semangat lagi. Karena satu juz sehari adalah standar tilawah para sahabat yang paling 'malas'. Rata - rata mereka khatam kurang dari 30 hari. Ada yang 10 hari, ada yang 7 hari dan tercepat adalah 3 hari. Subhanallah.

Tantangan Membagi Perhatian
Pernah baca atau mendengar kisah masa kecil Imam Syafi'i ? Salah satu hal yang membuat beliau hafal Al Qur'an di usia sangat belia adalah karena sering mendengar lantunan ayat Al Qur'an dari sang ibunda.
Ceritanya pengen niruin yaah... sering-sering ngaji di dekat Faiz. Nah suatu malam, saat aku ngaji Faiz terlihat -terlihat ya... - asyik membaca bukunya. Pas aku tarik nafas sejenak dia nanya :
"Ummi udah selesai ngajinya ?"
"Kenapa gitu ?" Aku balik nanya.
"Nanti kalau udah selesai kita baca buku ya... "
Bagiku itu sudah nampol banget deh, walaupun diucapkan tanpa drama.
Langsung koreksi, jangan jangan anak yang lain juga punya aspirasi sama. Jangan jangan anak mertua juga berfikiran sama. #ups.
So, sejak saat itu ya aku manfaatin banget saat saat sepi atau saat anggota keluarga lain lagi asyik pergi atau asyik dengan kegiatan mereka, akupun asyik dengan #odoj.

Begitulah temans... apa yang terjadi padaku, bagaimana  denganmu?

Pict : Faiz saat nunggu aku ngejar dead line setoran.

[12] Sebuah Pelajaran

(مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا) [Surat An-Nisa : 79] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah. Dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu Muhammad menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Sebenernya aku udah posting ini beberapa hari lalu. Malam malam pulak, pokoknya udah niat banget mau ngejar ketinggalan. Ceritanya waktu itu ada 2 draft dengan judul dan ayat yang sama. Yang satu sudah kuselesaikan dan kupublish. Trus aku berniat menghapus draft yang satunya lagi.
Eh, kok ya ndilalah, entah salah lihat karena sudah ngantuk atau kenapa, kok yang dihapus yang sudah terpublish. Hiks... jadi harus ngetik lagi deh..  tapi ini jadi makin jleb jleb jleb, kejadian (buruk) yang kualami ini paaaasss banget dengan ayat yang kutulis kali ini. Jadi seperti kena tampar bolak balik.

Yang kutulis di postingan kemarin pendek saja kok, sebuah lagu dari video anak-anak  kisah si Syamil, Dodo dan kawan kawannya produksi NCR.

Si Amir pergi sekolah
Dia menendang Abdullah
Ketika pulang sekolah
Si Amir terjatuh pula

Allah Maha Melihat
Allah Maha Kuasa
Allah Maha Melihat
Allah Adil Semata

Pesan sederhana yang disampaikan lagu itu adalah, kalau seseorang menyusahkan orang lain, maka dia juga akan menemui kesusahan. Tidak mesti berupa balasan dari orang yang disusahkan tadi, karena meskipun diperbolehkan membalas dengan balasan setimpal, sesungguhnya memaafkan itu lebih baik. Maka bisa jadi kesusahan itu disebabkan oleh orang lain lagi (pihak ketiga).
Seperti cerita di video itu, si Amir jatuh karena terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan oleh entah siapa.

Wallahu a'lam

Selasa, 21 Januari 2014

[11] Integritas

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ)
[Surat As-Saff : 2] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Wahai orang orang yang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak kamu lakukan ?
Surat Ash-Shaf ayat 2

"Naaak, shalat dulu Nak..." kata seorang ibu kepada anaknya.
"Emang Bunda udah gitu ?" Jawab si anak santai.

Begitulah... anak anak akan meneladani orang tuanya tanpa harus di babibu terlebih dulu.

Kalau di kantorku, ada salah satu corporate value integritas. Integritas ini diartikan sebagai satunya kata dengan perbuatan.
Ada satu kisah terkait hal ini yang terjadi pada masa Imam Hasan Al Basri.
Hasan Al Basri adalah seorang ulama yang kata-katanya sangat bernas dan diikuti oleh umat.
Dikisahkan bahwasanya beliau didatangi oleh serombongan budak. Mereka meminta bantuan sang imam agar memberikan khutbah tentang keutamaan memerdekakan budak.
Imam Hasan Al Basri pun menyanggupi, insya Allah.

Jumat pertama berlalu tanpa sedikitpun menyinggung tentang aspirasi para budak tadi.
Mereka pun bersabar dan menunggu hingga Jumat berikutnya. Ternyata Jumat kedua pun, belum ada tanda tanda khitbah mengarah kesana.
Sampai Jumat ketiga berlalu Imam Hasan Al Basri  belum juga berkhutbah tentang kemuliaan memerdekakan budak.
Baru pada Jumat keempat, beliau menyampaikan khutbah seperti yang diharapkan oleh para budak tadi.
Tidak menunggu lama, setelah sang Imam berkhutbah tentang itu maka beberapa budak pun dibebaskan.
Ketika mereka berombongan menemui sang imam untuk berterima kasih, sang imam pun memohon maaf. Beliau menceritakan kenapa sampai sebulan baru berkhutbah tentang itu. Beliau tidak pernah memiliki budak dan beliau sedang tidak punya uang. Maka beliau menunggu rejeki dari Allah, kemudian beliau membeli budak. Setelah itu budak itupun beliau bebaskan.
Mengapa sampai segitunya ?
Karena beliau tidak ingin mengucapkan apa yang tidak beliau lakukan.

Subhanallah.

Senin, 20 Januari 2014

[10] Tantangan Terbesar

(فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَان
ِ الرَّجِيمِ) [Surat An-Nahl : 98] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk - An-Nahl ayat 98.

Sudah menjadi tugas setan memang, untuk selalu menggoda manusia dan menghalanginya dari amal baik dan jalan kebenaran.
Oleh karena itu, manusia hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan ini.
Salah satunya pernah kuposting di sini.

Namun, dari sekian banyak amal kebaikan manusia, ada satu amalan istimewa yang disebutkan secara khusus oleh Allah SWT di surat An Nahl ayat 98 ini yaitu tentang tilawah Qur'an. 

Dan jika kalian membaca Al Qur'an, hendaklah meminta pelindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk

Dalam buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al Qur'an, Al hafidz Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc  menyimpulkan penafsiran Imam Ibnu Qayyim terhadap ayat di atas, bahwa  tidak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan setan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an.

Ingin membuktikan ? Coba saja mulai meningkatkan interaksi dengan Al Qur'an, dan lihat apa yang terjadi.

Wallahu a'lam.

Minggu, 19 Januari 2014

[9] Pasrah Tingkat Dewa ?*


(قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ) [Surat At-Tawba : 51] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Katakanlah : tidak akan menimpaku kecuali apa-apa yang telah Allah tetapkan untukku, Dialah Pelindungku. Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.

Mungkin ada yang kadang membatin : kenapa kejadian ini menimpaku, kenapa kejadian itu terjadi padaku, kenapa harus aku... dan semacamnya.
Lebih jauh lagi kalau gejolak batin itu  (biasanya terkait hal yang tidak enak) diceritakan ke orang lain. Menurut Aa Gym, ini semacam kita menceritakan ketidakpuasan kita atas takdir Allah. Padahal Allah kan Maha Adil, Maha Berkehendak. Semua yang menimpa kita adalah atas kehendak Allah.
Jadi ayat ini semacam petunjuk gitu, bahwa sikap terbaik adalah menerima semua yang menimpa kita sebagai kehendak Allah atas diri kita.  Kemudian kita serahkan semuanya kepada Allah, memohon perlindungan-Nya. Kita ikhtiar mencari jalan keluar, dan bertawakal atas hasil ikhtiar tsb.
Pasrah itu diam saja. Sedang tawakal disertai ikhtiar. Dan orang beriman memilih tawakal.

'Ketahuilah bahwa jika seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu manfaat bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika seluruh umat ini berkumpul untuk memudharatkan/mencelakakan kamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa memudharatkanmu kecuali dengan seauatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. (dari hadits Arba'in ke-19. )

Wallahu 'alam.

*istilah anak sekarang

Sabtu, 18 Januari 2014

#KEBdiMataku : Tempat Belajar Menginspirasi dan Berbagi

Aku mungkin blogger yang ketinggalan jaman hehe..gimana enggak ketinggalan jaman, di saat manusia sedunia sudah terhubung dengan internet, aku masih berkutat di balik tempurung. Aku baru mengenal internet tahun 2010 (hoiii.. kemana saja ?) Ya, mohon maklum laah... namanya juga orang ketinggalan jaman.
Mulai ngeblog untuk meneruskan hobi menulis diari. Dan aku akan  selalu ingat untuk menyebut guru internetku ; Mas Waldy (dulu bagian IT di kantor) dan guru ngeblog-ku Mak Sondang, yang mengajak saya bikin akun multiply. Semoga ini menjadi catatan amal baik mereka. Amin.

Kumpulan Emak2 Blogger
Pertama kali mengenal KEB secara tidak sengaja.
Ceritanya lokasi kantorku yang sekarang ini benar-benar sangat strategis. Salah satunya adalah dekat toko buku terbesar di Bandung. Suatu ketika, di toko itu ada sebuah even yang menghadirkan para blogger Bandung. Karena waktunya di jam istirahat, aku pun hadir ke acara tersebut, wong tinggal nyebrang jalan aja kok. Di sana ada Bang Aswi, teh Nchie, teh Meti, teh Dey, teh Gia, teh Erry. Ternyata (seleb) blogger yang kukenal itu ramah-ramah ya...hehehe.. pertemuan pertama udah ramai aja. Tapi saat itu karena waktunya pendek dan dalam acara resmi yang sudah ditentukan, belum ada cerita apapun tentang KEB.
Dari situ aku kemudian diajak kopdar dengan salah satu seleblog dari Jawa Timur. Ceritanya ada di sini. Karena pas kesempatan kopdar ini waktunya lebih uang dan lebih santai, kami pun bisa mengobrol banyak hal. Saat itulah teh Nchie nanya apakah aku sudah bergabung dengan komunitas - komunitas blogger. Aku yang ditanya malah cuma melongo. Oh ada to.. hehehe.. maklumlah.. aku kan ber-socmed hanya sesekali saja.
Akhirnya entah siapa yang nyemplungin, aku pun alhamdulillah disetujui oleh Mak Sary untuk gabung di KEB.
Menyesal ? Iyah, menyesal kenapa baru saat itu (pertengahan 2012) aku gabung. Kenapa enggak termasuk 100 orang yang bergabung di hari pertama peluncuran oleh Mak Mira Sahid ? Mak Pon dan merekalah yang telah mengukir sejarah awal KEB.
Bersyukur ? Sudah pasti, karena KEB membuka pintu pintu belajar banyak hal baru bagiku. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Yang kudapatkan dari KEB
Dengan anggota yang terdiri dari perempuan semua, membuatku sangat nyaman untuk bersosialisasi dan mengekspresikan diriku di sini. Sesuai dengan semboyan KEB 'Inspirasi Perempuan, Kami Ada untuk Berbagi', aku benar benar seperti kebanjiran inspirasi yang dibagi-bagi gratiiiisss oleh emak-emak anggota KEB yang hebat, smart, cantik dan baik.
Mau cari-cari sesuatu yang terkait dengan hobiku, banyak. Nulis ? aku tinggal pilih aja di antara anggota KEB yang suka nulis. Fiksi, puisi, resensi, reportase ada.....
Masak ? oh.. ini mah banyak banget. Karena setiap emak pasti suka (atau tidak suka) bakal memasak. Dan banyak yang kemudian membagi ceritanya di blog.
Bikin craft ? Ada juga...ya tinggal pilih mau ke mana.
Soal parenting ? soal traveling ? soal shopping ? lengkap ! semuanya ada.
Tinggal pantengin aja grup face book, atau di akun twitter @emak2blogger dengan hestek #updateEmak. Di sanalah emak-emak akan share postingan terbaru. Tinggal klik mana yang mau kita kunjungi saat itu.
Enggak papa kan enggak disebutin satu per satu, ntar pairi-iri hehehe

Selain itu aku juga pernah ikut kelas membuat blog dan memperbaiki tampilan blog di grup face book KEB. Sangat bermanfaat sekali. Tapi pas ada kelas editing aku dengan tahu diri enggak mendaftar, lha online aja cuma sesekali itupun waktunya mepet sekali dengan ini itu yang lain. Aku biasanya mendahulukan posting daripada bewe, karena kalau isi yang di kepala belum dikeluarkan biasanya aku masih kepikiran dan ujung ujungnya enggak bisa tidur.. hehehe..
Semakin lama membaca kisah kiprah emak-emak anggota KEB, semakin merasa kerdillah diri ini. Betapa banyak hal yang bisa diusahakan kalau kita mau untuk mengerjakannya.
Selain itu mengetahui begitu mudahnya mereka sharing ilmu, sharing pengetahuan dan pendapat, bahkan sharing pengumuman lomba (mau lomba kok ngajak ngajak pesaing ya... itulah serunya di KEB) akupun belajar untuk sharing apa yang ada di diriku yang kiranya bermanfaat untuk orang orang di sekelilingku.
Aku juga dapat teman banyaaak... dari acara kopdar kopdar blogger perempuan di Bandung terutama. Meski yang resmi KEB sendiri aku belum pernah bisa hadir, karena setiap KEB punya hajat di Bandung, pas aku enggak bisa. Yah... ini mah belum rejeki aja kaliii....
Aku dapat hadiah juga. hadiah ? Iya... klo ini sih bukan resmi dari kEB, tapi dari anggota KEB yang punya hajatan giveaway. Alhamdulillah beberapa mampir ke aku. Antara lain dari Mak Lusitris, Mak Ika Koentjoro dan Mak Lieshadi, Mak Ika Rahma, Bunda Lahfy, dsb.. seneng kan seneneeg baangeet...

Kesan dan Pesan
Kagumku ada, banyak. Sama Mak Pon terutama, dalam usia begitu muda (lebih muda dariku hehehe) punya ide smart untuk mewadahi blogger perempuan dan memfasilitasi banyak hal.
Sama MakPuh, para makmin, dan penjaga dapur KEB yang menjalankan KEB dari balik layar, subhanallah... mereka gak digaji lhoo... itu hanya panggilan hati semata.... yang kupikirkan adalah bagaimana mereka memenej dan mengalokasikan waktu. Ah... semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dan menjadikan aktivitas ini sebagai bagian dari ibadah. Amin.
Pesan :
I love You, loooooove you KEB and all of emak emak KEB, meski kebanyakan  belum pernah ketemu langsung, percayalah cinta ini ada dan tumbuh saat baca status status kalian dan kemudian datang diam diam sebagai silent reader.
Dengan semakin besarnya KEB,  mungkin nanti akan tiba saatnya memberikan wewenang kepada emak-emak di daerah / perwakilan provinsi / benua untuk berbagi dan menginspirasi atas nama KEB, tentunya dengan S&K yang diberlakukan.
Terakhir : KEB, happy birtday,
teruslah berbagi dan menginspirasi.




Kamis, 16 Januari 2014

(اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ) [Surat Az-Zumar : 23] via @QuranAndroid

Like Father Like Son

Orang banyak yang enggak nyangka, kalau yayang Abi itu suka bercanda. Emang  penampakannya pendiam dan seperti tanpa ekspresi atau kata Mak Sondang, Mr. Kulkas (Toosss Maak.. sesama kulkas).
Tapi kalau di rumah ya gitu.. heboh sama anak-anak. Makanya enggak heran kalau Faiz yang saat ini lebih banyak waktunya berduaan Abi, jadi banyak niru Abi. Aku udah pernah ceritain di sini.
Ini salah satu ceritanya.

Cara Abi :
Faiz pamitan ke Abi, mau naik ke kamarnya di lantai atas. Trus seperti biasa, Abi minta ritual cium-ciuman. Biasanya Faiz 'diakalin' sama Abi, Abi minta cium pipi kanan, pipi kiri, kening, janggut, dan lainnya. Trus kalau Faiz udah nggak sabar gitu, Abi biasanya membujuk, udah.. tiga kali aja ciumnya...
Dan Faizpun mencium Abi dan Abi menghitung..
satu... *jeda*... dua.... uhuk uhuk... (abi batuk) bentar bentar, ulang lagi ya... 
Faiz menerima permintaan Abi, mulai mencium Abi lagi dan Abi menghitung lagi
satu.... eh bentar-bentar Abi duduknya kurang enak nih.
Maka penghitungan pun mulai lagi dari awal. Demikian sampai beberapa kali dan Faiz berteriak
"Abi maaah nggodaiiin"
Dan akhirnya mereka berdua tertawa bersama

Cara Faiz :
suatu malam aku nganter Faiz ke kamarnya. Awalnya dia minta digendong sampai tangga katanya. Nanti mau naik sendiri. Baiklah...
Pas dalam gendonganku dia bilang : "Aku belum main sama kamu ih.."
"Iya ya.. " jawabku. Karena memang malam itu baru jam 8 dan dia udah minta naik ke kamar. Abis maghrib ngaji sama aku terus dia asyik menggunting dan menempel dari bobo junior sama Teteh. jadi memang belum main sama aku.
Pas sampai tangga dia ngerayu lagi, "sampai kamar dong Mi, nanti aku tutup pintu, terus Ummi turun"
Ya udah aku anter sampai kamar. Nah pas sampai kamar dia minta peluk dooonggg...
Yaah.. baiklah.. toh masih jam 8 ini pikirku.
Nah pas peluk peluk ini, aku bilang, sampai hitungan tiga ya... Akupun berhitung satu sampai tiga
Trus Faiz bilang : Sampai 10 atuuh...
Aku bilang : lima aja deh
Trus Faiz bilang lagi : sampai 7 laah..
Aku : ya deh, sampai tujuh.
Faiz bilang : aku yang hitunggg...
"iyaaa..." jawabku.
Faiz pun berhitung :
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam. aku ketawa inget modus Abi.
Trus lihat aku ketawa, dia bilang "aku belum bilang tujuh"
Trus  kubilang : "itu udah bilang tujuh " sambil ngakak ketawa menggodanya
Faiz belum menyadari. Trus dia bilang.
"bentar bentar ulang lagi...salah yang tadi mah..."
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam lagi.
aku ketawa lagi.
trus dia bilang lagi... "tunggu aku belum bilang tujuuuh..."
"ituuu tadi bilang tujuh..." kataku sambil ketawa gelii.
Kali ini Faiz sadar dan dia nangis .. "aku belum bilang tujuh..." Rupanya dia kesel aku godain.
Akupun memeluknya dan minta maaf (sambil masih menahan tawa)


Rabu, 15 Januari 2014

[8] Just Giving Once

Surat Al Baqarah ayat 264



Just giving once, but you telling everyone you meet
just giving once, you always talking about it
just giving once, act as doing good thing is your habbit
just giving once, everybody has known what you did....

When you give with your right hand
Don't let even your left hand
Know the good thing what you did

When giving something, don?t tell anyone
When giving something, keep that with you
When giving something, just you and Allah
Who know the good thing that you did
(*snada)

Senin, 13 Januari 2014

[7] Adab Masuk Kamar

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ) [Surat An-Noor : 58]

Terjemahan 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah Menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

------------------------------------------------------------------ 


Ayat ini menuntun  para orangtua agar mengajarkan kepada anak dan ART tata cara memasuki kamar pribadi/kamar tidur orang tua/orang dewasa di rumah kita. Bagaimana tata caranya ? Yakni, mereka harus  meminta izin dulu.

Perminyaan izin ini dikhususkan pada 3 waktu yang sudah disebut secara jelas dalam ayat di atas, di mana di waktu-waktu tersebut badan / bagian dari aurat banyak terbuka. Yakni :

  • sebelum subuh saat kita masih pakai baju tidur, 
  • di tengah hari saat kita 'menanggalkan pakaian luar' / kepanasan
  • di malam hari setelah shalat isya.

Di luar waktu-waktu tersebut diperbolehkan, karena Allah tak hendak menyulitkan kita karena mungkin ada anak anak yang butuh perhatian ortu atau ART yang membantu / melayani.
Dari ayat ini juga saya pribadi jadi berpikir :

  • oh berarti anak (yang belum baligh)  tidurnya terpisah dari orang tua, yang sudah baligh sudah tentu. Sesama anak / anggota keluarga yang sudah baligh-selain suami+istri di kamar mereka-, berarti berlaku juga aturan ini. cmiiw.
  • oh berarti walaupun sama anak-anak dan ART kita juga harus memperhatikan batasan aurat yang diijinkan.
  • berarti di ketiga waktu tsb sepasang suami istri bisa memanfaatkan 'us time' mereka.
  • yang setelah isya' harus minta izin ini sejalan dengan ajaran Rasulullah saw bahwa kita hendaknya segera tidur setelahnya agar dapat bangun di sepertiga malam yang terakhir dan mengejar keberkahan ibadah di waktu waktu tsb. Yang saya tahu ada tokoh tokoh sukses yang anti begadang seperti Abu syauqi (pendiri Rumah Zakat indonesia) menurut istri beliau, Abu Syauqi berangkat tidur jam 9 malam. Kepmudian Ippho Right saya pernah baca twitnya katanya anti begadang juga. 
Wallahu alam.

Sabtu, 11 Januari 2014

[6] Adab Masuk Rumah Orang Lain

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتاً غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ -٢٧- 
Terjemahan:
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
(QS An-Nuur ; 27)  

Kemarin di grup Odoj-ku aku kebagian membaca juz 18 yang antara lain adalah surat An-Nuur ini. Membaca ayat ini, langsung keingat jaman dulu di kampung, ada tetangga bertamu dengan cara selonong boy,  masuk dulu baru manggil-manggil nama tuan rumah.
Dulu sebelum mengerti konsep aurat, aku tidak menganggap itu sebagai masalah meskipun Bapak dan Ibu mengajarkan tidak demikian. kalau kita bertamu ya kulonuwun dulu, udah di monggo-in  baru masuk.

Dan ternyata dari berabad-abad lalu, Allah SWT telah menunjukkan tata caranya kepada kita melalui ayat ini.
Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.

Rasulullah SAW mengajarkan kalau kita sudah mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebanyak tiga kali dan penghuni rumah tidak membukakan pintu, maka sebaiknya kita kembali (pulang),  tidak memaksa masuk dengan mengetuk lebih keras seperti menggedor. Siapa tahu penghuni rumah memang sedang tidak siap untuk menerima tamu.
Rasulullah pun mengajarkan saat mengetuk pintu, maka posisi beliau tidak di depan pintu persis  yang memungkinkan bisa melihat langsung isi rumah saat pintu terbuka yang mungkin akan membuat yang punya rumah malu. Jadi posisi beliau adalah miring di sisi kanan atau kiri pintu. Setelah penghuni rumah membuka pintu dan mempersilakan masuk, barulah beliau masuk.

Subhanallaah..

[5] : Kejahatan Yang Tersembunyi


Terjemah
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia
(QS An-Naas;1-6) 

Aku pernah mendengar taujih tentang ini dari Ust. Abu Syauqi.

Surat An- Naas adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah SWT kepada kita. Doa apa ? Doa memohon perlindungan dari sesuatu.
Mari kita cermati doa ini. 
Yang pertama adalah kita memohon dengan menghadirkan sifat Allah sebagai Rabb/Tuhan. (a'udzu bi rabbin-naas) Rabb adalah Dia yang membina, mengarahkan, memelihara dan melindungi makhluq-Nya.
Kemudian yang kedua menyebut asma Allah sebagai Malik/Raja (Yang Memiliki, Yang Menguasai,Yang Mengambil Tindakan )
Yang ketiga adalah menghadirkan Allah SWT sebagai Ilah. Ilah adalah Yang Disembah, Yang Maha Mendominasi, Yang Maha Mengungguli.

Allah SWT adalah Rabb, Malik dan Ilah seluruh jagad raya dan isinya, tetapi di sini disebutkan khusus sebagai Tuhan manusia, Raja manusia dan Sesembahan manusia agar manusia merasa dekat dengan Allah SWT.
Karena menyeru, memohon hingga tiga kali menyebut Sifat Allah SWT, pastilah yang akan dimintakan setelah itu adalah hal yang sangat sangat penting. Atau hal yang sangat berat untuk ditanggung oleh manusia.
Apa itu ? yaitu kita memohon agar dilindungi dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi.
Modus atau cara beroperasinya setan adalah membisikkan kejahatan itu langsung ke dada manusia. Seolah-olah itu adalah suara dalam diri kita. Jadi seringnya manusia enggak sadar bahwa bisikan itu adalah bisikan kejahatan.
Siapa pelaku pembisik itu ?  Ternyata pelakunya bisa jin bisa juga manusia. Dari sesamanya. Pastilah akan sulit menolak bisikan bisikan tersebut.

Inilah salah satu rahasia Allah SWT mengajarkan kepada kita doa ini. Agar sering sering dibaca. Minimal pas mau tidur yah... baca surat Al Falaq dan Annas, tiupkan ke kedua tangan dan usapkan ke seluruh  tubuh. Atau kita jadikan salah satu bacaan wirid pagi dan petang sebagaimana dalam buku doa Al Ma'tsurot.
Wallahu 'alam

Senin, 06 Januari 2014

[4] Dalam Limpahan Nikmat-Nya

Qur'an digital.PNG
Terjemahan :
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman ;13)
Dan diulang kembali di ayat 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.





Kalau kita membicarakan nikmat Allah, tentu tidak akan ada habisnya. Lebih tepatnya kita tidak dapat menghitungnya. Karena buaaaanyaaakkk... sekali nikmat yang Allah berikan, bukan bukan berikan, mungkin lebih tepat jika dikatakan nikmat yang Allah limpahkan kepada kita karena saking banyaknya.
Mulai dari yang tidak terasa dan tidak terlihat, hati yang terbuka menerima hikmah, otak yang senantiasa berfikir, jantung yang terus menerus memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, mata yang dapat melihat keindahan dan dapat berkedip setiap saat, saluran pernafasan yang bekerja dengan baik, saluran pencernaan yang menjalankan fungsinya, pendengaran, indra perasa, tangan, kaki, tulang-tulang yang menopang tubuh untuk tegak berdiri dan menjalankan ibadah, otot-otot yang menopang di balik kulit, udara yang tersedia gratis, makanan yang relatif mudah kita dapatkan, waktu yang tersedia untuk beraktifitas dalam kebaikan, bumi / tempat tinggal yang aman, keluarga yang samara,  teman-teman yang baik, tempat kerja yang enak, penghasilan yang cukup, dsb dsb ....

Pernah dengar cerita tentang orang yang masih menjadi pegawai sementara (belum diangkat menjadi pegawai tetap) di suatu tempat, padahal dia sudah sekian lama bekerja, dan kerjanya baik. Ketika ditanya oleh seorang kyai tentang kondisinya itu dia menjawab : nggak masalah buat saya, karena saya di dunia ini juga hanya sementara saja.
Subhanallah.. inilah contoh pandangan orang yang bersabar atas kondisinya, membuatnya  mudah bersyukur.

Maka ketika Allah bertanya : Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? kita tidak ragu lagi menjawab : tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan

dan masih banyak lagi tentunya....


Minggu, 05 Januari 2014

[3] : Batas Kesabaran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ -٢٠٠- 

Terjemahan :
Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan bertahanlah dalam kesabaranmu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (QS Ali Imran; 200)


Sebagai emak-emak beranak banyak (enggak banyak pun) pastilah sering berurusan dengan yang namanya kesabaran ini. Mulai dari hamil dengan tingkat kepayahan yang makin lama makin bertambah. Kemudian melahirkan di mana itu adalah perjuangan antara hidup dan mati. Kemudian menyusui bayi yang sungguh sungguh menuntut tenaga dan daya upaya. Belum urusan mendidik anak, melayani suami, mendelegasikan wewenang ke ART, menjalin hubungan dengan tetangga, urusan pekerjaan, urusan dengan teman, urusan keuangan,  dsb... dsb.. pasti daftarnya panjang.
Pasti semua itu banyak warna-warninya (ehm.... iyalah, kita sebut warna warni aja, macam crayon Lulu) yang seriiiingg sekali menuntut kesabaran dari mulai level satu sampai level entah berapa kita nggak bisa nyebut lagi karena udah mentok sampai ubun ubun. Pertanyaannya, apakah setelah batas kesabaran kita sampai ubun-ubun itu, kita boleh meledakkan kepala kemarahan kita ? *jawabnya dalam hati aja.

Kalau kita baca kisahnya Nabi Yunus as di dalam perut ikan, yang enggak bisa ngapa-ngapain mentok sana sini, eh tapi masih hidup, enggak dimatikan sama Allah, apa kira-kira yang membuat beliau bisa bertahan ? Kesabaran. Kesabaran ini adalah kekuatan untuk bertahan, tetap eksis, tetap survive apapun kesulitan yang dihadapi di dunia.
Seperti kisahnya Nabi Ismail, as dan Nabi Ibrahim as, apakah gerangan yang membuat  Nabi Ibrahim as melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail as ? Kesabaran. Kata Nabi Ismail as : lakukan saja, Ayah. Insya Allah saya termasuk golongan orang orang yang sabar. *insya Allah sengaja saya cetak tebal* Jika Allah menghendaki.

Ya, Surat Ali Imran ayat 200 di atas adalah pengingat untuk orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (insya Allah sedang selalu dan akan kami usahakan, Ya Allah), tapi ayat ini  tidak berhenti di titik itu. Ternyata ada kelanjutannya,   dan bertahanlah dalam kesabaranmu. Ini tidak mudah. Makanya kesabaran ini disebut sebagai ummul akhlak / induknya akhlak. Karena dari sanalah semua akhlak baik lahir. Selain dalam urusan-urusan keseharian kita, juga dalam urusan ibadah sangat diperlukan kesabaran. Sabar untuk senantiasa istiqomah. Terus menerus melakukan, tanpa bosan, sampai Allah menghentikan dengan kematian.



Sabtu, 04 Januari 2014

Hari ke-2 : Karena Allah Telah Menjamin

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ -٦- 

Terjemah :

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rejekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalalm Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz) QS Huud ayat 6


Sebenernya aku udah pernah cerita soal rejeki ini di postingan aku yang ini. Tapi gapapa lah ya... diomongin lagi. Kan ini lagi terkesan dengan salah satu ayat Allah dalam Al Qur'an. Ibaratnya lagi membaca surat cinta, pasti kan ada bagian-bagian yang membuat kita membuncah dan berbunga-bunga. 

Kali ini aku enggak akan cerita tentang pandanganku soal rejeki, tapi cerita tentang temanku yang subhanallah..
Ada seorang teman yang saat itu punya keponakan baru. Terlahir melalui proses persalinan normal di bidan. Sehat dan imut. Senang dooong ya.... Ongkos melahirkan juga tidak terlalu mahal dibandingkan melahirkan di rumah sakit.
Setelah dua hari menginap di bidan, ibu dan bayi diijinkan pulang. 

Selang seminggu, perasaan Ibu pun mulai was-was. Kenapa ? Karena bayi belum kunjung buang air besar. Masa' sih masalah pencernaan. Kan baru minum ASI. Dan toh si bayi juga enggak rewel atau apa. Pas jadwal kontrol, disampaikanlah keluhan tentang bayi yang belum BAB ini. Kemudian bidan pun memeriksa.
Dan betapa terkejutnya hati Ibu dan temanku tadi, ketika bidan menyampaikan bahwa si bayi tidak punya anus (atresia ani). Ingin rasanya menuntut sang bidan, tapi karena merasa sudah ditolong selama persalinan, akhirnya keinginan itupun tidak dilaksanakan. Lagipula toh tidak ada satu kejadian pun yang terlewat dari kehendak-Nya, maka teman saya dan keluarganya pun menerima ini sebagai bagian dari takdir.

Selama beberapa bulan berikutnya, teman saya ini bolak balik mengantar kakaknya ke rumah sakit untuk mempersiapkan proses operasi. Jangan tanya berapa biaya yang keluar untuk ini. Jangankan untuk biaya operasinya, untuk ongkos transpor, biaya bolak-balik periksa, obat-obatan dsb aja sudah dirasa berat oleh keluarga si bayi. Teman saya yang waktu itu masih kuliah di UPI dan kebetulan mengajar les privat bahasa Inggris, hanya dapat membantu sebisanya. Tetapi satu hal yang sangat berkesan (berkesan banget malahan, karena kejadian ini sudah 10 tahun lalu) adalah kata-kata teman saya saat menghadapi ujian ini :

"Tidak mungkin Allah menzhalimi makhlukNya, Dia menciptakan, pasti Dia menjamin semua rejekinya. Jangankan keponakan saya, hewan melata saja disediakan oleh Allah kebutuhannya. Kalau rejeki keponakan saya sudah habis, pasti Allah akan memanggilnya"

Subhanallah... saya dibuat terkagum-kagum atas prinsipnya itu.Akhirnya si keponakan itu meninggal sebelum operasi dilaksanakan. Ibu si bayi dan segenap keluarga, termasuk teman saya itu, menerima ini sebagai ketentuan terbaik dari Allah. Keyakinannya soal maut, sama dengan keyakinannya soal rejeki tadi. Karena Allah, titik.


yang mau nyusul ikutan #1Hari1Ayat bisa klik link ini

Hari ke-1 : Demi Masa


Terjemah :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Demi masa
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian 
3. Kecuali orang - orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan,serta saling menasehati untuk  kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. 


Sebagai postingan awal, aku pilih ayat ini.
Waktu. Ia  memang sesuatu yang tidak nampak, tapi dia itu terasa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa waktu adalah kehidupan itu sendiri. Selagi kita masih hidup, berarti kita masih memiliki waktu. Makanya sebagaimana kehidupan, kalau sudah terlewat ya enggak bakalan balik lagi. Sayangnya, manusia sering melalaikan soal waktu ini. Memang enak ya.. kita punya waktu senggang, santai, berleha-leha, menunda kebaikan, menunda pekerjaan yang masih bisa dibikin nanti-nanti, apalagi kalau pekerjaan itu yang kita sebel bin pegel mengerjakannya, pasti akan pilih melakukan hal lain yang menyenangkan... tapi ya itu, akhirnya kita sering menyesal sendiri kenapa tidak mengerjakan hal itu sebelumnya, akhirnya ada kesempatan yang terlewat...
Anehnya, meski sudah pernah menyesal, eh, kok ya kadang masih diulangi lagi.
Yaah.. itulah manusia. khusuhon manusia seperti aku ini, yang sering menyesal tapi masih juga mengulang. el u pe a, alias lupa. Alasan yang klise bukan ?

Makanya jleb-jleb banget, firman Allah di sini, berarti kalau manusia tidak melakukan aktivitas beriman, berbuat baik, dan saling mengingatkan maka rugilah dia.
Pantesan dulu para sahabat Rasul kalau ketemu satu sama lain dan mau berpisah, dibacalah surat ini.
Pantesan dulu jaman TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) kalau sore, tiba mau pulang, pasti baca surat ini.
Pantesan Imam Syafi'i berkata :
"Andai manusia benar-benar memperhatikan isi surat ini, niscaya ini sudah cukup untuk merubah keadaan mereka, pendirian mereka dan kelakuan mereka"
Subhanallah...



*Teman-teman yang mau ikut ngeramein #1Hari1Ayat ini, bisa klik ke blog Primadita